Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Di Balik Layar


__ADS_3

..."Semua kejadian yang terjadi didunia ini pasti ada sebab dan akibatnya. Baik durasinya lama dan sebentar, baik atau buruk, maupun positif atau negatif. Tetapi disetiap kejadian pasti terdapat pengaturnya. Bak konser wayang yang dipertontonkan dan dikoordinir oleh seorang Dalang. Begitu pula kejadian atau acara yang terjadi selalu ada beberapa sosok berpengaruh di balik layar. Sosok mereka mungkin tak terlalu banyak tersorot, namun peran mereka sangatlah signifikan. Karena tanpa adanya mereka kejadian serupa atau semacamnya mungkin tidak akan pernah terjadi."


...


Satu persatu musibah terus berdatangan. Baik besar maupun kecil. Belum lagi semua itu terjadi secara serentak dan secara beruntun. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kejadian yang terjadi membuat dampak yang luar biasa. Mulai dari lahir maupun batin. Semuanya seakan ditimpakan langsung pada ketiga sahabat ini. Dan entah sampai kapan hal ini dapat berhenti. Sebab tidak ada momentum yang dapat merubah segalanya. Maka dari itu ketiganya hanya dapat mengikuti alur yang telah ada tanpa merubahnya sama sekali.


Arkhan dan Layyin kembali mendapatkan hal yang tidak mereka duga. Setelah berhasil mengantarkan kedua sahabatnya untuk dirawat ditenda relawan. Keduanya pergi bersama suster yang sebelumnya merawat kedua temannya. Tapi mereka masih bingung akan tujuan yang diberitahukan oleh suster tersebut.


"Kita mau pergi kemana Suster…..?" Tanya Layyin.


"Iya sus…. Apakah terjadi sesuatu pada teman kami…..?" Sambung Arkhan.


"Sebenarnya ada suatu kejanggalan yang terjadi……" Jawab Suster


"Hal seperti apa sus?"


"Saya juga kurang tau, namun ini pertanda buruk."


"Aaapaaaa.….?"


"Sebaiknya kita harus segera bergegas, sebelum keadaannya semakin memburuk."


"Baik sus.….."


Suster pun membimbing keduanya menuju tempat terjadinya masalah. Mereka berjalan dengan sedikit tergesa-gesa. Melewati beberapa tenda yang ada disekitar mereka. Anehnya mereka tidak diarahkan ke tempat perawatan, namun ke tempat yang berbeda. Hingga akhirnya mereka sampai diujung tenda relawan.


" Kok kita dibawa kesini kak…." Bisik Layyin


"Entahlah.…aku juga tidak tahu…." Balas Arkhan


"Baiklah sepertinya kita sudah sampai…." Ujar Suster


"Maafkan aku.….."


"Loh.… kenapa kamu meminta maaf Suster…?"


"Iya Sus.… kamu kan tidak berbuat jahat…"


"Tidak.… kalian salah sangka… Sebenarnya diriku ini……"


"Brraaaakkkk.….….. Brrrraaaakkkkkkkk."

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara seperti barang yang terjatuh tidak jauh dari tempat mereka berada. Sontak Arkhan pun segera mendekati asal suara tersebut. Dan ternyata suara tersebut berasal dari tenda disebelah mereka. Sebuah toples berukuran sedang terjatuh dari salah satu meja. Toples tersebut berisikan beberapa pil berwarna biru. Namun anehnya setiap pil yang terjatuh ke tanah berubah menjadi suatu cairan. Yang mana cairan tersebut perlahan-lahan mengikis tanah didekatnya. Belum lagi kecepatan pengikisan yang dihasilkan dari pil itu sangatlah cepat. Arkhan yang melihat kejadian tersebut hanya bisa tertegun dan kebingungan. Layyin pun segera mendekatinya sambil meninggalkan Suster dibelakangnya.


"Kak…. Apa yang sebenarnya terjadi….?" Tanya Layyin


"Awas….. Menyingkirlah dari situ…..?" Gertak Arkhan


Layyin pun segera menuruti apa yang dikatakan oleh Arkhan. Tubuhnya reflek menjauhi tempat didekatnya.


"Aaapaa itu kak……?"


"Sepertinya itu adalah pil yang berbahaya….."


"Tetapi kenapa barang tersebut bisa ada disini….?"


"Akupun tidak tahu…. Tetapi dapat dipastikan bahwa ada seseorang dibalik semua ini. Sebab tidak ada orang luar yang berkunjung disini."


"Iiiya juga ya…. Aku juga baru sadar akan hal tersebut…."


"Kemungkinan juga salah satu diantara penduduk disini ada yang mengetahuinya."


"Iya kak.…nampaknya kita harus lebih waspada kali ini…. Aku takut orang-orang disekitar kita ada yang berkhianat."


"Ngomong-ngomong Suster yang tadi kemana ?"


"Sus…. Kamu masih disitu kan…..?"


"………"


Dan ternyata tidak ada seorangpun diluar tenda tersebut. Entah imajinasi apa yang sebelumnya mereka lihat. Padahal kejadian tadi baru saja dirasakan oleh keduanya. Namun mereka merasa seakan berada dalam fatamorgana. Sekilas angin berhembus kearah utara, dinginnya menusuk hingga ke tulang belakang. Entah pertanda atau bencana. Nampaknya angin ini berhembus lumayan kencang dan membawa hawa dingin bagi tempat yang dilewatinya. Membuat bulu kuduk merinding. Tak lama, keduanya pun membawa sisa pil yang baru saja mereka temukan. Mereka takut terjadi sesuatu apabila pil tersebut dibiarkan. Maka sisa pil itu pun mereka bawa agar dapat diteliti oleh dokter atau relawan yang lain.


Waktu menunjukkan pukul lima sore. Beberapa korban bencana evakuasi telah pulih sekitar 90% dari keseluruhannya. Jumlah tersebut cukup signifikan mengingat beberapa bantuan relawan yang ada hanya berasal dari desa saja. Tanpa ada uluran tangan dari desa lainnya. Bencana yang terjadi pun hanya terjadi didesa tempat Arkhan dan Layyin tinggal. Ini menandakan ada campur tangan orang yang mempunyai setidaknya dendam atau sengaja ingin menghancurkan desa ini. Sebab keduanya melihat monster aneh yang melululantahkan desa sebelumnya. Dan dalam sekejap desa pun berubah menjadi puing-puing reruntuhan. Setibanya di tenda tempat dirawatnya sahabat mereka. Arkhan dan Layyin bergegas mencari relawan atau dokter yang dapat menyelidiki asal dari pil yang telah mereka temukan. Hingga ada salah satu relawan yang menyadarinya.


"Kkkkkalian… kenapa bisa mempunyai benda tersebut…?" Tanya relawan dengan ekspresi terkejut.


"Kami tidak sengaja menemukan benda ini di ujung tenda." Jawab Arkhan.


"Kami juga tidak tahu siapa orang yang membawa barang ini ke tenda." Tambah Layyin.


"Pil itu cukup berbahaya. Sebab pil tersebut dibuat untuk penelitian disekitar hutan berbahaya. Konon katanya pil tersebut keluar setelah salah satu petualang mengalahkan monster bernama Belphegor. Monster tersebut terkenal akan cairan beracun yang selalu ia gunakan dikala membuat sarang yang baru. Mereka termasuk jenis monster yang selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun mereka tidak pernah memangsa hewan yang berada disekitar mereka selain Manusia atau seseorang yang mengganggu mereka. Menurut profesor yang meneliti cairan tersebut mengatakan bahwa dampak korosif didalam pil dapat membuat kikisan disetiap hal yang mengenainya. Bahkan jika kalian terkena satu tetes saja, maka jangan harap tubuhnmu dapat sembuh kembali."


"Ggggawattt sekali ternyata.… Aku kira pil ini dibuat untuk obat saja."

__ADS_1


"Iiiya kak, aku juga berpikir demikian."


"Beruntungnya kalian tidak terkena cairan itu."


"Iya kau benar."


"Kembali ke topik sebelumnya, kenapa kalian bisa menemukan barang berbahaya ini?"


"Kami juga tidak tau….!"


"Iya kami hanya melihatnya dalam tenda saja dan asal membawanya tanpa mengetahui barang ini."


"Ya sudah jika memang seperti itu kronologisnya. Maka aku akan menganggapnya sebagai hal yang tidak akan aku ketahui."


"Oh iya kamu tau tidak seorang dokter dan suster yang merawat kedua teman kami ditenda ini?"


"Iya nih kami sedang mencari keberadaan mereka, sebab mereka tiba-tiba menghilang begitu saja."


"Dokter seperti apa…? Dan suster seperti apa….? Aku tidak dapat mengingat orang-orang disini tanpa mengetahui nama mereka."


"Nah itu dia, kami juga masih belum mengetahui nama asli keduanya."


"Coba sebutkan secara spesifik perawakan dari keduanya, mungkin aku bisa membantu kalian untuk mencarinya."


"Iiiya baiklah jadi mereka itu……"


Arkhan pun memberitahu relawan tersebut akan Dokter dan Suster yang sebelumnya ia temui. Ia menjelaskan dengan begitu mendetail agar relawan tersebut dapat membantunya. Setelah mendengar penjelasan dari Arkhan relawan itu pun mulai mencoba untuk mengingat sosok yang telah Arkhan gambarkan kepadanya.


"Oh iya-iya aku baru ingat…" Ujar relawan tersebut.


"Mereka berdua pernah aku temui disalah satu tenda tempat korban evakuasi."


"Berarti mereka sudah lama berada disini ya…?" Tanya Layyin.


"Iya kau benar. Hanya saja mereka tidak pernah mengungkapkan identitas asli mereka. Sehingga para relawan yang lain termasuk diriku sama-sama memanggil mereka dengan sebutan Dokter dan Suster saja."


"Tetapi kenapa keduanya tidak terlihat lagi ya ditenda ini? Padahalkan mereka masih punya kewajiban disini." Tanya Arkhan agak kesal.


"Mungkin mereka ditugaskan paruh waktu saja, sebab semua dokter dan suster disini tidak mendapatkan imbalan uang. Dan hanya persediaan makanan dan pakaian saja. Sehingga mereka membantu dengan seikhlasnya."


"Begitu toh.…."

__ADS_1


Disaat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba Layyin menemukan amplop yang sudah agak rusak didekat tenda tempat Hikari dirawat. Dan disaat dirinya hendak membuka amplop tersebut penopang tenda mendadak bergetar. Sontak dirinya terkaget dan menjatuhkan amplop itu ke tanah dan membuat isi dari amplop tersebut berserakan dimana-mana. Salah satunya adalah surat berwarna merah yang pertama kali ia lihat. Karena penasaran ia pun meraih surat tersebut dengan tangan kanannya dan mulai membaca isi surat itu. Dan ternyata surat itu adalah…..


__ADS_2