
"Wah.... Ternyata pulau ini benar-benar mengubah seorang superstar seperti mu."Celetuk Lian begitu J-hope sampai ke penginapan dengan wajah ceria.
"Kau memujiku atau mengejekku?."Tanya J-hope, mengabaikan Lian yang membuntutinya berjalan menuju kamarnya.
"Keduanya."Sahut Lian terkekeh geli melihat superstar sekelas J-hope setiap pagi memancarkan wajah ceria meski Lian tau kalau J-hope tidak pernah sekalipun berkeliling taman rumahnya di Milan menggunakan sepeda,tapi lihatlah!dipulau kecil ini pria itu selalu bersemangat menaiki sepedanya berkeliling desa setiap pagi tanpa mengeluh lelah sama sekali.
"Berhenti mengejekku dan laporkan skedul ku selanjutnya."J-hope melemparkan handuk yang bertengger di lehernya kearah Lian.
J-hope duduk,melipat kedua tangannya sembari memperhatikan Lian sang asisten yang terlihat menghela napas.
"Nikmati liburan mu saja,dua bulan mendatang akan ada konser di tiga negara berturut-turut."Jawab Lian memutar bola matanya.Jengah menghadapi pria pekerja keras seperti J-hope,di tempat liburan saja ia pria itu masih saja memikirkan jadwalnya dua bulan kedepan.
"Begitu ya!."J-hope menepuk pahanya lalu berdiri dari tempatnya."Keluarlah,aku mau mandi."Seru J-hope dengan datar sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Ck,dasar."Decak Lian kesal,keluar dari kamar J-hope dengan dongkol, bisa-bisanya pria itu menggunakan waktu liburnya yang berharga,niat hati ingin menertawakan kebiasaan langka sang superstar,eh kenapa malah terbalik dan dirinya lah kesal di buatnya.
Tapi bukan Lian namanya kalau tidak punya obat penawar rasa kesalnya,terbukti saat seorang wanita cantik membawa troli berisi makanan berpapasan dengannya dan itu langsung membuat kesal pria itu terbang entah kemana, yang ada kini perut Lian meronta minta diisi.
Aroma lezat dari makanan itu sudah masuk ke Indra penciumannya dan sudah dapat dipastikan rasanya pastilah sangat lezat.
"Hmmm."Seru Lian membayangkannya saja sudah membuat air liurnya menetes."Nona ,apa ini makanan dari resto sebelah?."Tanya lian,matanya jelalatan melihat deretan makanan yang masih tertutup rapi di troli.Sungguh ia tidak bisa menolak setiap makanan yang disuguhkan resto sebelah penginapan.Semuanya lezat dan tidak kalah dengan masakan koki terkenal di hotel berbintang.
__ADS_1
"Benar tuan."Jawab wanita itu dengan sopan."Saya permisi."Undur wanita cantik itu, melanjutkan pekerjaannya.Mendorong troli makanan kekamar tamu sesuai instruksi pihak penginapan.
"Sebaiknya aku ke resto saja,aku mau memesan makanan sepuasnya."Ujar lian seolah tak sabar ingin mengalihkan rasa kesalnya dan memesan makanan yang akan memanjakan lidah dan perutnya.
Tok...tok...
"Permisi."
J-hope yang baru selesai mandi dan berganti baju mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Siapa?."Tanya J-hope karna Suara itu bukanlah milik Lian sang asistennya melainkan suara seorang wanita.
J-hope langsung melangkah ingin membukakan pintu,karna memang ia yang menyuruh pihak penginapan agar petugas resto mengantarkan makanan langsung ke kamarnya saja.
Begitu membuka pintu J-hope dibuat terkejut melihat wanita yang mengantarkan makanan ke kamarnya.
"Kau?."Tunjuk J-hope pada wanita itu.
"Maaf, saya hanya mengantarkan makanan ini."Jawab Irene seolah tidak terkejut melihat pria dihadapannya,bahkan Irene bersikap biasa seakan tidak mengenal artis papan atas itu.
Namun itu hanyalah ekspresi luar Irene saja, sedangkan sebenarnya,kaki dan tubuhnya bergetar hebat begitu melihat sosok yang membuka pintu ternyata pria yang selama ini dihindari.
__ADS_1
Sungguh Irene tidak menyangka bertemu dengan pria pertama yang menyentuhnya di pulau ini.
Selesai mengatur makanan di meja, Irene buru-buru ingin keluar,ia takut kegugupannya terbongkar di depan pria itu.
"Benar kau tidak mengenalku?."Tanya J-hope kembali dengan menahan tangan Irene hendak keluar dari kamarnya.
"Benar saya tidak mengenal anda."Jawab Irene tanpa berani menatap mata J-hope. Buru-buru Irene menepis tangan pria itu dan segera pergi.
Irene berjalan setengah berlari meninggalkan penginapan.
"Aku tidak mungkin salah."Gumam J-hope sembari memijat pangkal hidungnya, mengingat wajah wanita bertopeng yang selalu menggodanya dulu.
J-hope berlari mengejar wanita yang diyakininya adalah wanita yang sama."Kemana dia pergi?."Mata J-hope melihat sekeliling pantai dekat penginapan.
Deg.
J-hope melihat wanita yang dikejarnya sedang berpelukan dengan seorang pria tampan berwajah campuran Asia dan Eropa dan ada gadis kecil berada ditengah keduanya.
Melihat itu semua entah kenapa J-hope tidak menyukainya.Ditambah lagi wanita yang diyakininya itu terlihat sedang menangis di pelukan sang pria.
"Jadi dia sudah berkeluarga?."Lirih J-hope sendu.Kecewa itulah dirasakan J-hope saat ini.
__ADS_1