Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 9.


__ADS_3

J-hope pun mengalah pada Lian, bagaimana pun lian-lah satu-satunya orang yang selalu memberikan perhatian padanya.


Sampai saat ini saja,tidak sekalipun orang tua atau keluarganya yang lain menemui bahkan menanyakan keberadaan-nya.


*


*


"Hiat...hiat...hup..."


Leo mengangguk, sebagai pertanda kalau kemampuan bela diri Irene sudah sangat baik.


Ya,Leo lah yang menjadi saksi kunci bagaimana kerasnya Irene berlatih tanpa mengeluh.Leo juga yang menjadi penentu dengan setiap pencapaian latihan yang dilakukan Irene,bahkan sekalipun Leo tidak pernah absen untuk memantau semua latihan menembak dan ilmu beladiri Irene.


"Sudah cukup."Suara Leo menghentikan langkah Irene yang telah berhasil mengalahkan pelatihnya sendiri."Dan kau boleh pergi sekarang."Leo memberi perintah pada pelatih taekwondo Irene untuk segera pergi dari ruangan latihan.


Kini ruang latihan menyisakan Leo dan Irene saja,dengan saling berhadapan.


"Sekarang giliran mu untuk bertanding dengan ku."Leo segera mengambil kuda-kuda dan bersiap untuk beradu dengan Irene.


"Leo, jangan bercanda". Irene mengibaskan tangannya.Manamungkin dia bisa melawan Leo yang terkenal mahir dan menguasai dalam ilmu bela diri apapun.

__ADS_1


"Mulai detik ini akulah yang akan melatih-mu."


"What". Irene sampai tercengang dengan mata yang terlihat membola menatap Leo."Aku tidak mau". Irene berucap sambil membalikkan tubuhnya hendak pergi.


"Kalau kau tidak mau, maka tidak akan ada balas dendam pada the Tiger."Leo tegas dengan apa yang diucapkannya.


Sontak membuat Irene mengepalkan kedua tangannya dengan kuat dan langsung berbalik menghadap Leo dan memasang kuda-kuda.


"Bagus kau masih mengingat misi mu sampai dititik ini". Seringai dibibir Leo terukir begitu melihat mata Irene yang dipenuhi amarah.


"Kau tau betul aku tidak akan lupa pada bedebah sialan itu."Jawab Irene dengan tegas, karena itu memang tujuanya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi?."


"Kerahkan semua kemampuanmu".Ucap Leo disela-sela serangan Irene yang berhasil dipatahkan Leo.


Leo terkenal brutal dan agresif dalam melatih para anak buahnya.Leo tidak akan pernah memberi ampun sekalipun anak buahnya sudah tersungkur dan babak belur.Ituah yang Irene ngeri menerima tantangan dari Leo.


"Hap...hiat...hiat.."


Teriak Irene melayangkan pukulan dan tendangan ketubuh leo,akan tetapi semuanya sia-sia belaka.Kini keringat dan rasa lelah dirasakan Irene sebab tak satupun pukulanya mendarat mulus ditubuh Leo si pria yang berbadan kekar itu.Melainkan kini dirinyalah yang sudah babak belur dan darah segar sudah mengalir disudut bibirnya.

__ADS_1


Apakah Leo merasa kasian pada Irene?,maka jawabannya tidak.Leo semakin bringas menyerang Irene yang notabenenya adalah seorang wanita yang jauh berbeda dengan tenaga dan juga keahlian yang ia miliki.


"Bangun cepat,apa cuman ini kemampuanmu?cih, ngomong mu saja besar ingin membalas dendam tapi kau sangat lemah dan menyedihkan".Bentak Leo ketika Irene sudah tersungkur kelantai.


Irene sekuat tenaga berusaha bangkit mendengar ucapan Leo yang sangat menyebalkan di telinganya.


Leo menaikan sudut bibirnya melihat Irene berhasil diprovokasi oleh ucapannya."Pakai teknik yang kau miliki Irene,itu kuncinya."


Irene segera memasang ancang-ancang dengan kuda-kuda yang dipikirkannya sendiri.Irene mengikuti apa yang Leo katakan, dengan menarik napas sedalam-dalamnya lalu menghembuskan dengan perlahan.Mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa dan konsentrasi yang tinggi, Irene memulai serangannya.


"Sip...sap...sup..."


Benar saja,Leo terjongkok akibat beberapa pukulan Irene tepat mengenai paha dan punggungnya."Kau baik-baik saja."Irene segera mengulurkan tangannya untuk membatu Leo berdiri.


Leo mengangguk lalu menggenggam tangan Irene untuk berdiri.


"wow...kau hebat."Puji Leo, mengibaskan kakinya yang terasa sakit akibat tendangan Irene."Brayan pasti senang mendengar kabar kalau kau sudah berhasil mengalahkan ku".Ucap Leo bangga.


"Jangan berlebihan itu hanya kebetulan".Balas Irene,ia tau Leo hanya memberi semangat dengan berpura-pura kalah."Apa punggung mu sakit".Irene memperhatikan Leo yang memijat punggung-nya sedari tadi.


"Tidak,ini hanya faktor usia."Kekeh Leo.Dibalik wajahnya yang tanpa ekspresi dan condong menyeramkan, Leo juga memiliki hati yang hangat juga sangat baik.Tergantung pada orang yang menilainya saja.

__ADS_1



Irene yang beradu ilmu taekwondo dengan Leo.Cantik betdah Irene 😁😁😁😁


__ADS_2