Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Perasaan Bimbang


__ADS_3

..."Suatu keraguan yang terjadi akibat ketidakpastian akan sesuatu merupakan perasaan bimbang. Hal ini dikarenakan perasaan ini muncul setelah adanya konflik batin seseorang. Ia tidak bisa memutuskan apakah harus mengambil yang a atau yang b, sebab ia juga tidak tahu apakah hasil dari pilihannya itu tepat atau tidak. Sehingga perasaan ini datang dan sulit untuk diatasi. Kecuali orang yang merasakan perasaan tersebut masih bisa berpikir jernih akan hal disekitarnya. Maka ia dapat mengambil keputusan yang lebih matang."


...


Bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. Itulah gambaran perasaan yang sedang bergejolak didalam hatinya Sora. Ia masih tidak mengerti bagaimana caranya agar dapat keluar dari situasi yang menegangkan ini. Sebab hal yang terpikirkan olehnya berupa kemungkinan untuk dapat menyelamatkan sahabatnya yang berharga atau insiden yang nampaknya akan menjadi akhir dari hidupnya. Sungguh dua pilihan yang sulit. Sora mencoba menelaah kembali dan mulai memfilterisasi otaknya dengan berjalan kekiri dan kekanan. Akan tetapi bukannya nmendapat suatu ide cemerlang dirinya malah terlihat semakin kebingungan. Sontak wajahnya terlihat tidak karuan. Sebab perasaan yang rumit ini. Hingga akhirnya Sora memutuskan untuk melihat kembali air danau didepannya.


"Bagaimana caranya ya…..?" Gumam Sora.


"Jikalau aku menyebrangi sungai ini secara langsung, aku mungkin akan menjadi santapan enak bagi monster air itu."


"Tetapi apabila aku tidak menyebrang, bisa-bisa Hadad malah jadi target mudah bagi monster mengerikan diseberang sana."


"Gimana ya.….…"


Setelah hampir belasan menit lamanya Sora memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan sahabatnya itu, tiba-tiba ia melihat suatu tanaman layaknya eceng gondok yang terapung didekatnya. Tanaman tersebut cukup lebar dengan diameter hampir mendekati 5-7 meter. Ia berpikir bahwa bisa saja dirinya menaiki tanaman mengapung itu agar sampai diseberang danau. Tetapi sebelum ia melakukan hal nekatnya itu, Sora melempar sebuah batu kearah tanaman itu berada. Ia sengaja melemparnya agar dapat mengetahui seberapa kuat daya tahan tanaman itu.


"Pluk.….."


"Wah ternyata kuat juga ya….."


Secercah ide akhirnya keluar dari kepalanya setelah mencoba penelitian singkatnya itu. Ia dapat memastikan bahwa tanaman itu cukup kuat untuk menopangnya ke arah yang akan ia tuju. Namun ada salah satu faktor yang membuat dirinya kembali untuk berdiam sejenak. Yakni tanaman eceng gondok yang sebelumnya ia lempar dengan batu tadi, perlahan demi perlahan tenggelam kedasar danau. Dan tragisnya tanaman itu langsung dilahap mentah-mentah oleh monster ikan yang ia lihat dibawah danau.

__ADS_1


"Waduh.….…gawat ini…..!!!"


"Kalau aku tidak segera mengambil tindakan yang matang, bisa-bisa malah aku lagi yang dilahap monster itu."


Setelah kejadian itu, Sora memutuskan untuk mencari beberapa batu untuk ia simpan sebelum dirinya menyebrangi danau. Sora sengaja membawa batu yang cukup banyak agar dirinya dapat mengelabui monster ikan itu. Karena ia melihat didanau tersebut hanya terdapat tiga tanaman eceng gondok. Sehingga ia harus lebih waspada dan berhati-hati untuk menapakkan langkahnya nanti. Dan setelah dirinya siap untuk menyebrang, Sora segera melempar batu pertama kearah yang jauh. Batu itu terlempar kesebelah kanan danau dengan radius 10 meter. Insting bertahan hidup yang kuat menjadikan otak Sora lebih encer untuk memikirkan sesuatu sebelum ia bertindak. Batu yang ia lempari sengaja ia sisipkan suatu sihir angin agar arahnya bisa lebih jauh dari biasanya. Ternyata teorinya bisa ia praktekkan langsung. Monster ikan yang melihat suatu benda yang jatuh ke danau itu segera menyergap kearah batu yang sebelumnya telah Sora lempar. Nampaknya percobaan pertamanya tidaklah sia-sia.


"Fiuh.…. Itu hampir saja ….."


"Baiklah, waktunya percobaan kedua…."


"Maho no ugoki : Kaze no Arrow…."


Di lemparan batu keduanya itu, Sora sengaja melempar kearah yang sama namun dengan kekuatan sihir yang lebih kuat dari sebelumnya. Agar ia tidak merasakan kepanikan yang datang secara tiba-tiba apabila jarak antara dirinya dengan monster ikan itu. Monster ikan tadi kembali menggerakkan sirip dan ekornya menuju arah lemparan batu kedua milik Sora. Dengan ini Sora tinggal melompat kearah tanaman eceng gondok yang terakhir. Namun naas, ternyata tanaman eceng gondok yang ia pijaki ini bukanlah tanaman biasa seperti tanaman sebelumnya. Tanaman yang ketiga ini tidak lain merupakan sebuah monster air yang sedang berkamuflase. Ini terlihat setelah Sora menginjakkan kakinya diatas tanaman itu dengan perlahan. Akan tetapi tanaman itu bereaksi dengan mengeluarkan akar-akarnya yang merambat. Perlahan demi perlahan akar-akar tanaman air itu mulai mencengkram setiap bagian tubuhnya Sora. Mulai dari kedua kakinya hingga kedua tangannya. Sehingga ia tidak dapat bergerak dengan bebas.


"Maho no ugoki : Kaze no Slicer….."


"Srakkk.….. Srakkk……"


Berkat mulutnya ynag tidak tertutup, Sora dapat merapalkan sihir anginnya. Serta segera keluar dari situasi yang menegangkan. Tapi apalah daya suara yang tercipta dari sihirnya itu terdengar oleh monster ikan. Sehingga monster itu segera membalikkan badannya dan berenang dengan kecepatan tinggi menuju Sora. Jarak antara Sora dengan monster itu sekitar belasan meter saja. Dan jarak diantara Sora dan ujung danau sekitar 3-4 meter. Ini menunjukkan bahwasanya Sora masih mendapatkan peluang untuk lolos dari monster mengerikan itu. Sora mencoba untuk mengayunkan kaki dan tangannya untuk berenang menuju tepi danau dengan kecepatan yang ia bisa lakukan. Ini bagaikan pertaruhan nyawa baginya. Sebab apabila ia telat beberapa detik saja, maka bisa dipastikan nyawanya akan melayang saat itu juga. Baru saja lima detik semenjak Sora keluar dari cengkraman tanaman air, Monster ikan tadi sudah hampir berada didekatnya. Sebegitu cepatnya serta handalnya predator air ini untuk memangsa makhluk disekitarnya. Jarak Sora dengan tepi danau tinggal satu beberapa sentimeter saja. Tetapi Sora tidak ingin mengambil resiko. Hingga akhirnya ia mencoba melemparkan semua batu yang tersisa padanya.


"Maho no ugoki : Kaze no Beam……"

__ADS_1


"Sprung.…...sprung….."


Semua batu itu ia tembakkan kearah monster ikan tadi. Berharap agar salah satu batunya dapat mengenainya. Akan tetapi manuver lincah dari monster itu, membuat monster itu dapat menghindari semua lemparan batu tadi. Sontak Sora semakin panik setelah melihat kejadian itu. Pergerakan tubuhnya jadi tidak karuan karena dalam pikirannya saat ini Sora hanya mengaharapkan agar dirinya selamat apapun resikonya. Beruntung Sora dapat menggapai tepian danau didepan matanya. Lalu dirinya segera mengangkat tubuhnya setelah cengkraman tangannya di tepi danau itu. Ia keluar dari danau tersebut persis setelah monster ikan tadi berada tepat dibawahnya.


"Huh.….huh….huh….."


"Syukurlah.….. Akhirnya….. aku dapat keluar dari situasi ini……."


Sora mencoba untuk mengatur nafasnya yang tidak karuan setelah berenang dari kematian. Cukup sulit baginya untuk membayangkan hal yang positif setelah mendapatkan dirinya masih bisa selamat dari kejadian tadi. Dirinya hanya memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi apabila ia telat persekian detik lamanya. Entah apa nasib yang akan ia temui nanti. Disisi lain Sora sudah berada dekat jasad Hadad yang sebelumnya ia lihat di tepi danau. Akan tetapi, disaat Sora baru saja melihat tubuh Hadad yang tergeletak itu, Sora merasakan suatu kejanggalan didekatnya. Dirinya yang sempat merasa tenang pun kembali merasa panik tidak karuan. Dan benar saja, disaat Sora menoleh kebelakang. Ternyata monster ikan yang sebelumnya ia lihat didasar permukaan air tadi berada tepat membuntutinya. Ia tidak menyangka akan kemunculan monster ikan itu. Yang mana monster itu dapat bergerak normal didaerah permukaan tanah. Padahal ia sudah berasumsi bahwa monster air tidaklah mungkin bernafas atau hidup di alam yang berbeda. Dan ternyata ia salah. Kakinya yang sudah mulai melemas mebuat badanya tidak dapat menopang beban tubuhnya lagi. Ia hanya bisa pasrah akan keadaan disekitarnya ini.


"Sepertinya ini adalah akhir dari cerita hidupku….."


"Teman-teman, maafkan aku apabila hidupku ini masih banyak kekhilafan dan kesalahan….."


"Semoga kita bisa bertemu lagi nanti, di dunia selanjutnya….."


"Maho no ugoki : Kaze no Tate….."


Sihir yang bisa ia lontarkan berupa perisai angin yang tidak sekuat biasanya. Sebab mananya telah terkuras banyak setelah menyebrangi danau. Pertaruhan antara hidup dan matinya pun dimulai. Monster ikan tadi melancarkan serangannya dengan cepat. Serangan yang sangat membabi buta. Layaknya luapan kemarahan dan kesenangan akan predator yang mendapatkan mangsanya setelah melewati berbagai rintangan. Perisai yang Sora buat terus dicabik-cabik hingga sedikit demi sedikit perisai itu mulai menghilang. Dan diakhir cabikannya itu monster ikan tadi membuka mulutnya lebar-lebar. Tanda ia sudah siap menyantap buruan didepannya.


"Selamat tinggal teman-temanku….."

__ADS_1


"Zrashhhhh.….…."


__ADS_2