Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Di Luar Ekspektasi


__ADS_3

..."Semua hal yang terjadi di dunia ini telah diatur oleh Sang Maha Kuasa. Maka semua kejadian tersebut tidak dapat diprediksi oleh manusia seutuhnya. Sebab ketentuan yang telah ditetapkan tidak dapat diubah sepenuhnya. Sehingga tidaklah asing, apabila banyak ketidakselarasan antara suatu hal yang diberikan dengan hal yang diinginkan. Karena Apa yang didambakan manusia kerap tidak sesuai dengan apa yang diberikan Sang Pencipta. Maka dengan ini dapat kita simpulkan bahwa realita itu tidak sesuai dengan ekspetasi. Maka berusahalah agar impian dan ekspetasimu itu setidaknya dapat terwujud sebagiannya. Apalagi jika dirimu menambah rasa syukur akan pemberian-Nya, maka dirimu tidak akan pernah merasakan suatu kekurangan."


...


Pukulan demi pukulan terus dilayangkan Heracles ke wajah Hadad. Tanpa jeda sedikitpun, pukulan tersebut berirama dan cukup konsisten. Arah pukulan, kecepatan, dan kekuatannya pula berada pada level yang berbeda dari setiap monster yang pernah Hadad lawan. Semakin lama dirinya menerima semua pukulan tersebut, maka semakin tersiksa pula tubuhnya menahan rasa sakit yang dahsyat. Sihir yang biasanya ia lafalkan seakan tidak berguna saat ini. Efek dari peraturan sulit yang telah Ratu Samaki buat pada pertandingan ini. Merasa dirinya dirugikan dalam beberapa keadaan, Hadad mulai mempelajari tiap gerakan dan pukulan yang Heracles layangkan kepadanya. Berbekal kekuatan dari latihan keras serta imajinasi yang biasa ia praktekkan. Hadad mencoba untuk sedikit mengintimidasi lawannya dengan kekuatan aura yang cukup kuat. Dengan sosoknya kali ini, Hadad dapat merasakan kekuatan yang bersumber dari tubuhnya yang berbeda dari tubuh didunia sebelumnya.


"Mengagumkan.…." Ujar Ratu Samaki


"Kau memang seorang lelaki yang penuh dengan kejutan…."


"Aku cukup terkejut saat Yang mulia menyuruhku untuk melakukan tes kekuatan kepada calon peserta ini." Ucap Heracles.


"Karena Yang mulia tidak pernah hadir di arena pertandingan selain pertandingan ini. Sehingga aku dapat menyimpulkan bahwa lawanku kali ini bukanlah orang biasa…."


"Kau benar.…. Aku juga belum pernah melawan sosok yang lebih hebat darimu." Jawab Hadad.


"Sebab biasanya aku jarang melawan seorangpun tanpa melafalkan sihir sama sekali. Maka pertandingan kali ini akan aku jadikan sebagai bahan latihan dari penguatan fisik dan mentalku saat ini."


"Jika itu maumu… Maka aku tidak akan segan untuk melayangkan tinju terkuat ku ke arahmu."


"Majulah..... Aku siap kapan saja kau mau…. (Sepertinya ini adalah saat yang tepat untukku….)"


"Rasakan kekuatanku ini… Tinju Sakti : Pukulan Horizontal……"


"Swooossshhhh.….…"


Pukulan keras dan terarah tersebut, terjadi begitu cepat. Bahkan Hadad pun tidak dapat menghindari pukulan itu sepenuhnya. Walhasil pukulan itu dapat mengenai sebagian dari tubuhnya. Beruntung luka yang disebabkan pukulan tersebut tidak terlalu fatal. Hanya saja pukulan tadi bukanlah pukulan pamungkas yang dipunyai oleh Heracles. Sehingga Hadad harus ekstra waspada menghadapi gerakan tinju selanjutnya. Namun sisi baiknya Hadad mulai mengerti cara untuk melafalkan suatu pukulan kuat layaknya Heracles. Penglihatannya telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Dan membuat dirinya masih memiliki harapan untuk bisa memenangkan pertandingan keras ini.


"Bagus.…. Kau bisa beradaptasi dengan cepat Hadad. Tinju Heracles tadi biasanya dapat mengakhiri pertarungan lebih dari ratusan kalinya di arena ini. Tetapi kamu masih bisa bertahan darinya. Nampaknya kamu melebihi ekspetasiku."


"Kau benar Yang mulia…. Hadad bukanlah lawan yang bisa dianggap sebelah mata…."


"Kalian tidaklah benar…. Aku juga sangatlah kewalahan menghadapi musuh sehebat Heracles…."


"Heracles.… Hari ini kau tidak perlu menahan kekuatanmu lagi….. Berilah pertarungan yang sesungguhnya pada Hadad…."

__ADS_1


"Siap laksanakan Yang mulia…"


"(Apa yang mereka bicarakan….? Jangan-jangan ada pukulan terkuat daripada pukulan tadi….? Yang benar saja…..)"


"Pukulan Pamungkas : Tinju bertubi-tubi….."


"Jab.….jab….jab…… Jab....."


"Woah.…. (Maho no Ugoki : Shiro Kaze……)"


"Sringgg.….…


"Apa.….?"


"Pukulan beruntun : Angin Timur Tengah….."


"Wwwwwwwooooosssshhhhh.…."


Pukulan Hadad dapat membelokkan pukulan pamungkas dari Heracles. Sehingga pukulannya ini dapat mengenai depan tubuhnya atau lebih tepatnya dada sebelah kanan. Memang pukulannya ini tidak terlihat kuat layaknya pukulan Heracles tadi. Namun dampak yang disebabkan dari pukulan ini membuat setengah dari arena hancur berkeping-keping. Angin yang keluar setelah tabrakan fisik tadi, merupakan penyebab dari kekacauan ini. Sontak Ratu Samaki pun segera turun tangan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi.


"Zlup.…zlup….zlup…."


Gumpalan air dan gelembung perlahan mendekati tubuh Sang Ratu membentuk perisai besar yang menutupi seluruh arena pertandingan. Sihirnya kali ini tidak terlalu membuat Hadad tercengang, sebab ia pernah melihat sihir yang lebih besar sebelumnya. Beruntung pukulan dahsyat tadi tidak menimbulkan suara yang berlebihan. Sebab Ratu khawatir hasil dari pukulan tadi terdengar oleh warga setempat. Dan bisa jadi berita yang menghebohkan kerajaan air. Heracles tergeletak pingsan setelah menerima pukulan dari Hadad. Sedangkan Hadad tergeletak didekatnya dengan luka disekujur tubuhnya. Ia merasakan rasa sakit yang luar biasa, dampak dari beberapa pukulan yang Heracles layangkan terhadapnya. Ditambah pukulan dahsyat yang ia keluarkan tadi sangatlah menguras mana dan staminanya secara drastis. Akan tetapi Hadad masih bisa mempertahankan kesadarannya walau dirinya terlihat ngos-ngosan.


"Hah.…hah…..hah….."


"Kau tidak apa-apa….?"


"Aku baik.… baik saja… Yang mulia….."


"Pukulanmu tadi terlalu kuat untuk pertandingan tidak resmi seperti ini. Belum lagi dampak yang ditimbulkan dari pukulanmu tersebut terlalu berbahaya jika kamu keluarkan ditempat yang ramai akan penduduk. Bahkan lebih parahnya lagi pukulanmu tadi bisa saja menewaskan lebih dari ratusan hingga ribuan orang disekitarmu. Aku harap kamu bisa lebih bijak dalam menggunakan kekuatanmu itu…."


"*Baik Yang mulia… Maafkan atas keteledoranku…. Ini…."


"Aku senang kau mengakui kesalahanmu… dan tidak bertindak ceroboh… Ingat jangan sampai ada yang tau akan pertandingan ini….."

__ADS_1


"Baik Yang mulia…."


"Oh iya aku lupa satu hal…."


"Apa itu Yang mulia….?"


"Maho no Ugoki : Mizu no Kaifuku…."


"Ini kan.…."


"Iya ini adalah sihir penyembuhan."


"Tetapi.…bagaimana bisa…… bukankah Yang mulia…. Hanya bisa menggunakan sihir air saja….?"


"Kau benar.…. Dulu aku memanglah seorang Ratu biasa yang hanya mempunyai satu sihir saja…. Namun beberapa bulan yang lalu… Aku menemukan suatu relik harta karun didekat kerajaan."


"Relik harta karun….? Benda seperti apa yang anda temukan Yang mulia…?"


"Benda yang berada didalamnya berupa botol potion berwarna hijau daun…"


"Botol potion.….? Hijau daun….? Jangan-jangan itu…."


"Ya.…kau benar… itu adalah peninggalan daripada ilmuwan yang sedang meneliti tentang sihir pemulihan."


"Bagimana Yang mulia bisa tahu bahwa…. Itu milik ilmuwan….?"


"Sebab hanya merekalah spesies yang bisa membuat benda seperti itu…."


"Begitu ya.… (Spesies ilmuwan ya…. Aku baru pertama kali mendengarnya….)"


"Sudahlah.…itu tidak terlalu penting untuk dibicarakan sekarang…. Lebih baik kamu pergi bersamaku menuju ruang perawatan diujung gedung ini…. Oh iya tolong topang tubuh Heracles kesana…."


"Baik Yang mulia…. (Sepertinya Ratu menyembunyikan sesuatu…. Aku masih penasaran dengan apa yang ia ceritakan tadi*….)"


Hadad pun segera menopang tubuh Heracles menuju ruang perawatan. Dengan cekatan ia melangkah mengikuti langkah Ratu Samaki. Beban tubuh Heracles cukup berat baginya, namun ia paksakan dengan segenap kekuatannya agar dapat membawa tubuh tersebut. Hanya saja ia masih bertanya-tanya akan cerita yang Ratu Samaki bicarakan sebelumnya. Ia menyangka bahwa cerita tersebut masih ada lanjutannya. Namun Sang Ratu seperti sengaja memotongnya agar Hadad tidak mengetahui secara jauh akan benda yang ia temukan itu. Padahal Hadad tidak terlalu memikirkan untuk mencari benda-benda ajaib atau misterius di dunia ini. Karena dirinya hanya berharap agar dapat kembali ke tempat tinggalnya secepat mungkin agar tidak membuat khawatir keluarga dan teman-temannya disana. Tetapi keadaan ini membuat dirinya menyusun rencana baru yang lebih efektik. Yakni menguak misteri dibalik relik harta karun yang Ratu Samaki temukan itu.

__ADS_1


__ADS_2