Takdir Cinta Rama Dan Rima

Takdir Cinta Rama Dan Rima
Bab 17 Bekerja Kembali


__ADS_3

"Oh itu, barusan ibu yang menelepon. Besok mengajak ke toko buku untuk membeli peralatan sekolah untuk Reza. Tadi suaranya tidak jelas makanya telepon di sini," jawab Rima berusaha tenang, walaupun perasaannya begitu gugup.


"Ya sudah, ayo pijitin aku capek sekali," titah Rama.


Rima mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam kamar. Ia mengambil balsam dan mulai memijat tubuh pria itu. Lumayan lama Rima memijat, sampai tidak terdengar lagi suara suaminya ternyata Rama sudah ketiduran.


☆☆☆


Keesokan harinya.


"Apa suami mu memberi mu uang, Sayang?" tanya Ibu mertuanya kala mereka sibuk memasak di dapur.


"Iya Bu, kok ibu tahu?"


Rima heran darimana ibu mertuanya tahu, padahal semalam ia sudah tertidur di dalam kamarnya.


"Rama juga memberi uang ibu tadi pagi, waktu subuh ibu bangun,"


Rima sangat terkejut, bekerja apa sebenarnya suaminya itu hingga bisa memberinya serta ibunya uang dalam sehari?


"Tadinya ibu menolak dan menyuruh memberikannya kepada mu, tapi katanya kamu juga sudah di berinya dengan jumlah yang sama," jelas bu Yani.


"Alhamdulillah Bu, aku senang dia sudah bekerja. Aku harap dia betah kali ini," ucap Rima.


Mereka melanjutkan memasak dan membereskan rumah seperti biasa. Rama bangun saat sarapan sudah siap di meja makan. Ia masuk ke kamar mandi lalu bersiap untuk bekerja.


"Aku ambilkan untuk mu ya,"


Dengan lembut Rima melayani suaminya di meja makan. Tidak seperti semalam, pria itu tidak menolak tawarannya kali ini.


"Aku berangkat dulu ya, baik-baik di rumah,"


Rama mengecup kening istrinya, Rima terharu di perlakukan begitu. Ia bingung dengan sikap suaminya yang seperti bunglon, sering berubah tanpa bisa di prediksi.


"Hati-hati ya,"


Rima mencium tangan Rama, ia melambaikan tangan ke arah pria itu yang di sambut senyuman oleh Rama.


"Oh Tuhan, semoga saja dia selalu seperti ini terhadap ku," harap Rima.


Ia masuk ke dalam rumah setelah memastikan suaminya telah benar-benar pergi.


"Bu..." Rima memanggil ibu mertuanya yang sedang di dalam kamar.


"Iya Rima, ada apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku ingin berbicara serius, aku ingin ibu membantu ku,"


Rima menceritakan permintaan bosnya yang memintanya kembali bekerja sampai dirinya mendapat pengganti.


"Jadi begitu Bu. Aku sudah bilang aku akan membantu tapi hanya sampai jam 6 malam, karena takut Rama pulang," ucap Rima.


"Kenapa kamu tidak katakan saja terus terang kepada Rama?"


"Dia pasti tidak mengizinkan Bu, tapi aku juga tidak tega kepada bos ku. Bagaimanapun ini juga kesalahan ku yang berhenti mendadak. Aku mohon ibu membantu ku menutupi semua ini, hanya sampai dapat pengganti saja Bu,"


Rima memelas kepada ibu mertuanya. Akhirnya wanita itu pun mau membantunya. Rima senang sekali mendengarnya, ia memeluk dan mengucapkan terima kasih kepada bu Yani.


"Ya sudah Bu, aku siap-siap dulu ya. Jika Rama pulang lebih awal ibu bisa mengabari ku. Ibu bisa membuat alasan dulu untuk mengulur waktu ya Bu,"


Bu Yani hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


☆☆☆


"Wah terima kasih sekali ya Rima, ada kamu semua masalah teratasi," ucap Anton.


"Sama-sama Mas, maaf ya aku hanya bisa membantu tidak sampai waktu pulang," balas Rima.


"Tidak masalah, aku sudah sangat bersyukur,"


Mereka melanjutkan kegiatan masing-masing. Anton memperhatikan Rima diam-diam, gadis itu merupakan karyawan terbaik di tempatnya. Banyak pelanggan yang menyukainya karena selain cantik dan ramah, Rima sangat sabar melayani pembeli bahkan walaupun pembeli itu banyak sekali permintaannya.


"Halo Bu, ada apa? Apa Rama sudah pulang?"


Rima melihat jam di dinding masih menunjukkan jam 5 sore, apakah suaminya pulang lebih awal?


"Bukan Sayang, barusan ibu mu kesini ingin bertemu dengan mu. Jadi ibu terpaksa menceritakan semuanya, kamu tidak keberatan bukan?" tanya bu Yani.


Rima menghela napas, ia sangat lega ternyata suaminya belum pulang.


"Iya Bu, tidak apa-apa. Ibu pasti bisa menjaga rahasia kok, terima kasih sudah mengabari ya Bu,"


Setelah selesai dengan bu Yani, Rima lanjut bekerja kembali.


☆☆☆


"Mas, aku pulang duluan ya," pamit Rima.


Karyawan lain mulai berbisik tentang gadis itu.


"Enak sekali sih Rima itu, jam segini sudah pulang. Pasti ada apa-apa sampai mas Anton menganak emaskan dia," bisik Nita, orang yang paling iri terhadap Rima.

__ADS_1


"Masa iya sih, sepertinya Rima baik. Apalagi dia sudah punya suami yang tampan, kaya, tidak mungkin sepertinya dia macam-macam," sahut Sinta.


"Namanya juga manusia, tidak pernah ada puasnya,"


Nita masih terus mengkompori yang lainnya. Ia ingin membuat semua karyawan benci kepada Rima. Padahal sebenarnya Nita adalah teman baik Rima dulunya, gadis itu iri ketika tahu ia menikah dengan Rama, pria yang diam-diam ia cintai selama ini. Di tambah perlakuan bosnya yang selalu membedakan mereka selama ini, semakin menimbulkan rasa iri di hatinya.


☆☆☆


Rima berhenti di depan rumah dan tidak langsung masuk, ia mengintip dari balik pagar.


"Oh aman, motor Rama tidak ada berarti dia belum pulang,"


Rima membuka pagar perlahan dan memasukkan motor. Ia masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi karena adik perempuan Rama sudah kembali ke pondok.


"Sudah pulang ya Rima? Cepat mandi lalu makanlah,"


Ibu mertuanya menyapanya.


"Iya Bu, ini mau langsung mandi,"


Gadis itu langsung ke kamar mandi. Setelah selesai ia makan bersama ibu mertuanya.


"Bagaimana pekerjaan mu, Rima?" tanya bu Yani sembari mereka makan.


"Lancar Bu, konternya ramai sekali," jawab Rima.


"Alhamdulillah, semoga rahasia kita juga aman dan tidak ketahuan Rama sampai kamu berhenti sungguhan,"


Rima juga berharap begitu, entah apa jadinya jika sampai Rama tahu. Ia takut pria itu marah kepadanya.


Rima masuk ke dalam kamar setelah mencuci piring. Ia menunggu suaminya dengan sabar, ternyata suaminya pulang lebih awal. Untung dirinya sudah sampai rumah.


"Siapkan makan ya, selesai mandi aku langsung makan," titah Rama.


Rima segera menjalankan permintaan suaminya. Ia menunggu pria itu di meja makan.


"Kamu mau yang mana?" tanya Rima.


"Semuanya juga boleh, aku lapar," jawab Rama datar.


Rima segera mengambilkan semua lauk yang ada ke piring suaminya.


"Kamu habis darimana?" tanya Rama menatap kedua manik istrinya.


Rima terlihat gugup, darimana suaminya tahu ia habis pergi? Apakah rahasianya ketahuan.

__ADS_1


"Aku... aku tidak dari mana-mana," jawab Rima gemetar.


"Jangan bohong," bentak Rama.


__ADS_2