
..."Segel merupakan sebuah penghalang yang menutupi sebuah ruang didekatnya. Segel juga dapat digunakan sebagai suatu teknik atau percobaan dalam berbagai hal. Hanya saja tidak setiap segel itu baik untuk digunakan. Karena ada pula beberapa segel yang dapat digunakan demi kejahatan. Maka tak asing apabila segel disebut sebagai jurus terakhir dalam melakukan suatu hal. Dan dikenal sebagai teknik yang netral."
...
"Kak Hadad, kumohon sadarlah………." Ujar Sirlia.
"Aku.…. Bukanlah orang yang kau cari nona……" Ucapnya.
"Sebab diriku merupakan anomali dari kehidupan seniormu sebelumnya."
"Apa.…..? Mengapa hal tersebut bisa terjadi…..?"
"Ini semua terjadi sebab keinginan kuat yang pernah terpendam darinya."
"Keinginan.…..? Bukankah kak Hadad selalu melakukan hal yang ia lakukan dengan keinginannya……?"
"Kau terlalu naif…… Inilah yang menyebabkanmu kehilangan orang yang kau kenal untuk kedua kalinya…… Aku rasa kau harus tahu rasa kepedihan yang pernah ia alami."
"Bohong.…..! Kau pasti berbohong padaku……!!! Karena aku tahu persis sosok nya. Senior yang pernah aku kenal itu…..!"
"Sudahlah jangan banyak bicara…… Karena hari ini akan menjadi hari dimana dirimu dapat memahami betul bentuk kepedihan yang pernah seniormu alami….."
"Itu tidak akan pernah terjadi…..! Karena aku akan menghentikanmu disini……! Maho no ugoki : Kaze no arrow……"
"Swoosshhhh.….… Swooosssshhhhh……"
Sirlia mengeluarkan sihir terbesarnya agar dapat mengalahkan sosok misterius. Sihir angin berbentuk panah mulai keluar dari setiap inci tubuhnya dibagian depan. Semua arah yang akan dituju panah tersebut adalah tubuh sosok misterius. Namun ia sengaja membuat panah tersebut untuk dilancarkan ke arah yang acak. Agar serangannya tidak dapat dibaca dengan cepat. Dan hasilnya pun sesuai dengan apa yang ia pikirkan sebelumnya. Semua arah panah tersebut dapat mengenai setiap inci dari tubuh sosok misterius.
"Zrasssshhhhhh.….…"
"Sepertinya ini adalah akhir yang pas bagi seorang penipu seperti dirimu." Ucap Sirlia.
"Kau.… lumayan hebat juga ya……" Ucap sosok misterius.
"Tetapi kau masih terlalu naif untuk bisa mengalahkanku dengan sihir seperti ini……"
__ADS_1
"Apa.….? Bagaimana bisa…….? Ini tidak mungkin……"
"Clak.….clak….clak……"
"Apa yang akan kau lakukan…..?"
"Dakumajikku : Boido"
"Sring…….."
"Tik.…..Tik…..Tik….."
Tiba-tiba waktu disekitar keduanya pun mendadak berhenti. Dengan sigap sosok misterius memanfaatkan situasi tersebut sebagai momen pergerakan sihir gelapnya. Ia menyuntikkan beberapa ramuan yang telah ia siapkan sebelumya. Ramuan tersebut berwarna ungu. Dibuat dari beberapa darah siluman yang sebelumnya telah ia kalahkan. Kemanjuran ramuan itu dapat dilihat setelah disuntikkan pada suatu makhluk hidup. Seperti gangguan saraf dan hilangnya gerak otot secara terus menerus. Namun ia tak sempat melakukan semua hal yang akan ia lakukan kepada Sirlia. Sebab Sirlia juga mempunyai beberapa perlengkapan dalam menghadapi situasi yang sulit. Sebuah kalung buatannya dapat meminimalisir efek dari sihir penghentian waktu ini. Sehingga waktu yang dihentikan akan segera berakhir. Mengetahui hal tersebut sosok misterius pun bergegas menjauh beberapa meter dari arah Sirlia. Karena ia menyadari bahwa kekuatan gadis ini cukup membuatnya kewalahan.
"Nampaknya aku terlalu meremehkanmu……" Ujar sosok misterius.
"Tak kusangka dirimu akan sekuat ini….."
"Jlarr.…."
"Bersiaplah kau.….." Ucap Sirlia
Sontak Sirlia langsung melayangkan serangan fisik yang cepat. Dengan bantuan sihir anginnya ini ia kembali meregangkan setiap otot ditubuhnya demi melampaui batas kecepatannya. Sosok misterius pun hanya bisa mengelak dari serangan tersebut. Sebab ia tidak mendapatkan kesempatan untuk merapalkan sihirnya. Akan tetapi serangan Sirlia masih tidak dapat mengenai sosok ini. Tubuhnya seakan tiba-tiba mati rasa dibeberapa bagian. Sehingga ia terjungkal kearah tembok akibat tangkisan dari sosok ini. Beruntungnya ia masih dapat menahan tangkisan itu walau tidak sepenuhnya. Luka ditubuhya semakin banyak dan semakin melebar efek sihir hitam yang ia dapatkan saat waktu diberhentikan.
"Kau masih saja keras kepala ya……" Sahut sosok misterius.
"Aku memujimu karena kau masih bisa bertahan hingga saat ini."
"Clakkk.…clak….clakk…." Suara tetesan darah yang terus-menerus jatuh dari tubuh Sirlia.
"Aku tidak akan pernah menyerah……" Teriaknya.
"Maafkan aku nona, tetapi waktumu akan berakhir disini."
"Dasar kau monster…… Suatu saat aku akan mengalahkanmu…. Itu pasti…."
__ADS_1
Sirlia mencoba untuk kembali berdiri untuk melanjutkan pertarungan. Namun tubuhnya sudah tidak kuat untuk menopang tekad besarnya. Sehingga dirinya pun harus tumbang saat itu.
"Kau cukup menarik nona….. Boleh aku tahu siapa namamu….?" Tanya Sosok misterius.
"Sir.…sirliaaaaa……. Ajram……." Jawabnya.
"Sirlia.… Aku seperti tidak asing mendengar nama tersebut, entah dimana. Yang jelas apa tujuanmu kesini……?"
"Aku mengawasi.… pergerakanmu….. Saat memasuki kerajaan. Karena aku tahu kau memiliki aura kegelapan yang sangat pekat….. Belum lagi aku khawatir dirimu akan mencelakai setiap orang disini….."
"Menarik.….. Sepertinya dugaanmu itu setengah benar dan salah, tapi yang jelas keberadaanmu disini akan membuat pangeran dan prajuritnya curiga."
"Sialan.….. Apa yang akan kau lakukan pada pangeran…….?!"
"Kau tidak perlu mengetahui hal tersebut….. Karena kau akan aku segel terlebih dahulu didalam sihir hampaku ini. Agar kelak dirimu mengetahui kegelapan seperti apa yang telah merenggut orang yang kau cintai."
"A.…apa….. Beraninya kau…… akan kubun…….."
"Dakumajiku : Kinji rareta fuin…."
"Sret.….…"
Sekejap dinding didekat Sirlia pun mendadak mengeluarkan rantai yang membuat setiap tubuhnya tertangkap. Rantai itu perlahan mencengkram dengan sangat keras sampai dirinya menjerit kesakitan. Dan dihadapannya telah muncul sebuah portal hitam yang entah akan membawanya kemana. Sirlia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan rantai-rantai tersebut. Namun naasnya usahanya itu sia-sia, karena sosok misterius semakin memperkuat sihir yang telah berada didalam tubuhnya. Maka Sirlia pun hanya bisa pasrah menghadapi keadaan disekitarnya. Perlahan dirinya pun dilahap kedalam segel kegelapan dan tak meninggalkan bekas sedikitpun.
Didalam dunia gelap itu Sirlia menghirup beberapa gas hitam yang beracun. Dan tak lama ia pun tidak sadarkan diri dan tertidur pulas dalam keadaan yang mengenaskan. Dirinya lemas tak berdaya, tidak tahu akan keadaan disekitarnya. Beberapa saat kemudian Sirlia kembali terbangun dari tidurnya. Ia masih merasakan efek sihir sebelumnya. Seakan sihir-sihir tadi telah tertanam kedalam jasadnya. Tetapi anehnya sihir itu tidak terlihat dengan kasat mata. Padahal ia yakin tubuhnya sudah rusak dan tidak dapat diselamatkan. Semua hal yang ada didekatnya tak bisa ia lihat dengan jelas. Sebab saking gelapnya tempat tersebut. Sirlia pun menangis dengan keras. Dirinya tidak kuasa menghadapi hal yang tidak bisa ia lawan. Penyesalan demi penyesalan terus menghantui dirinya yang termenung ditempat aneh ini. Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki dibelakangnya. Langkah tersebut sedikit demi sedikit semakin terdengar jelas seperti sedang mendekatinya. Dan benar saja langkah itu perlahan menghilang disaat sudah mendekatinya. Sirlia yang sedang ketakutan tidak bisa menolehkan wajahnya kearah suara tadi.
"Ya Tuhan.… suara apa itu……" Gumamnya dalam hati.
"Kumohon jangan mengagetkanku….. Aku masih belum bisa menghadapi semua situasi disini…."
"Kau baik-baik saja……?" Ujar suara aneh itu.
"Siapa kau.…..?"
"Ini aku Sirlia…….."
__ADS_1
"Suara ini jangan-jangan…… kau……"
"Ya ini aku Sirlia......"