Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Penguasa Lautan


__ADS_3

..."Laut merupakan tempat yang sangatlah luas keberadaannya. Tercatat bahwa lautan memiliki teritori sebesar 70%. Lebih besar daripada daratan yang ada dimuka bumi ini. Sehingga banyak orang berspekulasi bahwa lautan merupakan tempat yang penuh akan misteri. Sampai detik ini pun Manusia belum bisa menyelam lebih dalam di laut. Karena banyaknya tekanan air yang mentebabkan sulitnya untuk bernapas. Ditambah penerangan yang semakin menipis kala berada didasar laut. Jadi hingga sekarang laut masih banyak menyimpan rahasia yang belum terungkap kebenarannya. Mungkin manusia bisa saja meneliti atau mengeksplor kedalaman laut di masa depan saat teknologi telah maju sepenuhnya. Akan tetapi semua kiat-kiat penelusuran tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama."


...


Sejak Hadad bertemu dengan Ratu Laut bernama Samaki ini, Hadad tidak bisa mengelak semua perintah yang terlontar darinya. Sebab dirinya berpikir bahwa jika Hadad memberontak atau melawan sosok ini di wilayah kekuasaannya, maka ia akan pulang hanya membawa secarik kertas nama saja. Serta hanya menjadi dongeng yang bakal turun temurun dibaca dan didengarkan kisahnya. Sehingga Hadad putuskan untuk mengikuti alur dari perintah yang Ratu berikan padanya. Dan keduanya pun berangkat menuju kerajaan laut yang disebutkan oleh ratu sebelumnya.


"Mohon maaf Yang mulia……" Ujar Hadad.


"Kemanakah kita akan pergi….?"


"Kita akan pergi ke tempat yang sangat dalam di dasar laut….." Jawab Ratu Samaki.


"Tempat dimana kerajaan dan penduduk laut berkumpul disana…."


"Tetapi bagaimana aku bisa ikut kesana….? Aku kan bukan seorang penghuni lautan….."


"Kau tidak perlu khawatir. Sihirku dapat membuatmu tahan akan tekanan air disana….."


"Benarkah.…? Terima kasih banyak Yang mulia…."


"Maho no Ugoki : Umi no Barriar….."


"Zlingg.…."


"Whoaaaa.….…


Gumpalan air yang cukup besar mulai membentuk bulatan yang menutupi Hadad. Gumpalan itu terlihat seperti bola besar seukuran manusia. Hebatnya Hadad masih bisa bernapas didalam gumpalan air tersebut. Pantas saja Ratu laut sangatlah tenang, sebab ia dapat membuat sihir yang tidak pernah Hadad lihat sebelumnya. Perjalanan menuju kerajaan laut pun dimulai.


Lautan yang luas terlihat jelas. Sejauh mata memandang di setiap sudut pulau hanya dapat ditemui air laut dimana-mana. Dua insan yang sedang berdiskusi sedang bersiap untuk pergi menuju dasar lautan. Pintu menuju dasar lautan ini berbentuk layaknya pintu rumah biasa. Bedanya pintu ini menempel dibawah pasir dan menghadap ke langit. Melihat pintu aneh itu Hadad mulai meragukan bentuk kerajaan yang disebutkan oleh Ratu laut sebelumnya. Namun keraguan itu hilang sekejap disaat Ratu laut selesai melafalkan mantra sihir pada pintu itu sambil membuka pintunya perlahan.


"Maho no Ugoki : Aita Kaimon……"


"Whoaaaaa.….….…"

__ADS_1


"Nah sekarang siapkan persediaanmu… kita akan menuju tempat yang sangat mengagumkan……"


"Baik Yang mulia….. (Padahal aku kesini enggak bawa apa-apa….)"


Langkah kaki yang mantap mulai ditunjukkan keduanya. Secara perlahan tapi pasti mereka mulai beranjak menuju tempat luas dibalik pintu sederhana itu. Diawali dengan masuknya Sang Ratu dengan cara melayang. Diikuti oleh Hadad yang masuk dengan berjongkok kearah pintu. Lalu disaat Hadad mulai memasuki pintu tersebut, ia merasakan hawa dingin yang semerbak muncul kearahnya. Berbeda dengan hawa panas pantai yang sebelumnya ia rasakan, hawa dingin ini lebih terasa sejuk dan menenangkan jiwa. Warna biru menjadi warna dasar dari setiap fondasi didalam kerajaan itu. Ikan, tanaman laut, batu karang, dan sejenisnya menjadi daya tarik yang disuguhkan khusus disini. Sekilas Hadad melihat beberapa manusia ikan yang berenang menuju ke arahnya. Nampaknya mereka menyambut kedatangan Sang Ratu yang sangat mereka hormati. Jalan penghubung antara pintu daratan menuju kerajaan laut mulai dipenuhi oleh beberapa makhluk laut. Semua jenis ikan tampak hadir disini. Karena Hadad melihat hampir ribuan spesies yang berbeda. Hebatnya Sang Ratu laut dapat membedakan semua nama dan jenis para makhluk laut itu. Hadad merasa kagum dengan kehebatan Ratu itu, dan mulai berpikir bahwa Ratu laut ini memang layak dipanggil sebagai penguasa laut yang paling diidam-idamkan masyarakat laut.


"Selamat datang Yang mulia……" Ucap salah satu penjaga gerbang istana.


"Terima kasih.….. Semuanya….." Jawab Ratu Samaki sambil melambaikan tangannya.


"Yang Mulia Banzai……." Teriak beberapa masyarakat sekitar gerbang.


"Mohon maaf menyela Yang mulia…." Ujar salah satu penjaga.


"Ada apa gerangan wahai penjaga…..?"


"Siapakah sosok lelaki disebelahmu itu….? Kami belum pernah melihatnya sama sekali….."


"Benar Yang mulia……" Sahut para warga penasaran.


"Tenanglah wahai para pendudukku……. Keberadaan lelaki ini tidak akan menjadi ancaman bagi kita semua. Aku bisa menjamin ini. Karena aku sendiri yang telah memastikannya."


"Akan tetapi Yang mulia, apa tujuan lelaki itu datang ke tempat ini….? Apa mungkin dia ini seorang mata-mata Raja Iblis ya…..?"


"Itu benar Yang mulia…. Jangan terlalu percaya padanya."


"(Nampaknya mereka masih meragukan ucapan Ratu…… Sial bagaimana ini….?)"


"Tidak.… kau salah…… Dia merupakan seorang penjelajah yang tersesat tepat di pulau diatas kerajaan kita….. Sihir teleportasi yang dibuat oleh sosok misterius telah membuatnya terdampar disini…."


"Apa.…????? Bagaimana bisa Yang mulia……?"


"Aku juga belum terlalu tahu bagaimana, yang jelas dia adalah seorang tamu bagi kita bukan seorang musuh."

__ADS_1


"Baiklah Yang mulia…. Akan kami bukakan gerbang ini untukmu….."


"Hidup Yang mulia……."


"(Syukurlah aku tidak ketahuan…. Terima kasih banyak Yang mulia….."


"Kalau begitu silahka masuk kedalam Hadad….."


"Baik Yang mulia….."


Setelah beragam percekcokan antara para penduduk tadi, akhirnya Hadad dapat memasuki gerbang kerajaan ini dengan selamat. Semua penduduk yang berada didepan gerbang tadi pun menyambut kedatangan Hadad dan Ratu Samaki. Perubahan emosi mereka sangatlah signifikan, karena sebelumnya mereka terlihat menyeramkan saat melihat wajahnya. Gerbang dibuka dengan perlahan-lahan, cahaya keemasan terpancar dari istana besar yang berada tepat didepan gerbang besar ini. Dan ternyata istana tersebut merupakan istana mewah yang biasa digunakan oleh Sang Ratu. Bangunannya sangat kokoh dan besar. Dengan tinggi sekitar puluhan meter. Menjadikan istana tersebut sebagai istana terbesar disini. Dipadukan dengan beberapa permata khas laut yang dibuat dari permata seekor kerang besar. Intan, Kalimaya, Zabarjud, Emas, dan Silver. Sama-sama menghiasi bentuk dari istana. Tak terasa Hadad sudah hampir berada didepan gerbang pintu istana.


"Yang mulia.… bolehkah aku bertanya satu hal…. ?" Tanya Hadad.


"Silahkan saja.… Kau bebas untuk bertanya apapun…." Jawab Ratu Samaki.


"Apa nama dari kerajaan ini….? Aku belum mengetahuinya sampai sekarang….."


"Kerajaan ini bernama Umi no Kin."


"Umi no Kin…… Lalu kenapa kerajaan ini berada ditengah lautan lepas…..?"


"Itu karena kerajaan ini sebelumnya bersahabat dengan kerajaan yang berada di dekat daratan jauh di utara. Akan tetapi pendahuluku memutuskan untuk memisahkan diri serta memutus hubungan Bilateral dan Multiteral dengan beberapa kerajaan lain."


"Mengapa ia melakukan hal yang demikian….? Apakah ada masalah diantara kerajaan ini dengannya….?"


"Iya kau benar…. Dahulu kala ada seorang manusia yang ikut hadir dalam konferensi agung kerajaan. Konferensi itu dihadiri oleh beberapa bangsawan kelas atas yang berpengaruh besar atas acara tersebut. Ia datang entah darimana dan entah dengan siapa….. Yang jelas manusia itu merusak beberapa benda didalam kerajaan. Dan lebih parahnya lagi ia melayangkan beberapa sihir yang mengenai hampir ratusan penduduk sipil yang tidak bersalah. Beruntungnya pendahuluku saat itu dapat mengalahkannya dengan bantuan relik kerajaan yang tersimpan didalam tempat rahasia kerajaan."


"Lalu apa yang terjadi dengan para bangsawan yang lain….?"


"Mereka juga menjadi korban tembak sihir disana…. Para penjaga kewalahan menghdapi musuh sekuat manusia itu. Sehingga korban dari kejadian itu tidak bisa dihitung banyaknya."


"Begitu ya.… Maafkan aku Yang mulia, apabila bertanya suatu hal yang tidak perlu…."

__ADS_1


"Tidak apa-apa…. Yang penting kerajaan ini dapat bertahan hingga saat ini."


Sejenak Ratu Samaki mengeluarkan beberapa tetesan air mata setelah menceritakan kisah kerajaan di masa lalu. Ini menandakan bahwa dirinya sangatlah terpukul dengan kejadian tersebut. Hadad mencoba untuk menghiburnya agar tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Akan tetapi jauh dilubuk hati Hadad yang terdalam, ia merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Karena apabila identitasnya terungkap maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa nyawanya berada diambang kematian. Sehingga Hadad pun mencoba untuk sangat berhati-hati dalam bertindak dan berbicara khususnya dengan Ratu Samaki. Agar ia dapat selamat hingga dapat kembali ke tempat asalnya.


__ADS_2