
...
"Setiap reruntuhan dalam suatu bangunan pasti terdapat artefak dan relik didalamnya. Ini menjadi hal yang umum dikalangan manusia dengan perkembangannya mengikuti revolusi zaman yang ada. Semuanya sengaja dimasukkan dalam bangunan agar memperindah serta mempercantik bagian dalam bangunan. Walaupun harga dari setiap artefak itu dapat dihargai dengan harga yang mahal bahkan dapat dijadikan barang berharga. Hanya saja banyak pihak tidak betanggung jawab yang seringkali mencuri artefak berharga dan menjualnya lewat pasar gelap. Sehingga beberapa keamanan sengaja dibuatkan kedalam artefak agar kemurniannya terjaga serta kestabilannya."
...
Tak terasa waktu sudah sampai di malam hari. Hadad telah selesai membereskan semua peralatan dan perlengkapan yang sebelumnya ia bawa. Beruntungnya ia sudah membuat tenda yang cukup luas sehingga ia tidak perlu memikirkan lebihnya muatan barang. Mulai dari pakaian yang dibawa, peralatan mandi, peralatan makan, peralatan sihir, dan barang-barang khusus yang mereka bawa. Dan diantara barang tersebut ada salah satu barang yang tidak ia kenali. Barang tersebut berbentuk seperti batu sihir yang pernah ia temui sebelumnya. Akan tetapi batu ini lebih terlihat elegan dengan balutan warna ungu tua. Batu itu berbentuk prisma segilima dan agak berkilauan. Sungguh benda terindah yang pernah ia lihat selama disini. Anehnya batu itu tidak bereaksi pada sihir yang telah ia keluarkan. Berbeda dengan batu sihir yang sebelumnya ia gunakan batu ini lebih seperti perhiasan kerajaan. Mungkin batu ini juga bernilai cukup tinggi dipasaran.
"Siapa ya yang membawa batu aneh ini….?" Ujar Hadad.
"Padahal tadi pagi aku sudah mengecek setiap barang yang ada, tetapi kenapa masih ada barang aneh seperti ini ya?"
"Apa jangan-jangan ini batu sihir yang sebelumnya jatuh dari monster berbahaya tadi ya?"
"Ah sudahlah, untuk sementara aku rasa lebih baik menyimpan batu ini terlebih dahulu."
Namun tak lama setelah Hadad menyentuh batu itu, tiba-tiba saja batu tersebut mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Bahkan cahaya itu hampir menyinari seluruh tempat didalam tenda. Sontak Sora dan Eraseru pun bergegas menuju Hadad untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Cahaya apa itu Hadad…..?" Tanya Eraseru.
"Hadad apakah kamu tidak apa-apa…?" Tanya Sora
"Iii.…iya… Aku baik-baik saja…." Jawab Hadad.
"Sebenarnya aku menemukan batu ini didalam salah satu kantung kita…. Tapi aku belum mengetahui batu apa itu sebenarnya…"
"Benarkah.….? Tetapi bukankah kita hanya membawa beberapa batu sihir saja ya…..?"
"Iya deh.… Aku juga tidak ingat pernah menyimpan batu aneh seperti ini."
"Berarti ini batu ar…….."
Belum juga mereka mengobrol mengenai misteri cahaya ini, tiba-tiba saja batu tadi membentuk suatu portal tepat menutupi pintu tenda mereka. Ditambah portal tersebut seakan menunjukkan sesuatu pada mereka.
"Kok bisa sih ada portal disini….?"
"Portal.….? Apaan tuh?"
"Portal.…? Benda macam apa itu….?"
"Lahhh kalian tidak tahu portal ya….? (Bukannya didunia ini portal itu menjadi hal yang lumrah ya)"
"Beneran aku enggak tau loh… Ada benda yang disebut portal…… Bahkan baru tahu sekarang."
__ADS_1
"Bagaimana denganmu Sora, Apakah kamu tahu tentang portal ini….?"
"Entahlah, aku juga baru melihatnya sekarang malahan."
"Emang portal itu apa Hadad….?"
"Portal adalah pintu yang menyambungkan dua tempat yang berbeda. Dimana dimensi antara kedua tempat tersebut dapat dicapai dengan perantara portal ini. Sehingga portal itu seringkali digunakan untuk bepergian jauh dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya."
"Oh begitu ya…. Ternyata ada benda seperti itu ya…."
"Berarti portal yang ada dihadapan kita ini menyambung dengan lokasi lain ya….? Tetapi kemana portal ini tersambung…..?"
"Iya benar kata Eraseru, enggak mungkin kan portal ini muncul secara tiba-tiba."
"Tepat sekali, maka dari itu aku rasa kita harus lebih berhati-hati sebelum memasukinya. Usahakan agar kalian tidak melakukan gerakan secara tiba-tiba sebab bisa saja portal ini perangkap."
"Aye-aye kapten."
"Iya deh iya….."
Akhirnya ketiganya memutuskan untuk memasuki portal tersebut. Perlahan tapi pasti mereka pun mulai melangkahkan kaki menuju portal itu. Awalnya mereka melangkah dalam keadaan bergetar. Namun akhirnya rasa penasaran mereka pun terbayarkan. Didalam portal yang mereka masuki itu ternyata bersambung dengan tempat yang tidak asing bagi Hadad. Yang ternyata tempat itu merupakan desa para WereWolf atau tempat tinggalnya sahabat Hadad yang bernama Arkhan Mor.
"Kok bisa kita berada disini…..?" Ucap Hadad keheranan.
"Emang kenapa Hadad….?" Tanya Eraseru.
"I...iya pernah…"
"Memangnya ini tempat apa ya..?"
"Tapi kenapa disini banyak puing-puing reruntuhan rumah ya…? Apa mungkin disini sebelumnya pernah terjadi gempa…?"
"Sepertinya ini bukan disebabkan oleh bencana alam itu."
"Lalu kenapa desa ini seakan dilulu lantahkan oleh bencana…?"
"Iya, kenapa desa ini terlihat seperti telah dilanda bencana…?"
"Sebenarnya ini disebabkan oleh……."
"Kak Hadad.….." Teriak seorang gadis dari arah kanan mereka.
"Siapa dia.…?"
__ADS_1
Dikala ketiga orang ini kebingungan, tiba-tiba saja datang seorang gadis yang mendekati mereka. Ia terlihat memakai pakaian yang sederhana dengan balutan baju khas pedesaan. Baju lengan pendek menyatu dengan rok yang agak besar. Belum lagi ia menggunakan ikatan rambut dibelakangnya dengan gaya Ponytail sehingga leher dan telinganya pun terlihat sangat jelas diberbagai sisi. Sepatu yang ia gunakan merupakan sepatu buasa dengan balutan kaus kaki yang menutupi dari jari kaki hingga atas lututnya. Ia berjalan agak cepat mengarah ke dekat Hadad dan teman-temannya. Kemudian gadis itu pun kembali menyapa Hadad.
"Kak Hadad.…." Ujar gadis itu.
"Kakak kemana saja sih….. Kok baru keliatan sekarang…? Kak Arkhan sama Kak Hikari masih cemas sama kakak tau."
"Benarkah.…?" Tanya Hadad dengan nada yang agak gemetar.
"Maaf ya aku udah bikin kalian cemas……"
"Iya deh iya….. Aku maafin kok. Tetapi sebelum itu aku mau tanya nih….. Kakak kesini sama siapa….? Kok bisa datang kesini dengan dua wanita cantik ini…..? Apa jangan-jangan kakak selingkuh ya sama Kak Hikari biar bisa bermesraan sama mereka….?!"
"Eng.…Eng…Enggak kok…. Mereka cuman teman yang bertualang bersama kakak."
"Yang bener.… Kakak bilang mereka temen… tapi kenapa muka kakak memerah sih…..?"
"I...iya bener….. Suer deh…."
"Aduh maaf ya, aku agak menyela pembicaraan kalian." Ujar Sora.
"Sebenarnya kami ini teman Hadad yang telah bertualang bersamanya hingga saat ini. Perkenalkan namaku Sora dan wanita disebelahku ini bernama Eraseru salam kenal ya."
"Iya kak salam kenal juga. Perkenalkan namaku Layyin Siel… Tetapi kenapa aku baru tahu ya kalau Kak Hadad punya teman seumurannya….? Padahal Kak Hadad udah tinggal disini cukup lama, tetapi jarang keluar rumah biasanya."
"Itu mungkin disebabkan oleh Hadad yang sering keluyuran tanpa pamit terlebih dahulu." Sela Eraseru.
"Lahhh kok gitu sih….?"
"Eh iya bener. Kok kakak bisa tau kalau Kak Hadad sering keluyuran tanpa pamit dulu….?"
"Entahlah.…. Itu Cuma tebakanku saja sih hehe…."
"Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana keadaan desa saat ini Layyin…?"
"Desa saat ini cukup aman kok Kak. Semua penduduk disini sudah bergotong-royong untuk merenovasi ulang desa."
"Memangnya desa ini sebelumnya kenapa….? Apakah pernah terjadi bencana disini….?"
"Iya nih aku juga penasaran….. Sebenarnya apa yang telah terjadi disini….?"
"Aduh maaf Kak, aku tidak bisa memberitahu kalian disini. Mungkin lebih baik kita mengobrol topik ini dirumahku saja bagaimana…?"
"Baiklah kalau begitu kita akan bertamu dirumahmu itu."
__ADS_1
"Okok, ikuti aku ya."
Dengan cepat Layyin pun mengantar ketiga orang ini menuju rumahnya. Rasa penasaran masih membekas di pikiran Sora dan Eraseru perihal latar belakang terjadinya bencana didesa ini. Hadad masih terdiam menahan tangisannya sebelum kembali ke rumah yang pernah ia tinggali dahulu. Ia masih merasa bersalah akan tindakannya beberapa bulan yang lalu. Dirinya bersyukur dapat bertemu kembali dengan sahabat-sahabatnya disini, namun disisi lain dirinya tetap menyesal telah meninggalkan desa dalam keadaan hancur. Entah bagaimana dirinya akan memasang wajah dihadapan para sahabatnya nanti.