
Irene langsung membungkam mulutnya dengan tangan agar suara tidak keluar."Sial kenapa tubuh ini merespon sentuhannya."Umpat Irene merutuki kebodohannya sendiri,namum ia berusaha agar tidak terbuai.
Bagaimana tidak? saat pikirnya berusaha keras untuk menolak sentuhan pria itu tapi malah di gagalkan oleh tubuhnya yang malah tak sejalan dengan pikiran sehatnya .
"Tidak usah ditahan,kalau memang tubuh mu menikmatinya."Tersenyum sinis lalu menyingkirkan tangan yang membekap mulut Irene dengan kasar.
Ya,kali ini J-hope melakukanya dengan kasar.Berbeda dengan tiga tahun lalu,dimana J-hope sangat hati-hati dan penuh tanya kepada wanita itu ketika memulai penyatuan pertama mereka dulu.Semua itu hanya karena J-hope merasa kalau Irene memang wanita murahan sama seperti pemikirannya dulu saat wanita itu dengan segala cara mengganggunya di setiap konser.
Di tambah dengan kenyataan kemarin saat melihat Irene dipeluk dua pria bergantian di waktu yang sama dan wanita itu malah terlihat bahagia,semakin membuat amarah pria itu tersulut.
"Kau begitu haus dengan sentuhan pria bukan?."Ucap J-hope sinis sembari menarik paksa semua penghalang dari tubuh Irene.Sorot mata pria itu begitu tajam melihat pemandangan di hadapannya, begitu semua pakaiannya terlepas tak berbentuk di lantai.
"J..hentikan."Ucap Irene seiring cucuran airmata meluncur dari sudut matanya .Jujur hati nuraninya tidak ingin mengulangi dosa yang sama.Cukup sekali ia melakukan kebodohan dan tidak ingin mengulangi kebodohan yang sama lagi.
"Jangan menyuruhku untuk berhenti sekarang ,kau menyukainya bukan?."Tangannya sudah menjelajahi tubuh Irene mulai dari wajah hingga perut.
"J..."Lirih Irene panjang merasakan tubuh kekar J-hope berkuasa atas tubuhnya.Apalagi saat bibir pria itu menyentuh permukaan kulitnya, Irene seakan dihadapkan dengan dua pilihan menikmatinya atau berusaha Lolos dari Kungkungan pria yang dulu digilainya.Kalau bisa jujur, Irene masih tidak bisa melupakan sentuhan pria itu.
J-hope tidak menghiraukan Irene,ia malah membuka kaki Irene dengan kasar untuk memulai penyatuan.
__ADS_1
"J...sakit.."Pekik Irene merintih,mata Irene terbuka lebar, terkejut saat merasakan sakit begitu miliknya diterobos sesuatu yang besar dibawah sana.
"Sial kenapa aku merasa seakan baru pertama melakukannya."Pikir J-hope sambil terus memasak miliknya masuk lebih dalam lagi."Bukankah dia sudah sering melakukanya dengan pria-pria lain."Batin J-hope dengan mendorongnya secara kasar hingga miliknya tengelam sempurna.
"Hentikan...ini sangat sakit."Teriak Irene,mendorong tubuh J-hope.Sungguh Irene tidak bisa merasakan nikmat yang tadi sempat dirasakannya di awal pemanasan yang dilakukan pria itu meski kasar.Tapi kini ia merasakan sakit saat miliknya terasa seperti dirobek sesuatu secara kasar.
"J...hentikan,aku tidak mau."Seru Irene kembali lalu mencakar punggung J-hope dengan kuku, airmata Irene tak berhenti bercucuran kala merasa sakit secara pisik dan mental karena ucapan dan perbuatan J-hope.
"Sudah kubilang aku akan membayar mu lebih,dari pria-pria itu."Ucap J-hope enteng tanpa merasa iba pada air mata Irene.
Dengan kasar J-hope menggerakkan tubuhnya,menikmati setiap hentakan demi hentakan ."Sial...kenapa ini seperti baru pertama kali.Bahkan lebih nikmat dari waktu pertama kami melakukannya."Umpat J-hope dalam hati sambil memejamkan kedua matanya.
Terbukti J-hope tidak terdorong sedikitpun dari tubuhnya, Yang ada malah semakin menggila di atas tubuhnya dengan napas tidak beraturan keluar dari mulutnya.
Keringat J-hope menetes membasahi wajah Irene.Suara erangan panjang pria itu bergema,pertanda kalau ia sudah sampai di puncak dan mengeluarkan di dalam.
"Tubuh murahan mu itu memang luar biasa."Seru J-hope berbaring di samping Irene, memuji sekaligus menghina Irene."Aku akan memberi bayaran lebih dari pria-pria yang pernah kau layani."Bisaik J-hope yang dibalas tatapan tajam dari Irene.
"Tidak perlu,aku tidak butuh uang mu."Ucap Irene penuh amarah lalu bangun dari ranjang.Tujuanya hanya satu, yaitu ingin segera keluar dari kamar pria itu.Tapi baru hendak turun dari ranjang tubuhnya kembali jatuh karena J-hope menariknya kembali.
__ADS_1
"Lepaskan."Bentak Irene dengan menghempaskan tangan pria itu dari tubuhnya,namun J-hope tetap saja menjadi pemenangnya sebab tenaga pria itu lebih kuat tentunya dari tenaganya.
Mau tidak mau Irene harus mengeluarkan ilmu beladiri-nya saat tubuhnya kembali berada dibawah tubuh pria itu dan semaunya percuma karena J-hope ternyata lebih lihai dan lebih jago darinya.Terbukti J-hope bisa mengunci pergerakannya.
"Aku belum puas."Seringai tipis terukir di bibirnya dan langsung melahap bibir Irene kembali.
"J..."Pekik Irene.
"Yes...Beby..."Jawab J-hope sembari terus bergerak di atas tubuh Irene untuk kesekian kalinya.Sepertinya J-hope tidak bisa berhenti menikmati percintaan malam ini.J-hope tidak tau kenapa tubuh wanita itu sangat bisa membangkitkan gairahnya.Entah ini sudah permainan yang keberapa, tapi J-hope masih terus menggempurnya tanpa lelah.Berbeda dengan Irene,wanita itu sudah tidak berdaya,bahkan suaranya nyaris tak terdengar menyuruh agar J-hope menghentikannya.
"J...hentikan."
Suaranya lemah di tambah derai arimata yang tak kunjung henti hingga membuat kedua matanya bengkak dan merah.
"Ada apa ini kenapa tubuhku tidak bisa berhenti?."Batin J-hope,ia juga tidak tega melihat keadaan Irene, tapi entah kenapa J-hope mendadak kecanduan pada tubuh Irene."Tunggulah sebentar lagi,aku akan segera menyelesaikannya."Jawab J-hope mempercepat permainannya.
Irene tak kuasa hingga akhirnya pingsan dan membiarkan J-hope menyelesaikan permainannya sendiri.
Duhhhh....susahnya bab ini lolos sensor...entah sudah berapa kali author haru merevisi.
__ADS_1