
..."Setiap jalan pasti ada akhirnya atau tujuan tertentu. Baik itu secara sebentar atau lama prosesnya. Maupun sama atau berbeda jalannya. Hanya saja tidak setiap jalan itu benar. Pasti ada beberapa jalan yang menyesatkan. Sebab setiap jalan yang ada dapat menentukan proses selama sampai tujuan. Dan salah satu tantangannya ialah jalan itu sendiri. Maka jika ada seseorang yang tersesat dijalan maka ia kurang mempersiapkan bekal untuk perjalanan itu. Dan ketersesatan itu dapat menimbulkan kegelisahan yang terus-menerus meneror orangnya."
...
Ruang bawah tanah yang sedang Hadad dan Sirlia lewati berupa lorong besar yang panjangnya sampai belasan kilometer. Ini menegaskan bahwa jalan rahasia ini sengaja dibuat oleh kerajaan dengan tujuan tertentu. Entah apa tujuan mereka, yang pasti jalur dibawah tanah ini terlihat seakan sudah lama tidak terpakai. Walaupun ornamen-ornamennya terbuat dari emas dan zabarjud, debu disini dapat menutupi semua keindahan itu. Sehingga ornamen itu berubah warna menjadi coklat dan abu. Penerangan yang ada disini juga terlihat seperti akan padam, sebab semakin lama keduanya melangkah kedalam semakin gelap pula ruangan ini. Belum lagi tiang-tiang penyangganya pun seperti tidak dapat menahan bangunan ini untuk waktu yang lama. Maka dari itu, Hadad dan Sirlia pun segera mempercepat langkahnya. Mungkin sekitar belasan menit lamanya, keduanya baru menelusuri bibir dari ruang ini. Entah sampai kapan mereka akan sampai diujung tempat itu. Beruntungnya Sora mengetahui salah satu sihir cahaya yang dapat menerangi perjalanan mereka disini. Keduanya baru sadar bahwa hawa dingin diruangan ini semakin menjadi-jadi. Dan memaksa keduanya untuk tetap berdekatan. Hadad yang berada disebelah Sora tanpa ragu merangkul tubuhnya. Sontak Sora yang tidak siap dengan hal tersebut, tiba-tiba kaget dan hampir reflek untuk berteriak.
"Kamu tidak apa-apa……?" Tanya Hadad dengan nada yang agak panik.
"Itu lihat.….. Didepan lorong……" Ujar Sora sambil memeluk Hadad dengan gemetaran.
"Ada apa.….…? Aku tidak melihat apa-apa?"
"Disitu.…. Ada sosok aneh didekat tiang didepan….."
"Ah masa sih…..?"
Dengan cekatan Hadad pun mencoba mendekati sosok yang dilihat oleh Sora. Ia menoleh kearah tiang yang Sora sebutkan dan mulai mencari sosok itu. Namun anehnya ia masih saja tidak melihat sosok itu. Hingga akhirnya Sora pun mencoba berinteraksi langsung dengan sosok itu.
"Ha.…halo….." Ujar Sora.
"Apa kamu sendirian disini…..? Apa yang sedang kamu lakukan disini…..?"
"Siapa kamu.…..?" Tanya sosok itu.
"Kenapa kamu bisa melihatku……?"
"Anu.… namaku Sora….. Aku disini sedang mencari jalan keluar dari ruangan besar ini. Dan ini temanku Hadad."
"Salam kenal.…." Ucap Hadad yang kebingungan.
"Aku tidak ingat namaku siapa……"
"Kamu tidak ingat dengan namamu….? Lalu kenapa kamu bisa ada disini….?"
"Yang aku ingat hanyalah kenangan ditempat ini saja….. Selebihnya aku kurang tahu…."
"Kenangan.….? Kenangan seperti apa yang kamu ingat disini….?"
"Dulu aku pernah bermain dengan seorang laki-laki yang masih berumur sebelas tahun. Kejadian ini terjadi hampir tujuh tahun yang lalu. Saat itu aku masih berumur lima belas tahun dan tinggal disebuah rumah sederhana diatas permukaan. Aku dibesarkan oleh ibuku yang saat itu sudah tua renta. Aku diasuh tanpa mengenal sosok ayahku sendiri. Dan setiap aku bertanya padanya tentang sosok itu, ibu hanya menjawabnya dengan kalimat 'dirinya adalah sosok hebat dan paling dikagumi disini'. Tapi entah kenapa setiap kali ibu menceritakan cerita itu, aku semakin penasaran dengan siapa sosok ayah yang ibu ceritakan itu…. Singkat cerita aku pun memberanikan diriku untuk mencari jati diri ayahku itu. Namun hampir beberapa jam lamanya aku mencari, aku tidak mendapatkan detail cerita yang jelas akan dirinya. Karena setiap aku bertanya kepada penduduk sekitar, mereka malah lebih banyak mengabaikanku daripada menjawab pertanyaan yang aku lontarkan pada mereka. Sehingga sedikit sekali informasin yang bisa aku dapatkan disitu."
"Kok bisa ya penduduk sekitar tidak menyadari kehadiran ayahmu itu…..? Padahalkan dia asli orang pribumi disitu."
__ADS_1
"Iya nih.…. Belum lagi mereka malah bersikap acuh tak acuh kepada kamu….? Kalau aku diposisi mu mungkin penduduk sekitar itu akan lebih cepat memberitahu."
"Iya gak bakalan juga lah…. Orang kamu pake kekerasan….."
"Hehe iya juga sih….."
"Jadi kamu dapet informasinya enggak?"
"Ya begitulah, mungkin penduduk sekitar punya masa lalu
Yang kurang mengenakan saat bertemu dengan ayahku dulu. Jadi mereka belum bisa untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Hingga pada akhirnya aku bertemu seorang anak laki-laki didekat rumahku. Ia nampak berdiri sendirian menghadap kearah barat atau lebih tepatnya membelakangi rumahku itu. Ia terlihat murung sambil mengerutkan wajahnya. Aku yang penasaran dengan anak tersebut akhirnya mencoba berinisiatif untuk mengobrol dengannya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
...
"Hey, kenapa kamu diam disini…..? Apakah kamu ada perlu dengan ibuku…? Siapa kamu…..?"
"Namaku Suna. Aku adalah seorang penyihir berbakat dikerajaan ini. Alasanku diam disini tidak lain untuk mencari seseorang yang ingin aku kenal."
"Suna.…..? Aku seperti tidak asing akan nama tersebut. Kalau memang itu alasanmu, lalu orang seperti apa yang kamu cari itu….?"
"Jika memang orang kamu cari itu tidak kau temukan, lalu mengapa kamu diam didekat rumahku…..? Jangan-jangan kamu sedang mencarinya disini…..?"
"Yaaa.…. Kau benar. Firasatku mengatakan bahwa sosok itu bisa saja muncul didekat sini. Sehingga aku mencoba untuk berpatroli disekitar rumahmu."
"Begitu ya. Kalau begitu aku akan mencoba membantumu untuk mencari sosok itu."
"Benarkah.….? Kau tidak mengatakan suatu kebohongan kan…?"
"Iya benar, aku akan menemanimu hingga bertemu sosok tersebut. Sebab aku juga sedang mencari informasi tentang seseorang yang aku kenal, maka jika bisa aku ingin kita bekerja sama untuk mencari keduanya."
"Itu ide yang bagus….. Baiklah dengan ini kamu resmi sebagai teman pendampingku."
"Okey."
"Oh iya.… ngomong-ngomong aku belum mengenalmu sama sekali loh. Siapa namamu sebenarnya….?"
"Namaku adalah .….… salam kenal ya…."
"Oh iya salam kenal juga ……."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai perjalanannya…."
"Aye-aye kapten….."
"Singkat cerita aku pun mengenal Suna sebagai teman masa kecilku saat itu. Ia sangat dapat diandalkan dan sangatlah pemberani. Bahkan dia dapat menggunakan menggunakan sihir pasir tingkat menengah diusianya saat itu. Nah hingga akhirnya kita pun melakukan suatu janji untuk bertemu ditempat rahasia. Yang mana tempat tersebut tidak ada yang mengetahui keberadaannya kecuali Suna saja."
"(Suna.…..? Tempat rahasia……? Siapa sebenarnya dia ini…..?" Gumam Sora.
"Ada apa Sora….? Kau seperti menyadari sesuatu….? Apakah kamu tidak enak badan….?"
"Tiiiitidak kok.…. Aku hanya sedang bergumam sendiri…."
"Oh begitu ya, kalau begitu tolong lanjutkan ceritanya….."
"Baiklah, jadi kembali kecerita sebelumnya. Bahwasanya setelah Aku dan Suna bertemu disuatu tempat dekat istana kerajaan. Dia langsung mengajakku kedalam ruangan yang tidak jauh dari belakang istana. Tetapi anehnya, ruangan itu tidak ada yang menghuninya sama sekali. Padahal sebelum kami menuju ruangan itu, aku dengan jelas melihat beberapa penjaga istana disekitarnya. Hanya saja mereka seperti menghiraukan tempat tersebut. Hingga akhirnya kami berdua pun sampai didalam ruangan itu. Sekilas dalamnya masih berkilap dan sangatlah terang. Bahkan beberapa komponen bangunannya terlihat sangat berharga. Ada yang terbuat dari emas, ada juga yang terbuat dari zabarjud. Belum lagi semuanya itu dibuat tanpa bahan bangunan seperti silver sedikitpun. Segera Suna menarik tanganku dan membawaku ketempat yang lebih dalam dari ruangan tersebut."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Suna, apakah kamu yakin ini tempatnya….?" Ujarku.
"Iya aku yakin sekali." Jawab Suna.
"Sebab aku sudah beberapa kali menyelidiki tempat ini….. Dan aku masih penasaran dengan hal apa yang berada didalamnya."
"Mmmmmm tapi kenapa ya aku merasa agak merinding disini…?"
"Ah itu mungkin cuma perasaanmu saja deh."
"Eh aku serius…..? Aku merasa seperti akan ada bahaya didepan ruangan itu…."
"Yasudah kita coba dulu saja, karena siapa tau perasaan burukmu itu ternyata pertanda baik bagi kita."
"Baiklah kalau memang itu maumu."
"Tapi, aku seperti mendengar sesuatu loh….?"
"Ah yang benar saja…..? Masa kamu baru sadar sekarang…."
"Serius, aku juga tidak terlalu menyadarinya tadi. Tapi sekarang terasa seperti suara itu semakin lama semakin mendekat kesini…"
"Apa jangan-jangan itu adalah suara………"
__ADS_1