Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 04.


__ADS_3

Flash back :


☘️☘️☘️☘️


"kejar dia..Jangan biarkan dia lolos."Seru Piero


ketua geng mafia yang sangat


ditakuti.Memerintahkan para anak buahnya


mengejar gadis yang berusia 15 tahun untuk


dijadikan budak di salah satu tempat hiburan


dan tempatnya para pria hidung belang.


"Tuan Piero kami sudah mencarinya diseluruh


sudut kota tapi gadis itu tidak ada."lapor


salah satu anak buahnya yang sudah


mencari berjam-jam lamanya namun tidak


membuahkan hasil.


"Dasar bodoh." Piero meninju anak buahnya


Sampai terjatuh kelantai."Jangan kembali


kalau kalian tidak berhasil."Ancaman Piero


membuat seluruh anak buahnya menunduk


ketakutan.


Piero pria bertangan dingin itu bahkan tidak


segan-segan membunuh siapa saja


sekalipun orang kepercayaannya jika dia


sudah marah.


Segera para anak buahnya bergerak


membagi menjadi tiga tim untuk mencari


gadis yang di inginkan Piero, yang


merupakan ketua geng mafia "The TIGER"



anggap aja dia Piero ya reader soalnya mafia yang bernama Piero masih misterius 🤫🤫🤫susah soalnya fotonya...


☘️☘️☘️☘️


"Tuhan tolong selamatkan aku."Doa seorang


gadis yang tengah bersembunyi di dalam


tong tumpukan sampah dari kejaran


segerombolan pria yang akan menangkap


dan menjualnya.


Setelah merasa aman Irene membuka tutup


tong sampah dengan sangat hati-hati lalu


keluar dan menghirup oksigen


sebanyak-banyaknya karena selama berada

__ADS_1


didalam tong sampah sebisa mungkin ia


menahan napas karena tidak ingin ketahuan


dan juga tidak kuat menghirup aroma busuk


dari sampah.


"Aku harus kemana sekarang?."Tanya Irene


pada dirinya sendiri.Berjalan sempoyongan


karena seharian tidak makan ditambah


berlari dari kejaran para pria yang ingin


menjualnya,


membuat tubuhnya semakin lemas tak bertenaga.


Tujuannya hanya satu yaitu mati, dengan


memberanikan diri Irene berjalan kearah


jalan raya dan berharap ada bus,truk, atau


mobil yang akan menghantarkannya menuju


alam baka.


"Aaaaaaa...."Jerit Irene sekuatnya dengan


merentangkan kedua tangannya begitu


melihat mobil melaju dari arah depan.Irene


siap dijemput malaikat maut hari ini karena


putus asa dengan hidupnya.


Ia berharap kematian akan membuat


tidak ada kata cukup.


"Awas....".


suara decitan mobil yang merem mendadak


terdengar kuat begitu seorang pria dari


dalam mobil berteriak."Apa dia terluka?."Pria


itu keluar dari mobil untuk melihat gadis


yang hampir tertabrak mobilnya.


"Apa kau terluka?."Tanya pria muda dan


berwajah tampan, pada gadis yang


menunduk dengan kedua tangan menutupi


kepalanya."Kenapa kau menyebrang jalan di


malam hari sembarangan?."Tanyanya lagi, di


hadapan gadis yang bernama Irene.


"Kenapa tidak tabrak saja aku sampai


mati."Sesal Irene yang sadar kalau dia masih


hidup dan mobil itu tidak menyentuhnya


sedikitpun."Biarkan aku mati saja."

__ADS_1


"Hei..gadis kecil kau itu bicara apa?."Tanya pria


yang bernama Brayan Adam."Kau masih


sangat muda, kenapa buru-buru mau


mati?."Tanyanya penasaran.


"Aku mau mati itu lebih baik,aku tidak punya


siapa-siapa lagi,aku tidak tau harus pergi


kemana lagi, mereka ingin menjual-ku dan


membunuh ibu panti."Terang Irene dengan


tangis yang sudah meledak.Sesak didadanya


tidak lagi bisa ditutupi dan ingin meluapkan


semuanya.


Ikutlah denganku,aku akan menjagamu."Tawar


Brayan yang tidak tega mendengar tangis


pilu gadis itu.


"Apa kau juga akan menjual-ku?sama seperti


yang dilakukan mereka?."Tanya Irene dengan


polosnya.


"Mereka?siapa mereka?."Tanya Brayan


mengerutkan keningnya, bingung siapa yang


dimaksudkan.


"Mereka...the Tiger."Jawab Irene dengan nada


penuh ketakutan."Apa kau juga bagian dari


mereka?."


"Tidak, aku tidak mengenal yang kau


sebutkan itu."Jawab Brayan,sejujurnya


Brayan tau sepak terjang geng mafia the


TIGER."Jadi ini semua perbuatan para


bedebah itu."Batin Brayan.


"Siapa namamu?kalau kau mau, kau bisa ikut


dengan-ku."Ucap Brayan kembali lalu


mengulurkan tangannya.


"Namaku Irene."Menyambut uluran tangan


Brayan dan menyebutkan namanya.


"Aku Brayan,kalau mau ikutlah


dengan-ku."Balas Brayan lagi, menawarkan


bantuan.


Irene ikut Brayan karena memang tidak


memiliki siapapun lagi,dan lagi entah

__ADS_1


Kenapa hatinya mengatakan ia untuk ikut


bersama Brayan.


__ADS_2