
..."Berita merupakan sumber informasi yang terkumpul pada satu narasumber dan dibagikan kepada masyarakat setempat. Berita juga mencakup beragam informasi yang terkumpul dari sudut pandang orang ketiga. Sebab berita hadir setelah berbagai pertanyaan yang dilontarkan terhadap narasumber yang berada ditempat. Setelah menyerap informasi itu, berita akan meluas ke setiap arah dan telinga manusia. Sehingga orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu akan informasi tersebut."
...
"Sosok misterius merupakan orang penting yang berasal dari kerajaan Yorokobi no Bunya….. Namun aku tidak terlalu tahu asal sebenarnya dari sosok itu…. Sebab ia hadir disaat kerajaan mengalami masalah yang cukup besar…." Ujar Suna sambil menghela nafasnya.
"Mengapa ia bisa datang dalam keadaan demikian….? Atau mungkin dia sedang berkelana disana….?" Tanya Sirlia sembari kebingungan.
"Aku pun tidak terlalu tahu alasannya secara jelas. Sebab aku juga bertemu dengannya di saat mendengar sebuah laporan dari para penjaga kerajaan."
"Berarti dia datang begitu saja ya….. (Jangan-jangan pernah terjadi kejahatan dari laporan tersebut.)"
"Semuanya dimulai dari keributan yang terjadi tepat didekat kerajaan pasir itu. Monster yang berkeliaran itu menakut-nakuti warga desa dengan kemunculannya yang tiba-tiba."
"Monster seperti apa yang dapat menghebohkan kerajaan itu….?"
"Sebuah monster dengan bentuk cacing besar yang tergolong dalam spesies Sand Worm. Konon katanya makhluk itu cukup ganas dan sering mengganggu para pejalan kaki didekatnya."
"Berarti tingkat kesulitan untuk mengalahkan monster itu cukup sulit ya….?"
"Bukan hanya sulit, tetapi warga desa pun lebih memilih untuk menghindari monster itu daripada menjadi sasaran empuknya."
"(Ternyata monster itu sangatlah mengerikan….. Nampaknya aku terlalu fokus terhadap sosok itu tanpa menyadari keadaan sekitar…. Padahal aku juga tinggal di kerajaan itu cukup lama…)"
"Puncaknya sosok itu berhasil mengalahkan monster itu dengan kekuatannya sendiri. Dan tidak hanya satu melainkan lima monster itu sekaligus."
"Apaaaa.….…? Bagaimana caranya dia bisa mengalahkan monster mengerikan itu….?"
"Entahlah.… Yang terpenting tindakannya itu benar-benar diapresiasi oleh Sang Raja."
"(Wah.…. Hebat juga dia….)"
"Disaat dia mengalahkan monster tersebut… Sempat terjadi getaran besar didekat kerajaan pasir…. Sontak para warga panik tak karuan dan penjaga kerajaan pun ketar-ketir mengahadapi situasi tersebut."
"(Sudah kuduga.…Dia pasti melancarkan sihir kegelapannya yang sangat berbahaya….)"
"Laporan ini terdengar hingga telinga Raja. Dan akhirnya Raja pun mengarahkan pasukan terbaiknya untuk melihat situasi tersebut."
"Lalu apa yang terjadi disana…?"
"Kami datang dalam keadaan tergesa-gesa, sebab harus mengejar ketertinggalan informasi tadi. Beruntung ada salah satu penjaga kerajaan yang cekatan dalam menyelusuri jalan pintas menuju tempat kejadian perkara. Dan disaat sudah sampai ditempat tujuan, kami menemukan sesosok orang yang menggunakan jubah hitam di sekujur tubuhnya."
"(Jangan-jangan sosok itu…..)"
__ADS_1
"Dia memiliki aura kegelapan yang sangatlah kuat. Ditambah keberadaannya itu juga membuat para penjaga ketakutan. Tetapi mau bagaimana lagi, kami sudah terlanjur berada ditempat sehingga aku memutuskan untuk mengarahkan mereka agar tidak terlalu panik."
"(Bahkan keberadaannya saja sudah mengintimidasi orang disekitarnya ya…..)"
"Anehnya Sosok itu tidak menyerang kami dengan sihir kegelapannya. Maka aku berkesimpulan bahwa sosok ini tidak mengerikan seperti yang terlihat."
"(Itu kan baru pertama kali Suna…. Coba kalau kamu sudah tau sifat aslinya….)"
"Aku mencoba untuk berkomunikasi dengannya secara perlahan. Namun sosok itu seperti tidak menangkap percakapanku itu. Akan tetapi ia bisa mendengarkan perkataan hatiku dengan sihir telepati nya."
"Telepati.…? Itu sihir tingkat tinggi kan…..? Berarti dia itu penyihir tingkat atas ya….."
"Aku ragu dengan perkataanmu itu. Sebab ia juga mempunyai sihir hebat yang dapat mengalahkan lima monster pasir tadi."
"(Jangan-jangan dia ini pengguna sihir kelas legenda lagi…..?)"
"Tak lama kami membawanya untuk menghadap raja. Di istana kerajaan sosok ini disambut bak pahlawan. Semua penghuni kerajaan bersorak sorai atas pencapaiannya tadi. Karena belum pernah ada seorang pun yang dapat mengalahkan monster itu hingga saat ini."
"Selanjutnya apa yang dibicarakan sosok itu dengan Yang mulia raja….?"
"Raja sempat membuka pembicaraannya dengan sosok itu dengan jamuan makanan yang sangat mewah. Namun Sosok itu tidak menjawab satupun pertanyaan yang Raja lontarkan kepadanya."
"Kenapa demikian.…?"
"Apa yang ia katakan….?"
"Ia hanya mengatakan bahwa dirinya datang dari tempat yang jauh dan sedang berkelana mencari suatu relik legendaris di ujung utara kerajaan."
"Relik.…? Memangnya ada apa dengan relik itu….? Mengapa ia mencarinya….?"
"Entahlah, aku masih belum bisa memastikannya secara pasti. Yang terpenting petualangannya itu ia lakukan sedari dulu."
"(Apa maksudnya ya….? Semoga bukan hal yang aneh….?)"
"Perlahan percakapan antara raja dan sosok itu berjalan dengan lancar tanpa ada masalah sedikitpun. Raja sempat menawari beberapa kesepakatan kepada sosok itu."
"Kesepakatan.….?"
"Iya kesepakatan yang mencakup keamanan kerajaan. Dimana Raja akan memberikan beberapa upah yang besar apabila sosok misterius dapat menjamin keamanan itu. Tapi Raja memberinya syarat tertentu agar sosok ini bisa menepati kesepakatan tersebut."
"Lalu bagaimana reaksi dari sosok itu setelah mendengar persyaratan yang raja berikan….?"
"Ia hanya mengangguk dan menerimanya begitu saja."
__ADS_1
"(Aneh.…padahal aku bisa merasakan bahwa kesepakatan dan syarat itu tidak menguntungkan baginya… Tetapi kenapa ia masih menerimanya….?)"
"Setelah kedua belah pihak menyetujui kesepakatan tersebut, Sosok misterius itu mulai mengambil alih posisi komando kerajaan dan mulai menapaki ekspedisinya menuju relik tersebut."
"Kapan kejadian itu terjadi….?"
"Sudah cukup lama, sekitar tiga sampai empat bulan yang lalu…."
"Bagaimana keadaan kerajaan sekarang….? Dan bagaimana sikap raja saat ini….?"
"Kerajaan aman terkendali dibawah pimpinan raja. Ia berterima kasih kepada sosok misterius karena dirinya dapat terbantu sepenuhnya."
"Begitu ya.…"
"Kamu sendiri.….. Kenapa ingin tahu dengan cerita sosok itu….? Apa jangan-jangan kamu kenal dengannya….?"
"Aku juga belum terlalu mengerti. Sebab aku hanya beberapa kali saja bertemu dengan sosoknya."
"Apa mungkin kamu mengetahui keberadaan sosok itu…..?"
"Tidak.…aku tidak tau sama sekali."
Sirlia menutupi fakta bahwa dirinya pernah bertemu dengan sosok misterius agar dapat menggali informasi lebih lanjut dari Suna. Ia tidak mau orang yang ia kenal ini menjadi musuhnya sekarang, sebab ia khawatir akan terjadi pertarungan yang sia-sia. Maka dirinya bersikeras untuk dapat menyerap setiap informasi tentang Sosok misterius hingga akarnya. Karena suatu saat dirinya akan kembali bereuni dengan sosok itu.
Sirlia dan Suna telah menyantap semua masakan yang ada. Kepuasan yang sangat besar terlihat dari wajah keduanya seakan makanan tadi benar-benar membuat suasana yang sangat menenangkan bagi keduanya. Tidak berselang lama, muncullah seekor burung elang dari atas langit. Burung itu bergerak dengan kecepatan yang tinggi kearah Suna. Sirlia yang menyadari kejanggalan tersebut segera menerjang kearah Suna untuk menjauhkannya dari tempat semula. Beruntung dirinya sempat melakukan hal tersebut dan memindahkan Suna ke tempat yang aman. Akan tetapi burung elang itu tidak beranjak begitu saja. Dia tetap menerjang kembali kearah Suna dengan kecepatan seperti sebelumnya. Namun kali ini Sirlia dapat mengarahkan sihirnya untuk membuat perisai disekitarnya. Sehingga burung tersebut tidak dapat menyerang mereka berdua.
"Maho no Ugoki : Kaze no Barrierrrr……"
"Wossshhhhhh"
"Burung apa itu…..?"
"Aku tidak tau., yang jelas burung itu mengincar mu Suna."
"Benarkah.….? Ini tidak bisa dilihat begitu saja. Aku akan membantumu, tolong tahan sebentar."
"Baiklah."
"Maho no Ugoki : Sand Wall…."
Sihir yang keluar dari Suna berupa sihir pasir yang menambah daya tahan perisai milik Sirlia. Elang itu pun tidak dapat menyerang Suna secara bebas karena serangannya dapat ditangkis oleh perisai itu. Namun Elang ini tidak menyerah dan tetap melancarkan serangannya hingga terdengar suara misterius yang berasal dari mulutnya.
"Darku Majiku : Bakudan teleportation…."
__ADS_1
"Booooooommmmmm.….."