
"Baik,tapi kalau kau gagal dan membahayakan Irene maka aku tidak akan mengampuni mu leo".Ucap Brayan tegas.
"Percayakan padaku."Jawab Leo.
Keduanya sepakat,membiarkan Irene kembali bekerja pada Ghana.
"Apa ada hal rahasia?."Tanya Irene penasaran pada kedua pria yang baru saja masuk kedalam ruang kerja.
"Tidak ada."Jawab keduanya bersamaan,semakin menambah rasa penasaran Irene.
"Maksudku,kau ku izin kan kembali bekerja."
"Benarkah?."Irene senang mendengarnya.Sudah bosan terkurung di markas bersama aturan Brayan menyebalkan bagi Irene.
"Tapi kau harus tetap tinggal di markas."Lanjut Brayan datar.
"What?.
Baru saja merasa senang karena sudah di izinkan bekerja kembali, Irene kembali murung karna harus pulang balik ke markas dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
__ADS_1
"Brayan___."
"Tidak ada bantahan."Jawab Brayan tegas tak terbantahkan.
Irene menekuk wajahnya sembari merampas ponselnya dari dari tangan Brayan lalu keluar dari ruang kerja ,kali ini ia benar-benar tidak bisa berkutik pada perintah Brayan dan lebih memilih pasrah atas keputusan mutlak dari seorang Brayan Abram.
*
*
*
"Apa gadis gila itu benar-benar sudah tidak tertarik dengan ku?."Entah kenapa pertanyaan itu muncul di benak J-hope.Memorinya memutar ulang, mengingat kala seorang gadis bertopeng selalu hadir menggoda bahkan mengajukan keinginan untuk menyerahkan mahkotanya pada J-hope.
Sungguh saat itu J-hope menolaknya tegas tapi sekarang kenapa ia malah memikirkan penawaran gadis misterius itu.Masih terngiang betapa manisnya bibir gadis itu saat itu.
"Ahhh...Sial."Umpat J-hope mengacak rambutnya kasar.Bagaimana bisa ia membayangkan gadis lain di saat hubungannya dengan Emily sudah membaik.
Ya, J-hope dan Emily sepakat melanjutkan hubungan diam-diam mereka setelah Emily memohon dan berjanji tidak akan pernah membuat skandal dengan pria manapun.Emily bahkan sudah berjanji akan setia pada J-hope.
__ADS_1
Drt...drt...
"Ya,ada apa Lian?."J-hope yang terbaring di ranjang menerima panggilan ponsel dari Lian dengan memalas.
"Apa kau tidak ingin ke klub? hari ini ulang tahun PYONS entertainment."
"Kau saja aku lagi tidak bersemangat kemanapun."Jawab J-hope berbaring di ranjang king size miliknya.
"Datanglah, jangan sampai hubungan antar kita dengan PYONS entertainment merenggang karena sikapmu."Ujar Lian di ujung sana.Lian tau kalau akhir-akhir ini J-hope lebih suka mengurung diri di Mension atau di hotel bila tidak ada kegiatan.
Bahkan ulang tahun agensi yang selalu bekerja sama dengannya selama bertahun-tahun di abaikanya dan hanya mengutus Lian sang asisten menghadirinya.
Jelas Lian tidak setuju dengan J-hope, bagaimanapun PYONS entertainment sudah banyak berjasa bagi kemajuan karir J-hope.
"Baiklah kalau kau memaksa,aku akan segera ke-sana."Dengan suara berat J-hope menuruti Lian,ia juga tidak mau di cap sebagai artis kacang lupa kulitnya.
J-hope beranjak dari tempat tidurnya menuju walk in clothes untuk berganti baju.
Kasual berpadu glamor itulah pilihan baju pria itu,aura ketampanannya terpancar senada dengan warna kemeja yang sangat kontras pada warna kulitnya dan jangan lupakan kaca mata yang menempel membuat penampilannya sangat ferpecto.
__ADS_1
Mengendarai sendiri mobil keluaran terbaru J-hope membelah jalanan kota LA tanpa hambatan menuju klub termewah di pusat kota LA.