Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Konflik Batin


__ADS_3

..."Konflik merupakan suatu masalah yang datang disaat adanya ketidak serasian diantara dua orang atau dua pendapat. Maka konflik ini lahir dari setiap masalah sederhana menjadi masalah besar. Konflik sendiri terbagi menjadi dua, yakni konflik lahir dan konflik batin. Konflik lahir terjadi karena hal yang bisa dilihat oleh mata dan fisik. Sedangkan konflik batin terjadi karena hal yang tidak kasat mata namun dapat dirasakannya lewat hati. Sehingga konflik batin menjadi konflik yang lebih berbahaya bagi tubuh dan mental seseorang."


...


Setelah berhasil mencatatkan surat sesuai dengan arahan sosok misterius, Sirlia masih menunggu kedatangan seseorang yang akan membaca surat tersebut. Entah seorang laki-laki atau perempuan. Yang penting ia berharap ada satu orang yang sengaja membiarkan waktunya untuk datang kesini. Waktu pun mulai berlalu dengan sendirinya.


Lamanya waktu yang ia tunggu membuat dirinya kelelahan. Tubuhnya telah menahan rasa penat yang sangat besar. Sebab perjalanannya ini sangatlah menguras tenaga dan pikirannya. Dan akhirnya ia pun tertidur dengan pulas nya. Terbaring dalam keadaan tidak terjaga oleh sihir apapun. Belum lagi ia terbaring dekat suatu sungai yang mengalir cukup deras. Dengan beragam monster didalamnya. Belum lagi padang rumput panjang yang mengelilingi sekitarnya menutupi segala jalan yang ada. Entah apa yang akan terjadi padanya jika terus berada dalam keadaan seperti ini.


Waktu berjalan cukup cepat Sirlia masih terlelap didalam tidurnya tanpa kekuatan sihir apapun yang melindunginya. Beruntung tidak ada satu pun monster yang mengincarnya saat dalam keadaan lemah. Hanya saja terdengar suatu gerakan langkah kaki yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini. Suara langkah kaki itu perlahan-lahan seperti sedang mendekati Sirlia dari arah yang cukup jauh. Merasa dirinya dalam keadaan terancam, Sirlia langsung mengembalikan kesadarannya untuk menghadapi situasi terburuk.


Efek tidur tadi cukup membuat tubuhnya segar dan berbeda dari sebelumnya. Ia merasa keadaannya ini sedang prima serta dapat menghadang segala ancaman yang ada. Akan tetapi setelah dirinya telusuri, ternyata langkah itu berasal dari seberang sungai. Sesosok bayangan muncul dan perlahan mendekati sungai itu. Namun sosok bayangan itu terlihat seakan sedang kebingungan. Sebab Sirlia merasakan aura yang berbeda dari sisinya. Sosok itu semakin lama semakin mendekati sungai. Ia seperti mencari cara untuk melewati sungai itu. Tiba-tiba muncullah seekor monster raksasa dari dalam sungai itu. Monster tersebut menunjukkan dirinya di permukaan sungai. Sosok ini pun kebingungan dengan keadaanya yang semakin membahayakan nyawanya.


Tak bergerak dan hanya diam ditempat. Sosok bayangan tadi masih mencari cara agar dapat keluar dari situasi itu. Sirlia juga sebenarnya ingin membantu sosok tersebut, namun ia masih ragu. Sebab ia takut sosok tersebut malah akan mengancamnya jika ia bantu. Dan tak berselang lama sosok itu pun kembali mencoba melewati sungai ini. Percobaannya kali ini cukup berbeda dengan cara sebelumnya. Ia mencoba melompat ke atas daun teratai berukuran sedang di setiap sungai yang ada. Cara ini cukup efektif dan tidak terlalu menguras sihir. Hanya saja jaminan untuk selamat dari cara ini kurang dari 30 persen saja.


Sirlia yang melihat sosok itu semakin mendekati tempatnya bergegas melafalkan sebuah sihir pelindung sebelum terlambat. Namun sosok itu berpijak pada tanaman yang salah. Dan ia pun terperosok kedalam sungai. Mendengar suara dan melihat situasi itu, monster air tadi segera mempercepat lajunya menuju sosok tersebut. Monster ini bersiap untuk melahap sosok itu dengan rahangnya yang besar dan giginya yang tajam. Sosok itu pun tak tinggal diam dan langsung melindungi dirinya dengan suatu sihir yang cukup kuat. Lalu ia tembakkan beberapa peluru sihir kearah monster air tadi. Akan tetapi monster itu terlalu cepat dan lihai dalam menghindari setiap peluru sihir tadi. Beruntung sihirnya dapat mengalihkan perhatian monster itu sesaat. Sehingga ia dapat selamat melewati sungai itu.


"Hah...hah….hah…." Suara terengah-engah yang berasal dari sosok itu.


"Hampir saja.… Kalau aku telat sedikit saja… Mungkin nasibku akan berakhir tragis di sungai yang mengerikan ini…"


"Suara ini seperti suara yang tidak asing bagiku….." Gumam Sirlia.


"Aku seperti pernah mendengarnya tapi entah siapa dan dimana tempatnya….."


"Sekarang waktumu telah tiba Sirlia…." Ujar sosok misterius yang suaranya mendadak hadir didekat Sirlia.


"Apa maksudmu.…?"


"Kau harus menepati janjimu untuk memenuhi segala macam permintaanku padamu….. Apa jangan-jangan kau sudah melupakannya ya…?"


"Tidak.…aku tidak lupa dengan janji itu….. Aku hanya sedang kebingungan saat ini…."


"Begitu ya.…Baiklah sepertinya kau sudah siap untuk melakukan permintaanku ini…."


"Apa yang engkau inginkan dariku….?"


"Ucapkanlah sihir teleportasi yang akan aku salurkan lewat sihirmu nanti…."


"Sihir teleportasi.… ? Sihir apa macam apa itu…..?"

__ADS_1


"Itu adalah sihir khusus yang dapat memindahkan seseorang ke tempat yang jauh dari tempat sebelumnya…."


"Lalu.…mengapa kamu memintaku untuk memakai sihir tersebut….? Bukannya aku juga sudah dipindahkan ke tempat ini dengan sihir itu sebelumnya….?"


"Kau benar, kali ini aku ingin kamu mengarahkan sihirmu nanti kearah sosok bayangan didekat sungai itu…."


"Sosok bayangan didekat sungai….? Kenapa aku harus melancarkan sihirku padanya….? Memangnya sosok itu akan menjadi ancaman bagiku….?"


"Tepat sekali.…Itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk melafalkan sihir teleportasi itu…."


"Tetapi bagaimana caranya agar aku dapat melafalkan sihir itu….? Aku tidak punya gambaran akan sihirnya…. Ditambah aku juga ragu untuk menembak sihir itu….. Soalnya aku merasa sosok itu dapat menangkis sihir buatanku ini…."


"Kau tidak perlu khawatir…. Serahkan teknik sihir tersebut padaku…. Kau hanya perlu membuatnya lengah dengan cara mengobrol dengannya…."


"Baiklah.…akan aku coba dengan sebaik-baiknya….."


"Bagus.… Kau memang dapat diandalkan….. Darku Majiku : Randomize Gate….."


Sosok misterius mulai melafalkan sihirnya dengan cepat. Karena ia perlu mana yang cukup banyak demi membuahkan daya ledak sihir yang besar. Sirlia pun mempercepat langkahnya menuju sosok bayangan didekatnya. Ia menoleh sesaat kearah wajah sosok itu. Dan ternyata sosok tersebut tidaklah asing dengannya. Yakni sosok senior yang selama ini ia cari keberadaannya di dunia ini.


"Kak Hadad.…..?" Ucap Sirlia dengan wajah yang terkejut


"Kenapa ia bisa ada disini….?"


"Apakah itu benar kau…..?"


"Iya Kak.… aku adalah Sirlia…. Junior mu yang sangat bisa kau andalkan….."


"Maafkan aku Sirlia….. Aku tidak sempat memberitahumu saat itu….."


"Iya kak tidak apa-apa. Aku juga minta maaf apabila tidak cepat menyadari kepergianmu saat itu."


"Syukurlah.…Aku kira kamu akan membenciku…. Sebab aku tidak bisa bertemu denganmu…."


"Kau tidak perlu khawatir kak… Bisa bertemu kembali denganmu saat ini merupakan suatu anugrah bagiku…."


"Benarkah.…? Terima kasih Sirlia….."


"Sama-sama kak."

__ADS_1


"(Sirlia cepat lakukanlah perintahku ini…..)" Ucap sosok misterius yang berbisik disebelah kiri telinga Sirlia.


"(Kenapa suaramu bisa terdengar olehku….? Padahal aku tidak melihatmu….)


"Ini merupakan sihir telepati khusus…. Yang penting kamu harus bergegas mendekatinya.)"


"(Bagaimana caranya.….? Aku tidak paham maksudmu….?)"


"(Kau hanya perlu mengalihkan pandangannya hingga ia lengah dan tidak menyadari sihir yang akan aku lancarkan ini….)"


"(Baiklah.….)"


Sirlia kembali mengajak Hadad untuk berkomunikasi lebih lama. Walaupun ucapannya terlihat baik-baik saja, namun batinnya sangatlah tersiksa. Ia tidak bisa membayangkan akan seperti apa jadinya apabila dia tidak bertemu kembali dengan senior yang ia rindukan ini selamanya. Namun apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Kesepakatannya dengan sosok misterius saat itu nampaknya membuat dirinya semakin kesulitan.


"(Baiklah sekarang sudah saatnya untukku lafalkan sihir ini….)"


"(Sekarang.….? Tapi aku belum siap untuk melakukannya….)"


"(Tidak ada waktu yang tersisa…..)"


"(Aku mohon berikan aku kesempatan untuk berbicara dengannya sebentar lagi….)"


"(Cepatlah.… Aku tidak suka menunggu…)"


"(Terima kasih.…)"


"Sirlia.… kenapa kamu bengong….? Apakah ada hal yang mengganggumu….?"


"Ti.…tidak ada kok…."


"Benarkah.…? Jika ada masalah yang tidak dapat kamu selesaikan kamu bisa meminta solusinya padaku…. Aku pasti akan membantumu dengan kemampuanku ini…. Yah walaupun hanya sedikit saja sih….."


"Terima kasih banyak kak… Sebenarnya aku menyukai……"


"(Baiklah sudah saatnya….)"


"(Apa.…? Kenapa mendadak sekali…. Tunggu sebentar….)"


"(Darku Majikku.. : Water Gate…..)"

__ADS_1


"(Tidakkkk.….…)"


"Swingggg.…."


__ADS_2