Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 52.


__ADS_3

"Apa dedy mu, bersama mu?."Tanya J-hope kembali mencari sosok pria yang bersama gadis kecil itu tempo hari, sungguh ia tidak ingin melihat kedekatan gadis kecil itu dengan ayah kandungnya bisa membuat hatinya sedih.


"No,Dedy uncle back to Milan."Jawab gadis kecil itu menggelengkan kepala.


"Dedy uncle?."Ucap J-hope dengan kening berkerut."Kenapa Eunsang memanggilnya dengan sebutan Dedy uncle."Pikirnya.


J-hope menatap Lian,tapi asisten sekaligus managernya itu mengangkat kedua bahunya.


"Ayo uncle antar pada grand ma,tidak baik berkeliaran sendirian."Mengendong gadis kecil itu untuk membawanya pada nenek Paul.


"Uncle handsome antar aku ke resto saja,mom ada disana."Ucap Eunsang pada J-hope.Meski sedikit berat hati karena ia akan kembali berhadapan dengan wanita yang sudah menyerahkan kesuciannya padanya tapi J-hope tetap mengantarkan gadis kecil itu keresto sesuai keningnya.


Begitu sampai di depan resto sesuai keinginan gadis kecil itu, J-hope menurunkan Eunsang dari gendongannya."Pergilah."Ucap J-hope tanpa berniat mengantar gadis kecil itu sampai pada ibunya.


"Eunsang wherever mom looks for you?."Seru Irene cemas begitu melihat Eunsang sudah ada di depan resto.Irene berlari mendapatkan putri cantiknya.


Eunsang langsung memeluk sang momy sembari berkata."I'm so sorry mom."


Melihat pemandangan itu hati J-hope menghangat,ada rasa haru dalam hatinya melihat Irene begitu mengkhawatirkan putri kecilnya.

__ADS_1


"Is ok ."Jawab Irene membelai rambut Eunsang."Trimakasih sudah mengantar putriku."Ucap Irene pada J-hope,menatap pria yang dulu digilainya itu dengan jantung berdetak karena tatapan tajam pria itu selalu berhasil menggetarkan hatinya.


Tanpa mau berlama-lama menatap pria itu, Irene membawa Eunsang masuk kedalam resto.Namun seketika langkahnya terhenti kala mendengar ucapan pria itu.


"Ibu macam apa membiarkan putrinya berkeliaran di tepi pantai sendirian tanpa ada yang mengawasi."Seru J-hope.


Sontak Irene berbalik mendengar ucapan J-hope yang tidak masuk akal sama sekali.Mana ada seorang ibu membiarkan anaknya dalam bahaya atau berkeliaran sendirian.


Irene saja tidak tau kalau putrinya berkeliaran ,dan setiap hari Irene menitipkannya pada nenek Paul.


"Tolong jaga ucapan anda."Sentak Irene tersulut emosi.


Lian bahkan tersentak dengan mata terbelalak melihat J-hope marah hanya karena gadis kecil yang bukan siapa-siapa dalam hidupnya."Kenapa ia bertingkah seperti ayah gadis kecil itu."Ucap Lian dalam hati.


"Siapa kau berani mengatai ku ibu yang tidak bisa menjaga putriku sendiri?."Suara Irene meninggi sembari menunjuk J-hope.Kesal itulah yang dirasakan Irene saat ini,selama ini ia bahkan memerankan dua sosok dalam hidup putrinya itu,sebagai ibu dan juga sebagai seorang ayah sekaligus.Irene tidak ingin gadis kecilnya itu kekurangan kasih sayang walau tanpa ayah.


"Ck,alasan."Ucap J-hope dengan tatapan sinis."Kau terlalu sibuk dengan suamimu yang baru datang itu, sampai-sampai kalian berdua mengabaikan Eunsang."


"Plakk..."

__ADS_1


Irene langsung melayangkan sebuah tamparan di pipi J-hope.Hatinya sakit mendengar ucapan J-hope barusan, air mata sudah bercucuran dari sudut matanya.


"Kau tidak tau apa-apa tentangku,jadi berhentilah mengatai ku seperti itu."Suara Irene bergetar.


J-hope terdiam melihat air mata Irene membasahi kedua pipinya.Sungguh J-hope tidak ingin membuat wanita itu menangis tapi entah kenapa ia bisa semarah itu.


Irene berlari masuk kedalam resto sembari mengusap air matanya yang tidak mau berhenti keluar.Irena masuk kedalam kamar mandi lalu membuka kran air dengan kencang agar tangisnya tidak terdengar.


"Kenapa harus bertemu dengannya lagi!."Seru Irene sesenggukan menahan rasa marah dan juga cinta pada pria itu.


"Sebaiknya kita kembali."Ucap Lian menarik J-hope yang sedari tadi mematung menatap lurus pintu masuk resto.Entah apa di pikiran pria itu sampai-sampai ia hanya diam setelah mendapat tamparan dari ibu gadis kecil itu.


"Lian,selidiki Eunsang dan juga ibunya secepatnya."Perintah J-hope setelah sampai di kamarnya.


"Sebaiknya kita kembali ke LA,untuk apa mengurusi orang lain."Jawab Lian,ia tidak ingin J-hope dapat masalah.Lagian ia juga tidak mengenal ibu dari gadis kecil itu.


"Aku tidak akan kembali ke LA kalau info tentang keduanya tidak aku dapatkan dalam Minggu ini."Ucap J-hope tegas seakan tidak ingin dibantah.


"Baiklah,terserah mu saja."Jawab Lian pasrah dengan sikap keras kepala J-hope.

__ADS_1


__ADS_2