
Sesampainya dirumah sakit Leo memerintahkan para perawat dan dokter yang sedang berjaga untuk segera menangani Irene.
Segera Irene dibawa keruang UGD karena kini muka Irene memucat akibat darah yang semakin banyak mengalir dari bahunya.
Leo tidak tenang dari duduknya,ia berjalan mondar-mandir seperti setrikaan didepan ruangan UGD.
"Bagai mana keadaannya?."Tanya Leo buru-buru begitu melihat ruangan UGD terbuka.
"Pendarahannya sudah berhenti,anda tidak usah khawatir."Jawab dokter yang menangani Irene di ruangan."Tuan tidak perlu cemas."Dokter menjelaskan semuanya pada Leo lalu pamit untuk memeriksa pasien lainnya.
"Oohhh...God, syukurlah."Leo menghembuskan napas lalu mengusap wajahnya dengan kasar.Leo bahkan tidak mengabari Brayan Tetang kejadian yang di alami Irene,dan Leo sudah siap dengan kemarahan Brayan padanya nanti.
*
*
__ADS_1
"Selamat atas keberhasilan mu sayang."Emily mengalungkan tangannya ke leher j-hope,bersiap melabuhkan ciuman dibibir prianya.
J-hope dan Emily kini tengah berada disebuah kamar mewah sebuah hotel berbintang untuk merayakan penghargaan yang diterima j-hope malam ini.
"Emily kita tidak boleh terlalu sering bertemu seperti ini." j-hope mencoba mengendalikan nafsunya yang sudah mulai terbakar karena sentuhan sensual Emily di seluruh tubuhnya.Ditambah bibir Emily yang kini semakin mendekati bibirnya.
"Sayang kita sedang merayakan kemenangan mu.ayolah..."Protes Emily yang tidak suka dengan penolakan j-hope.
Wajah yang tadinya bersemangat karena malam ini akan bercinta dengan kekasih gelapnya itu,berubah kecut sebab j-hope dengan sengaja menolak ciumannya dan membungkam bibir Emily dengan telapak tangannya.
J-hope selalu meyakinkan Lian kalau hubungannya dengan Emily hanyalah sebatas urusan pria dan wanita dewasa.
"Kita hanya akan bermain sekali saja."Pinta Emily seperti ja**l*ng yang kehausan dan kini sudah melepaskan pakaiannya satu persatu dihadapan j-hope dengan senyum mendamba.
Tubuh Emily yang polos membuat dada j-hope bergetar.Sebagai pria dewasa yang sudah tau rasanya bercinta, maka wajar bila j-hope tidak lagi bisa menolak pemandangan indah di depannya.
__ADS_1
J-hope menghempaskan tubuh Emily keatas ranjang lalu mengungkungnya.
Tentu saja Emily tersenyum penuh kemenangan.Tubuh seksinya selalu berhasil meruntuhkan pria manapun yang ia inginkan termasuk j-hope.
Emily dan j-hope saling memberi dan menerima kehangatan.Mengeluarkan lenguhan dan d*s*han kenikmatan dari bibir keduanya.
J-hope tidak banyak melakukan pemanasan,pria itu lebih banyak menjadi penikmat karena setiap permainan mereka Emily lah yang lebih mendominasi.Bisa di bilang pengalaman Emily lebih jauh karena jam terbangnya dengan para pria sudah tak terhitung banyaknya.
"Emily ...."D*sah j-hope,menikmati gerakan Emily diatas tubuhnya.Mata j-hope terpejam dan bibir yang tetap mengulum bibir bawah milik Emily."Faster.. Emily..come on."Rancau j-hope,semakin nikmat dengan gerakan tubuh Emily.
"Ya, sayang".Jawab Emily dengan mempercepat gerakan tubuhnya diatas tubuh j-hope.
Keringat membanjiri tubuh keduanya,saling menghentakkan pinggul mencari kepuasan satu sama lain.
Hingga akhirnya percintaan mereka diakhiri dengan lenguhan panjang dari mulut Emily dan j-hope secara bersamaan.Emily menjatuhkan tubuhnya dan berbaring disisi j-hope.Senyum kepuasan terpancar dari bibir merah Emily sedangkan j-hope sudah terpejam untuk mengatur napasnya.
__ADS_1