Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Membuat Kesepakatan


__ADS_3

..."Kesepakatan merupakan bentuk kerja sama diantara kedua belah pihak yang mempunyai tujuan yang sama. Maka kesepakatan ini muncul setelah kedua belah pihak belum menemukan solusi untuk membereskan urusan masing-masing. Sehingga keputusan membuat kesepakatan menjadi keputusan yang tepat. Karena tidak ada pihak yang dirugikan dari kegiatan ini. Seperti satu lemparan dua burung yang kena, hanya dengan menyatukan kedua ide yang berbeda menjadi tujuan yang sama. Demi mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan ekspektasi keduanya."


...


Sirlia mulai mengemas semua barang-barangnya. Kali ini Sirlia memanfaatkan kesadarannya untuk merencanakan perjalanan selanjutnya. Setiap barang yang ia bawa telah berhasil dikemas dengan baik.


"Dengan begini persiapanku telah siap semua….." Ujar Sirlia.


"Baiklah sekarang saatnya aku memulai perjalananku selanjutnya…."


"(Sebentar.… walaupun ini perjalanan pertamaku…. Aku masih kebingungan dengan tujuanku saat ini….)"


"(Sepertinya aku harus kembali ke tempat yang sebelumnya….. Agar mendapatkan informasi yang berguna….)"


"(Kalau begitu.… Aku harus kembali ke tempat itu…..)"


Gambaran tempat yang terbesit di kepala Sirlia merupakan tempat padang pasir yang tidak asing lagi. Yakni Yorokobi no Bunya, negeri pasir tak berujung. Disana mungkin Sirlia bisa mendapatkan beragam informasi yang berguna sebelum memulai ekspedisi menuju dunia air nanti. Akhirnya Sirlia memutuskan untuk berangkat ke tempat tersebut. Sebab di sana juga merupakan tempat pertama dirinya sadar akan kepindahannya ke dunia ini.


Waktu perjalanan ini memakan waktu yang cukup lama. Beruntung Sirlia sudah mempersiapkan kebutuhannya jauh-jauh hari. Sekitar ratusan meter ke arah timur sebelum Sirlia dapat sampai di tempat. Dirinya baru saja berjalan sekitar dua ratus meter dari tempat sebelumnya. Ia beristirahat sebentar didekat suatu pohon rindang disebelah kirinya.


"Ah.… Capeknya….."


"Aku sangat lapar….. Mungkin ini saat aku makan terlebih dahulu……"


"Baiklah selamat makan….."


Ia mengeluarkan beberapa bahan masakan yang ia simpan pada kantung inventorinya. Beragam bahan yang ia gunakan diantara lain; wortel, kubis, bawang bombai, merica, lada, garam, serta beberapa daging sapi dan ayam. Semuanya ia siapkan dengan hati-hati agar tidak merusak bahannya.


"Eh iya aku lupa…..!"


"Gimana cara masaknya ya…. Kalau alatnya saja aku lupa untuk membawanya."


"Tidak ada pilihan lain…. Aku akan membuat alat manual yang bisa aku dapatkan dengan benda yang ada disini….."


Bergegas Sirlia mencari beberapa benda yang bisa ia dapatkan disekitarnya. Dan ternyata benda-benda itu dapat ditemukan disini. Mulai dari kayu dan ranting pohon yang ia ubah menjadi talenan khusus memasak. Lalu batu tajam disebelahnya ia rubah menjadi pisau yang akan ia gunakan untuk memotong bahan-bahannya. Dan alat terakhir yang ia buat merupakan panci dan sendok panci untuk memasak bahan-bahan masakannya. Setelah berhasil Sirlia pun kembali ke tempat sebelumnya.


"Baik dengan ini aku akan membuat masakan yang enak…."


"Pertama-tama aku akan mengiris dan memotong beberapa sayuran menjadi kecil… Lalu mengiris tipis daging yang akan aku masak…. Selanjutnya aku panaskan panci beserta air dan saus buatan….. Terakhir aku masukan setiap bahan-bahannya beserta bumbu-bumbu yang telah disediakan tadi dan merebus semuanya secara perlahan-lahan hingga sausnya mengental kedalam masakan sepenuhnya….."


Langkah demi langkah telah Sirlia lakukan dengan sangat teliti. Tak aneh, apabila masakannya akan menjadi masakan yang sangat enak. Aroma dari masakan itu keluar semerbak ke semua arah tempat Sirlia berada.


Belasan menit lamanya telah ia tunggu dengan segenap jiwa raganya. Kematangan masakan itu telah terdengar dari suara panci yang mendidih. Sejenak Sirlia pun mulai menyajikan masakan tersebut pada piring sementara. Yakni piring kayu berukuran sedang dengan sendok kayu yang sebelumnya ia dapatkan di kerajaan pasir. Sungguh perasaan yang sangat memuaskan baginya. Bisa menyantap makanan enak dengan pemandangan indah disekitarnya. Perlahan-lahan mulutnya terbuka memakan masakan itu.

__ADS_1


"Wah enak sekali….."


"Ternyata aku bia memasak makanan seenak ini ya….."


"Berarti aku bisa menjadi juru masak yang hebat nantinya…."


"(Tapi kenapa aku merasa kurang ya…..? Padahal aku bisa memakan masakan seenak ini….? Tapi kenapa masih ada yang mengganjal ya…..?)"


Tak lama setelah ia memikirkan hal itu, Sirlia mendapati dirinya melihat seseorang yang sedang mendekatinya dari arah kirinya. Sosok itu seperti kecapean dan berjalan tergopoh-gopoh. Tubuhnya seperti lemas tak karuan,terlihat dari wajahnya yang memucat. Sontak Sirlia memperkuat pertahanannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab ia juga tidak bisa memastikan bahwa orang itu berbahaya atau tidak. Karena ia baru melihatnya disini.


"Siapa kamu.…?" Teriak Sirlia sambil gemetaran.


"(Maho noi Ugoki : Kaze no Barrier….)"


"Kamu.…..? Seperti tak asing……?" Ucap sosok tersebut.


"Apakah aku pernah bertemu denganmu sebelumnya….? Kalau iya coba jelaskan detailnya dimana….?"


"Kau.… Sosok misterius kan….?"


"Aku.… sosok misterius….? Kenapa kamu berpikir demikian….?"


"Sebab aku merasakan aura yang sama persis dengan sosok itu….."


"Aku akan menjelaskan semuanya….. Namun sebelum itu maukah kamu membagikan sebagian makananmu itu padaku…."


"Boleh saja.…Tapi janji lah untuk tidak menyerang ku saat makan nanti…."


"Aku benar-benar janji padamu…. Dengan nama pangeran negeri pasir… kemartabatan ku disini akan dipertaruhkan…"


"Baiklah kalau begitu…. (Kok aku seperti pernah bertemu dengannya ya….? Tapi entah dimana….)"


Perlahan Sirlia pun mempersilahkan sosok tersebut untuk menyantap masakan yang sama bersamanya. Dia duduk dengan tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil porsi untuk sosok itu. Setelah ia diberi satu porsi piring berisi masakan Sirlia, sosok itu segera menyantap makanan itu dengan lahapnya. Sirlia yang terkejut dengan tingkah laku sosok itu hanya bisa terdiam dan melihatnya saja. Semakin ia memakan masakan itu semakin lahap pula suapannya.


"Enak.…. Ini enak sekali…."


"Hehe.…terima kasih….."


"Aku belum pernah memakan masakan seenak ini…. Bagaimana kamu membuat masakan sehebat ini….? Belum lagi ditempat antah berantah seperti ini…..?"


"Aku hanya membuatnya dengan ide yang mendadak terbesit dalam otakku saja. Bahan-bahan yang aku gunakan pun merupakan sayuran sederhana yang bisa kamu dapatkan di semua tempat disini."


"Begitu ya.… Aku tidak terlalu mengerti akan hal itu… Karena masakan ini sangatlah luar biasa bagiku…."

__ADS_1


"Pelan-pelan saja…. Kamu masih bisa menyantap masakan itu lagi kok….."


"Benarkah.…? Wah senangnya…. Terima kasih banyak ya…. Kau benar-benar seorang penolong sejatiku…. Aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku, jika aku tidak menemui mu disini…."


"Iya sama-sama, senang mendengar pujian dari orang yang telah mencicipi dan memakan masakanku dengan lahapnya…."


Setelah percakapan singkat itu, Sirlia kembali membereskan dapurnya tanda masakannya telah habis sepenuhnya. Awalnya ia membuat masakan itu untuk dirinya sendiri, namun keputusannya menambah beberapa porsi nampaknya sangatlah tepat. Sebab ia merasa masakannya ini berkah dan dapat mengisi keroncongan perut orang lain. Betapa bahagianya ia dapat menemukan secercah harapan di tempat ini.


Beberapa saat kemudian, Sirlia telah membersihkan seluruh peralatan masaknya. Bahan-bahan yang masih tersisa pun ia masukan kembali kedalam kantungnya. Rasa kenyang telah memenuhi tubuhnya dengan penuh kegembiraan. Akan tetapi ia masih penasaran dengan sosok yang tiba-tiba hadir didekatnya ini. Sebab walaupun sosok itu tidak berbahaya ia masih curiga dengan pergerakan selanjutnya. Maka dengan sigap Sirlia pun mencoba bertanya kembali perihal sosok itu.


"Siapa kamu sebenarnya….? Kenapa kamu bisa ada ditempat seperti ini….?"


"Aku adalah pangeran negeri pasir Yorokobi no Bunya."


"(Pangeran.…???)"


"Namaku Suna Arashi, aku disini diberikan misi dari kerajaan untuk mencari keberadaan Sosok misterius….Ngomong-ngomong aku belum mengetahui namamu…."


"Oh iya aku lupa… Namaku Sirlia Ajram… Mohon maaf Yang mulia apabila aku lancang bertanya padamu tanpa memperkenalkan diriku terlebih dahulu…."


"Tidak apa-apa… Kamu bisa memanggilku Suna saja…."


"Baiklah, kalau begitu anda juga bisa memanggil saya Sirlia…. Salam kenal…."


"Baik Sirlia.…. Salam kenal juga."


"Sebenarnya siapa sosok misterius itu….? Mengapa ia sangat dibutuhkan oleh kerajaan….?"


"Aku bisa menceritakan Sosok misterius itu padamu…. Hanya saja kamu harus menyepakati dulu suatu syarat dariku…."


"Syarat apa itu….?"


"Kamu harus membantuku mencari sosok tersebut…… Sebagi gantinya aku akan membuatmu dipanggil sebagai pengawalku…. Bagaimana….?"


"Aku setuju saja sih… Tapi bukankah itu terlalu berlebihan ya….?"


"Tidak perlu khawatir… Selama kamu berada di sisiku… Maka keamananmu itu terjamin…."


"Baiklah kalau begitu…. Aku sepakat dengan syarat mu itu…."


"Keputusan yang bijak…… Mohon bantuannya Sirlia…."


"Iya mohon bantuannya juga Suna…… (Aku rasa aku tidak punya pilihan lain, selain mengikutinya terlebih dahulu….. Semoga ia tidak berbahaya bagiku….)"

__ADS_1


"Jadi Sosok misterius itu adalah….."


__ADS_2