Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Kerajaan Air


__ADS_3

..."Kerajaan merupakan tempat absolut bagi pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Raja atau Ratu. Kerajaan juga difungsikan sebagai suatu negara adigdaya yang mencakup beberapa tempat penting menjadi satu. Beberapa tempat unik bersatu dalam satu kerajaan. Tugas seorang Raja atau Ratu akan dibantu oleh beberapa Menteri. Yang mana setiap Menteri ini bertugas untuk memajukan kerajaan dalam setiap bidang yang berbeda. Sistem yang digunakan kerajaan pun cukup beragam. Tergantung pemimpin yang ditunjuk oleh masyarakat kerajaan. Sebab kemakmuran kerajaan tergantung pada sistem pemerintahan yang digunakannya. Maka tak ayal apabila ada kerajaan yang maju, biasa, dan hancur dalam kategori keadaannya. Yang jelas kerajaan hadir sebagai sarana dan prasarana yang dibuat, diperoleh, dan dibagikan untuk masyarakat sendiri."


...


Setelah beragam drama yang terjadi disaat penyambutan Sang Ratu, Hadad akhirnya dapat mencapai istana megah didalam kerajaan. Hanya saja Hadad tidak dibawa langsung menuju dalam istana, melainkan ia dituntun menuju tempat sakral yang biasa digunakan oleh para Raja dan Ratu sebelumnya. Tempat tersebut merupakan tempat penilaiaan kekuatan sihir. Di tempat ini biasanya akan dilakukan suatu penilaian dan pengamatan akan suatu sihir yang diteliti langsung oleh beberapa cendekiawan pilihan. Disini mereka bertugas sebagai tandem awal dalam memutuskan keberlangsungan hidup para masyarakat yang tinggal di kerajaan air ini. Karena semua pendatang baru akan dinyatakan bebas dari ancaman apabila dapat lulus dari berbagai tes yang sudah disiapkan secara matang di tempat ini.Dan salah satu pesertanya kali ini adalah Hadad sendiri.


"Yang mulia.…kemanakah kamu akan membawaku….?" Tanya Hadad sambil kebingungan.


"Tenang saja.… Kau tidak akan dibawa ketempat yang aneh….." Jawab Ratu dengan nada agak bercanda.


"APA.….…? Yang benar saja Yang mulia…..!!!"


"Tenanglah.…. Aku cuma bercanda kok…. Hahaha……"


"B...baiklah…. (Sial… aku tidak bisa mengontrol diriku…..)"


"Kira-kira apa yang akan aku lakukan padamu ya….?"


"Eh.… itu…. (Jangan-jangan dia sudah menyadarinya…..?)"


"Apakah kamu ingin aku perlakukan dengan baik atau buruk…..? Atau bagaimana…..?"


"Yah pastinya dengan baik dong Yang mulia…… (Tangan dan kakiku mulai bergetar…..)"


"Baiklah jika memang itu maumu….. Aku akan mengabulkan keinginanmu itu…."


"(Mengapa Ratu berbicara hal yang tidak aku mengerti ya…..? Apakah aku harus waspada atau tenang menghadapi ini…?)"


"Kalau begitu tolong perhatikan langkahmu terlebih dahulu, sebab tempat yang akan kita datangi ini merupakan tempat yang sangat bersejarah. Apabila kamu merusaknya kamu akan dicap sebagai pengkhianat kerajaan, jadi aku mohon agar kamu lebih berhati-hati kali ini."


"Ba...ba…baik Yang mulia…. (Sudah kuduga….. Aku tidak bisa menipu seorang Ratu kerajaan dengan mudah…..)"


Langkah kaki Ratu mulai lebih cepat daripada biasanya, seakan ia tidak mau melewatkan suatu hal dihadapannya. Melihat keanehan tersebut Hadad mempercepat langkahnya untuk mengikuti langkah Ratu. Sebab apabila ia telat sedikit saja ia merasa bahwa dirinya akan berada dalam bahaya. Dan tak lama keduanya pun sampai disebuah gedung berlantai dua yang berada tepat dibelakang istana. Gedung ini terlihat biasa saja dan tidak terlalu mencolok sama sekali. Berbeda dengan istana didepannya, gedung ini lebih berdesain sederhana dengan balutan warna merah marun. Ornamen yang ditempelkan tepat pada sebelah pintu masuknya diukir dari permata laut yang indah. Dan diatasnya terdapat suatu papan plakat yang bertuliskan suatu kalimat yang berbunyi, 'Gunakanlah kelebihanmu untuk perkara yang baik, sebab kelebihan itu berasal dari tempat kebaikan yang nyata.' Hadad cukup terkejut dengan kalimat tersebut. Sebab ia baru menyadari bahwa tempat ini bukanlah tempat yang mengerikan. Ini terlihat pada plakat tadi. Nampaknya keberuntungan sedang berpihak kepadanya. Itulah hal yang terpikirkan olehnya. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan ekspetasinya. Setelah Sang Ratu membukakan pintu masuk kedalam ruangan itu, nampak didepan pintu masuk terdapat suatu bola berukuran sedang berwarna putih dengan bercak biru. Bola itu dijaga oleh dua penjaga khusus yang telah Sang Ratu tempatkan disini. Dua spesies manusia duyung yang cantik lagi molek tubuhnya sedang menegapkan badannya disamping bola ini. Mereka memiliki fisik yang sangat


mirip dengan manusia, namun setengah badannya terbalut oleh sisik ikan. Terutama dibagian kakinya yang berbentuk sirip ikan seutuhnya.


"Selamat datang Yang mulia……" Ujar keduanya dengan nada yang kompak.

__ADS_1


"Ya.… Terima kasih…." Jawab Ratu Samaki.


"Bisakah kalian mengecek kapasitas sihir milik pria ini…..?"


"Baik Yang mulia…. Akan kami lakukan sesuai dengan perintahmu….."


"Mohon dekatkan tanganmu ke dekat bola ini."


"Baiklah.… mohon bantuannya…." Ucap Hadad.


"Zlingggg.…..zling……"


Bola pengukur sihir itu pun mulai bereaksi dengan sihir yang Hadad miliki. Akan tetapi bola itu masih kurang mendapatkan rangsangan sihir yang kuat. Sehingga membuat semua orang kebingungan.


"Lahhhh kok Cuman sedikit ya Yang mulia….?"


"Ini aneh.…Padahal biasanya para penduduk bisa mengeluarkan sihir hingga setengah bola ini bersinar."


"Apa mungkin ini bukan sihir yang sebenarnya ia miliki…..?"


"Atau mungkin dirinya masih menahan diri disini…..?"


"Ba.…baik Yang mulia….."


Lalu Hadad pun kembali menyentuh bola itu dengan kedua telapak tangannya. Kali ini ia fokuskan pikirannya dengan beragam rapalan sihir yang ia tahu. Tangannya perlahan berubah menjadi warna biru agak gelap. Tanda sihirnya mulai bekerja. Gumpalan sihir semakin membesar dan berkumpul didalam bola kristal ini. Tiba-tiba bola tersebut mulai bercahaya dengan sangat terang, bahkan secara tidak sengaja bola itu perlahan terbang ke atas. Dekat dengan pandangannya serta membuat kedua penjaga ini terkesima. Sang Ratu pun membenarkan kejadian tersebut. Pilihannya tidaklah salah.


"Bagaimana bisa Yang mulia…..?"


"Padahal ia tadi tidak bisa membuat bolanya bersinar sama sekali."


"Hadad merupakan salah satu petualang kuat yang secara tidak sengaja bertemu denganku di pantai. Ia kebingungan dengan keadaan sekitarnya, sebab ia tidak mengetahui tempat ini sama sekali. Namun dibalik kepolosannya itu aku merasakan kapasitas sihir yang besar didalam tubuhnya. Dan disaat itu pula aku yakin bahwa Hadad bukanlah musuh kita"


"Begitu ya.… Ya apabila Yang mulai berkata demikian, maka kami tidak akan berbuat onar kepadanya."


"Itu benar Yang mulia. Kami akan membantunya dengan segenap hati….."


"Terima kasih.… Tapi aku perintahkan pada kalian agar tidak membocorkan informasi ini kepada masyarakat khususnya. Karena aku takut informasi ini akan menjadi fitnah nantinya."

__ADS_1


"Baik Yang mulia, akan kami jaga rahasia ini dengan sungguh-sungguh…."


"(Syukurlah, mereka tidak mencurigaiku sama sekali…..)"


Hadad pun meletakkan bola sihir tadi ke tempat asalnya. Mana yang ia salurkan kedalam bola tadi cukup banyak. Sehingga ia merasakan tubuhnya perlahan-lahan mulai melemah. Seakan staminanya terkuras dari penyaluran sihir tadi. Selanjutnya Ratu Samaki menginstruksikan Hadad untuk berpindah ke tempat disebelah tempat ini. Lewat pintu yang tak terlalu besar keduanya masuk kedalam tempat kedua. Dan ternyata tempat tersebut merupakan arena mini yang biasa dipakai untuk mengukur kemampuan pedang dan fisik seseorang. Disini Hadad hanya melihat seorang lelaki paruh baya dengan kepalan tangan yang besar. Layaknya capit kepiting besar menempel ditangannya. Ia terlihat begitu fokus dan terhadap satu tujuannya. Dan tidak menghiraukan semua hal disekitarnya. Ia merupakan petarung jawara yang sengaja Ratu Samaki tempatkan di arena ini. Agar dirinya dapat mengukur kekuatan setiap orang yang datang ke tempatnya.


"Hadad.… Coba ukur kemampuanmu itu dengan Pria ini….!"


"Apa.….? Tapi Yang mulia…. Aku merasa tubuhku tidak sekuat orang tersebut."


"Kau tidak akan tau sebelum dirimu melakukannya. Ayolah hitung saja pertemuan ini sebagai bagian dari latihanmu."


Baiklah Yang mulia.…."


"Oke, tunggu sebentar aku akan memanggilnya terlebih dahulu…."


Dengan cepat Ratu Samaki pun memanggil lelaki paruh baya tadi. Sikapnya yang terlihat arogan sebelumnya berubah menjadi lebih bijaksana. Dengan cekatan lelaki tersebut menunduk menyambut kedatangan Sang Ratu. Dan tak lama Ratu Samaki memberitahukan kepadanya bahwa ada salah satu penantang yang ingin ia lihat pertarungannya dengan lelaki tersebut. Dan setelah penjelasan yang cukup panjang, akhirnya lelaki itu menyetujui saran dari Sang Ratu. Lalu dirinya mulai mendekati Hadad sambil mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan namaku Heracles… Aku adalah seorang trainer sekaligus penjaga dari arena pertarungan disini…." Ucapnya sambil menggerakkan tangannya yang sedang bersalaman dengan Hadad.


"Iya salam kenal juga…. Namaku Hadad… Aku seorang penjelajah yang sedang mengikuti latihan yang telah dijadwalkan oleh Sang Ratu." Jawab Hadad.


"Begitu ya.…Baiklah mohon bantuannya Hadad…."


"Ya aku juga….. Mohon bantuannya Heracles…."


"Baik sebelum kalian memulai pertandingan ini, aku akan memberitahukan sedikit perubahan aturan…." Ujar Ratu Samaki dengan tegasnya.


"Salah satu peraturan yang akan aku ubah antara lain kalian harus bertarung tanpa sihir sama sekali…… Cukup andalkan kekuatan fisik kalian…."


"Apa.…??!! Bertarung tanpa sihir…… Itu mustahil Yang mulia…."


"Sudahlah jangan banyak mengeluh….. Coba dulu saja, siapa tahu kamu akan mendapatkan peningkatan fisik yang pesat disini. Kalau begitu pertarungan dimulai…..!!!"


"Eh.… sebentar Yang mulia….. Aku belum siap…."


"Rasakan Tinju permata lautku ini….."

__ADS_1


"Arrggghhhh.…."


__ADS_2