
Flash back :
☘️☘️☘️☘️
"kejar dia..Jangan biarkan dia lolos."Seru Piero
ketua geng mafia yang sangat
ditakuti.Memerintahkan para anak buahnya
mengejar gadis yang berusia 15 tahun untuk
dijadikan budak di salah satu tempat hiburan
dan tempatnya para pria hidung belang.
"Tuan Piero kami sudah mencarinya diseluruh
sudut kota tapi gadis itu tidak ada."lapor
salah satu anak buahnya yang sudah
mencari berjam-jam lamanya namun tidak
membuahkan hasil.
"Dasar bodoh." Piero meninju anak buahnya
Sampai terjatuh kelantai."Jangan kembali
kalau kalian tidak berhasil."Ancaman Piero
membuat seluruh anak buahnya menunduk
ketakutan.
Piero pria bertangan dingin itu bahkan tidak
segan-segan membunuh siapa saja
sekalipun orang kepercayaannya jika dia
sudah marah.
Segera para anak buahnya bergerak
membagi menjadi tiga tim untuk mencari
gadis yang di inginkan Piero, yang
merupakan ketua geng mafia "The TIGER"
anggap aja dia Piero ya reader soalnya mafia yang bernama Piero masih misterius 🤫🤫🤫susah soalnya fotonya...
☘️☘️☘️☘️
"Tuhan tolong selamatkan aku."Doa seorang
gadis yang tengah bersembunyi di dalam
tong tumpukan sampah dari kejaran
segerombolan pria yang akan menangkap
dan menjualnya.
Setelah merasa aman Irene membuka tutup
tong sampah dengan sangat hati-hati lalu
keluar dan menghirup oksigen
sebanyak-banyaknya karena selama berada
__ADS_1
didalam tong sampah sebisa mungkin ia
menahan napas karena tidak ingin ketahuan
dan juga tidak kuat menghirup aroma busuk
dari sampah.
"Aku harus kemana sekarang?."Tanya Irene
pada dirinya sendiri.Berjalan sempoyongan
karena seharian tidak makan ditambah
berlari dari kejaran para pria yang ingin
menjualnya,
membuat tubuhnya semakin lemas tak bertenaga.
Tujuannya hanya satu yaitu mati, dengan
memberanikan diri Irene berjalan kearah
jalan raya dan berharap ada bus,truk, atau
mobil yang akan menghantarkannya menuju
alam baka.
"Aaaaaaa...."Jerit Irene sekuatnya dengan
merentangkan kedua tangannya begitu
melihat mobil melaju dari arah depan.Irene
siap dijemput malaikat maut hari ini karena
putus asa dengan hidupnya.
Ia berharap kematian akan membuat
tidak ada kata cukup.
"Awas....".
suara decitan mobil yang merem mendadak
terdengar kuat begitu seorang pria dari
dalam mobil berteriak."Apa dia terluka?."Pria
itu keluar dari mobil untuk melihat gadis
yang hampir tertabrak mobilnya.
"Apa kau terluka?."Tanya pria muda dan
berwajah tampan, pada gadis yang
menunduk dengan kedua tangan menutupi
kepalanya."Kenapa kau menyebrang jalan di
malam hari sembarangan?."Tanyanya lagi, di
hadapan gadis yang bernama Irene.
"Kenapa tidak tabrak saja aku sampai
mati."Sesal Irene yang sadar kalau dia masih
hidup dan mobil itu tidak menyentuhnya
sedikitpun."Biarkan aku mati saja."
__ADS_1
"Hei..gadis kecil kau itu bicara apa?."Tanya pria
yang bernama Brayan Adam."Kau masih
sangat muda, kenapa buru-buru mau
mati?."Tanyanya penasaran.
"Aku mau mati itu lebih baik,aku tidak punya
siapa-siapa lagi,aku tidak tau harus pergi
kemana lagi, mereka ingin menjual-ku dan
membunuh ibu panti."Terang Irene dengan
tangis yang sudah meledak.Sesak didadanya
tidak lagi bisa ditutupi dan ingin meluapkan
semuanya.
Ikutlah denganku,aku akan menjagamu."Tawar
Brayan yang tidak tega mendengar tangis
pilu gadis itu.
"Apa kau juga akan menjual-ku?sama seperti
yang dilakukan mereka?."Tanya Irene dengan
polosnya.
"Mereka?siapa mereka?."Tanya Brayan
mengerutkan keningnya, bingung siapa yang
dimaksudkan.
"Mereka...the Tiger."Jawab Irene dengan nada
penuh ketakutan."Apa kau juga bagian dari
mereka?."
"Tidak, aku tidak mengenal yang kau
sebutkan itu."Jawab Brayan,sejujurnya
Brayan tau sepak terjang geng mafia the
TIGER."Jadi ini semua perbuatan para
bedebah itu."Batin Brayan.
"Siapa namamu?kalau kau mau, kau bisa ikut
dengan-ku."Ucap Brayan kembali lalu
mengulurkan tangannya.
"Namaku Irene."Menyambut uluran tangan
Brayan dan menyebutkan namanya.
"Aku Brayan,kalau mau ikutlah
dengan-ku."Balas Brayan lagi, menawarkan
bantuan.
Irene ikut Brayan karena memang tidak
memiliki siapapun lagi,dan lagi entah
__ADS_1
Kenapa hatinya mengatakan ia untuk ikut
bersama Brayan.