Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Kepribadian yang merepotkan


__ADS_3

..."Setiap manusia telah diciptakan dengan sifat dan pribadi yang berbeda. Maka bukanlah hal yang aneh apabila setiap insan di dunia ini terdapat banyak sekali perbedaan yang ada. Hanya saja kepribadian seseorang tidak mengacu pada tempat atau sejarahnya semata, akan tetapi pergaulan sekitar pun dapat mempengaruhinya. Kebaikan dan keburukan akan muncul dikala adanya keadaan tertentu. Hanya saja kepribadian ini juga dihasilkan dari dirinya sendiri. Jadi pribadi yang baik berasal dari sifat yang baik begitu juga pribadi yang buruk berasal dari sifat yang buruk pula."


...


"Hadad….. Kamu baik-baik saja?" Ucap Libya dengan tingkahnya yang tidak karuan.


"Hadad bertahanlah.…. Kita akan membawamu ke dokter….." Ucap Sora.


"Bagaimana ini kak Sora……"


"Tenanglah Mbak Libya sepertinya ia hanya pingsan saja"


"Bagaimana aku bisa tenang…! Cepat panggilkan bantuan segera…!!!"


Sontak Sora pun segera mencari bantuan dengan berlari ke guid terdekat. Dan untungnya para relawan sudah bersiap didepan guild untuk bergegas ke tempat kejadian. Melihat Sora yang menjelaskan semua yang telah terjadi tim relawan pun segera mendapat perintah dari para kesatria suci.


"Semuanya cepat bergegas ketempat yang terkena musibah." Ujar salah satu kesatria suci.


"Tim relawan segera obati korban yang terluka dan pasukan kesatria suci segera evakuasi masyarakat sekitar dan bersiap apabila masih ada orang yang mencurigakan."


"Siap komandan.….!"


Setelah mendengar perintah dari komandan tersebut, para pasukan dan tim relawan pun segera bergegas pergi dipandu oleh Sora.


Satu persatu masalah telah diselesaikan dengan cepat. Mulai dari pengevakuasian para warga dan penangan medis untuk para korban. Untungnya tidak ada yang terluka berat setelah kejadian tersebut. Pasukan kesatria suci juga telah mengamankan tempat disekitar penginapan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan. Sesaat Sora pun memasuki tenda pengungsian sambil mencari Hadad dan Libya. Namun anehnya ia tidak melihat keduanya sama sekali. Yang ia lihat hanya beberapa warga beserta dokter yang sedang merawat para pasiennya itu. Lalu ia berlari kesana-kemari mencari keberadaan kedua temannya itu. Hingga akhirnya ia bertemu dengan komandan pasukan kesatria suci.


"Tuan.…. Mo….mohon maaf….. Apakah anda… melihat seorang pria paruh baya yang terluka…. Beserta resepsionis penginapan…. Yang menjadi korban…… dan pasien disini….." Ucapnya sambil terengah-engah.


"Mohon maaf nona, saya tidak melihat sosok pria yang anda sebutkan." Jawab Komandan Kesatria suci.

__ADS_1


"Saya hanya melihat seorang resepsionis yang anda sebutkan. Ia baru saja berpindah ke tenda sebelah untuk membantu dokter merawat para korban."


"Bbbaiklah kalau begitu… terima kasih banyak…."


"Ya sama-sama nona."


Dirinya heran dengan sikap pria berjubah putih ini, karena walaupun ia memberitahu keadaan disekitarnya ia tidak terlihat sedih sama kali bahkan wajahnya pun datar tidak bergeming sama sekali. Tetapi Sora tidak menghiraukannya karena ia masih khawatir dengan keadaan kedua temannya. Ia segera memasuki


tenda disebelahnya hingga akhirnya ia dapat bertemu dengan Libya.


"Mbak Libya.…. Kamu tidak apa-apa…..?" Tanya Sora sambil memeluk Libya.


"Sora.… ternyata kau disini, iya aku baik-baik saja kok." Jawab Libya dengan nada agak terkejut.


"Hu.….hu...…Syukurlah.. Kamu benar-benar tidak terluka kan…?"


"Iiyaa.… tidak kok, soalnya aku hanya sedikit terbentur saat kejadian itu."


"Hadad.….…dia itu siapa ya…?"


"Apa.….? Mbak Libya jangan bercanda dong, kan tadi kamu masih berada didekatnya. Jangan-jangan Mbak Libya sengaja lagi menyembunyikan Hadad dariku…."


"Enggak kok, aku serius. Aku tidak mengenal bahkan tidak tahu ada seseorang yang bernama Hadad."


"Aaapppppaaaaaa.…..? Terus daritadi Mbak Libya disini dengan siapa?"


"Aku disini sedang merawat korban kecelakaan bersama dokter dan staf medis yang lain. Tetapi aku tidak menemukan satu korban yang bernama Hadad."


"iii.….ini tidak mungkin…. Kenapa ini bisa terjadi….."

__ADS_1


Sontak Sora pun lemas tidak berdaya dan dirinya menangis dengan sangat kencang. Ia tidak bisa menahan perasaannya yang terlukai akibat kejadian ini. Disaat Libya hendak menenangkannya Sora berlari dengan sangat cepat keluar dari tenda menuju hutan disebelah kota. Ia berlari meninggalkan semua orang yang berada di tenda pengungsian tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Ia kehilangan arah untuk melangkah dan rumah untuk ditinggali. Semua yang ia alami selama ini bagaikan mimpi di siang bolong. Menghilang tanpa jejak, tanpa tanda, dan tanpa tujuan. Hingga akhirnya tubuhnya tidak bisa menopang perasaan gelisahnya dan membuat dirinya tersandung. Kepalanya terbentur mengenai batang pohon dan membuat dirinya pingsan ditempat. Namun sebelum matanya tertutup ia melihat sesosok bayangan hitam yang sedang mendekatinya. Seluruh badan sosok itu tertutup dengan warna hitam yang sangat pekat dan memancarkan hawa negatif disekitarnya. Entah apa dan siapa sosok tersebut, namun tubuhnya yang lemah membuat Sora tidak sempat untuk bertahan lebih lama. Ia pun terbaring seketika.


Setelah terbaring cukup lama Sora pun akhirnya terbangun dari tidurnya. Anehnya kepala yang sebelumnya terbentur tidak terasa sakitnya. Ia merasa bahwa kepalanya telah dibalut oleh kain hingga menutupi seluruh bagian lukanya. Ia menoleh kekiri dan kekanan untuk melihat apa yang ada disekitarnya. Dan nampaknya ia sedang berada disebuah tenda kecil yang didirikan disebelah air terjun. Suara gemericik air, hembusan angin, dan kicauan burung terdengar sangat dekat. Dedaunan hijau yang terlihat disetiap sudut dan air terjun yang menjulang tinggi disebelah kanan tenda yang telah didirikan. Tiba-tiba Sora mendengar suara bisikan yang entah darimana asalnya, namun terasa sangat dekat kehadirannya.


"….….…"


"Siapa disana.…???"


".….….…"


"Tunjukkan dirimu……"


".….….…"


Suara tersebut semakin lama semakin dekat, namun dirinya masih belum menemukan asal suara itu. Ia memutuskan untuk mencari satu persatu tempat disekitarnya demi menemukan suara itu. Namun apa daya, tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih sehingga ia pun tidak dapat bergerak dengan bebas. Namun perlahan tapi pasti Sora pun dapat menemukan asal suara itu, yang mana suara tersebut berasal dari seekor burung. Burung tersebut berwarna hitam pekat namun tidak memiliki tubuh yang sama dengan burung pada umumnya. Paruhnya yang kecil dan cakarnya yang panjang membuat dirinya tidak bisa menerka spesies dari burung tersebut. Tapi satu hal yang pasti burung aneh ini mengeluarkan suara yang sama persis dengan bisikan yang sebelumnya telah Sora dengar. Sora mencoba untuk mendekatinya tanpa mengejutkan burung tersebut. Dan dikala dirinya sudah berada dekat dengan hewan itu, mendadak keluar asap hitam disekelilingnya. Asap tersebut sangatlah pekat dan membuat jarak pandang Sora menjadi kacau. Ia tidak dapat melihat sekitarnya karena asap tersebut. Namun dirinya kembali mendengar suara bisikan di telinganya.


".….Pergilah.….…. Dari sini……." Ucap bisikan tersebut.


".…..Kau tidak selayaknya berada ditempat ini….."


".….Dirimu tercipta karena kesalahan……."


".….Keberadaanmu tidaklah menguntungkan bagiku……"


Sontak Sora terjatuh setelah mendengar bisikan tersebut. Dirinya tiba-tiba saja mematung dan tak bisa bergerak sedikitpun. Entah apa yang menahan tubuhnya. Asap disekitarrnya pun semakin pekat sehingga membentuk lingkaran yang menutupi tubuhnya. Tiba-tiba bisikan misterius itu kembali terdengar olehnya.


"Maho no Ugoki : Jikan to kukan no tenso Kinshi Kuiki"


"Ggggawaaatttt….. Itukan sihir terlarang….!!!" Ujar Sora

__ADS_1


Seketika semua asap yang ada berputar sangat cepat hingga batas kecepatan tertentu. Bisikan tadi adalah salah satu jenis sihir yang tidak boleh dirapalkan sembarangan. Akhirnya Rapalan sihir dari bisikan tersebut membuat asap yang mengitari Sora berubah menjadi segel dan memindahkannya ke suatu tempat yang tidak ia ketahui dan tidak pernah ia kunjungi.


__ADS_2