
..."Impian dan kenyataan. Kedua hal ini merupakan kejadian yang relatif terjadi kadang bersamaan atau terjadi satu persatu bahkan bisa saja berbeda-beda. Contoh kecilnya ketika seorang mempunyai impian maka ingin sekali menjadikannya sebagai kenyataan. Namun setiap impian yang ingin dicapai pasti memerlukan usaha yang pasti. Karena tanpa adanya usaha maka impian itu akan sia-sia. Dan seiring berjalannya waktu, kehidupan manusia semakin lama akan semakin berkembang. Akan tetapi tidak semua impian dapat menjadi kenyataan. Terkadang realita kehidupan menjadi penyebab tidak terjadinya hal tersebut. Bagaikan seleksi alam dan layaknya norma tak tertulis. Semakin tinggi impian yang ingin digapai maka semakin tinggi pula resiko terpukul oleh realita apabila orang tersebut tidak bersungguh-sungguh didalamnya."
...
"Selamat makan.…"
Dengan tenangnya Arkhan menyantap makanan yang sudah disiapkan Layyin dimeja makan. Ia seakan tidak memperhatikan keadaan disekitarnya dan memakan setiap masakan dengan lahapnya. Sora dan Eraseru terdiam tidak melakukan apapun. Mereka terheran-heran melihat sosok laki-laki yang tiba-tiba muncul dihapadan mereka. Belum lagi keduanya masih merasa malu untuk menyapa dan berbicara kepada laki-laki tersebut, karena ia sangatlah asing dimata mereka. Melihat keaadan yang canggung tersebut Layyin pun segera mengingatkan Arkhan akan keadaan yang terjadi disekitarnya.
"Kakak.…." Ujar Layyin.
"Apa.…..?" Tanya Arkhan.
"Lihatlah sekitarmu.…."
"Emang kenapa sih…..? Itu kan Cuma dua perempuan biasa."
"Nah loh.…. Itu sadar ternyata….."
"Lalu.…. Kalau mereka ada disini maka…???"
"Ya itu dia…… mereka merupakan kenalannya Kak Hadad. Mereka bernama Era-…"
"APA.…..??? KOK BISA-BISANYA IA PULANG KESINI BAWA CEWEK-CEWEK CANTIK SIH……? BUKANNYA BAWA OLEH-OLEH LAGI….!!!"
"Kak tenang kak….."
"AKU HARUS SEGERA MEMBERITAHUKAN INI KEPADA HIKARI….. KALIAN TUNGGU DISINI YA….."
'Kakak tunggu dulu…."
Dengan ceaptnya Arkhan membereskan sisa makanannya dan segera pergi menuju tempat Hikari berada. Ia bahkan tidak menoleh kebelakangnya sedikitpun. Layyin pun hanya bisa melihat kepergiannya saja tanpa bisa berkata apapun.
"Maaf ya apabila kakakku kurang bisa berbaur dengan kalian…." Ujar Layyin.
"Padahal ia biasanya antusias apabila bertemu dengan irang yang baru ia kenal."
"Iiii.…itu tidak apa-apa." Jawab Eraseru.
"Kami juga minta maaf apabila kami lupa untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu…." Ucap Sora.
"Ngomong-ngomong Hadad lagi kemana ya….? Kok aku tidak melihatnya daritadi ya."
"Iya tuh.… padahal tadi dia ada disini deh…."
"Kak Hadad daritadi sedang mandi kok. Mungkin sebentar lagi juga beres."
"Lahhh.…kok dia gak bilang dulu sih…. Kan aku juga mau mandi….."
"Iya tuh dia enggak tau ya pepatah Ladies First gitu….?"
"Sepertinya dia enggak bakal ngerti deh, soalnya kak Hadad itu enggak terlalu tertarik dengan hal seperti itu."
"Memangnya Hadad itu orang seperti apa sih….? Aku jadi penasaran."
"Iya aku juga… tolong ceritain dong…"
"Kak Hadad itu orangnya agak introvert loh… ia peduli pada lingkungan sekitarnya apabila ia dibutuhkan. Memang dia kerap terlihat seperti orang yang tidak peduli pada awalnya, tetapi sosoknya tuh sebenarnya baik banget loh. Dia juga pernah bercerita bahwa dirinya ini sebenarnya salah satu ras petualang yang sedang berkelana."
"Pantas saja ia tidak terlalu mengetahui beberapa hal yang simpel didunia ini ya…."
"Iya juga sih….."
"Eh bentar-bentar…. Bukannya ras petualang itu langka ya temen-temen…..?"
"Benarkah.…? Ras petualang ya.….. Aku seperti pernah mendengarnya… Tapi dimana ya….. Aku lupa…."
"Tetapi aku pernah mendengar entah darimana bahwasanya ras petualang itu masih diragukan keeksisannya. Juga ada rumor yang mengatakan bahwa mereka itu sebenarnya adalah ras manusia loh…."
"APA.….??? KAMU SEDANG TIDAK BERCANDA KAN…..???"
"Aku tidaklah bercanda, sebab itu juga aku dengarkan langsung didekat balai ibukota saat itu."
"Berarti Hadad itu….. Seorang ma-….."
__ADS_1
Tak berselang lama, tiba-tiba saja Hadad muncul dihadapan mereka bertiga. Ia berjalan perlahan-lahan sambil mengusapkan handuk yang ia pakai dilehernya kearah rambutnya. Namun saat ia menoleh, para gadis ini tidak berbicara apapun. Suasana di meja makan pun mendadak mejadi hening setelah Hadad datang. Melihat situasi yang agak canggung tersebut dengan cekatan Hadad pun mencoba mencairkan suasana.
"Kalian kok pada diam saja sih…..?" Tanya Hadad.
"Padahal tadi rame banget kalian ngobrol disini, apa ada yang salah disini….?"
"Eh Hadad enggak kok… enggak ada apa-apa hehe…." Jawab Sora sambil gemetaran.
"Bener nih enggak ada apa-apa…?"
"Iya kok, semuanya aman Hadad." Sambung Eraseru.
"Kamu sudah beres membersihkan tubuhmu….?"
"Iya aku baru selesai nih…."
"Baiklah kalau begitu ini giliran kita untuk mandi. Ayo Sora keburu airnya dingin."
"Okok, Layyin kami pinjam kamar mandinya sebentar ya…."
"Iya silahkan, anggap saja rumah sendiri." Ujar Layyin.
Eraseru segera menarik lengan Sora menuju kamar mandi. Ia nampak terburu-buru sebab ia tidak ingin percakapannya tadi terdengar oleh Hadad. Sora pun mengiyakan ajakan Eraseru agar mereka tidak terlibat masalah dengan Hadad.
"Kok mereka pada buru-buru sih….?" Tanya Hadad.
"Padahal kan mereka tinggal santai saja disini ya"
"Mungkin mereka punya alasan tersendiri Kak Hadad." Jawab Layyin.
"Alasan.… ? Emang mau pada kemana sih….? Kok aku enggak diajak sih…?"
"Ehmmmm.…itu rahasia…. Hehe…."
"Rahasia.…? Wah jangan-jangan….."
"Jangan-jangan apa Kak….? (Apa mungkin kak Hadad tau ya….? Oh tuhan semoga enggak ketahuan.)
"Kalian mau pergi ke pemandian air panas didekat gunung Arashi ya….!!!"
"Tuh kan ketahuan. Layyin kalau mau ke tempat seperti itu jangan lupa untuk ajak kakakmu ini."
"Iiiiya.…kak."
"Duh kalian ini, kenapa sih kalau liburan sukanya bepergian tanpaku….? Jangan-jangan kalian punya dendam sama aku ya…?"
"Enggak kok kak, sebenarnya gunung arashi itu…."
"Knock.… knock…. Knock….." Suara pintu digedor cukup keras.
Disaat sebelum Layyin menjelaskan situasi disekitar gunung Arashi, tiba-tiba saja Arkhan muncul dihadapan mereka sambil terengah-engah. Diikuti oleh Hikari dibelakangnya.
"HADAD.….…!!!" Teriak Hikari sambil berlari hingga melompat kearah Hadad.
"Brukkk.…"
"KAMU DARIMANA SAJA SIH….??? AKU CEMAS LOH NYARI-NYARI KAMU SAMPAI SAAT INI….."
"A..aku baru sampai disini kok…" Jawab Hadad.
"Tolong kamu turun dulu Hikari… Aku tercekik olehmu…."
"Ehhhh.…. Iya maaf-maaf enggak sengaja…."
"Hah.…hah…hah…."
"Kamu baik-baik saja….? Apa kamu sudah makan….? Waktu tidurmu masih teratur kan….? Kamu masih ingat sama aku kan….? Kamu tidak lupa kampung halamanmu ini kan….? Kamu bahagia kan berada disini….?"
"Aku baik-baik saja Hikari, aku baru saja mau makan bersama Layyin disini. Waktu tidurku cukup teratur kok. Pastinya dong, aku akan senantiasa mengingat istriku yang cantik jelita ini. Beruntungnya aku masih ingat tempat ini dengan baik, Kebahagiaanku bukan diukur dari keberhasilanku tetapi kebahagiaanku diukur dari kesenangan dan kenyamanan orang-orang di sekitarku."
"Hadad.…. Hiks…. Hiks…. Hiks……. Aku masih takut kehilanganmu lagi. Aku tidak mau berpisah denganmu"
"Tenang saja Hikari, Sekarang kamu tidak akan sendirian lagi. Aku akan selalu bersamamu dan tetap menjagamu disini."
__ADS_1
Mendengar kata-kata itu Hikari semakin erat memeluk Hadad dengan wajah yang masih tidak karuan. Ia menangis terisak-isak dan tersenyum tipis-tipis. Hadad pun tak kuasa menahan air matanya. Dirinya pun turut menangis dengan perlahan-lahan sambil menutupi wajahnya. Layyin dan Arkhan yang tadinya ceria pun turut menangis bahagia melihat sahabatnya kembali ke pangkuan mereka. Hingga akhirnya Keempat sahabat ini saling berpelukan untuk melepas kerinduan mereka.
Setelah momen temu kangen itu, Hadad dan kawan-kawan kembali makan di meja yang sudah disediakan. Semuanya tampak bahagia dan saling mengobrol satu sama lain sambil menyantap masakan yang telah disajikan. Tak lama Hikari pun sudah mulai terlihat berbicara seperti biasanya.
"Gimana enakkan masakanku ini….?" Tanya Hikari.
"Iya ini enak banget tau…" Jawab Hadad.
"Bagaimana kamu bisa membuat ini semua….?"
"Sebenarnya ini juga tidak lepas dari bantuan dan kesabaran dari Layyin."
"Benarkah.…? Wah terima kasih banyak Layyin."
"Iya kak sama-sama, senang mendengar kalian memuji masakan itu." Ujar Layyin.
"Bener nih, tumben-tumbenan loh masakan hari ini banyak." Timpal Arkhan.
"Biasanya Layyin dan Hikari Cuma buat porsi buat bertiga."
"Benarkah.…? Wah berarti aku cukup beruntung bisa mencicipi masakan istriku ini…."
"Hehe kamu terlalu berlebihan suamiku…"
"Cie cie kasmaran lagi nih…."
"Layyin kayaknya kita harus bagi-bagi tempat tidur lagi deh."
"Emang kenapa Kak…? Bukannya ruang untuk tidur kita sudah cukup ya….?"
"Itu kan saat kita masih bertiga disini. Tapi kan sekarang kita sudah berenam."
"Oh iya juga ya. Baiklah kalau begitu kita tentukan saja pembagian kamarnya sekarang."
"Okok, aku akan tidur bersama….."
"Tunggu dulu.…."
"Ada apa Hikari….?"
"Apa maksudmu.…? Kita disini ada enam orang….? Bukannya jumlahnya berempat ya dengan Hadad….?"
"Kita berenam kok dengan teman petualangnya Hadad."
"Oh berarti mereka ada dua orang ya…?"
"Iya benar sekali…"
"Beneran.…Mana mungkin aku berbohong padamu…."
"Yaudah deh iya…."
"Kamu mau maafin aku kan…?"
"Boleh.…tapi ada syaratnya….?"
"Apa syaratnya.…?"
"Syaratnya kamu harus bawa aku bulan madu ketempat yang jauh dari sini."
"Lahhh.…?"
Mendadak suasana meja makan pun berubah menjadi canggung. Ini adalah efek dari pembicaraan Hikari yang tidak disengaja. Entah mereka bingung atau apa, yang pasti semua orang turut berdiam diri saat itu. Tak berselang lama, diarah kanan mereka muncul kedua teman Hadad, yakni Sora dan Eraseru.
"Wah ternyata kamar mandinya nyaman sekali ya…." Ujar Eraseru.
"Iya nih, aku jadi betah berada disana hehe…." Timpal Sora.
"Kalian ini siapa ya……" Tanya Hikari.
"Kami adalah temannya Hadad."
"Kamu adalah seorang Elf kan…. Kok kamu bisa ada disini?"
__ADS_1
"Bagaimana kamu tau aku adalah seorang Elf…?"
"Itu karena.….."