
"Sesuai dengan namanya tamu adalah seseorang yang datang ketempat tinggal temannya,keluarga, sahabat, dan lain-lain. Biasanya mereka datang dengan sengaja maupun tidak sengaja, hanya untuk melihat keadaan sekitar. Akan tetapi istilah tamu juga dapat disematkan terhadap suatu hal yang datang tidak terduga. Baik hal yang baik maupun buruk. Itu semua disebabkan karena peristiwa yang terjadi secara spontan. Maka dari itu pemilik tempat tinggal haruslah siap menghadapi kemungkinan seburuk mungkin, disaat bertemu dengan kejadian ini. Karena mau tidak mau kejadian tersebut tidak dapat diprediksi adanya dan bisa saja menjadi bencana."
Semakin lama semakin terasa nyaman bagi Hadad. Kota baru yang ia tempati sangatlah bersahabat dengannya. Setiap penduduk yang ada ternyata sangatlah ramah dan menyambut kedatangannya. Ini semua terjadi sebab dirinya selalu memberikan bantuan positif bagi penduduk sekitar. Baik dalam hal yang kecil maupun besar. Ia awalnya melakukan beberapa hal dengan ragu-ragu. Namun setelah melewati beberapa hal, akhirnya Hadad dapat melaksanakan kegiatan positif tersebut. Hadad dan Sora sudah berada di kota ini selama 5 hari lamanya. Keduanya tergabung didalam guild petualang di kota dan telah terverifikasi sebagai petualang kelas B. Setiap misi yang keduanya laksanakan sebenarnya hanya perkara yang sederhana, seperti membersihkan tempat yang kumuh, merawat tumbuhan warga, menjaga keamanan sekitar, dan misi yang lainnya. Setiap petualang yang ada di kota pun sangatlah ramah terhadap keduanya. Rasa saling membantu sudah menjadi hal yang sangat wajar bagi mereka.
Misi yang baru mereka laksanakan beberapa menit yang lalu ialah misi mencari tumbuhan langka. Dan dengan tugas tersebut tercatat keduanya sudah menyelesaikan sepuluh misi sampai saat ini. Berarti rerata misi yang mereka dapatkan adalah dua misi per harinya. Dari setiap misi tersebut Hadad dapat mendapatkan 750 crest. Uang yang cukup untuk persediannya selama satu minggu penuh. Belum lagi para penduduk yang selalu memberikan buah dan sayur kepada keduanya setelah menyelesaikan misi pelayanan masyarakat. Dengan begitu persediaan makanan mereka pun semakin bertambah. Masakan yang mereka buat setiap harinya pun sudah mulai bervariasi. Sungguh suatu kemajuan yang signifikan bagi keduanya. Hingga keduanya pun mulai merambah bisnis baru di bidang kuliner. Hanya saja mereka perlu membayar tagihan rumah baru sebesar 1500 crest. Yang berarti mereka perlu kembali menabung uang penghasilan mereka agar bisa membeli rumah baru.
"Usaha apa ya yang dapat kita lakukan agar penghasilan kita bertambah?" Tanya Sora.
"Entahlah, aku masih belum bisa memikirkannya." Jawab Hadad.
"Apakah kita perlu mengambil misi yang lebih sulit saja ya? Agar ada tambahan bayarannya."
"Tergantung misinya juga sih. Soalnya aku tidak mau mendapatkan misi yang terlalu sulit untuk diselesaikan."
"Iya juga ya, tapi jikalau kita tetap mengambil misi kelas E dan D kita perlu lebih giat menyelesaikannya sebanyak 4-5 kali sehari."
"Berarti kita perlu lebih dari satu minggu untuk bisa membeli rumah barunya ya?"
"Tepat sekali. Karena misinya lebih mudah dan efisien maka bayarannya pun tak terlalu besar."
"Yaudah deh kita cari dulu saja misi kelas C dan B yang mempunyai bayaran sesuai dan tidak terlalu merepotkan."
"Ok kita kembali ke guild lagi hari ini."
Disaat keduanya hampir saja meninggalkan penginapan, tiba-tiba terdengar suara tembakan didekat ruang resepsionis dilantai pertama. Sontak keduanya segera melihat asal dari suara tersebut. Dan ternyata dibawah sedang terjadi perampokan oleh beberapa bandit yang tidak dikenal. Bandit tersebut berjumlah lima orang dan salah satunya sedang menawan mbak Libya.
"Serahkan uang kalian kepada kami sebelum gadis Ini menderita." Teriak salah satu bandit tersebut.
"Lepaskan aku.… Dasar kau penjahat…." Ujar Libya yang sedang berusaha melepaskan cengkraman yang ada dilehernya.
"Diam kau gadis kecil….." Bentak bandit yang lain seraya menampar Libya dengan cukup keras.
"Jika kalian masih saja tidak memberikan jawaban, maka aku pastikan nyawa gadis ini akan segera melayang." Ancam bandit lain dengan menodongkan senjata sihirnya kepada Libya.
Disisi lain Hadad dan Sora sedang bersembunyi didekat tangga disebelah kiri ruang resepsionis. Keduanya berdiskusi perihal cara untuk menyelamatkan para tawanan bandit tanpa perlu berkelahi. Lalu keduanya melihat keadaan sekitar sembari menghitung jumlah tawanan dan warga sipil yang berada didekat tempat kejadian. Setelah itu Sora membagi tugas penyelamatannya dengan Hadad. Yang mana Hadad akan menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian para bandit agar Sora dapat melumpuhkan setiap bandit yang ada dengan sembunyi-sembunyi. Dikala diskusi mereka telah selesai Sora langsung bergegas mengendap kearah bandit yang dekat dengan jangkauannya. Sementara Hadad sedang mengumpulkan keberaniannya untuk menjadi umpan.
__ADS_1
Hadad mencoba mendekati bandit yang sedang menawan Libya dari arah kanannya. Ia berjalan seakan tidak menyadari peristiwa yang sedang terjadi disekitarnya. Para bandit yang tadinya sibuk dengan urusannya masing-masing, sontak merubah pandangan mereka kepada Hadad. Tak terkecuali bandit yang ada dihadapannya.
"Mbak Libya, aku pesan makan siang yang seperti biasa ya." Ucap Hadad dengan polosnya.
"Kak Hadad.…. Apa yang sedang kamu lakukan……" Sahut Libya dengan nada yang cukup panik.
"Berani juga ya kau perjaka." Ucap bandit yang menawan Libya.
"Kau buta ya? Kami adalah bandit yang sedang merampok penginapan ini."
"Lah.…terus kenapa? Kalau kalian mau merampok ya rampok saja penginapan ini. Yang jelas urusanku hanya kepada Mbak Libya bukan kalian, jadi kalian tidak perlu memperdulikan ku."
"DASAR B*****H……, KAU PIKIR KAU DAPAT LARI DARI SINI HAH……."
"Coba saja kalau kau bisa pengecut……."
"APA.…? KALIAN CEPAT BUNUH DIA..... Bammm…….."Suara yang keluar dari beberapa senjata sihir para bandit.
Sontak setiap bandit pun segera menembaki sihirnya kearah Hadad. Namun untungnya Hadad dapat menghindari semuanya dengan tenang. Karena dirinya sudah memprediksi untuk menggunakan beberapa sihir angin sehingga peluru sihir yang mengarah kepadanya dapat diubah arah tembakannya.
"Hebat.…. aku tak percaya ternyata Hadad sekuat ini." Gumam Libya.
"APAKAH KALIAN INI AMATIRAN HAH…? CEPAT TEMBAK LAGI PEMUDA ITU DENGAN SIHIR YANG LEBIH BESAR…"
"Sepertinya kemampuan kalian hanya sampai segini saja ya? Aku kecewa karena diriku mendapat serangan dari kelompok bandit yang tidak sebanding denganku." Ujar Hadad dengan bangganya.
"DASAR KAU BA****N……"
"Sreeeeet.….. Srakkkk…. Sreeeetttt…. Srak……" Suara yang tiba-tiba terdengar saat pertempuran masih terjadi.
"Suara apa itu?"
"Itu adalah suara peringatan bagimu tuan bandit."
"Apa.….?"
__ADS_1
Mendadak setiap bandit yang tadinya sedang menembaki Hadad semuanya pingsan seketika. Semua ini disebabkan oleh Sora yang berhasil melumpuhkan semuanya dari awal pertempuran.
"Kerja yang bagus Hadad." Ucap Sora.
"Nampaknya target kita tinggal dia seorang."
"Yap kau benar." Sahut Hadad.
"Mbak Libya tunggu sebentar lagi ya….. Kita bakal menyelamatkanmu kok…."
"DASAR KE****T AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MEMBUNUH KALIAN DISINI……" Teriak ketua bandit.
"Lawan saja jika kau bisa pak tua…."
Sora dengan cepatnya merebut Libya dari cengkraman bandit tersebut dan mulai menjauh dari tempat kejadian. Hadad langsung memberikan pukulan keras di wajah bandit tersebut, namun nampaknya bandit itu masih saja bisa bertahan dari serangannya. Adegan jual beli serangan pun tidak bisa dihentikan. Keduanya saling memukuli satu sama lain dengan pukulan dan sihir yang dimiliki. Bandit itu segera menghindar dari jangkauan Hadad, karena dirinya sudah kalah dalam pertarungan fisik tadi. Sementara itu Hadad mengumpulkan energinya dan mulai membuat teknik sihir kelas atas. Ketua bandit yang dihadapinya juga tidak ingin kalah dan meniru gaya sihir yang dilakukan Hadad. Dan keduanya pun saling melancarkan serangannya kearah musuhnya.
"Sahrus Shomat : Mutafajir kahrabayiyun." Rapalan sihir yang dikeluarkan bandit tersebut.
"Kaze no maho : Kaze no shotto." Balas rapalan sihir Hadad.
Dua aliran sihir yang besar pun saling bertabrakan hingga merusak barang-barang disekitarnya. Hadad menambahkan daya kekuatan sihir yang ia lancarkan dengan sihir api. Sehingga tembakan sihirnya pun semakin kuat dan sulit untuk dihindari. Dan akhirnya ledakan pun tak dapat dihindarkan. Ledakan itu cukup besar dan merusak hampir setengah dari tempat penginapan. Untungnya Sora sudah memindahkan para tawanan dan Libya dari tempat tersebut. Asap yang tebal mulai mengitari sekitar tempat kejadian. Hadad mendapatkan luka yang cukup fatal dari ledakan tadi, namun ia masih bisa berdiri dengan tegak. Hampir setengah badannya yang sebelah kanan terkena dampak sihir tadi dan menyebabkan dirinya tidak dapat menggerakkan tangannya dengan normal. Sementara itu Bandit yang telah ia hadapi sedang terkapar didepan matanya tanpa pergerakan sama sekali. Namun anehnya ia terkapar dengan posisi telunjuknya mengarah kearah Hadad. Tetapi Hadad tidak menghiraukannya dan mulai menjauh dari tempat tersebut. Naas dirinya tidak menyadari efek dari sihir sebelumnya yang membuat tubuhnya mendadak mati rasa.
"He.…he…he… kau… sepertinya… terkena…. Perangkapku… S****n….." Ucap bandit tersebut.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau sudah terkena serangan ku tadi." Ujar Hadad.
"Kau.… terlalu….. Naif….. Dan tidak berpikir…… terlebih dahulu….. Itu sebabnya…. Kau lengah….. Dan terkena…… sihirku yang sangat….. Mematikan."
"Apa.…? Jangan-jangan sihir sebelumnya itu……"
"Sahru Mamnu'u.….… : Mudamir…….. Ruh…….."
"Zrassshhhhhh.….… Aaaaaaaaa…….."
Tiba-tiba tubuh Hadad tergores dengan luka yang cukup dalam. Goresan itu merobek bagian punggungnya hingga pinggang. Entah darimana datangnya dan kecepatannya pun tidak dapat diperkirakan olehnya. Hadad pun mengerang kesakitan dan mulai terjatuh kelantai. Dirinya merasakan rasa sakit yang begitu dahsyat sehingga membuat seluruh badannya mati rasa. Perlahan Hadad pun tak sadarkan diri dan terkapar ditempat. Tiba-tiba terdengar suara misterius dibenaknya.
__ADS_1
"Nampaknya giliran mu sudah selesai….." Ujar suara tersebut.
"Tenang saja kawan pengorbananmu hari ini tidak akan aku sia-siakan….."