Tanpa Tujuan

Tanpa Tujuan
Kembali Terdampar


__ADS_3

..."Satu fenomena menarik yang biasanya terjadi pada seseorang yang terlempar jauh ke tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Bahasan ini mengacu pada kata kunci terdampar. Sebab orang yang merasakan kejadian ini seakan tidak dapat mengetahui tempat yang ia tempati saat ini. Bukan secara disengaja melainkan fenomena ini ada dikarenakan suatu kejadian tertentu yang menjadi alasan terjadinya fenomena tersebut. Maka tak perlu diragukan lagi bahwa kejadian ini tidak dapat diprediksi keberadaannya."


...


"Duaarrrrrrrr.….."


"AAAHHHHHHHH.…."


Ledakan yang besar menghantam Suna dan Sirlia. Sihir yang ditembakkan oleh burung elang tadi merupakan sihir kelas atas yang hanya dapat digunakan oleh orang-orang tertentu. Tetapi keberadaannya yang tidak biasa ini membuat Sirlia dan Suna kebingungan. Sebab mereka belum pernah melihat makhluk yang dapat menembakkan sihir sebesar itu.


Dampak sihir itu sangatlah fatal jika diperkirakan oleh teori ledakan pada umumnya. Belum lagi cahaya yang terpancar setelah ledakan itu menyebabkan radiasi besar-besaran di daerah tersebut. Suna dan Sirlia pun terpental akan sihir mengerikan ini. Keduanya tidak sadarkan diri tepat disaat sihir itu meledak.


...----------------...


Sirlia terbangun dalam keadaan setengah sadar. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri agar dapat melihat situasinya saat ini. Namun hal yang bisa ia lihat hanyalah ruang kosong berwarna putih tanpa warna dasar apapun. Tempat ini seakan seperti fenomena Lucid dream yang kerap kali hadir disaat manusia terbangun setengah sadar. Hampa dan tak terlihat seorang pun di setiap sudutnya. Hingga akhirnya Sirlia mendengar suatu bisikan aneh dari arah kanan telinganya.


"Sirliaaaa.….…Sirliaaaa……" Suara yang terbesit jelas di telinga Sirlia.


"Bangunlah.…. keberadaan mu masih dibutuhkan disini….."


"Siapa kamu.….?" Tanya Sirlia dengan nada yang sedikit ketakutan.


"Kamu masih harus mencari temanmu itu sebelum ia dikendalikan sepenuhnya oleh sang Ratu laut….."


"Apa maksudmu.…? Siapa temanku itu….? Aku tidak mengingat siapapun disini….?"


"Sosoknya mulai memudar tertelan sihir air yang sangat kuat. Aku harap kamu dapat menemukan petunjuk mengenai temanmu itu, sebelum semuanya terlambat…."


"Apa.….? Mengapa temanku itu terdengar seperti sedang disandera di suatu tempat….?"


"Ratu laut membuatnya berubah menjadi pion kerajaan yang sangat kuat dan tak dapat dikalahkan dengan kekuatan biasa…"


"(Siapa orang yang sedang ia bicarakan ini….? Aku tidak mengerti sama sekali….)"


"Berjalanlah sepuluh langkah kearah utara setelah kamu bangun, lalu bergeser ke arah kiri dan berjalan beberapa meter darinya. Niscaya kamu akan mendapati suatu petunjuk tentang temanmu yang malang itu…."


"Tunggu.…Apa maksudmu…? Aku masih belum paham dengan perkataan mu itu…."


"Kumohon selamatkan sosok itu…. Karena dia adalah satu-satunya harapan yang dapat kamu andalkan disini….."


"Harapan.…? Sosok itu… jangan-jangan…."


"Cringgg.…."


"Aaaaaaa.…."


......................


Tiba-tiba sosok itu bersinar hingga menutupi pandangan Sirlia sepenuhnya. Ia tidak dapat melihat sama sekali sebab cahaya tersebut. Alhasil dirinya pingsan sekejap setelah melihatnya.


Tak lama setelah kejadian tersebut, Sirlia perlahan-lahan bangun dari tidurnya. Ia kembali memastikan setiap hal yang berada didekat tempatnya agar tidak terulang kejadian yang sama. Namun tempat yang ia lihat kali ini merupakan sebuah pulau yang berada tepat ditengah lautan. Sejauh mata memandang Sirlia hanya dapat melihat permukaan air yang besar di setiap sudut matanya. Sontak ia kaget tidak karuan, sebab kejadian yang sebelumnya terjadi padanya adalah mimpi yang entah terlintas begitu saja.


"Splasshhhhhh.…. Splasssshhhhhh…." Suara ombak yang bertubrukan dengan bibir pantai.


"Mustahil.… Bagaimana bisa aku terdampar di tempat asing seperti ini…..?"


"Awww.…Nyut…. Nyut….."

__ADS_1


" kepalaku sakit sekali…. Apa jangan-jangan ini efek dari ledakan sebelumnya ya….."


"Tap.…. Tap……"


"(Aku seperti mendengar suara langkah kaki…..? Tapi dimana asalnya ya….???)"


Sirlia menoleh ke setiap arah mencari sumber dari suara langkah misterius yang tiba-tiba terdengar oleh telinganya. Namun tak ada satu pun sosok yang terlihat olehnya melainkan pasir dan tumbuhan khas pantai saja. Ia kebingungan dan tak dapat berpikir secara rasional. Karena langkah itu terdengar sangat jelas seperti sedang berjalan kearahnya. Akan tetapi Sirlia tetap tidak dapat menemukan asal suara itu.


"Itu suara apa sihhhh…..?"


"Kok bisa-bisanya ada suara aneh seperti itu….? Apa jangan-jangan tempat ini angker lagi ya…..?"


"Sir.…lia……." Suara yang terdengar di telinga sebelah kiri Sirlia.


"(Suara ini.…. Seperti tidak asing…..)"


"Sirlia.… tolong aku…… Aku tidak mau berada disini…..!!!"


"Siapa kamu….? Apa maumu…..?"


"Aku.…. Adalah………"


"Sirliaaaa.…." Teriak seorang lelaki yang berada dibelakangnya.


"Sunaaaa.… Kau Kah itu….?"


"Iya ini aku…. Aku berada didekat pohon kelapa di belakangmu…."


Dengan sigap Sirlia menoleh ke belakangnya menghiraukan suara aneh yang sempat terdengar olehnya tadi. Dan benar saja didekat pohon kelapa itu terdapat sesosok pria yang ia kenal sebelumnya, yakni Suna. Suna menghampiri Sirlia dengan langkah kaki yang cukup cepat. Dan tak lama ia pun sudah berada didekatnya.


"Sirlia.…Apa kamu tidak apa-apa….?"


"Benarkah.…? Apa kamu terluka…?"


"Tidak, tubuhku tidak terluka sama sekali. Tubuhku hanya merasa kelelahan saja…."


"Syukurlah.…Aku kira kamu terluka cukup dalam gegara ledakan tadi…."


"Kamu sendiri bagaimana…..?"


"Aku baik-baik saja…. Hanya kepalaku saja yang sedikit memar, akibat terbentur batu karang ditepi pantai."


"Apa.….? Bagaimana bisa.….? Kamu bercanda ya…..?"


"Enggak aku serius…. Ini coba kamu lihat saja keadaan kepalaku…."


"Oh iya kau benar…. Sebentar aku akan melafalkan mantra sihir penyembuh padamu…"


"Tetapi bagaimana caranya….? Bukankah kamu penyihir angin tingkat atas ya….?"


"Sudah diam saja…. Yang penting lukamu itu bisa disembuhkan olehku…."


"Baiklah kalau begitu mohon bantuannya…"


"Maho no Ugoki : Kaze no Kaifuku….."


"Clak.….Clak……"

__ADS_1


"Wah hebat.…Rasa sakitnya perlahan menghilang…."


"Tuhkan kata aku juga apa…"


"Kau benar-benar hebat Sirlia…. Aku beruntung dapat berteman dengan penyihir hebat sepertimu…"


"Kau terlalu berlebihan… Itu Cuma sihir tingkat menengah kok…."


"Walaupun itu sihir menengah, fakta bahwa kamu bisa menyembuhkan lukaku ini bukanlah hal yang biasa. Terima kasih banyak Sirlia…."


"Iya.…Sama-sama…. (Syukurlah aku dapat menyembuhkan seseorang yang kesakitan….)"


"Ngomong-ngomong kita ini sedang ada dimana….???"


"Aku tidak tau… Yang jelas kita terlempar dari tempat asal kita…"


"Terlempar.….? Berarti kita tidak berada di daerah Lailatu Haadiat….?"


"Iya kau benar…. Sebab semua hal yang kita lihat disini merupakan lautan lepas beserta pulau terpencil ditengahnya…."


"Lalu bagaimana kita dapat keluar dari situasi ini…???"


"Aku rasa kita harus bertahan dan beradaptasi terlebih dahulu disini… Karena kita tidak tau kapan kita dapat melihat sebuah perahu yang melintas kesini…."


"Begitu ya.…. Sial… Coba saja kita bisa menangkis ledakan tadi…. Mungkin kita tidak akan berakhir di tempat asing seperti ini…."


"Ya mau bagaimana lagi…. Kita terlambat untuk mengeluarkan mantra sihir karena burung elang tadi….."


"Eh iya.…Burung elang itu kenapa kuat sekali ya….???"


"Sepertinya burung itu merupakan makhluk sihir yang dapat dikontrak oleh seseorang…."


"Dikontrak.…? Kok bisa…..?"


"Aku tidak tahu detailnya… Yang pasti makhluk itu bukanlah peliharaan yang baik….. Sebab Elang merupakan spesies langka yang memiliki kekuatan paruh dan cakar yang luar biasa kuat dan tajam… "


"Berarti ada seseorang yang mengendalikan Elang tersebut ya….?"


"Tepat sekali.… "


"Tetapi dimana pemiliknya…??? Aku tidak merasakan kehadirannya sama sekali…."


"Entahlah….. Aku tidak bisa memastikannya….. (Sebenarnya sebelum kejadian itu terjadi aku sudah merasakan sihir yang luar biasa besarnya….. Namun tidak menemukan sosok pemilik sihir itu….)"


"Aku heran.…kenapa ada orang yang rela membahayakan dirinya agar dapat menyerang orang lain…"


"Mungkin ia sedang membalaskan suatu dendam…. Sebab tidak mungkin makhluk itu menyerang kita tanpa alasan…. (Belum lagi target utama burung itu adalah Suna….. Berarti pengendali Elang itu memang punya dendam kesumat terhadap Suna….)"


"Benar juga sih…."


"Sudahlah.…daripada kamu memikirkan hal yang rumit seperti itu, mending kita cari informasi terkait pulau ini…. Aku khawatir kita tidak dapat memakan sesuatu disini…."


"Kau benar.… aku akan berusaha untuk mencari bahan-bahan yang kita perlukan untuk nanti…."


"Baiklah kalau begitu aku juga akan mencari beberapa hewan dan tumbuhan yang bisa kita santap disini…."


"Okok.….."

__ADS_1


Setelah percakapan yang cukup lama, akhirnya Sirlia dan Suna mulai mencari bahan makanan untuk bisa bertahan di pulau ini. Keduanya membagi tugas dengan keahliannya masing-masing agar pekerjaan mereka lebih efisien.


Tetapi dibalik pergerakan mereka terdapat salah satu sosok bayangan yang senantiasa memantau gerak-gerik keduanya. Ia berada tepat dibalik semak-semak dekat pohon kelapa yang sebelumnya menjadi tempat terbaring nya Suna. Entah apa yang akan dilakukan sosok tersebut terhadap Suna dan Sirlia. Yang jelas sosok ini tidaklah bersahabat dengan keduanya.


__ADS_2