Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Sang Penyihir Waktu


__ADS_3

...


"Waktu merupakan suatu hal yang dapat menentukan terjadinya perkara. Mulai dari peristiwa penting bahkan kejadian-kejadian tertentu. Dengan adanya waktu pula seseorang dapat mengatur setiap kegiatan yang akan ia lakukan. Sebab waktu sangatlah berpengaruh disetiap lika-liku kehidupan. Hingga ada yang menyebutkan bahwa waktu adalah uang atau barangsiapa yang dapat mengatur waktu maka ia tidak akan terlena dengan pencapaiannya hari ini dan akan terus berbenah hingga akhir. Memulai sesuatu atau mengakhiri sesuatu juga memerlukan waktu yang tepat. Sehingga waktu ini tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya."


...


Seketika ketiganya kembali dari distorsi waktu yang sebelumnya telah dibuat. Jarak antara ketiganya dengan monster sebelumnya sangatlah dekat sehingga mereka tidak memiliki waktu yang lama untuk memikirkan pergerakan selanjutnya. Dan benar saja sebelum ketiganya berada ditempat tiba-tiba mereka dikejutkan dengan serangan sihir tingkat tinggi yang ditembakkan kearah mereka.


"Darku Majiku : Yami no Bakuhatsu…."


"Duar.….Duar…..Duar….."


"Ligtho Majiku : Eriashirudo"


"Menunduk.….." Teriak Hadad.


Efek ledakan sihir yang begitu kuat membuat kerusakan besar disekitarnya. Beruntung Eraseru cekatan untuk membuat perisai area yang cukup luas sehingga ketiganya dapat terhindar dari bahaya itu. Entah apa yang akan terjadi pada mereka bertiga apabila Eraseru telat beberapa detik saja. Melihat ada kelengahan dari sihir besar tadi Hadad segera menyusun rencana dengan Sora agar dapat menyerang balik monster tersebut.


"Sora, apakah mana sihirmu masih ada….?" Tanya Hadad.


"Iya, masih ada beberapa Mp lagi." Jawab Sora.


"Aku punya rencana agar kita dapat mengalahkan monster itu dengan sihir gabungan kita."


"Tapi bagaimana caranya…? Ia terlalu kuat dan sulit untuk dikalahkan."


"Pasti ada suatu cara yang efektif agar kita dapat mengalahkannya."


"Tapi bagaimana.…?"


"Sebentar aku pikirkan terlebih dahulu…."


"Bagaimana kalau kalian serang monster itu dengan sihir yang biasa kalian pakai saja…" Ucap Eraseru.


"Lalu gabungkan kedua sihir itu sehingga damage yang disebabkan akan lebih terasa olehnya."


"Kau benar.… Tetapi sebelumnya juga kita masih belum bisa mengenainya."


"Iya.… Bahkan ia seperti dilindungi oleh beberapa sihir pelindung atau sihir regenerasi ditubuhnya."


"Kalau soal itu mah gampang, aku akan membantu kalian dengan sihir Buff dan Debuff yang aku punya."


"Benarkah.…? Tapi sihir apa yang bisa kamu lancarkan nanti….?"


"Iya Eraseru.… Kamu kan sudah banyak menguras sihirmu tadi… Aku tidak mau kamu kehabisan mana lebih dari ini."


"Tenang saja… Aku sudah terbiasa kok. Yang penting kita bertiga bisa selamat disini."


"Baiklah jika itu maumu…."


"Kita akan berusaha semaksimal mungkin…"


"Oke ayo kita lancarkan serangan balik kita…."


Dengan cepat Hadad dan Sora segera mendengar arahan yang Eraseru berikan. Serangan yang akan mereka lontarkan harus berupa sihir yang kuat dan dapat merusak pelindung hingga tubuh monster itu.


"Ayo teman-teman kita serang dia bersamaan…" Teriak Hadad.


" YA.….…" Jawab keduanya.


"Heh.…Dasar keras kepala…" Ujar Monster.


"Kalian kira sihir kalian bisa mengalahkan ku…. Sungguh naif sekali…. Darku Majiku : Bakufu Ame…."


"Sekarang teman-teman…."


"Ya.. Lighto Majiku : Jikan O Osoku Suru."


"Maho no Ugoki : Windosurasshu…"

__ADS_1


"Maho no Ugoki : Sekaisupuritta…"


"Wush.….…"


"Duar.….…"


"Apa.… seranganku jadi melambat….? Bagaimana bisa….?"


"Sekarang teman-teman…. Lighto Majiku : Majikkubusuta…"


"Tembak.…..!!!"


"APAAAAAAAA.….. Mustahil………….."


Ledakan sihir pun tidak dapat dielakkan. Ledakkan kedua ini lebih besar dari ledakan sebelumnya. Bahkan dapat menghancurkan beberapa dinding labirin yang terbuat dari baja sihir yang kuat. Monster labirin itupun terpental sangat jauh. Ketiganya segera menyembuhkan semua luka yang sebelumnya mereka terima. Dengan sigap Eraseru mengeluarkan sihir penyembuh areanya.


"Kalian baik-baik saja….?" Tanya Eraseru.


"Iya kami tidak apa-apa…" Jawab keduanya.


"Sepertinya kita tidak bisa menang tanpa pengorbanan ya…."


"Iya kau benar, sebenarnya semua sihir tadi tercipta sebab keadaan yang mendesak."


"Iya.… Aku pun tidak menyangka kita masih bisa melancarkan serangan sihir sekuat itu."


"Mungkin saja kita ini punya sihir yang spesial ya…"


"Tidak menutup kemungkinan, sihir kita ini melebihi pasukan kerajaan."


"Kalau begitu kita harus lebih waspada ya. Sebab bisa saja sihir kita ini akan dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab."


"Belum lagi aku masih merasakan firasat yang cukup buruk… Tapi entah apa itu…."


"Iya aku juga merasakan demikian…."


"Iya.… Aku masih tidak percaya kita bisa bertahan hingga saat ini…"


"Tetapi bukankah efek tubrukan sihir tadi terlalu besar ya….?"


"Benarkah.…? Aku rasa sihir itu tidak terlalu merusak keadaan sekitar…"


"Bukan itu maksudku… Tetapi Suara yang tercipta dari ledakan tadi pasti bakal disadari oleh pihak kerajaan…."


"Iya juga ya…."


"Berarti kita harus segera pergi dari sini……"


"Lahhh kenapa.…?"


"Aku takut mereka menemukan keberadaan kita…. Bahkan lebih buruknya mereka pasti akan menangkap dan mengeksekusi kita semua…."


"Waduh.… ternyata berbahaya sekali ya…. Aku tidak berpikir kesana…."


"Baiklah.…cepat bereskan perlengkapan kalian…. Sebentar lagi kita akan pergi dari sini…"


"Aye-aye kapten….."


"Aku bukan kapten kalian…."


"Hehe.…"


Tak lama ketiganya pun segera membereskan semua perlengkapan yang dibawa. Mereka bergegas untuk menjauhi tempat pertarungan tadi. Tetapi sebelum mereka pergi Hadad mendekati bangkai monster yang sebelumnya ia kalahkan. Dia mengumpulkan beberapa alat dan perlengkapan yang bisa diambil dari monster itu. Sebab ia merasa bahwa ada beberapa alat yang dapat ia gunakan nanti dari alat-alat itu. Mungkin sekitar belasan alat aneh yang ia kumpulkan dan masih belum diketahui kegunaan nya. Ditambah beberapa exp dan crest didalam kantung besar. Setelah mengambil semuanya Hadad segera menyusul keberadaan Sora dan Eraseru. Dan akhirnya mereka dapat menjauh dari tempat tersebut.


Tak terasa mereka sudah berada ditempat yang belum mereka kenali. Padang tandus yang sebelumnya mereka lewati selama berminggu-minggu, mereka sampai ditempat yang sangatlah dingin dan membeku. Semua daratan terdiri dari bongkahan es. Semua tempat membeku karena dinginya tempat tersebut. Sejauh mata memandang mereka hanya melihat es dan es saja. Entah dimana mereka berada, daerah ini sangatlah asing untuk ketiganya. Karena dinginnya udara mereka pun segera bergegas mencari tempat untuk disinggahi sementara. Hadad membuat tenda sementara yang terbuat dari bongkahan es sekitar.


"Maho no Ugoki : Aisutento"


"Degan ini kita dapat bertahan untuk sementara." Ujar Hadad.

__ADS_1


"Wah.… hebat…. Ternyata ada sihir seperti ini juga ya…" Ucap Sora sambil terkagum.


"Aku juga baru pertama kali melihat sihir sesederhana ini…." Sela Eraseru.


"Hehe.…Aku sengaja menyimpan sihir-sihir seperti ini, karena aku yakin sihir tersebut dapat berguna disuatu keadaan tertentu. Apalagi kalau keadaan darurat seperti ini."


"Wah lumayan tuh…. Nanti ajari aku sihir ini juga ya…."


"Okok.… dengan senang hati…"


"Tapi bagaimana caranya kamu bisa menguasai elemen es ini….? Bukankah kamu pengguna sihir Api dan Air kan…?"


"Itu.… sebenarnya…."


"Hadad memang menguasai beberapa elemen tertentu…."


"Begitu ya, Tetapi bukankah elemen-elemen itu saling bertubrukan ya…?"


"Iya kau benar… Ada beberapa elemen yang tidak dapat aku keluarkan secara semena-mena. Sebab ada juga yang hanya dapat dikeluarkan dari keadaan tertentu."


"Berarti saat itu kamu mengeluarkan sihir baru karena keadaan tempat juga ya…?"


"Ya kau benar…."


"Begitu toh, aku kira kamu dapat mengeluarkan setiap sihir yang ada. Sebab aku merasakan aliran sihir yang kuat didalam tubuhmu."


"Benarkah.…. Kok aku tidak bisa merasakannya ya….?"


"Itu karena aku mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi sihir orang-orang yang berada di sekitarku."


"Wah hebat juga ya…. Aku merasa agak kecewa…"


"Kamu kecewa kenapa Sora…?"


"Itu karena hanya aku saja yang belum menguasai sihir baru. Kalian berdua bahkan sudah berada dijangkauan yang tidak bisa aku gapai lagi."


"Itu tidak benar Sora…."


"Iya Sora, aku setuju dengan Eraseru. Sebab sihir anginmu saja sudah dapat dilancarkan layaknya sihir tingkat tinggi."


"Aku setuju dengan itu, aku juga cukup terkejut melihat beragam sihir yang dapat kamu lontarkan tadi."


"Benarkah.…?"


"Iya aku serius…."


"Tidak semua orang dapat mengeluarkan sihir secara bertubi-tubi, karena mereka mempunyai batasan fisiknya masing-masing. Berbeda dengammu yang mempunyai kapasitas Mana yang banyak dan kekuatan sihir yang kuat."


"Belum lagi sihirmu itu dapat dikategorikan sebagai sihir yang langka loh…."


"Benarkah.… ? Kok bisa sih….?"


"Sebab keunikannya.…"


"Aku tidak terlalu mengerti apa yang kamu bicarakan….."


"Nanti juga kamu bakal paham sendiri kok…."


"Iya deh hehe….."


"Baiklah kalau begitu kita manfaatkan waktu kita hari ini untuk beristirahat dengan tenang…."


"Baik Kapten.…."


"Sudah kubilang aku bukan kapten kalian …."


"Hahahahaha.…."


Percakapan ketiganya pun terus berlangsung hingga cukup lama. Mereka membereskan setiap perlengkapan yang sebelumnya mereka bawa kedalam tenda es tersebut. Hanya saja ada satu barang yang tiba-tiba bersinar dengan cahaya yang aneh. Akan tetapi mereka belum menyadari keberadaan benda tersebut.

__ADS_1


__ADS_2