Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Momen Dejavu


__ADS_3

..."Kejadian yang terjadi untuk kedua kalinya dan persis seperti sebelumnya merupakan definisi singkat dari kata De Javu. Setiap orang pasti pernah merasakan momen ini, sebab kemungkinan terjadinya fenomena ini sebesar 60%. Memang angka tersebut tidak terlalu mencolok jika kita bandingkan dengan momen kejadian aneh di kehidupan sekarang. Namun persentase tadi dapat menegaskan bahwa momen ini masih terjadi dikalangan masyarakat. Maka tidaklah aneh, apabila seseorang pernah mengalami suatu kejadian De Javu seperti ini. Dengan dua kategori bencana atau tidak."


...


Efek sihir sosok bayangan misterius tadi sudah sirna. Alam kembali berwarna seperti biasanya. Pemandangan yang tadinya gelap berubah ke bentuk asalnya. Yakni malam hari dengan udara sejuknya. Yang merupakan suasana yang formal didaerah tersebut. Sorot bulan purnama semakin melekat ke arah bumi. Mengakibatkan malam hari ini terasa lebih terang daripada malam-malam sebelumnya yang cenderung gelap. Akan tetapi dibalik malam yang terang terdapat bencana yang berada dibawahnya. Dua sosok lelaki dan perempuan sama-sama terbaring di tempat yang tidak begitu jauh dari danau. Mereka berdua masih belum sadar dari tidurnya. Terlebih seorang laki-laki yang berada disamping kiri. Ia telah tidak sadarkan diri sejak kedatangan perempuan disebelah kanannya. Entah apa yang terjadi sebelumnya, Tetapi ada suatu hal yang pasti. Ia terbaring karena suatu hal yang buruk. Sejenak sosok laki-laki itu mulai terbangun dari tidurnya dengan kondisi yang cukup mengenaskan.


"Dimana.….. Aku……?" Tanya Hadad.


"Kenapa.… aku bisa berada disini…..?"


"Aw.…. Kepalaku terasa sakit sekali….."


Disaat Hadad kebingungan akan hal yang terjadi padanya, ia malah kembali dibuat lebih kebingungan. Dengan hadirnya sosok perempuan cantik yang berada tepat disebelahnya. Sontak dirinya kaget tidak karuan.


"Si.…siapa kamu….?"


"Kenapa kamu ada disampingku….?"


Hadad baru menyadari bahwa sosok gadis disampingnya itu masih tertidur pulas. Sehingga ia putuskan untuk tidak mengganggunya terlebih dahulu. Namun Hadad tidak memperhatikan benda disekitarnya. Dan tak sengaja kakinya menginjak suatu kayu berukuran sedang hingga patah.


"Krakkk.….."


"Ooppppssss.….."


Dan karena kecerobohannya itu mengakibatkan sosok perempuan disebelahnya terbangun. Suara patahnya kayu tersebut cukup kuat terdengar olehnya. Hadad mencoba untuk bersikap biasa sebelum bertindak. Karena gadis itu terlihat kebingungan dengan keadaan disekitarnya. Walhasil gadis ini pun terlihat kaget saat berhadapan langsung dengan Hadad.


"Ma….maaafff….." Ujar Hadad gemetar.


"Aku tidak sengaja membangunkanmu….."


".….….."


"Apa.….? Aku tidak bisa mendengarmu….."


Hanya saja Hadad tidak menyadari bahwa gadis tersebut ternyata tidak dapat mengucapkan sepatah kata apapun. Sehingga ia belum bisa berinteraksi langsung dengannya. Karena setiap perkataan yang ia lontarkan belum bisa mencapai pengertian dari gadis itu. Akan tetapi Hadad masih memiliki sebuah harapan. Sebab ucapannya seakan dimengerti oleh perempuan itu dengan gerakan anggukan kepalanya.


"Apakah kamu mengerti ucapanku….?"


".….…..(ia mengangguk-angguk)."


"Kenapa kamu bisa ada disini…..?"


".….…. (ia menggelengkan kepalanya)."


"Apakah kamu tersesat disini….?"


".….…. (ia kembali menganggukkan kepalanya)."

__ADS_1


"Darimana asalmu.…..?"


".….…. (ia kembali menggelengkan kepalanya)."


"Begitu ya.….. (Ini aneh padahal ia menjawab bahwa dirinya tersesat tetapi ia tidak mengetahui dirinya berasal darimana)."


" .….….. (Ia menunjuk kearah danau)."


"Kenapa kamu menunjuk kearah danau….? Apakah ada sesuatu yang aneh disana…..?"


".….….. (Ia kembali menganggukkan kepalanya)."


"Baiklah, aku akan mengeceknya sebentar."


Sesaat Hadad melangkah sedikit demi sedikit menuju danau disebelahnya. Ia penasaran dengan tingkah laku perempuan yang baru ia temui ini. Sehingga ia mencoba untuk memastikannya langsung. Akan tetapi Hadad tidak menemukan suatu kejanggalan apapun didalam danau itu. Hal yang bisa ia lihat hanyalah laju air yang bergerak dengan tenang disertai warna air danau yang begitu jernih. Tampak ekosistem didalam danau itu hanya menunjukkan beberapa ikan dan tanaman merambat saja.


"(Aneh, aku tidak melihat apapun disini. Padahal perempuan tadi benar-benar meunjuk kesini dengan tatapan yang berbeda. Apa jangan-jangan ia trauma dengan air danau ya….?)"


".….…. hHe.….…eeeeeiiii"


"Apa.…? aku tidak bisa mendengarmu…..?"


"Maafkan aku Hadad….."


"Suara ini.….. Jangan-jangan kamu ini….."


"Cursed Majiku : Drain touch……."


Tiba-tiba Hadad mendapatkan daya ledak sihir yang kuat tepat dibelakang punggungnya. Yang ternyata sihir itu berasal dari gadis tadi. Ia menepuk pundak Hadad sambil merapalkan sihir ini. Hadad tidak menyangka bahwa perempuan ini sengaja menjebaknya kearah danau agar ia tidak melihat sosoknya secara langsung. Hingga akhirnya sihir itu membuat Hadad sempoyongan dan tak dapat menopang tubuhnya. Beruntungnya Hadad masih dapat menggerakkan lidahnya untuk merapalkan mantra agar ia bisa mengendalikan kesadarannya. Dengan posisi kedua kaki yang terlipat, Hadad membungkuk membelakangi perempuan itu.


"Tap.….tap…..tap……tap….."


"(Sial.… aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali….)"


"Maafkan aku Hadad…….." Ucap perempuan itu.


"(Suara ini seperti tidak asing…… Apa mungkin dia adalah…..)"


"Aku tau perbuatanku ini terlalu egois. Namun aku tidak punya pilihan lagi."


"(Ternyata benar.… Suara ini tidak lain merupakan suara Sirlia…)"


Perlahan demi perlahan Hadad memaksakan tubuhnya untuk berputar kearah suara itu berasal. Cukup menyakitkan baginya, karena tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih dari sihir sebelumnya. Namun tekadnya yang kuat membuat rasa sakit itu tidak terlalu menyakitkan baginya. Sebab ia dapat kembali bertemu dengan sosok yang berharga baginya. Dan disaat Hadad telah berputar menghadap kearah suara tersebut, ia melihat sosok wanita cantik yang berbeda dari sebelumnya. Sosok ini seakan improvisasi bentuk dari wanita sebelumnya. Walaupun bentuk tubuhnya tidak berubah namun aura cahaya yang begitu pekat terasa disekitarnya. Sosok yang tadinya terlihat kebingungan kini lebih percaya diri. Seakan ia berubah menjadi kepribadian yang lain. Dan dengan mantapnya ia berdiri tegap dihadapan Hadad.


"Si.…...sir……..sirlia………"


"Kau benar kak…. Ini aku Sirlia….."

__ADS_1


"(Kenapa kamu bisa ada disini…..?)"


"Aku kesini sebab aku sangat mengkhawatirkan dirimu saat ini."


"(Apa.….? Kenapa kamu bisa mendengar suara hatiku ini….?)"


"Sebab aku menggunakan suatu sihir khusus yang dapat mendengar kata hati orang lain disekitarnya."


"(Benarkah.…? Itu keren Sirlia…..)"


"Terima kasih kak. Aku senang akan pujianmu itu. Itu mengingatkanku akan sosokmu di masa lalu."


"(Tunggu dulu.… Bukan ini yang aku tanyakan…. Akan tetapi hal yang ingin aku tanyakan adalah kenapa kamu bisa mengikutiku ke dunia ini….?)"


"Maafkan aku kak. Kepindahanku kesini tidak dapat aku ceritakan hari ini. Karena ada suatu rahasia besar dibalik kejadian itu."


"(Itu sangat disayangkan…… Aku benar-benar ingin tahu alasanmu datang kesini…)"


"Aku pun demikian kak. Tetapi masih ada hal yang harus aku lakukan disini. Jadi aku mohon agar kamu menunggu jawabannya saat waktunya telah tiba."


"(Baiklah.…aku mengerti alasanmu itu….. Yang penting aku bersyukur dapat kembali bertemu denganmu.)"


"Aku juga merasakan hal yang sama kak. Aku merasakan kesepian yang sangat mendalam ketika melihat kepergianmu saat itu."


"(Ngomong-ngomong kamu belajar sihir tadi darimana…..? Aku belum pernah melihat sihir aneh seperti itu sebelumnya….)"


"Sebenarnya sihir tadi merupakan sihir terlarang yang hanya bisa didapatkan dari seorang penyihir misterius didekat ibukota Yorokobi no Bunya…."


"(Itu kan desa gurun tempat Sora dan Eraseru berpetualang denganku….. Kok kamu bisa mendapatkannya disana….?)"


"Benarkah.….? Kok kita tidak pernah berpas-pasan ya disana….. Padahal aku tinggal disana cukup lama."


"(Entahlah, mungkin kita terlalu sibuk memikirkan cara terbaik agar keluar dari situasi yang buruk.)"


"Begitu ya, aku rasa perkataanmu ini ada benarnya juga. Sebab sosok penyihir misterius yang memberikan sihir tersebut bukanlah penyihir biasa."


"(Memangnya dia ini sosok seperti apa…..?)"


"Ia merupakan sosok yang menyeramkan. Dan bahkan aku tidak mau kembali bertemu dengannya seumur hidupku."


"(Apakah ia pernah mengancammu? Atau mungkin dia yang merencanakan agar dirimu melontarkan sihir padaku….?)"


"Itu tidak bisa aku katakan…… Maafkan aku kak……."


"(Tidak apa-apa Sirlia, aku mengerti kok. Setidaknya aku bisa kembali bertemu denganmu kembali disini.)"


"Iya kak.… (Maho no Ugoki : Potarueria toransferu.)"

__ADS_1


"Cling.….….…"


Tiba-tiba muncul suatu cahaya gelap dari bawah tempat mereka berada. Sihir itu cukup terang hingga menyilaukan area sekitarnya. Bahkan Hadad pun tidak dapat melihat apapun, karena pandangannya terasa kabur. Hadad menyadari bahwa ini merupakan sihir teleportasi. Sehingga dirinya sengaja menyiapkan sihir pelindung. Namun keduanya langsung berpindah tempat ke tempat yang jauh. Hingga Hadad pun tidak sempat untuk meramalkan sihirnya itu.


__ADS_2