
..."Dunia merupakan pecahan misteri bagi setiap makhluk yang berada didalamnya. Hal-hal yang tabu masih dipercayai keberadaannya. Padahal jika kita telusuri kembali umur dari bumi ini sudah mencapai dua milenium lamanya. Maka dapat kita simpulkan bahwa eksistensi semua hal aneh ini masih ada hingga sekarang. Dan salah satunya berupa mitos. Yakni sebuah kejadian atau keadaan yang masih belum pasti namun sangatlah dipercayai oleh beberapa kalangan masyarakat. Beberapa frase kata yang sering dimunculkan berupa awalan kalimat seperti konon katanya. Ceritanya mungkin meluas berbeda-beda dengan sudut pandangan seseorang, namun awal penyampaiannya tetaplah sama."...
Kumpulan sinar yang berkumpul pada satu tempat tadi, terus menyinari setiap objek yang ada didekatnya. Seiring berjalannya waktu sinar ini semakin memudar. Awal datangnya cahaya ini berbeda dengan akhirnya. Layaknya lampu pada umumnya cahaya ini padam saat tidak ada saklar yang menyokongnya. Dan saklar itu berasal dari sebuah sihir cahaya yang keluar dari seorang gadis cantik yang sangat mempesona. Tangannya begitu mahir saat melafalkan sihir ini, dengan mengikuti gerakan bibir dan lidahnya. Frekuensi sinar volt yang keluar bisa ditakar hingga ratusan volt dalam waktu satu menit lamanya. Seakan mirip dengan ledakan kembang api yang meledak sementara. Cahaya ini hilang tanpa jejak sama sekali membawa dua subjek didalamnya. Yakni Hadad dan Sirlia menuju tempat baru yang tidak diketahui keberadaannya.
Tak lama keduanya sampai disebuah pulau kecil yang berada entah dimana. Lokasinya cukup rumit, sebab pulau ini terlihat seperti berada ditengah lautan luas yang melebar di setiap sudutnya. Disana terdapat beragam tumbuhan dan hewan yang hidup dengan tentram. Dedaunan hijau, lautan yang biru, serta pasir putih keemasan membuat pantai ini terasa spesial. Ekosistem alam pun sangatlah terjaga, karena pantai ini jauh dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Tepat pada pagi hari ini cuaca pantai terlihat cerah dan sejuk. Secercah harapan bagi setiap insan untuk mengawali aktifitasnya. Namun berbeda dengan situasi yang sedang dialami oleh Hadad. Ia terdampar di pulau tropis ini secara tiba-tiba. Sihir teleportasi yang ia lihat sebelumnya, ternyata menjadi transportasi dirinya menuju tempat ini. Tak disangka ia terbaring didekat lautan lepas dalam keadaan setengah sadar. Seakan sihir tadi memberikan efek negatif bagi orang yang terkena cipratannya. Melihat situasi yang tidak karuan ini Hadad hanya dapat termenung sedih tanpa ekspresi sama sekali.
"Dimana ini.…..? Kenapa aku bisa ada disini…..?" Gumamnya.
"Wahhh.…suaraku telah kembali….."
"Sial kenapa suara ini kembali disaat yang tidak tepat….."
"Oh iya Sirlia….. Dimana dia berada….?"
"SIRLIAAAAAA.….…"
Hadad berteriak dengan begitu kencangnya kearah lautan luas didepannya. Suaranya itu bergema ke setiap arah mata angin. Segenap hewan darat dan air disampingnya mendengar teriakan itu dengan sikap yang biasa saja. Seakan tidak terjadi suatu hal pun. Hal ini membuat Hadad semakin panik tidak karuan. Karena ia menyimpulkan bahwa dibalik suaranya yang nyaring itu membuktikan bahwa ia sendirian disini. Lantas Hadad kembali berteriak dengan harapan ada salah seorang manusia yang dapat menjawab panggilannya itu. Namun kesunyian tempat ini membuatnya semakin yakin atas kekosongan pulai yang ia tempati ini.
"SIRLIAAAA……"
"Siapapun yang berada disini tolong jawablah……"
"Aku butuh bantuan kalian……."
"Sial.….…kenapa tidak ada seorang pun disini……"
Tak berselang lama Hadad mendapati dirinya sedang menatap ke arah lautan samudera. Disana ia menyadari akan suatu benda yang perlahan mendekati pantai. Benda itu berwarna setengah hijau zabarjud dan biru aquamarine. Lama kelamaan semakin dirinya memandang benda itu semakin mendekat pula objek mengapung ini kearahnya. Dan tidak disangka ternyata benda itu bukanlah objek biasa. Melainkan suatu spesies ikan berukuran sedang dengan sirip menyerupai lumba-lumba, dengan ekor seperti hiu, namun berkepala Barracuda. Makhluk ini perlahan-lahan menghampiri Hadad yang sedang dilanda kebingungan. Dan disaat jarak diantara mereka tinggal beberapa senti saja, Hadad mengangkat tubuhnya dengan paksa agar dapat kabur dari situasi yang nampaknya berbahaya baginya. Namun disaat dirinya hendak berlari ia merasakan tubuhnya tidak dapat digerakkan.
"Maho no Ugoki : Jikan no Tomette…." Ujar makhluk tersebut.
"Apa ini.….? Kenapa tubuhku terasa berat sekali……?"
"Tidak kusangka aku dapat bertemu dengan sosok yang langka disini."
"(Apa.… dia bisa berbicara layaknya seorang manusia….?)"
"Wahai manusia yang sedang kebingungan….. Mengapa dirimu berada di pulau kecil seperti ini….?"
"Siapa kau.…? Kenapa kau menembakkan sihir kepadaku….?"
"Sungguh manusia yang tidak berpendidikan….. Setidaknya kamu menjawab pertanyaanku terlebih dahulu…. Sebelum dirimu bertanya padaku….."
__ADS_1
"(Sial kenapa aku harus berhadapan dengan makhluk seperti ini….) Namaku Hadad…. Aku seorang penjelajah….. Dan berasal dari kota yang jauh dari pulau ini."
"Begitu ya.… Sepertinya kamu cukup memahami tata krama juga."
"(Lahhhh malah muji…… Dia yang nanya dia juga yang senang……. heran….)"
"Maho no Ugoki : Henshin…."
Disaat Hadad menghadap kearah yang berlawanan dengan makhluk itu. Ia merasakan suatu perubahan aura yang muncul dari makhluk tersebut. Sebab punggungnya merasakan suatu sihir yang luar biasa keluar dari arah punggungnya. Dan tak lama makhluk itu mulai melangkah mendekatinya.
"(Bagaimana ini.….? Aku harus segera melafalkan suatu sihir apabila terjadi suatu hal yang buruk…..)"
"Aku ucapkan selamat datang di pulau Mizuku. Perkenalkan namaku Samaki. Aku adalah seorang ratu laut dari kerajaan yang berada tepat dibawah pulau ini."
"Apa.…..??? (Ternyata makhluk tadi bisa berubah wujud menjadi sosok yang sangat cantik….)"
"Apa kau perlu bantuan orang asing…..? Aku akan membantumu apabila kau berjanji untuk tidak menodongkan sihirmu padaku….."
"Iya aku berjanji tidak akan menodongkan sihirku padamu…… Tapi tolong lepaskan sihir ini terlebih dahulu….."
"Baiklah, akan aku lakukan. Maho no Ugoki : Divide."
"Zlingggggg.….…"
"Siapa kau.…? Mengapa kamu berubah menjadi sosok yang berbeda….?"
"Tidak sopan, padahal aku sengaja merubah wujudku ini agar bisa berinteraksi langsung denganmu. Sebab aku merasa sosok ini lebih baik daripada yang sebelumnya."
"Benarkah.…? Aku minta maaf….!!! Bukan maksudku untuk lancang terhadapmu. Ampuni aku Yang mulia…!" Ujar Hadad sambil membungkukkan kepalanya.
"Bagus.…nampaknya dirimu menyadari posisimu saat ini ya…. Aku bangga padamu….."
"(Sudah kuduga.… Ia terbiasa dengan sikap arogan yang mengintimidasi lawan bicaranya….)"
"Mengapa kamu melamun….?"
"Ti...tidak Yang mulia…. Aku hanya terkagum dengan sosokmu yang cantik ini… Sehingga aku tidak dapat berbicara apapun…."
"Kau tidak perlu sungkan…. Sosokku ini memang jarang aku perlihatkan kepada penghuni laut yang lain….. Maka bersyukurlah kamu dapat menjadi orang yang pertama kali melihat ini….."
"Baik Yang mulia…. Hamba sangatlah bersyukur hari ini….."
"Kembali ke topik sebelumnya…. Mengapa kamu bisa datang kesini….? Apa maksud dan tujuanmu singgah disini….?"
"Aku juga tidak tau yang mulia….."
__ADS_1
"Apa maksudmu.…?"
"Aku datang kesini dalam keadaan yang tidak bisa aku prediksi. Sebab aku dipindahkan secara paksa melalui sihir teleportasi misterius yang berada tepat di bawahku saat itu…."
"Sihir teleportasi.….? Siapa gerangan sosok hebat yang bisa melafalkan sihir sehebat itu….?"
"Entahlah yang mulia, saya juga tidak mengetahuinya secara pasti."
"Sihir teleportasi merupakan sihir legenda yang konon katanya hanya bisa dilakukan oleh beberapa orang saja. Bahkan keberadaan sosok yang menguasai sihir ini pun masih menjadi tanda tanya."
"(Berarti sosok yang telah memindahkan ku kesini itu merupakan penyihir tingkat tinggi ya…)"
"Pantas saja aku merasakan suatu sihir yang tidak biasa saat dirimu hadir disini…"
"Lalu siapakah sosok yang melafalkan sihir tersebut yang mulia….?"
"Aku belum bisa memastikannya….. Sebab cerita itu juga merupakan mitos lama yang kemunculannya sudah tidak dipercayai lagi."
"Izin Yang mulia…. Apakah aku diterima disini….?"
"Kau ingin tinggal disini…..?"
"Benar Yang mulia…. Hamba mohon agar engkau menerima hamba disini….."
"Baiklah jika memang itu maumu…. Maka aku akan mengabulkan keinginanmu itu."
"Terima kasih banyak Yang mulia…."
"Namun ada syarat tertentu sebelum kamu diterima disini…."
"Syarat apakah itu Yang Mulia….?"
"Kau harus menunjukkan padaku setiap teknik sihirmu terlebih dahulu. Sebab aku merasakan suatu sihir yang belum pernah aku lihat sedang mengalir didalam aliran darahmu itu."
"Bb.….ba….baaik Yang mulia. Aku akan memenuhi syarat tersebut. (Apa mungkin aktingku ini sudah ketahuan….?)"
"Bagus, sekarang ikutlah denganku."
"Kemana Yang mulia….?"
"Ke tempat dirimu akan diuji dengan sebuah alat pengukur sihir…."
"Baiklah Yang mulia…."
Akhirnya Hadad memutuskan untuk mengikuti setiap ucapan dari Ratu laut itu. Sebab ia tidak mau melakukan masalah disini. Dan keduanya pun pergi menuju tempat pengujian dan pengukuran sihir dibawah laut dekat kerajaan yang ditempati Ratu laut ini.
__ADS_1