
..."Kejadian yang buruk seringkali terjadi entah kapan dan entah dimana terjadinya. Sebab kejadian ini juga bisa terjadi disebabkan rencana seseorang. Nama lain dari kejadian buruk ini adalah malapetaka. Sebuah pertanda buruk akan suatu event yang bakal terjadi. Karena satu persatu komponen didalam event ini sangatlah berhubungan satu sama lain. Maka tidak aneh apabila sudah terjadi satu kejadian maka akan terjadi kejadian yang lain. Jadi pada intinya semua ini membutuhkan satu sumbu khusus yang dapat menyala ke segala arah dan menimbulkan beberapa kejadian yang tidak terduga. Dan mampu menjadi sebuah musibah yang besar jika tidak diatasi secara tanggap."
...
"Kak Hadad…. Apakah kamu ada disini……?" Tanya suara itu.
"Gawat.…. Ini pasti suaranya Layyin….." Gumam Hadad.
"Ada apa Kak…. ? Apakah kamu tidak akan menemuinya….?" Tanya Sirlia.
"Tidak apa-apa…. Hanya saja aku tidak bisa menjelaskan kepadanya siapa dirimu sebenarnya…."
"Itu tidak perlu kak, sebab mereka pun akan mengetahuinya nanti…."
"Apa maksudmu Sirlia…..? Aku tidak mengerti…."
"Itu karena.…. (Darku majiku : Saimin no nioi…."
Tiba-tiba keluar asap hitam dari tangan Sirlia. Asap itu menyelimuti seluruh tubuhnya hingga hampir menelan beberapa rumput disekitarnya. Melihat hal yang tidak biasa itu membuat Hadad segera menghindari asap itu.
"Sirlia.… apa yang terjadi….? Kenapa dirimu mengeluarkan asap aneh seperti ini….?"
"Maafkan aku Hadad …….! Nampaknya ini bukanlah pertemuan kita yang sebenarnya….."
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Sirlia…….?"
"Selamat tinggal Hadad……."
"SIRLIAAAAAA.….…"
Karena banyaknya asap hitam yang bertebangan membuat sosok Sirlia perlahan menghilang dan tidak terlihat kembali. Sosoknya seakan hilang ditelan gumpalan asap hitam itu dan menjadikan kejadian ini sebagai pertanyaan didalam pandangan Hadad. Dirinya sangatlah terpukul akan kejadian ini. Kakinya mulai melemas sehingga ia tidak dapat berdiri dengan benar. Ia pun menyentuh kepalanya dengan kedua tangannya. Demi menutupi rasa menyesalnya, Hadad berdiam sejenak didekat danau. Ia menatap air danau itu dengan tatapan tang cukup dalam. Seperti dirinya menatap sebuah cermin. Refleksi yang keluar dari air danau itu pun membentuk pantulan wajah dan fisik yang Hadad punya. Hanya saja pantulan air itu memunculkan gambaran yang berbeda dengan kenyataannya. Gambaran berupa fisik Hadad yang mempunyai mata berwarna hitam pekat tanpa warna selainnya, wajahnya yang tidak karuan dengan beberapa luka dibagian pelipis dan pipinya, rambutnya yang berwarna merah gelap, giginya yang bertaring di kedua sisinya, dan telinganya yang agak panjang meruncing layaknya seorang dari spesies elf. Semakin lama Hadad menatapnya semakin dirinya merasa pening. Kepalanya terasa berat sebelah dan matanya berkunang-kunang. Perlahan-lahan Hadad pun tidak sadarkan diri. Lalu tergeletak ditempat. Ia tidak mengingat apapun setelah kejadian tadi.
Di tempat yang lain semua teman-teman Hadad masih terlelap tidur dengan nyenyaknya ditempat tidurnya masing-masing. Namun ada satu orang yang terbangun karena ingin buang air kecil. Ia adalah Sora. Dirinya tidak kuat menahan rasa untuk pergi ke kamar mandi untuk melakukan hajatnya. Tanpa pikir panjang Sora pun bergegas masuk kedalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian Sora berjalan kembali ke tempat tidurnya. Akan tetapi ia melihat suatu kejanggalan didekat tempat tidur Hadad dan Arkhan. Pintu ruangan mereka terbuka sedikit. Menandakan bahwa salah satu diantara mereka sedang keluar dari tempat tidurnya. Dan benar saja, ternyata Hadad tidak terlihat dikamarnya. Sora yang mengintip sedikit kedalam ruangan itu hanya melihat Arkhan yang tertidur dengan nyenyaknya. Ia tidak merasakan kehadiran Hadad sama sekali. Melihat kejanggalan itu Sora pun memutuskan untuk turun ke lantai pertama untuk memastikan sesuatu. Ia menoleh ke setiap sudut disana. Dari dapur hingga meja makan telah ia perhatikan namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Hadad sama sekali. Sora pun semakin merasa cemas akan hal tersebut.
"Kok kak Hadad tidak terlihat dirumah ya….?" Gumam Sora.
"Apa mungkin ia mempunyai urusan diluar ya…..?
"Soalnya ini kan sudah hampir jam 2 pagi….
"Masa iya Hadad keluar jam segini…."
Setelah bergumam cukup lama, Sora menyadari bahwa ia seperti melihat sesuatu yang aneh didekat jendela. Instuisinya mengatakan bahwa ada suatu benda yang berada didekat jendela itu. Perlahan Sora pun membuka jendela dan tidak sengaja melihat sepucuk surata dibawahnya. Karena rasa penasarannya yang tinggi. Sora mengambil surat itu dan mulai membaca isinya secar perlahan. Isi surat itu berbunyi…;
"Sora .….…
Jika kamu menemukan sepucuk surat ini….
__ADS_1
Berarti aku telah pergi ke suatu tempat didekat gunung Arashi….
Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku…..
Sebab aku pergi ke tempat itu untuk mencari sesuatu yang nampaknya berhubungan denganku……
Aku juga tidak tau apa itu……
Akan tetapi aku merasa bahwa ada seseorang yang sebelumnya pernah kau temui…..
Dan kebetulan aura dari tempat itu terasa mirip sepertinya….
Oleh karena itu aku putuskan untuk melihatnya secara langsung….
Apabila aku tidak kembali kerumah…..
Maka aku titipkan teman-temanku disana….
Sebab hanya merekalah keluargaku saat ini….."
Sora terkejut dengan isi sepucuk surat itu. Ia tidak menyangka bahwa Hadad akan mengalami sesuatu yang tidak dapat ia tangani sendiri. Hatinya menangis karena tidak cepat menyadari akan hal ini, namun fisiknya mencoba untuk menopang semua luapan kesedihannya. Beruntung Sora masih kuat untuk menghadapi cobaan ini. Dirinya mencoba untuk menanggapi setiap hal dengan positif agar tidak terlena dengan masa lalunya. Hingga akhirnya Sora memutuskan untuk mengikuti jejak kaki Hadad menuju gunung Arashi. Setiap pintu rumah dan jendela ia kunci agar tidak dapat dimasuki oleh orang jahat dan mencurigakan. Dirinya menulis pesan diselembaran kertas agar salah satu temannya yang bangun nanti tidak terlalu mengkhawatirkannya. Lalu ekspedisinya pun dimulai saat itu juga.
Hampir puluhan menit lamanya sejak kepergian Hadad. Sora masih menelusuri setiap jalan yang terhubung hingga gunung Arashi. Angin pada malam itu cukup kencang hingga beberapa rerumputan seperti terbawa oleh hembusan angin tersebut. Suasana malam yang hening membuat Sora benar-benar memanfaatkan setiap panca indranya agar dapat merasakan kehadiran makhluk disekitarnya. Berbekal sihir angin yang ia gunakan sebagai perisai, Sora berjalan menerobos arah angin menuju tempat tujuannya. Kemudian dirinya menemukan salah satu padang rumput yang sangat luas didepan matanya. Yang ternyata padang rumput itu tersambung kearah gunung Arashi berada. Pemandangan gunung besar terlihat cukup jelas dari arah pandangnya. Ini membuktikan bahwa dirinya hampir sampai dengan gunung tersebut. Akan tetapi Sora masih kebingungan akan keadaan disekitarnya. Sebab ia tidak melihat satu pun monster atau spesies makhluk yang berbahaya. Padahal ia tahu betul bahwa salah satu temannya yakni Hikari pernah menceritakan betapa berbahayanya gunug Arashi. Bahkan ia katakan bahwa tiada gunung yang semengerikan gunung Arashi didaerah ini. Tetapi apa yang ia temukan berbeda dengan apa yang ia dengar. Sehingga Sora masih bisa berjalan dengan santai menuju tempat tujuannya. Dengan sikap kehati-hatiannya, karena ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya akan terjadi disana. Hanya saja belum juga ia sampai disana, Sora bertemu dengan danau yang cukup besar. Danau itu sangatlah luas dan cukup besar. Airnya sangatlah jernih dan terlihat tidak berbahaya. Akan tetapi Sora tetap menjaga jaraknya dari danau itu, sebab ia masih ragu dengan danau itu. Sora ingat perkataan Hadad saat berpetualang dengannya yakni Hadad pernah menyinggung bahwa 'air yang keruh tidak menyembunyikan sesuatu didalamnya, namun air yang jernih seakan memikat dan lebih berbahaya dari air pada biasanya'. Dan benar saja, sesaat setelah Sora melihat keadaan disekitar danau itu. Sora melihat suatu kejanggalan didalamnya. Air yang jernih itu menyimpan rahasia didalamnya. Seekor ikan dengan ukuran yang sangat besar terlihat sedang berenang didalamnya. Ikan itu memiliki taring yang sangat tajam serta runcing, ditambah siripnya yang mempunyai cakar layaknya cakar harimau, dan matanya berwarna kuning menyala seperti lampu taman. Ikan itu berenang perlahan-lahan karena bobot tubuhnya yang sangat besar. Karena tak mau ketahuan olehnya Sora pun mencoba untuk menjauhi danau itu. Akan tetapi dirinya terkejut ketika melihat diseberang danau itu ternyata terdapat seorang laki-laki yang terlihat pingsan tidak karuan. Yang tidak lain laki-laki tersebut merupakan sosok Hadad.
__ADS_1