
..."Sedalam apapun bangkai terkubur, kelak akan tercium baunya. Itulah pepatah kuno yang menggambarkan suatu ungkapan tertentu. Dimana sedalam dan setertutup apapun satu rahasia kelak akan terbongkar. Beribu alasan tertentu tidak dapat menutupi satu kesalahan yang terjadi. Bahkan ketidakselarasan atau miskomunikasi antara kedua belah pihak tentu menjadi salah satu dari beberapa kesalahan akan terbongkarnya suatu rahasia. Semua ini saling terhubung satu sama lain. Sebab apabila salah satu dari beragam alasan ini terkuak maka keberadaan rahasia itu akan cepat sirna. Dan tak akan menjadi hal yang rahasia lagi."...
"Apa Maksudmu…… Yang mulia…..?" Tanya Hadad sambil gemetar. Saking gemetarnya hingga keringat dingin mulai bercucuran dari tubuhnya.
"Aku tanya kembali… Apakah kamu merupakan seorang penjelajah dari spesies manusia…?" Sang Ratu balik bertanya dengan nada yang tegas.
"Ke.….ken…..kenapa kamu berpikir…. Seperti itu Yang mulia….?"
"Kenapa.…? Bukankah itu sudah jelas…..!"
"Apanya.….???"
"Pertama kamu menggunakan sihir yang luar biasa banyaknya saat menguji kapasitas mana. Kedua kamu dapat bertarung dengan lihai layaknya seorang ahli. Hingga seorang profesional seperti Heracles pun kalah darimu…."
"Ta.…tapi… kan Yang mulia…. Saya masih…. Tidak berdaya… saat melawan…. Heracles…"
"Lalu kenapa kamu masih bisa bertahan melawannya hingga ia pingsan….??? Padahal selama aku menjabat sebagi Ratu, belum pernah ada satu orang pun yang dapat melewati kedua ujian ini. Atau lebih tepatnya mendapat kehebatan dari sihir dan fisik sekaligus."
"Aku.…. Bermain curang Ratu….."
"Aku tau.…. Sebab tidak mungkin juga seorang penyihir dapat melontarkan tinju dengan tebasan angin sebesar itu."
"Berarti kamu selama ini…..?"
"Ya.…aku sudah mengetahui identitasmu sejak pertama kali kita bertemu didaratan sana."
"Lalu.…mengapa… engkau tidak mencurigaiku…… saat itu….?"
"Sebab aku ingin melihat secara langsung… Kekuatan sebenarnya dari spesies manusia itu seperti apa…. Karena selama ini aku hanya bisa mendengarnya dari dongeng saat kecil saja…."
"(Sial topengku sudah tidak bisa menutupi rahasia ini lagi…..)"
"Tetapi aku sengaja…. Melakukan ini semua agar kamu dapat mematuhiku untuk melakukan semua perintahku nanti…."
"Mohon maafkan aku Yang mulia….. Aku tidak merencanakan suatu keburukan apapun terhadap kerajaan ini….."
"Benarkah.….? Aku masih tidak mempercayaimu…."
"Aku Bersungguh-sungguh Yang mulia…. Tolong percayalah padaku…. (Sepertinya ini adalah kesempatanku yang terakhir….)"
"Apa jaminannya agar aku bisa mempercayaimu lagi…..?"
"Aku.….. Anu……"
"Maho no Ugoki…: Mizu…."
"A.…aku akan melakukan apapun….. Untukmu….."
__ADS_1
"Jawaban yang bijak…. Aku harap kamu tidak menarik ucapanmu itu…."
"(Sial.…aku tidak punya pilihan lain…..)"
"Baiklah.…Pertama-tama aku akan membuatmu patuh sepenuhnya….."
"Apa.….. Maksudmu Yang mulia….?"
"Aku perlu bukti konkrit akan kesetiaanmu itu…."
"Lalu aku harus berbuat apa…. Yang mulia….?"
"Tolong mendekatlah kesini….."
"Maho no Ugoki : Saimin Dorain….."
"Woossshhhh.…"
Tiba-tiba muncul asap cukup pekat yang berasal dari tangan kanan Ratu Samaki. Asap berwarna biru ini perlahan mendekati dan menarik tubuh Hadad. Sontak Hadad tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan baik. Dan lebih buruknya lagi asap ini terlalu cepat pergerakannya.
"Apa.…. Ini……?"
"Ini adalah sihir legenda yang hanya bisa dipakai oleh seorang Ratu sepertiku…."
"Mengapa kamu menanamkan sihir ini padaku yang mulia…?"
"ini sengaja aku lakukan agar kamu dapat mengikuti perintahku sepenuhnya…."
"Dengan ini kamu akn menjadi pelayanku hingga waktu yang aku tentukan….."
"Tidakkkkk.….."
"Jrenggg.….."
Perlahan-lahan sihir air itu terus menggerogoti Hadad hingga akhirnya tubuh Hadad telah sepenuhnya tertutup oleh kabut asap biru itu.
"Maho no Ugoki : Mizu no Shio….."
"Dengan ini kamu akan menjadi pengawal dan pelayanku mulai sekarang hingga nanti."
"Baik.…Yang mulia…."
"Siapa majikanmu saat ini….?"
"Yang mulia Ratu Samaki…."
"Apa tugas yang harus kamu lakukan disini….?"
__ADS_1
"Aku ditugaskan sebagai pion pertahanan yang senantiasa menjaga dan membantu Ratu…"
"Tepat sekali.…Nampaknya sihirku sudah merasukimu sepenuhnya…. Mulai sekarang tolong bantuannya ya…."
"Baik Yang mulia…."
"Oh iya aku lupa…. Hari ini kau akan dipanggil sebagai Diablo seorang pengawal sihir kerajaan…."
"Baik Yang mulia…."
Senyuman yang sangat lebar muncul di wajah Ratu Samaki. Dirinya begitu senang bisa mendapatkan pion terkuat di kerajaan secara percuma. Lantas Ratu Samaki menggandeng tangan Hadad menuju singgah sananya. Tangannya memeluk dengan sangat erat. Sehingga lengan kanan Hadad telah sepenuhnya ia dapatkan. Disisi lain, Hadad sudah tidak bisa berpikir secara jernih. Sebab kekuatan sihir ini bukan hanya merasuki tubuhnya saja. Akan tetapi pikirannya pun sudah tidak bisa ia kendalikan. Ini menandakan bahwa dirinya telah dirasuki sepenuhnya oleh sihir legenda tadi. Salah satu hal yang dapat mengeluarkannya dari situasi ini hanyalah teman terdekatnya saja. Namun yang jadi pertanyaannya, apakah mereka dapat datang kesini tepat waktu? Apakah mereka bisa menyelamatkan Hadad dengan melawan seorang Ratu terkuat di kerajaan ini? Atau Hadad akan selamanya berada disini sebagai pion andalan Sang Ratu…? Semuanya masih tidak dapat disimpulkan saat ini. Yang pasti Hadad telah dikalahkan seutuhnya.
......................
Di tempat yang lain Sirlia masih diam didekat sungai tempat Hadad dipindahkan oleh sihir teleportasi. Dirinya menangis tersedu-sedu seakan tidak mau menerima takdir kejam yang telah melanda dirinya dan kekasihnya Hadad. Sihirnya benar-benar menghempaskan Hadad ke tempat yang sangat jauh dari tempat sebelumnya. Sehingga ia merasa sangat menyesal telah melontarkan sihirnya itu kepada Hadad. Namun nasi sudah menjadi bubur. Perlakuannya itu sudah tidak bisa ia hentikan. Dan pada akhirnya ia hanya bisa menerima keadaan kejam ini dengan kepahitan yang luar biasa. Alhasil Sirlia tetap menangis hingga suaranya menggema ke setiap arah. Ini merupakan tangisannya yang hampir ketiga harinya. Tubuhnya melemas tidak berdaya, efek dari tangisan kerasnya yang sangat lama. Beruntung kesadarannya masih terjaga dan masih dapat menopang tubuhnya. Duka mendalam ini belum pernah ia rasakan semenjak dirinya dipindahkan ke dunia ini. Ia sangat menyayangkan dirinya yang tidak dapat menahan dirinya untuk melontarkan sihir kuat itu kepada Hadad.
"Kenapa.… kenapa…. Kenapa….?" Gumam Sirlia.
"Jika saja aku lebih kuat. Pasti aku bisa menyelamatkan Hadad dengan sihirku."
Namun apa daya dirinya masih diawasi oleh Sosok jahat yang secara tidak sengaja ia temui saat masih berada di kerajaan Yorokobi no Bunya. Sosok itu seperti sudah menjadi musuh alami yang akan selalu melawan Sirlia dimanapun dirinya berada. Kutukan ini tidak akan lepas sebelum Sirlia mengalahkan sosok jahat itu. Maka mau tidak mau ia harus mengikuti perkataan makhluk biadab ini untuk sementara. Tak lama tibalah sosok yang baru saja ia pikirkan. Asap yang cukup tebal menutupi pandangan Sirlia untuk sementara waktu. Ia masih kebingungan dengan situasinya saat ini. Dan ternyata sosok jahat ini datang tak diundang. Sosok ini muncul secara tiba-tiba dan berada tepat dihadapannya.
"Kerja bagus Sirlia……" Ujar Sosok misterius.
"Nampaknya dirimu bisa aku andalkan sepenuhnya…."
"Dasar penjahat.….!!!!" Teriak Sirlia.
"Kau tidak pantas untuk dibantu oleh seorang gadis sepertiku…."
"Tidak pantas.…? Lalu mengapa kamu malah membantuku….? Bukankah kamu harus menyelamatkan kekasihmu itu…? Tetapi kenapa kamu malah repot-repot melontarkan sihir kuatku padanya….?"
"Ini aku lakukan karena perintah busukmu…. Kau mengancamku agar tidak banyak berinteraksi dengan Hadad. Jadi ini semua salahmu…… Dasar penjahat…."
"Penjahat.…? Apakah kamu yakin dengan ucapanmu itu….? Kau tidak menyadari bahwa Kemunafikanmu itu telah membuat hancurnya hati kekasihmu tadi…."
"Itu tidak ada urusannya denganmu…. Kau selalu bertindak seenaknya….. Jika saja aku tidak bertemu denganmu… Maka aku dapat menghabiskan waktu luangku bersama Hadad selamanya…"
"Hahahaha.… Dasar keras kepala. Kau tidak akan pernah bertemu dengannya selama aku masih hidup disini…."
"Apa.…. Kau penjahat….. Dasar Iblis……!!!!!"
"Teriaklah sekeras yang kau bisa, tetapi takdirmu sudah tidak dapat kau ubah kembali. Bagaimana pun caranya, karena hasilnya juga akan tetap sama….."
"Dasar Biadab….!!!!!"
"Hahahahahahaha.….…"
__ADS_1
Sosok ini menghilang begitu saja, seperti ditelan bumi. Kehadirannya tadi membuat Sirlia semakin terpukul dengan keadaannya saat ini. Ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi sulit ini. Sebab dirinya tidak mempunyai solusi sama sekali. Pikirannya mengalami kebuntuan dan tak dapat berhenti mencemaskan sosok Hadad yang telah pergi dihadapannya. Hal yang terus membayanginya saat ini hanyalah bagaimana dirinya dapat menyelamatkan sosok yang paling berharga baginya itu….