
Semenjak saat itu Irene sudah sering dilibatkan Leo dalam kegiatan penyerangan pada markas-markas mafia pengedar obat-obatan terlarang dan para penyelundup senjata ilegal.
Tentunya sudah mendapatkan izin dari Brayan.Irene akan selalu berada dalam perlindungan Leo dan juga Brayan dalam setiap misi yang mereka lakukan.
Seperti kali ini mereka akan melakukan penyerangan pada komplotan mafia pengedar obat-obatan terlarang dan tentunya bekerja sama dengan pihak kepolisian Milan.
"Apa semua sudah siap?."Brayan memperhatikan satu persatu anak buahnya yang sudah berkumpul diruangan khusus.
"Sudah,sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan."Jawab leo dengan datar.
"Misi kali ini kau yang memimpin".Tunjuk Brayan pada leo."Ingat jangan ada kesalahan".
Ucapan Brayan mendapat anggukan dari Leo.Kali ini ia akan memimpin dikarenakan Brayan harus kembali ke Roma,atau lebih tepatnya kerumah tuan Abram yang merupakan ayah kandungnya Brayan.
"Baiklah,aku percayakan tugas ini pada mu Leo". Brayan menepuk bahu Leo dengan kuat."Ingat, keselamatan Irene harus kau utamakan."
Bila dalam penyergapan sebelumnya ada ia dan Leo yang akan melindungi Irene.Tapi kali ini Leo harus bisa mengambil alih keduanya sekaligus,yakni sebagai pemimpin misi dan juga pelindung untuk Irene.
__ADS_1
"Kau tidak perlu mencemaskanya, kemampuan Irene sudah cukup matang."
"Tetap saja kau harus melindunginya,aku tidak ingin dia terluka."
Sesayang itu Brayan pada Irene, sampai-sampai gadis itu selalu dianggapnya anak kecil walau sudah lulus kuliah.Bahkan Irene hanya bertugas memantau monitor saja disetiap misi dengan kawalan ketat anak buah yang selalu berjaga disekelilingnya.
"Tenang saja, aku akan melindunginya. Sekarang selesaikan masalah mu dengan tuan Abram dan Hyung mu segera."
Leo tau ketidak ikut sertaan Brayan kali ini, dikarenakan masalah kelurga yang harus diselesaikan.Tuan Abram-lah yang mengutus Leo untuk melindungi putra keduanya yaitu Brayan supaya tidak menjadi sasaran luapan emosi dari putra pertamanya yang bernama Namjoo Abram.
"Sekarang pergilah,dan selesaikan misi ini sampai tuntas seperti biasanya.Mengerti."Suara keras Brayan menggema keseluruh ruangan.Memberi semangat dan juga perintah pada Leo dan juga seluruh anak buahnya.
Setelah memberangkatkan Leo, Irene dan beberapa anak buahnya Brayan juga telah bersiap berangkat menuju Roma.
Sepanjang perjalanan menuju Roma Brayan berpikir keras.Kali ini masalah apa lagi yang datang menimpanya."Apa tidak cukup dengan aku keluar dari rumah itu Hyung,apa lagi yang kau mau."gumam Brayan sambil tetap fokus melihat jalanan didepannya.
Hubungannya dengan Namjoo memang terbilang sangat buruk.Mungkin karena mereka terlahir dari ibu yang berbeda,ditambah lagi dengan kematian ibu Namjoo dan yang tertuduh sebagai pembunuh adalah ibunya sendiri.Maka dipastikan hubungan kakak beradik itu semakin panas dan tidak ada titik temunya.
__ADS_1
Begitu sampai dirumah mewah yang menjadi Mension utama keturunan Abram.Brayan meminta salah seorang pelayan untuk mengantarkannya keruangan Abram.
Aneh bukan? keturunan dari tuan Abram sendiri seperti orang asing dirumahnya sendiri.Brayan selalu menempatkan dirinya sebagai orang asing yang akan datang sesekali hanya untuk menemui ibunya.
"Kau sudah datang."Sambut tuan Abram dengan dingin begitu pelayan mengantarkannya keruangan pribadi tuan Abram,lalu tuan Abram menyuruhnya duduk diruangan pribadi yang selalu digunakan bila ada rapat antar keluarga saja.
"Tok..tok..tok"
"Masuk."Jawab tuan Abram dengan dingin.Sama seperti berbicara dengan Bryan karena memang seperti itulah tuan Abram selalu dingin meskipun pada putra kandungnya sendiri.
Begitu pintu terbuka, nampak seorang pria tampan dan berwajah Asia dengan mata yang sipit memasuki ruangan.Terlihat jelas ketidak sukanya saat bersitatap dengan Brayan yang memiliki paras bule.
Keduanya nampak sangat berbeda,yang satu berwajah Korea dan yang satunya berwajah latin namun memiliki ketampanan yang sama.
"Ada hal penting apa? sampai-sampai Dedy harus mengundang dia kemari?."Suara Namjoo terdengar panas ditelinga Brayan dan berakhir pada aksi saling menatap tajam satu sama lain.
__ADS_1
Namjoo Abram kak dari Brayan namun beda ibu.