
..."Dari sekian banyaknya orang yang ada serta sekian banyaknya sifat di dalam dirinya. Selalu terdapat suatu kegelapan hati yang menutupi beberapa bagian. Bukan dalam realita melainkan kiasan khusus yang menggambarkan tidak ada satu pun orang yang mempunyai kejernihan hati seutuhnya. Mungkin ada beberapa orang pilihan Sang Pencipta yang ditakdirkan sebagai manusia sempurna. Akan tetapi ia akan selalu berhadapan dengan satu golongan kelompok yang awalnya mengikuti, namun mengkhianatinya diakhir. Merekalah yang disebut sebagai seorang pembelot. Mendekat diawal tetapi menjauh dikemudian hari."
...
Pemulihan menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan situasi terkini. Ruang perawatan ditempat ini hampir sama dengan ruang perawatan di dunia Hadad sebelumnya. Bedanya adalah komponen sihir disini menggantikan setiap komponen sains yang biasanya terdapat pada setiap alat medis yang ada. Contohnya adalah sebuah tabung gas oksigen yang sedang dipakai oleh Heracles. Selang dari tabung itu terbuat dari plastik transparan berwarna bening yang Hadad sendiri tidak tahu terbuat dari apa. Yang jelas tabung itu mengeluarkan beberapa oksigen segar dengan takaran yang pas. Hebatnya kapasitas oksigen tersebut ditopang oleh sihir angin dasar. Hadad masih belum percaya bahwa benda serumit itu bisa dibuat dengan sihir yang biasa saja. Dia merasa bahwa penemu dan pembuat alat ini sangatlah jenius. Sebab benda itu akan senantiasa terpakai hingga generasi di masa depan. Matanya pun terpaku pada satu benda itu dengan tatapan yang sangat serius. Seakan tiada hal yang lebih mengejutkan daripada alat tersebut. Suasana yang tenang semakin membuat dirinya fokus tanpa memikirkan hal selainnya.
Setelah puluhan menit lamanya menatap tabung oksigen sihir itu, Hadad akhirnya dapat mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tapi tetap saja ia masih belum bisa memikirkan hal yang lebih menarik daripada alat-alat medis yang ada disini. Beberapa alat lain yang menjadi sorotannya adalah alat pemancar panas yang dinyalakan dengan sihir api dan cahaya, lampu dari sihir cahaya dan air, serta beberapa alat medis yang dialiri sihir listrik yang melimpah. Hadad pun dapat menyimpulkan bahwa dunia ini memanglah dunia yang penuh kejutan baginya. Mungkin beberapa bulan ini Hadad masih belum menelusuri secara menyeluruh setiap perbedaan budaya dan hal-hal yang berada disini. Tetapi disaat ia baru saja memikirkan hal itu, Ratu Samaki tiba-tiba muncul dari arah pintu depan.
"Hadad.….…" Teriak Sang Ratu.
"Apakah kamu sudah agak baikan sekarang….???"
"Ya.….Yang Mulia…." Jawab Hadad dengan ekspresi terkejut.
"Aku baik-baik saja…."
"Syukurlah.… Aku kira kamu akan ikut tidak sadarkan diri juga….. Seperti Heracles disana…."
"Aku tidak terlalu mendapatkan luka yang serius Yang mulia…. Ini semua berkat sihir penyembuh darimu….."
"Hahaha kau terlalu memuji Hadad…. Tapi sepertinya sihir tersebut memanglah efektif ya…. Siapa dulu dong yang buatnya….."
"Tepat sekali Yang mulia….. (Padahal dia tidak mau dipuji… Tapi malah kesenengan…)"
"Oh iya aku lupa untuk memberitahumu….."
"Perihal apa Yang mulia….?"
"Sebenarnya sihirmu kemarin….. Menghasilkan hasil yang begitu mencengangkan…. Sehingga aku memutuskan agar dirimu diisolasi terlebih dahulu sebelum bisa berinteraksi dengan masyarakat disini…."
"Tetapi kenapa Yang mulia….? Aku berjanji tidak akan menggunakan kekuatanku ini untuk menghancurkan orang lain…."
"Aku juga tidak akan mencurigaimu… Tetapi ini demi kebaikan kita semua….. "
__ADS_1
"Baiklah Yang mulia….."
"Satu lagi.…aku berpesan padamu agar tidak terlalu mencolok disini…."
"Siap laksanakan Yang mulia….."
"Terlebih dengan Shir…… tidak lupakan saja….."
"Baiklah.….?! (Apa maksudnya ya….?)"
Perlahan Ratu Samaki pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Hadad. Ia menghubungi pihak administrasi untuk mengurus setiap kebutuhan medis yang telah dipakai oleh Hadad dan Heracles. Langkahnya ini diikuti oleh Hadad yang dengan mantapnya melangkah dibelakangnya. Ia tidak terlalu lama membereskan bawaannya, sebab tidak banyak barang yang ia bawa kesini. Namun dibalik langkahnya ini Hadad masih kebingungan dengan sosok yang tidak sempat Ratu Samakisebutkan padanya. Sehingga ia berpikir bahwa sosok tersebut ada hubungan buruk dengan Sang Ratu. Maka ia harus lebih berhati-hati dengan perjalannya nanti.
...----------------...
Beberapa saat kemudian Hadad dan Ratu Samaki telah sampai diruangan isolasi khusus didekat istana. Tempat ini terletak lebih jauh dari dua tempat sebelumnya. Bahkan jalanannya pun tidak dapat dijangkau oleh sembarang orang. Sebab disana terdapat beberapa penjagaan ketat yang selevel dengan penjagaan kerajaan itu sendiri. Sejauh mata memandang Hadad hanya bisa melihat beberapa karang laut dan tumbuhan laut yang sangat banyak. Kedua komponen itu menutupi seluruh permukaan laut didekatnya. Pemandangan yang tidak terlalu enak untuk dilihat lebih lama. Dan tidak terasa Hadad dan Ratu Samaki telah sampai didepan pintu kecil biasa didepan tempat isolasi. Disana ada dua penjaga berspesies aneh yang belum pernah Hadad lihat hingga saat ini. Akan tetapi dia bisa merasakan betapa kuatnya aura sihir yang terpancar dari keduanya. Mungkin inilah yang disebut ruang isolasi sebenarnya, atau lebih tepatnya ruang penjara.
"Selamat datang Yang mulia….." Ujar kedua penjaga itu secara serentak.
"Iya terima kasih….." Jawab Ratu Samaki dengan nada yang tegas.
"Anu.… Yang mulia…." Ujar Hadad sambil gemetar.
"Mengapa disini tidak ada penjaganya sama sekali….?"
"Itu tidak bisa aku jelaskan sekarang….." Jawab Ratu Samaki dengan angkuh.
"Yang paling penting kamu akan diawasi langsung olehku disini…."
"A...Apa……? Tapi kenapa…???"
"Sebab aku sudah mengetahui siapa sosokmu yang sebenarnya…."
"Kau tahu.…. Sejak kapan…..???"
__ADS_1
"Dari reaksimu itu… Sudah dapat kupastikan bahwa kamu menyembunyikan sesuatu dariku…."
"I...itu…. Tidaklah…. Benar…..(Sial mengapa Sang Ratu bisa menyadari aktingku ini…..?)"
"Lalu.… Kenapa kamju gemetar seperti itu….? Bukankah kamu berjanji tidak akan mengelak dari setiap masalah yang berada dihadapanmu kan……? Atau jangan-jangan kamu tidak ingin aku membongkarnya disini…."
"Sebenarnya.….. Aku…… tidak ingin membohongimu Yang mulia…. Namun aku terpaksa seperti ini agar tidak dibenci olehmu….. (Sepertinya ini adalah akhir bagiku…..)"
"Lalu.… Apa hal yang kamu sembunyikan itu….?"
"Sebenarnya aku adalah….."
"Seorang petualang dan pengguna sihir kelas atas kan….?"
"Ehhhhh.…..???"
"Oh salah ya….? Apa jangan-jangan kamu ini…… seorang assasin ya…..?"
"Tidak Yang mulia…. Dugaanmu sangat benar….."
"Tetapi kenapa kamu masih gemetar…..? Apa jangan-jangan masih ada hal yang kamu rahasiakan dariku…..?"
"Itu tidaklah benar Yang mulia…. Aku berani bersumpah aku tidak akan menyembunyikan segala hal yang berkaitan denganku…."
"Baiklah.…Aku rasa kamu bukanlah orang yang pandai berbohong….. Jadi aku akan mencoba untuk mempercayaimu kembali…."
"Terima kasih banyak Yang mulia…. (Syukurlah aku masih bisa meyakinkannya…..)"
"Tapi tetap saja…. Kamu akan berda dibawah pengawasanku langsung….. Jadi alasanmu tadi tidak akan membantumu untuk mendapatkan kepercayaanku sepenuhnya….."
"Baik Yang mulia….. (Setidaknya aku tidak diusir disini….)"
"Oh iya ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan padamu…..?"
__ADS_1
"Perihal apa Yang mulia….?"
"Apakah benar kamu ini salah satu spesies dari ras manusia…..???"