
..."Dia berada ditempat yang gelap tersorot oleh sedikit cahaya. Gerakannya mengikuti pergerakan seseorang didekatnya dengan sama persis. Bak orang kedua, keberadaan sosok ini seringkali hadir didekat pemiliknya. Baik dalam siang maupun malam hari. Bentuknya begitu eksotis berwarna hitam pekat. Karena tak ada bentuk lainnya, maka dapat dipastikan bahwa sosok ini hanya memiliki satu rupa saja. Sehingga ancaman yang ada didalamnya masih misteri dan belum bisa dipastikan."
...
"Zrassshhhh…….."
"Zrasssshhhhh.…"
"Clak.….clak……clak….."
Cipratan darah keluar dari arah depannya Sora. Cipratan itu cukup banyak dan mengenai hampir seluruh tubuhnya Sora. Warnanya begitu pekat dan masih segar. Ini menyebabkan penglihatan Sora seakan kabur untuk sementara. Ia tidak dapat melihat sekitarnya. Karena lengannya pun terkena cipratan itu. Ia berpikir bahwa satu-satunya cara agar ia dapat keluar dari situasi ini adalah dengan menyemplungkan tubuhnya ke danau sebelumnya. Hanya saja ia masih takut untuk melompat. Karena monster air tadi masih berada didekatnya. Rasa takut dan kebingungannya pun semakin menjadi-jadi.
"Sial.….. Kenapa ini kembali terjadi padaku….?" Gumam Sora.
"Aku harus melakukan sihir yang efektif agar dapat keluar dari situasi ini…."
"Maho no Ugoki : Kaze no Shirudo."
Sora segera membentuk sihir pelindung dari angin. Sihir itu dapat melindunginya dari jarak lima meter. Namun setelah Sora merapalkan sihir tersebut, ia tidak merasakan aura mengancam dari monster ikan itu. Malah yang ia lihat hanyalah kabut dadakan yang mulai menyebar didekatnya. Anehnya kabut ini datang tanpa ada sebab yang pasti. Cuaca dan waktu yang tidak tepat dengan terjadinya fenomena ini. Seakan kumpulan kabut ini datang dari sihir seseorang. Padahal ia yakin bahwa tempat ini hanya ada dirinya dan Hadad yang masih terbaring disisinya. Sontak Sora kembali bersiap untuk merapalkan sihir tambahan. Karena ia takut sosok aneh ini akan lebih mengancamnya dari monster sebelumnya.
Dan benar saja, diantara tebalnya kabut yang menghalangi pandangannya ada sesosok bayangan berwarna hitam.
"Si.…siapa kamu…..? Kenapa kamu bisa ada disini….?" Tanya Sora dengan nada ketakutan.
"Haha.….haha…..haha…….." Suara yang terdengar dari dekatnya dengan nada yang berat.
"Maho no Ugoki……"
"Darku Majiku : Sailento….."
"Sial sihir ini kan……"
"Haha.…haha…..haha…."
"(Loh.…kenapa aku tidak bisa berbicara….? Apakah ini efek dari sihir tadi…..?)"
"Nampaknya aku telah kembali menemukanmu……"
"(Kembali menemukan.….? Siapa orang ini sebenarnya…..?)"
"Sekarang kembalilah kepada pemilikmu yang telah menciptakan sosokmu itu…."
"(Tidak.…. Ia pasti bukanlah orang yang baik….)"
"Begitu ya.… Nampaknya aku harus merebutmu dengan paksa…."
"(Coba saja.… Maho no Ugoki : Namikaze….)"
"Syur.….…. Srakkkk…. Srakkk….."
"Hmmmmmm menarik sungguh menarik. Ternyata wujud sihirmu berubah dari cahaya menjadi angin ya….."
"(Apa maksudnya.….? Kenapa dia tidak terkena dampak sihirku ini……?)"
"Kalau begitu rasakan sihir baru yang aku ciptakan ini Darku Majiku : Switching Brain….."
__ADS_1
"(Sial Sihir ini lagi…..!!! Tidak……..)"
"Haha.…haha……haha…….. Selamat datang kembali di dunia fantasi ini……"
"Zlurrrpppp.….."
Sora mendadak tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Sihir kedua yang sosok bayangan itu membuat sebuah efek berbahaya terutama pada otaknya. Benturan yang sangat keras sangatlah terasa olehnya. Ditambah tubuhnya yang terlalu memaksakan akibat kelelahan atas pertarungan dengan monster ikan sebelumnya. Sehingga Sora terjatuh tepat didepan tubuh Hadad. Ia tidak dapat menopang tubuhnya lebih lama. Karena kesadarannya sudah mulai memudar. Sosok bayangan misterius itu pun menghilang tanpa jejak.
...----------------...
Hari sudah berganti. Matahari mulai bersinar menyinari bumi dengan hangatnya. Burung-burung berkicau, hewan-hewan ternak mulai melakukan aktivitasnya, dan tanaman serta tumbuhan kembali berfotosintesis seperti biasanya. Cuaca hari ini sangatlah mendukung untuk berkebun dan bertani. Ladang rumput dan persawahan sudah siap untuk ditanami beberapa buah-buahan, sayur-sayuran serta umbi-umbian. Seekor ayam jago berkokok diatas genteng rumah tanda bahwa pagi hari sudah dimulai. Didalam rumah sederhana ini Layyin menjadi orang pertama yang terbangun dari tidurnya. Seperti biasa ia mulai melakukan pekerjaan rumah yang biasa ia lakukan setiap harinya. Mulai dari membereskan kamar tidur, menyiapkan sarapan, membersihkan badannya, dan bersiap untuk bertani di ladangnya. Hanya saja ia merasa bahwa hari ini berbeda dengan hari sebelumnya. Karena ia seakan kehilangan sesuatu yang berharga baginya. Akan tetapi ia belum menyadari hal itu. Layyin memaksakan dirinya untuk tidak beripikiran negatif terlebih dahulu, karena belum bisa memastikannya firasatnya ini secara langsung. Maka ia putuskan untuk mulai memasak sarapan bagi teman-temannya. Menu yang ia sajikan hari ini berupa sup makanan laut dan roti kadet yang padat. Sup itu ia masak dari gabungan beberapa hewan laut yang sebelumnya ia beli dari pasar. Diantara hewan itu merupakan kepiting laba-laba, ikan loreng, udang batu, kijing merah, dan kerang abalone biru. Semua bahan masakannya itu ia bilah perlahan-lahan dengan pisau dapurnya. Layyin memisahkan setiap cangkang dengan dagingnya. Sebab masakannya ini murni terbuat dari daging hewan laut. Tangannya yang tidak terlalu kecil membuat pekerjaannya ini menjadi semakin mudah. Kaldu yang ia buat untuk sup telah ia panaskan dalam panci yang cukup besar. Butuh waktu sekitar belasan menit lamanya agar kaldu ini masak dengan sempurna. Aroma yang keluar dari panci panas ini mulai menyebar ke seluruh bagian rumah. Hingga tak sengaja tercium oleh salah satu sahabatnya yang terbangun.
"Hoammmm.….." Ujar Hikari yang sedang menguap.
"Aroma apa ini….? Wah…. Aroma ini sangatlah menggugah selera…. Aku harus segera beranjak ke dapur."
Hikari melenggangkan tangannya dan masih menguap dikala bangunnya itu. Tak lama ia menggapai pintu kayu didekatnya serta membukakan pintu itu. Ia bergegas menuju dapur dengan keadaan setengah sadar.
"Mbak supnya satu ya…. Yang banyak kaldunya….."
"Kak Hikari.….. Ternyata kamu sudah bangun ya…. Mohon maaf ini bukan restoran"
"Ehhh.… ini bukan diresto ya….?"
"Ini didapur tau…."
"Sebentar-sebentar aku masih mengantuk…."
"Coba cuci muka dulu sana dikamar mandi…."
Hikari mengiyakan saran dari Layyin dan mulai beranjak dari kursinya menuju kamar mandi. Ia membasuh seluruh wajahnya dengan cipratan air yang keluar dari keran. Setelah yakin telah membasuh semuanya, Hikari kembali ke tempat duduknya di dapur.
"Ah.…segarnya….. Sudah kuduga membasuh seluruh wajah dengan air di pagi hari dapat meningkatkan rasa bahagiaku."
"Benarkah.…? Syukurlah kalau begitu kak…"
"Oh iya, ngomong-ngomong kamu sekarang masak apa Layyin…?"
"Aku sedang memasak Sup Seafood dengan tambahan Roti kadet yang padat."
"Wah kayaknya bakalan enak tuh….. Denger namanya aja udah bikin ngiler nih……"
"Hehe kakak bisa saja. Oh iya Kak tolong bangunkan Kak Arkhan dan yang lainnya ya. Agar kita dapat menyantap sarapan ini bersama-sama."
"Aye-aye siap laksanakan chef."
Hikari kembali berjalan ke lantai atas untuk membangunkan semua temannya. Mulai dari kamar Arkhan hingga kamar Eraseru. Anehnya kedua kamar itu seakan telah dibuka oleh seseorang sebelumnya. Namun Hikari tidak terlalu menghiraukannya dan tetap membangunkan teman-temannya ini. Setelah mengetuk kedua pintu kamar dan mendengar suara orang yang telah bangun didalamnya, ia kembali beranjak ke dapur untuk menemui Layyin.
"Eh Layyin, kamu lihat ada seorang enggak yang sebelumnya berada disini….?"
"Enggak tuh kak, daritadi Layyin memasak sendiri kok. Emangnya ada apa…?"
"Tadi aku enggak sengaja melihat kamar Arkhan dan Eraseru yang pintunya sudah terbuka sedikit. Jadi aku rasa sudah ada orang yang bangun dan beranjak ke dapur denganmu."
"Benarkah.…? Tapi aku enggak ketemu siapa-siapa loh daritadi……."
__ADS_1
"Apa jangan-jangan tadi malam ada maling ya….?"
"Ah masa iya….!? Enggak mungkin kan daerah pasca bencana ini dilucuti oleh seorang maling."
"Iya juga sih…. Lalu kenapa pintu kamar mereka bisa terbuka seperti itu….?"
"Menurutku mungkin ada dua orang dari setiap kamar itu yang sedang keluar dari rumah. Entah siapa orangnya, tetapi keduanya sepertinya sudah keluar sebelum aku bangun tadi."
"Wah hebat juga mereka ya…. Bisa bangun lebih cepat daripada kamu. Padahal kan kamu anak yang paling rajin disini…."
"Itu mah menurut Kak Hikari aja. Kan kak Hikari bangunnya suka telat mulu sih, jadi enggak tau kalau orang lain lagi keluar rumah."
"Hehe ya maaf…. Itu sudah habitatku soalnya…."
"Iya deh iya. Tapi kesampingkan dulu topik ini, aku masih heran siapa diantara keempat orang itu yang pergi keluar disaat jam masih belum menunjukkan pukul tujuh pagi….?"
"Entahlah, mungkin saja Hadad dengan Sora atau….. Eh… tunggu dulu….. Perasaan tadi aku enggak ngeliat mereka deh."
"Ah yang benar saja kak. Kalau memang mereka keluar rumah, mana mungkin keluarnya sesubuh itu…."
"Ih aku serius…. Aku benar-benar tidak melihat sosok keduanya dikamar tadi. Apa jangan-jangan mereka kabur lagi…?"
"Lahhhh.…. Mau kabur kemana sih kak. Orang perlengkapan mereka aja masih ada disini. Belum lagi Kak Hadad kan udah berada di kampung halamannya kan….?"
"Eh iya juga ya….. Kau ada benarnya juga Layyin."
"Soalnya Kak Hadad juga sudah lama berpetualang jauh selama ini. Jadi bisa saja ia pergi bersama Sora untuk mencari sesuatu diluar."
"Tapi kan pasar juga enggak buka sepagi itu…. Belum lagi daerah pasca bencana ini juga sudah terombang-ambing oleh getaran besar saat itu. Jadi mana mungkin mereka mencari sesuatu di jam segitu…"
"Hmmmmm bener sih…. Lalu apa ya yang mereka lakukan saat ini….?"
"Apa jangan-jangan Hadad selingkuh lagi sama Sora dibelakangku….???!!!"
"Itu mustahil Kak, jangan suudzon dulu."
"Tapi itu bisa jadi kan….? Sebab mereka juga terlihat seperti kedua partner yang cocok satu sama lain."
"Kalau mereka cocok…. Lalu bagaimana dengan Kak Hikari yang selaku istrinya….?"
"Ya pasti lebih cocok dong…. Masa kalah sama orang baru sih…."
"Nah itu tau jawabannya."
"Ih serius ini mah…. Aku masih bingung mereka kemana…?"
"Iya iya, nanti kita cari mereka bersama setelah sarapan ya. Sebab perut yang lapar dapat mengganggu seseorang untuk berkonsentrasi."
"Okok, selamat makan…."
"Belum mateng oi….."
"Waduh panas.…..!!!!"
"Tuh kan baru juga dibilangin…"
__ADS_1
Layyin dan Hikari pun kembali melanjutkan memasak makanan untuk mereka santap pagi ini. Keduanya menunjukkan wajah yang ceria dan polos seakan sedang menikmati kehidupan saat ini. Namun dibalik wajah riang gembiranya itu terdapat rasa kehilangan yang sedikit demi sedikit menggerogoti hati mereka. Sebab mereka masih bertanya-tanya akan keberadaan kedua temannya yang hilang yakni Hadad dan Sora.