
..."Kekuatan yang berasal dari jati diri manusia merupakan arti umum suatu tekad. Hal ini berasal dari lubuk hati terdalam seseorang. Mereka yang mempunyai tekad yang hebat akan dapat menyelesaikan suatu masalah tertentu dengan mudahnya. Alhasil penguatan tekad ini menjadi hal terpenting dalam proses menuju keberhasilan yang pasti. Semakin besar tekadnya maka semakin berat juga rintangannya. Tetapi dibalik rintangan tersebut terdapat cahaya hasil kerja kerasnya di masa lampau. Yang berbuah hasil diluar ekspektasinya"
...
Aliran mana yang sangat kuat muncul tepat dihadapan Hadad. Aliran ini berasal dari Sosok misterius yang sengaja mengalirkan mana besarnya terhadap Sirlia. Penolakan mana sempat terjadi untuk mengantisipasi ledakan mana yang berbahaya. Sirlia memiliki tanggung jawab yang besar sebelum kehilangan sosok yang dicintainya itu.
"(Sial.… Kenapa sihirmu begitu kuat…..?)" Gumam Sirlia.
"(Kau terlalu meremehkan ku Sirlia…..)" Ujar bisikan Sosok misterius.
"(Kau membuatku kecewa…… Aku rasa ini adalah hukuman terbaik untukmu…..)"
"(Ini bukanlah balasan yang sebenarnya….. Aku melakukan ini karena……)"
"(Kau tidak perlu berbicara lebih dari ini….. Aku yang memulai maka aku juga yang akan mengakhirinya…..)"
"(Tidakkkkk.…..)"
"Clinggggg.…." Cahaya yang terang keluar dari tubuh Sirlia.
"Sirliaaaaaa.…." Ujar Hadad dengan nada terkejut.
"Hadad.….."
"Jrengggg.….…"
Portal besar pun hadir diantara keduanya. Portal itu melahap semua benda yang berada disekitarnya. Sosok misterius seakan sengaja membuat portal yang berlawanan arah dengan Sirlia agar ia tidak melihat hilangnya sosok yang dicintainya.
Namun perlakuannya ini telah membuat dirinya semakin membenci dirinya yang tidak berdaya dan terlalu ceroboh dalam mengambil keputusan sebelumnya. Dan hal yang bisa ia lakukan hanyalah melihat semua tragedi ini hingga selesai. Sedikit demi sedikit Hadad terseret kedalam portal itu hingga sosoknya tidak terlihat kembali. Sirlia tertegun diam dan melampiaskan kelemahannya itu dengan teriakan yang besar.
"Hadaddddd.….…." Suara teriakan keras yang keluar dari mulutnya Sirlia.
"Sial…. Kenapa diriku ini terlalu lemah……"
"Bagus Sirlia.…." Ujar Sosok misterius.
"Berkatmu.…Musuh alami ku ini bisa aku singkirkan dan tak akan kembali……."
"Dasar penjahat.…. Kau adalah sosok yang paling menyebalkan di dunia ini….. Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi……"
"Silahkan saja Sirlia…. Aku tidak peduli dengan perasaanmu saat ini…. Sebab kamu hanya aku perlukan sebagai bagian dari rencanaku saja…… Hahahaha….."
"Aku.… akan mengalahkan mu nanti…… Tunggu saja…….."
__ADS_1
"Sungguh naif.… Kau kira dirimu dapat mengalahkan sosok hebat ku ini….? Mohon berkaca lah terlebih dahulu sebelum mengatakan hal yang tidak mungkin terjadi……"
"Aku tidak peduli….. Kelak pembalasan dendamku ini akan segera sampai padamu…."
"Baiklah.… akan kutunggu saat kau sudah siap…. Hahahahahaha"
Suara Sosok misterius pun hilang tanpa jejak. Angin yang berhembus perlahan membuat suara itu sirna dari hadapan Sirlia. Rasa frustasi yang sangat besar telah membuatnya kehilangan rasa percaya dirinya. Dan akhirnya Sirlia meluapkan seluruh perasaannya itu dengan tangisan yang sangat keras hingga waktu yang tidak dapat dihitung lamanya. Saking besarnya rasa frustasinya itu.
Sudah hampir enam jam lamanya Sirlia menangis tanpa ada jeda sama sekali. Setiap tangisan itu terasa menyakitkan bagi tubuhnya. Seakan tangisannya itu berdarah dan terus mengalir lewat matanya. Pikirannya kacau dan tak dapat berpikir dengan jernih. Tetapi semua ini ada batasnya. Karena tubuhnya sudah tidak dapat memproduksi air mata lagi Sirlia pun perlahan tidak mengeluarkannya lagi. Dirinya sudah terlalu lelah untuk melakukan hal itu.
Belum lagi ia tidak menyadari bahwa dirinya masih berada ditempat terbuka. Beberapa ancaman monster didekatnya bisa saja membuat dirinya berakhir dalam kejadian yang tidak diinginkan. Namun apa boleh buat, lamanya tangisan tadi juga membuat tubuhnya tidak dapat bergerak sama sekali.
Tak lama datanglah seekor rusa dengan ukuran besar dari arah belakang Sirlia. Rusa itu tampak marah dan siap menerjang tubuhnya kapan saja. Sirlia belum terlalu menyadari keberadaan rusa tersebut, efek dari tubuhnya yang sudah melemah. Dan dalam hitungan detik rusa itu pun berlari dengan kecepatan maksimal menuju arah Sirlia.
"Swooossshhhh.… Tak…tak….tak…." Suara langkah kaki dari rusa besar tadi.
"Wooooohhhhhh.….…"
"Rusa.… " Ujar Sirlia yang terkejut karena baru menyadari kehadiran rusa itu.
"Sial.…kenapa ada makhluk sebesar ini…..? Apa jangan-jangan dia mengincar ku disini…..?"
"Wooooohhhhhhh.….."
"Brukkkk.….."
"Awwww.…."
Sirlia terpental cukup jauh dari tempat asalnya. Ia tidak dapat mengontrol tubuhnya dengan benar sehingga luka yang ia dapatkan sangatlah dalam. Benturan tadi menyebabkan dirinya terluka cukup parah di bagian punggungnya. Belum lagi Sirlia masih belum bisa melafalkan sihir dari mulutnya karena dampak luka tersebut. Sungguh hari yang sangat sial baginya.
"Hah.….hah….hah…." Suara nafasnya yang terengah-engah keluar dari mulutnya.
"Awww.…sakit sekali…. Bagaimana ini bisa terjadi padaku….."
"Woooohhhhh.….."
"Apa.…???!!! Makhluk itu masih mengincar ku….? Sial aku tidak bisa mengeluarkan sihir lagi….."
"Wooohhhhh.…."
"Sepertinya ini adalah akhir dari perjalananku…. Selamat tinggal semuanya…. Selamat tinggal Hadad…. Aku benar-benar mencintaimu….. Semoga kita dapat kembali bertemu di kehidupan selanjutnya….."
"Woooohhhhhh.…"
__ADS_1
"AAAAAAAAA.….…"
"Srakkkkk srakkkkk.…"
Sirlia menutup matanya agar tidak melihat kejadian buruk ini. Suara yang ia dengarkan tadi merupakan suara robekan yang sepertinya terdengar dari tubuhnya yang terkoyak oleh tanduk rusa tadi. Tapi anehnya ia tidak merasakan sakit sama sekali.
Apalagi suara raungan rusa yang sebelumnya ia takuti tadi seperti tidak terdengar jejaknya sama sekali. Bingung akan keadaannya ini Sirlia pun mencoba membuka matanya dengan perlahan. Dan ternyata rusa dihadapannya itu telah hilang dari penglihatannya. Sontak ia semakin kebingungan dengan hal yang terjadi didepan mata kepalanya sendiri.
"Lah.…kemana rusa itu…..?" Gumamnya sambil menahan sakit dipunggung nya.
"Apa jangan-jangan makhluk itu menghilang begitu saja ya…..? Ah itu tidak mungkin…. Sebab tadi aku masih hafal dengan suaranya yang begitu menyeramkan…."
"Sringgg.…."
"Suara apa itu…..?"
Tiba-tiba terdengar suatu suara aneh dari dekat Sirlia. Suara itu terdengar sangat jelas di telinganya, namun dirinya tidak dapat memastikan keberadaan dari suara aneh ini. Sirlia menoleh ke setiap arah tetapi ia tetap tidak menemukan sumber suara itu. Hingga tak sengaja tangannya menyentuh kedua telinganya.
Dan ternyata ia merasakan suatu sihir yang cukup kuat berasal dari salah satu telinganya itu. Jarinya menelusuri suatu benda aneh yang menempel pada telinganya itu. Perlahan tapi pasti Sirlia pun menyadari bahwa pada salah satu telinganya ini terdapat suatu anting berukuran kecil yang mengeluarkan suara aneh tadi.
"Kenapa telingaku dapat mengeluarkan anting seperti ini…..?" Dirinya kebingungan dengan kejadian anomali ini.
"Mungkinkah ini merupakan perhiasan yang sengaja ditempelkan padaku oleh seseorang yang tak aku sadari ya….???"
Tangannya menggapai anting itu dan segera melepaskannya agar ia dapat melihat secara jelas benda seperti apa yang telah menyelamatkannya dari maut tadi. Secara mengejutkan anting dengan kapasitas mana yang besar berada di genggamannya.
Anting itu berwarna hijau cerah layaknya dedaunan dalam pohon. Tembaga yang menempel pada anting itu menjadi penopang permata ditengahnya. Kilauan perak terpantul dari permata tersebut sampai mengeluarkan cahaya sederhana yang menyilaukan pandangan Sirlia sejenak.
Dan setelah Sirlia perhatikan anting itu secara seksama, ternyata sihir yang berasal dari anting tersebut merupakan sihir tanam yang sama persis dengan sihir Hadad yang pernah ia lihat sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa anting itu seperti sengaja menempel pada dirinya agar terlindungi dari ancaman rusa besar tadi.
"Hadad.…. Hiksss….hiksss……" Gumam Sirlia sambil menahan tangisannya.
"Ternyata kamu masih peduli padaku….. Maafkan diriku ini yang telah mengkhianati usahamu itu….."
"Aku berjanji suatu saat nanti aku akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya….. Dan dapat bertemu kembali denganmu dalam keadaan yang seharusnya….."
" Kumohon tunggulah.… hingga saat itu tiba….."
"Maho no Ugoki : Karada no Kaifuku….."
Akhirnya Sirlia mengepalkan tangannya dan mengusap sedikit air matanya. Mulutnya yang sedari tadi merengek kesakitan, kini telah berbicara kembali dalam keadaan baik. Sihir pemulihan pun dapat ia lafalkan dengan lancar tanpa keraguan. Tekadnya sudah bulat yakni ia harus bisa mencari keberadaan sosok tercintanya itu.
Berbekal pengetahuannya yang tidak terlalu banyak, Sirlia mencoba untuk dapat berusaha sekuat jiwa raganya. Demi pertemuan yang ia idamkan bukan sekedar janji palsunya dengan Sosok misterius. Dirinya sempat bergetar saat terbesit pikiran tentang Sosok misterius yang akan menghadangnya selama perjalan menuju tujuannya ini. Namun tekadnya kali ini tidak menggetarkan kobaran api semangat dalam dirinya. Sungguh masa muda yang berat namun sangatlah berharga baginya.
__ADS_1