
..."Melawan atau dilawan, menang atau kalah, berjaya atau binasa, terbebas atau terluka, menyerang atau diserang, bertahan atau ditahan, meledak atau diledakkan, kuat atau lemah, menembak atau ditembak. Semua hal ini sangatlah sinkron dengan suatu hal yang disebut duel. Perlawanan diantar kedua belah pihak yang tidak ada campur aduk dari pihak yang lain. Hanya kedua insan yang dapat menentukan takdir dari salah satunya. Hidup atau mati berada ditangan mereka. Semakin sengit pertarungan maka semakin menimbulkan kerusakan yang besar."
...
Setelah distorsi ruang dimensi yang terjadi akibat dari tabrakan dari kedua sihir yang berbeda. Beberapa hal disekitarnya telah hancur. Namun semua itu hanyalah teknik pengalihan dari sosok misterius, yang sebelumnya merapalkan beberapa sihir teleportasi sementara. Sihir ini membuat seluruh ruangan tempat keduanya berkelahi tidak rusak sama sekali. Ledakan demi ledakan terus menerus berhamburan didekatnya. Hingga akhirnya terjadi suatu hal yang tidak diduga. Yakni terjadinya distorsi yang berulang.
"Hahhhh...hah…..hah…….."
Hembusan napas Sora perlahan mulai tidak teratur akibat semua sihir yang telah ia keluarkan. Dirinya mulai merasakan gejala sakit kepala yang ringan. Kepalanya seakan berputar ke setiap arah, efek dari berkurangnya mana yang drastis. Namun ia masih terus berjuang agar tidak terkena serangan selanjutnya. Berbeda dengan sosok misterius yang berdiri dengan tegak tanpa kelelahan sedikitpun.
"DASAR MONSTER.….…" Ujar Sora.
"Bagaimana bisa kamu bertahan setelah sihir besar tadi…..?"
"Dasar Amatir.….." Jawab Sosok misterius.
"Kau kira diriku akan sama lemahnya denganmu….. Jangan mimpi….."
"Siapa kau sebenarnya…….? Kenapa dirimu sangalah mirip dengan sosok pria yang aku kenal…..?"
"Aku adalah.….. Penyihir kelas legenda……."
"Tidak mungkin.…. Aku tidak mempercayaimu sama sekali…."
"Aku adalah sosok yang akan membinasakan semua orang yang menghalangi jalanku…….. Dan salah satu dari penghalang tersebut adalah dirimu……"
"Sungguh tak masuk akal……. Aku masih belum bisa mencera perkataanmu ini….."
"Dasar Bodoh.….. Makhluk yang kurang berpengetahuan sepertimu tidaklah layak untuk berada disamping sang legenda….."
"Apa.….…? Beraninya kau……"
"Hehehehe.….. Bersiaplah untuk menghilang dari peradaban ini selamanya……"
"Siapa takut.…..!!! Maho no ugoki : Windo Stormu…..!!!"
"Nampaknya dirimu sudah siap menghadapi itu…… Terima ini…. Darku Majiku : Kuro no Bakudan……"
Setelah rapalan sihir dari kedua mulut mereka, seluruh tempat disekitar ruangan perlahan bergetar dan mulai tidak stabil. Puncaknya disaat kedua belah pihak telah selesai mengumpulkan mana sebanyak yang mereka mampu. Dan tak lama dua sihir besar ini pun mulai bertabrakan satu sama lain.
"Yeeeeaaaaaaahhhhhhhh.….…"
"Ini masih belum cukup……."
"Maho no Ugoki : Kaze no tatte…….."
__ADS_1
"Tidak mungkin.….. Bagaimana ia bisa merapalkan sihir ditengah duel ini….."
"Binasalah kau dasar monster……."
"TIIIIDAAAAAKKK.….….…"
"DUARRRRRRRR.….….…."
Ledakan pun tak dapat dielakkan. Setelah puluhan menit lamanya bertarung, keduanya pun mulai menemui takdirnya masing-masing. Yakni kemenangan dan kekalahan yang tidak terduga.
...----------------...
"Bangunlah.….…. Sebelum takdir memisahkan kalian……." Gumam suara aneh yang tiba-tiba muncul.
"Kebangkitanmu saat ini….. Akan mempengaruhi jalan cerita selanjutnya……"
"Namun jika dirimu telat sepersekian detik…… Maka jangan sampai kamu menyesal………"
"Sebab tidak akan ada pertemuan yang terjadi lagi……. Melainkan perjamuan yang tidak disangka-sangka……."
Suara aneh itu pun menghilang tanpa jejak sedikitpun. Entah darimana asalnya dan untuk siapa. Yang jelas suara itu terus terngiang dipikiran Sora. Ia masih terlelap dalam tidurnya sebab ia masih terlalu lelah untuk bangkit dari tempatnya. Bahkan ia sempat bermimpi buruk sebelum ia terbangun. Yakni mimpi disaat dirinya dipertemukan kembali dengan partner terbaiknya. Siapa lagi kalau bukan Hadad. Namun naas mimpi tersebut bukanlah mimpi indah melainkan bencana. Didalam mimpinya itu ia bertemu dengan sosok musuh yang selalu ia temui. Sosok tersebut seakan berevolusi dari sosok Hadad yang ia kenal. Hanya saja sosok ini seakan menitipkan pesan sebelum perubahannya.
"Hari ini kau sedang beruntung……." Ujar sosok itu.
"Lain kali, kau tidak akan diberkati oleh keberuntungan itu lagi……"
"Tunggulah hingga saat itu tiba………. Hahahahaha…….."
Sontak Sora pun terbangun dari tidurnya. Ia menghela napasnya dengan perlahan. Sebab dirinya bangun dalam keadaan terburu-buru sehingga kesadarannya masih belum siap untuk menopang tubuhnya. Belum lagi ia merasakan sakit kepala sebelah yang cukup lama. Sehingga membuat dirinya tidak dapat bergerak untuk sementara waktu. Belum lagi ia dibingungkan dengan keadaan disekitarnya. Sebab ia berada disuatu ruangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Diruangan tersebut Sora melihat beberapa furnitur tempat tidur yang sangat elegan. Yang mana hampir semua materialnya terbuat dari emas dan perak. Baik itu peralatan dan perabotan disetiap ruangnya. Semua masih berupa benda biasa dengan taburan keindahan yang telah terpahat. Lalu dirinya mencoba untuk mengecek setiap ruangan yang ada disekitarnya setelah dirinya telah pulih sepenuhnya. Tetapi ia tetap tidak menemukan apapun yang ia ketahui dan ia kenal sebelumnya. Hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu didekat ruangannya.
"Tok...tok..tok…."
"Permisi apakah kamu sudah bangun nona…..?" Tutur sosok yang berada dibalik pintu itu.
"Iiiya.… aku sudah bangun. Ada hal yang bisa aku bantu…..?" Tanya Sora.
"Iya, dirimu telah dipanggil oleh Sang Pangeran. Ia berkata bahwa dirinya ingin sekali bertemu denganmu."
"Bbaaikkkk.… Tunggu sebentar aku mempersiapkan diri terlebih dahulu….."
"Baiklah, kami tunggu kedatanganmu dimeja makan nanti…."
"Iya.….."
Lantas Sora bergegas untuk mempersiapkan dirinya agar dapat berhadapan dengan Sang Pangeran. Tubuhnya reflek begitu saja setelah mendengar jamuan makan yang akan disiapkan untuknya bersama keluarga kerajaan. Tanpa basa-basi ia pun segera membersihkan tubuhnya dan mulai mencari pakaian yang akan ia kenakan saat bertemu dengan mereka. Beuntungnya, Sora sudah mendapati tubuhnya yang kembali pulih dengan cepat. Sehingga ia dapat mempercepat persiapannya. Hanya saja ia masih terbayang-bayang akan Tamsil Mimpi yang muncul beberapa saat yang lalu. Akankah mimpi itu menjadi petunjuk agar dirinya dapat selamat dari kejaran sosok yang aneh itu? Atau bahkan Sora dapat mengalahkan sosok tersebut dengan bantuan kerajaan? Tidak ada yang dapat memastikannya melainkan dirinya sendiri. Karena ia telah menapakkan kaki di takdir yang sudah ia pilih. Maka Sora perlu menyelesaikan semua permasalahannya itu, sebelum dirinya kembali merasakan kecemasan yang tidak pasti.
__ADS_1
Setelah dirinya mempersiapkan segalanya. Ia menguatkan niatnya agar dapat beraliansi dengan keluarga kerajaan. Namun sebelum dirinya sampai didekat meja makan, ia dikagetkan dengan seorang pria yang berada tepat didekat tempat duduknya raja. Pria itu nampak sudah terbiasa dengan obrolan yang ia lakukan dengan Sang Raja. Perlahan dirinya pun mulai memasuki ruangan itu.
"Selamat datang Nona……" Ucap Raja.
"Apakah kau merasa nyaman disini…..? Apakah kamu dapat tidur dengan nyenyak….."
"Iiiya.… Aku baik-baik saja. Terima kasih atas sarana yang telah kau berikan Yang Mulia…" Ujar Sora
"Syukurlah.…. Semoga dirimu betah disini ya…."
"Baik Yang Mulia…."
"Suna, tolong bantu nona ini untuk duduk disamping meja makanku"
"Baik, Ayahanda….." Jawab Sang Pangeran.
"Jadi ada satu hal yang sebenarnya ingin aku tanyakan padamu…..?"
"Aapaa.…itu yang mulia…..?"
"Apakah kamu mempunyai orang yang berharga disisimu…..?"
"I...iya ada yang mulia…"
"Lalu.…Apakah kamu mencintainya…..?"
"Bebbbbenar.… Yang Mulia…."
"Mmmmm begitu ya…… Kalau begitu apakah kamu bersedia apabila aku jodohkan dirimu dengan sosok pria itu…..?"
"Hah.….. Mohon maaf Yang Mulia, bukankah ini terlalu mendadak……? Sebab aku juga belum menemukan pria yang aku dambakan itu…."
"Benarkah.…? Bukankah ia berada tepat disampingku….?"
"Iiitu.….… (tidak mungkin pria itu adalah sosok yang aku cari…….)"
"Nampaknya aku terlalu membebanimu ya……. Mohon maaf apabila aku terburu-buru……"
"Titidak apa-apa Yang Mulia."
"Baiklah, coba perkenalkan dirimu sekali lagi padanya."
"Baik Yang Mulia….." Ujar pria dismaping Sang Raja.
"Namaku adalah Hadad…. Aku datang kesini untuk menemui nona cantik yang sebelumnya telah aku temui beberapa bulan yang lalu….."
__ADS_1
"Apaaaaa.….? (Ini tidak mungkin….) Hadad…….!!???"
...****************...