
Sebulan sudah berlalu setelah kejadian pergulatan panas antara Irene dan J-hope.Irene juga sudah kembali ke aktivitasnya semula seperti biasa.
Sepeti biasa Irene bekerja dengan sangat rajin,semua pekerjaannya selalu memuaskan di mata Ghana.Seperti saat ini keduanya sedang meeting bersama klien di sebuah restoran mewah sebuah hotel.
Sembari berbincang mendiskusikan proyek terbaru yang akan diluncurkan.Pihak klien juga telah menyiapkan beberapa menu hidangan.
"Silahkan tuan Ghana dan nona Irene,ini makanan spesial dari hotel kami."Seru klien Ghana yang bernama Robert dan juga pemilik dari hotel,tempat Ghana dan Irene meeting saat ini.
"Trimakasih tuan Robert."Jawab Ghana dan Irene kompak.
"Irene,sebaiknya kita makan dulu.Kau pasti sudah lapar."Ucap Ghana penuh perhatian pada irene setelah jam menunjukkan pukul dua yang berarti jam makan siang mereka sudah molor dari jam semestinya.
Irene juga setuju,karna memang sejak tadi perutnya sudah keroncongan minta segera diisi.Namun anehnya begitu melihat beragam menu yang menggugah selera Dimata yang lain tapi tidak bagi Irene.
Hup...hup...
Irene menutup mulut dengan tangan saat mencium aroma hidangan serasa menyengat di penciumannya.Segera Irene berlari menuju toilet hotel terdekat disekitar mereka mengadakan meeting.
Hoek...Hoek...Hoek....
__ADS_1
OMG apa yang terjadi dengan Irene?atau jangan....jangan...😲😲😲😲😲
Begitu sampai di wastafel toilet, Irene memuntahkan cairan bening .Perutnya bergejolak dan membuat kepalanya pusing.
"Bau hidangan itu sangat aneh."Gumam Irene lemah.Ia terduduk di bawah wastafel sambil memegangi perutnya."Apa penyakit maag ku kambuh lagi?."
Irene tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.Bahkan makanan yang lebih buruk dari situ saja masih bisa ia cium dan makan tanpa merasa mual sama sekali.
Begitu merasa sudah baikan, Irene kembali ketempat semula dan berharap bisa mengisi perutnya dengan makanan.Sejak tadi pagi ia tidak berselera makan dan berharap bisa memakan sesuatu siang ini.
"Kau baik-baik saja?Apa kau sakit?Muka mu pucat,kau ingin pulang sekarang?."
Beruntun pertanyaan dari Ghana begitu ia kembali Irene kembali dari toilet.Ghana bahkan menanyainya layaknya seperti seorang ayah pada putrinya.
Ghana memegang pundak Irene,membantunya duduk dikursi."Mau aku ambilkan makanan?."Tanya ghana penuh khawatir melihat muka pucat karyawan-nya itu.
"Tidak usah tuan, Trimakasih karna sudah sangat perhatian pada saya."Jawab Irene penuh haru.Tidak pernah terbayangkan kalau ia akan mendapatkan seorang atasan yang begitu perhatian dengannya.
"Jelas aku harus perhatian karna kau karyawan terbaikku."Ucap Ghana tapi berbeda dengan apa yang ada didalam hati pria brewok itu."Kau tidak boleh sakit sebelum aku memilikimu."Batinnya, seringai tipis menghiasi bibir pria brewok nan tampan itu.
__ADS_1
"Tuan Robert, sepertinya kami tidak bisa berlama-lama.Berhubung karyawan saya juga tidak enak badan,maka saya memutuskan kesepakatan ini kita bicarakan di lain waktu,maaf karna tidak bisa makan siang bersama anda,kami permisi."
"Oh.. apa-apa tuan Ghana,lekas sembuh buat nona Irene."Seru Robert kembali.
Ghana membawa Irene pulang setelah pria itu terlebih dulu permisi pada tuan Robert yang sudah menjamu mereka di hotel miliknya.
Merasa bersalah?tentu saja Irene merasakan itu.Bagaimana tidak! karna dirinya Ghana menunda kesepakan keduanya.
"Maaf,karna saya tuan membatalkan kesepakatan dengan tuan Robert."Lirih Rachel penuh sesal.Jelas dia merasa bersalah karna telah membuat Ghana gagal bekerja sama dengan tuan Robert padahal itu merupakan proyek besar dan tentu saja keuntungan-nya pun besar.
"Bukan membatalkan,hanya menunda kesepakatan saja."Ralat ghana tersenyum penuh arti menatap Irene.
"Jadi tidak enak sama tuan."
"Kesehatan kamu itu yang paling penting buat saya."
"Trimakasih banyak tuan,selama ini tuan selalu memperlakukan saya dengan sangat baik."
Keduanya larut dalam pembicaraan sepanjang perjalanan.Hingga akhirnya Irene sampai ke apartemen pemberian Ghana.
__ADS_1
"Istirahatlah, dan kalau ada perlu sesuatu hubungi saya."
"Baik, sekali lagi terimakasih banyak tuan."Ucap Irene setelah turun dari mobil Ghana.Lalu melangkah menuju unit apartemen miliknya.