Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Surga Duniawi


__ADS_3

..."Dunia itu bagaikan penjara bagi setiap orang yang tidak mencintainya. Maka apapun yang ia rasakan didunia, maka ia tidak akan merasa bahagia apabila berada didalamnya. Namun berbeda dengan para pecinta dunia. Yang mana apabila mereka diberikan kebahagiaan didalamnya maka sudah pasti mereka akan lebih merasakan kebahagiaan yang hakiki. Bahkan ada yang menyebutnya dengan surga duniawi. Sebab mereka menggambarkan perkara tersebut sebagai kenikmatan yang tiada duanya."


...


Suasana didalam kerajaan telah sepenuhnya menjadi tempat kebahagiaan bagi dua insan yang saling bertemu kembali. Para pekerja bahkan sampai ikut menguping kejadian yang terjadi didalam ruangan makan itu. Pihak kerajaan pun tidak kalah girangnya. Sebab mereka semua tahu bahwa sosok petualang kebanggan masyarakat ini telah menemui pria yang ia cintai. Sungguh pertemuan yang tak disangka-sangka. Kebahagiaan ini dapat menyebar di istana kerajaan dan tak lama menjadi gosip yang paling trendi dikalangan pelayan kerajaan.


"Apa kalian dengar bahwa Nona Sora akan dinkahkan dengan pria gagah yang baru ditemuinya disini….?" Ucap salah satu pelayan kerajaan.


"Benarkah.….? Tapi bukankah mereka pernah bertemu sebelumnya ya….?" Timpal salah satu pelayan.


"Entahlah, aku juga kurang mengetahuinya. Namun bagaimanapun keadaannya aku harap mereka bisa langgeng sampai pelaminan."


"Iya aku juga berpikir demikian…."


"Coba kalau kita bisa seperti itu ya….."


"Iya nih.…. Aku juga lumayan iri dengan keduanya…. Sebab mereka bisa bertemu kembali setelah waktu yang lama….."


"Iya ya.….…Kapan lagi bisa menikah dengan sosok yang selalu kamu temui setiap harinya…."


"Hahahaha.… kau benar …."


Sejenak setelah pernyataan Hadad tersebut suasana didalam ruang makan menjadi agak hening. Mungkin mereka belum terbiasa dengan percakapan seperti ini, karena setiap harinya mereka hanya mengobrol akan pendapatan atau pengeluaran kerajaan. Sehingga mereka merasa asing dengan cerita keseharian seseorang.


"Mohon maaf sebelumnya, diriku sempat bertanya-tanya bahwa sebenarnya apa yang membuat dirimu bersedia menemui Nona Sora disini…..?" Tanya Raja.


"Sebenarnya kami berdua telah lama kenal Yang Mulia, namun untuk beberapa alasan kami sudah lama tidak bertemu kembali." Ujar Hadad.


"Sehingga aku merasa bahwa ini adalah sebuah takdir yang telah tuhan berikan kepadaku. Mohon maafkan apabila aku telah lancang berbicara seperti ini secara langsung kepadamu Yang Mulia."


"Tidak apa, aku juga lumayan terkejut dengan kehadiranmu disini. Sebab kami belum pernah bertemu dengan seseorang yang mempunyai niat seperti ini. Karena rerata orang-orang yang pernah aku temui seakan segan berbicara hal yang sesantai ini."


"Aku juga sebenarnya merasa malu untuk berbicara seperti ini, namun keberanianku sudah membimbingku kearah kerajaan ini. Sehingga aku tidak bisa mengurungkan niatku ini."


"Hmmmmm begitu ya. Kalau begitu aku ingin mendengar terlebih dahulu pendapat dari Nona Sora sendiri…"

__ADS_1


"Bbbaik Yang Mulia….." Jawab Sora dengan suara yang agak gemetaran.


"Aku berterima kasih atas setiap kebaikan yang telah pihak kerajaan berikan untukku. Menurut pendapatku, kedatangan Tuan Hadad disini merupakan suatu kejutan yang tidak disangka-sangka. Karena ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. Aku berharap Yang Mulia dapat menyetujui perkataan yang telah ia sampaikan."


"Begitu ya. Baik jika memang itu keputusanmu maka aku tidak akan memaksamu untuk tinggal disini lebih lama. Aku berharap kalian berdua dapat menemukan kebahagiaan yang akan kalian cari itu."


"Terima kasih banyak Yang Mulia."


Sontak semua anggota kerajaan pun menyambut kebahagiaan yang telah mereka lihat ini. Semua pelayan juga bersorak sorai serta memberikan ucapan selamat kepada Sora dan Hadad. Segera Raja memerintahkan para pelayan dan juru masak agar mempersiapkan jamuan spesial dengan hidangan kerajaan bagi keduanya. Tak lupa acara ini juga akan dimeriahkan dengan beberapa sosok berjasa dikerajaan. Keduanya pun diberikan waktu untuk beristirahat dahulu sebelum waktu perayaan itu tiba, yakni disaat jam makan malam kerajaan. Akhirnya Sora dan Hadad meminta izin untuk kembali ke ruangan istirahat mereka.


Di lorong kerajaan tempat mereka berjalan telah menjadi tempat yang sedang didekor oleh para pelayan kerajaan. Setiap sudutnya dihiasi dengan kain berwarna putih dan merah yang mana setiap kainnya akan dibentangkan diseluruh lorong kerajaan. Belum lagi semua orang yang mereka temui disaat hendak menuju kamar mengucapkan selamat dan turut bahagia dengan keduanya. Sora tersenyum akan keadaan disekitarnya itu. Dan tak lama keduanya pun sampai didepan pintu kamar mereka.


"Sora.…. Apakah kamu luang hari ini….?" Tanya Hadad.


"Iiya.… aku cukup luang saat ini." Jawab Sora.


"Memangnya ada apa Hadad…..?"


"Sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu terlebih dahulu denganmu…."


"Iya benar sekali, bahkan lebih penting daripada perayaan malam ini."


"Benarkah.…..?(Percakapan apa yang membuat Hadad serius seperti ini ya….?)"


"Iya aku tidaklah bohong. Oleh karena itu apakah kamu berkenan untuk berbicara denganku sebentar….?"


"Baiklah.…"


Mendadak Hadad pun menggenggam tangan Sora dan mulai menariknya kearah belakang kerajaan. Sora terkejut dengan sikap Hadad yang tiba-tiba berubah ini. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan merasa malu disaat seperti ini. Tak lama keduanya pun sampai ditaman belakang kerajaan.


"Jadi hal apa yang ingin kamu bicarakan denganku….?" Tanya Sora.


"Begini Sora sebenarnya kedatanganku disini bukanlah untuk merayakan pesta seperti ini." Ujar Hadad


"Tetapi aku kesini datang menjemputmu, karena aku khawatir dengan keadaanmu disini."

__ADS_1


"Aa...aku baik-baik saja kok."


"Benarkah.….? Kamu tidak diapa-apakan oleh pihak kerajaan kan…?"


"Tidak.… mereka menerimaku bukan sebagai orang asing, melainkan menerimaku sebagai bagian dari keluarga kerajaan."


"Begitu ya, aku tidak menyangka mereka akan bersikap baik kepadamu."


"Apakah kamu merasa ada yang aneh dengan sikap mereka itu…?"


"Iya, firasatku merasakan bahwa ada sosok aneh yang berada dibalik layar kerajaan ini."


"Sosok aneh.…? (Jangan-jangan Hadad juga tau dengan sosok misterius yang berada disini sebelumnya ya…)"


"Iya sosok itu sangatlah aneh. Karena konon katanya sosok tersebut telah mensabotase kerajaan ini sebelum kedatanganku kesini. Bahkan aku mendengar rumor dari masyarakat setempat bahwa sosok aneh itu selalu berada dibalik bayangan kerajaan saat ini."


"Tetapi buktinya aku belum bertemu dengan sosok tersebut sampai saat ini….? (Aku tidak bisa mengungkapkan kepada Hadad bahwa sebenarnya aku telah bertarung melawan sosok tersebut.)"


"Kemana ya sosok aneh itu berada….? Aku selalu merasakan kejanggalan dikala berada dikerajaan ini, mulai dari radius 1 Km sebelumnya."


"Entahlah.…. Semoga saja sosok itu tidak membahayakan anggota kerajaan disini."


"Iya kau benar, mau bagaimanapun aku menduganya tidak akan menjadikan sosok itu terlihat buruk dihadapan orang lain. Sebab aku juga belum bertemu denganya."


"Apakah sosok itu sangatlah berbahaya….?"


"Berbahaya.…? Tidak Sora, ia tidak bisa didefinisikan dengan kata berbahaya saja. Karena ia sudah aku cap sebagai bencana."


"Waduh ternyata ia lebih menyeramkan daripada yang aku kira….. (Tapi benar juga sih perkataan Hadad ini, sebab sosok itu telah menguasai beberapa sihir terlarang yang bahkan belum pernah dikuasai oleh para penyihir sebelumnya.)"


"Begitulah kenyataanya. Tetapi aku sangatlah bersyukur kamu tidak bertemu dengannya, sebab aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu nanti bila bertemu dengan sosok aneh itu."


"Iya aku juga merasakan hal yang demikian. Syukurlah kamu datang kesini disaat yang tepat Hadad."


Perlahan Hadad pun mengulurkan tangannya kebelakang punggung Sora. Ia merangkul Sora dengan penuh kasih sayang. Sora pun merasakan kenyamanan bersandar yang tiada tara dari rangkulan Hadad tersebut. Sebab ia merasa bahwa hanya satu sosok lelaki saja yang dapat ia percayai sekarang yakni Hadad seorang. Keduanya pun mulai bercerita akan kehidupan yang telah mereka lalui setelah perpisahan mereka dimasa lalu. Hingga waktu perayaan pun sebentar lagi tiba.

__ADS_1


__ADS_2