Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Misteri Pertama


__ADS_3

"Setiap hal yang baru


kita dapatkan, bukanlah milik kita sendiri. Terkadang, hal tersebut lebih


kompleks daripada yang kita kira. Karena hal baru hanyalah awal dari dua jalan


yakni, kebaikan dan keburukan. Keduanya akan terus membayangi kita tanpa kita


sadari. Namun kita juga dituntut untuk lebih cerdas menanggapi. Agar tidak


terjebak pada hal yang tidak diinginkan."


"Zrassssshhhh…… Zrasssshhhhh….."


suara darah yang keluar dari tubuh siluman.


"AAAAAAA.….… AAAAAAA…… SIALAN KAU MANUSIA…!!!!"


"Itulah akibatnya jika kau melakukan pekerjaan yang tidak


seharusnya!" Tutur Hadad


"Adakah pesan terakhir yang ingin kau sampaikan?"


"KAU AKAN BINASA !!! RAS KU AKAN SEGERA MENG………"


"Ya ya ya, cukup sampai situ saja pesannya……"


Siluman tersebut kalang kabut, hingga akhirnya ia terbelah menjadi beberapa


bagian. Tubuh Hadad pun sekilas berubah kembali seperti semula dan tanpa luka


sama sekali. Bahkan jasad siluman pun meledak dan hancur berkeping-keping.


Hampir setengah bagian rumah yang didekatnya tercecer darah berwarna hitam


pekat. Hadad pun segera melakukan perjalanannya kembali dengan kepribadian yang


barunya itu.


"Nampaknya aku masih belum mengetahui informasi lebih lanjut tentang dunia ini." Gumam Hadad


"Lebih baik aku segera bergegas pergi, sebelum ada yang mencurigai ku."


Beberapa ratus meter kemudian, Hadad


menemukan sebuah gua tua yang berada didekat bukit tinggi yang menjulang


keatas. Bukit tersebut hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan hutan

__ADS_1


yang berada disekitarnya. Hanya saja satu hal yang membuat Hadad kebingungan,


yakni tidak ada satupun makhluk yang menempatinya. Penelusuran mulai ia


lakukan. Dengan berbekal penglihatan dan penciumannya yang tajam, Hadad mencoba untuk menelusuri setiap objek didalam gua. Tanpa ia sadari ada suatu kehadiran yang tidak jelas keberadaannya. Hawa tersebut terasa seperti sedang menguntit dan membuntuti Hadad beberapa menit yang lalu. Tapi sosok tersebut nampaknya belum menunjukkan eksistensinya dihadapan Hadad. Entah mengapa Hadad malah menghiraukannya dan tetap berjalan ke depan. Dan di satu lorong ia melihat secercah pantulan cahaya didepannya.


......................


Setelah melewati ujung lorong, Hadad menemukan beberapa batu mirip emerald dan zabarjud. Setiap satuan yang menerangi tempat tersebut sangatlah indah. Warna yang menawan, dengan pantulan cahaya yang menenangkan mata dan membuat setiap orang terpesona. Hanya saja ada suatu kejanggalan yang terjadi. Setelah Hadad melihat sekitarnya, ia menemukan sesosok makhluk yang sedang tertidur diujung tempat tersebut. Walaupun tempat tersebut lumayan terang, namun keberadaaan makhluk tersebut seakan membuat tempat ini menyeramkan. Hadad mencoba untuk tidak membangunkan makhluk tersebut. Naas seribu naas. Disaat akan Hadad mengambil salah satu bebatuan itu, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Salah satu batu tersebut seakan menyerap aura bagi siapapun yang menyentuhnya. Semakin lama seseorang menyentuhnya maka semakin besar pula energi yang akan diserapnya. Suatu hal yang belum Hadad ketahui ini sangatlah fatal. Sesaat setelah menyentuh batu tersebut, Hadad pun kehilangan kesadarannya.


Beberapa saat setelah ia kembali dari


tidurnya, Ia tersadar bahwa ia telah kembali kepada keadaan sebelumnya.


Perlahan dan pasti Hadad mencoba bangun dan menelaah setiap hal yang ada


disekitarnya. Namun kepanikan dan kegelisahan kembali menghantuinya. Sesaat setelah memikirkan beragam kejadian aneh yang akan terjadi padanya, perlahan Hadad mulai menyadari bahwa ia sedang berada di tempat yang tidak ia kenali sama sekali.


"Dimana ini.….? Mengapa aku disini…..? Bukannya diriku telah dikalahkan oleh siluman depan rumah……..?" Gumamnya sembari melihat segala hal yang ada didekatnya.


"Batu apa ini….? Mengapa aku membawanya…..? Ini bukan batu kutukan atau semacamnya kan…..?"


"Rrrrrrrrrrr.….….….. Rrrrrrrr…….." Suara yang sangat menyeramkan terdengar dari sudut kanan tempat Hadad berada.


Suara tersebut semakin lama semakin keras. Bahkan mendengar suara tersebut saja sudah membuat Hadad merinding. Hadad mencoba menelusuri suara tersebut. Ternyata suara dari ujung lorong tersebut, dihasilkan dari sesosok makhluk


besar yang sedang tertidur. Badannya penuh dengan bulu berwarna putih seperti


menyeramkan seperti kelelawar. Dengkurannya yang keras membuat Hadad tidak bisa berkata-kata. Satu hal yang pasti dalam pikirannya ialah Ia harus pergi jauh dari tempat tersebut. Hanya saja suara langkah kaki Hadad yang kurang tenang membuat makhluk itu perlahan terbangun. Hadad yang menyadari hal tersebut segera bergegas mencari tempat untuk bersembunyi. Satu bebatuan yang besar dijadikan tempat bersembunyi. Batu tersebut hanya memantulkan cahaya dari atas langit batuan, belakangnya cukup gelap untuk dilihat. Dan benar saja, makhluk tadi sudah bangun dari tidurnya. Dengan tinggi hampir 2 setengah meter, makhluk itu seperti sedang mencari sesuatu didekatnya. Saat menyadari ada yang hilang ditempatnya makhluk itupun mengeluarkan auman kemarahannya,


"Rrrrrrooooooooaaaaaaawrrrrrr.….….… Rrrrrrrooooooooaaaaaaawrrrrr……"


Suaranya yang lebih besar daripada suara saat tertidur. Semakin lama semakin


menyeramkan, itulah hal terbenak dalam pikiran Hadad. Karena makhluk tersebut


seakan siap untuk menerkam mangsanya. Mencari ke setiap sudut ruangan dengan


tangannya yang cukup besar, menghancurkan setiap hal dilewatinya. Hadad masih mencari jalan keluar dari tempat tersebut. Sialnya, ternyata makhluk tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatannya tetapi ia memanfaatkan penciumannya. Satu


persatu tempat mulai ditelusuri olehnya. Tinggal beberapa meter saja dari jarak


tempat Hadad bersembunyi. Hadad pun akhirnya berlari dari tempat tersebut


sebelum makhluk itu menemukannya. Namun itu bukanlah hal yang benar. Karena makhluk itu pun seperti dapat mendengar dengan sangat baik akan hal


disekitarnya. Sehingga makhluk tersebut tahu bahwasanya salah satu subjek telah


menjauh darinya. Tak lama kemudian, makhluk tadi mengejar asal suara yang Hadad hasilkan. Hadad semakin mempercepat pergerakan kakinya. Seakan ia sedang dikejar oleh kematian. Akan tetapi makhluk itu sudah berada dibelakang Hadad kurang dari beberapa meter saja. Dikarenakan panik Hadad pun  lupa akan keseimbangannya yang kurang

__ADS_1


terjaga. Sehingga membuat Hadad terjatuh kedalam lubang dihadapannya.


Lebar dari jubang tersebut hanyalah sebesar lebar manusia dewasa, namun dalamnya hampir sekitar berpuluh-puluh meter. Didasar lubang tersebut terdapat bebatuan yang tajam menjulang keatas. Seakan menjadi tempat jebakan paling berbahaya. Hadad pun mencoba memperlambat kecepatannya dengan berpegangan ke setiap celah yang ada. Namun apa daya lubang tersebut semakin dalam semakin curam sehingga tidak ada cara lain selain terjatuh ke dasarnya. Hadad pun hanya bisa pasrah menghadapi keadaan tersulit


dalam hidupnya itu. Namun disaat jaraknya sudah hampir dekat, Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan gerakan tangan Hadad. Hal tersebut membuat Hadad terkejut, karena tangan tersebut mencoba menolong Hadad untuk naik ke suatu lubang disekitar lubang bebatuan ini. Akhirnya Hadad pun selamat dari kematiannya. Hanya saja pandangan Hadad terlalu gelap untuk melihat sekitar.


Dan hanya telinganya saja yang dapat mendengar sesuatu.


"Jangan khawatir kawan kau aman." Suara misterius yang terdengar olehnya.


"Siapa kau.…? Aku tidak bisa melihatmu…?" Tanya Hadad


"Maafkan atas kelancanganku, perkenalkan namaku Arkhan Mor. Kau bisa memanggilku Mor. Aku adalah putra dari bangsawan Werewolf di selatan kota


Lailatu Haadiat"


"Apa Werewolf.…???"


Dia pasti salah satu dari siluman itu, aku harus


menyembunyikan identitasku terlebih dahulu. Semoga aku bisa mendapatkan


informasi seputar dunia aneh ini darinya.


"Perkenalkan aku Hadad Romli, panggil saja Hadad. Aku hanyalah seorang


pengembara yang tersesat." Ujarku dengan nada yang kurang meyakinkan.


"Ooh.…Pengembara kah,Tetapi mengapa anda bisa berada dilubang curam


ini?" tanyanya.


"Aku pun kurang ingat. Tapi satu hal yang pasti tadi aku dikejar oleh sesosok makhluk besar dengan bulu yang lebat berwarna putih. Lalu terjatuh kedalam lubang sedalam jurang ini."


"Makhluk besar? Mungkin maksud anda spesies Gigantopithecus. Mereka


memanglah hidup di setiap gua yang berada disini. Mereka juga memiliki kebiasaan tidur panjang yang lama, hanya saja penglihatan mereka kurang baik dalam kegelapan dan sedikit agak buta."


"Pantas saja mereka mengejar ku, mungkin mereka kira aku adalah ancaman


ya…?"


"Yap bisa jadi seperti itu… atau mungkin Hadad sendiri yang membangunkannya…."


"Iya juga sih…… Bolehkah kamu menunjukkan tempat disekitar sini? Aku merasa lapar dan haus saat ini…."


"Baiklah, aku akan menunjukkan tempat ini padamu." Jawabnya sambil


menuntun Hadad menelusuri tempat yang sempit itu.

__ADS_1


Hadad merasa bahwa ia harus


lebih berhati-hati untuk tidak membongkar identitasnya. Karena hal tersebut dapat berbuah malapetaka kepadanya. Belum lagi dunia yang ia tempati saat ini sangatlah berbahaya untuk manusia sepertinya. Maka dari itu Hadad pun bersikeras untuk menjauhi setiap perkara yang dapat membongkar keberadaannya. Bahkan kenalannya saat ini pun masih terasa mencurigakan baginya.


__ADS_2