Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 42.


__ADS_3

Setiap hari rasa mual Irene semakin parah,dulunya ia hanya mengalami morning sickness tapi seminggu belakangan ini ia bahkan tidak bisa mencium aroma makanan apapun,dan itu membuat tubuhnya melemah dan selalu bolos kerja.


Seperti hari ini,baru setengah hari ia melakukan pekerjaannya dan harus permisi pulang hanya gara-gara mencium aroma bekal makanan milik salah satu teman kantornya.


"Kenapa tidak kerumah sakit, sepertinya penyakitmu ini rada-rada aneh."Ungkap Ghana yang kini tengah duduk berhadapan dengan irene di ruangannya."Aku memberikanmu cuti tiga hari untuk pergi memeriksakan kesehatanmu kerumah sakit,aku yang akan menemani mu."Ucap Ghana kemudian.


"Tuan tidak perlu repot-repot, saya bisa sendiri."Jawab Irene,tidak enak menyusahkan Ghana yang begitu baik padanya.Lagian kalau Brayan tau Ghana menemaninya kerumah sakit bisa panjang urusannya.Tau sendiri kan kalau Brayan begitu membenci Ghana tanpa Irene tau apa penyebabnya.


"Apa kau takut pada Brayan kalau aku menemani?."Tebak Ghana, mengingat pria itu selalu memasang muka sinis setiap bertatapan dengannya.


"Ohhh..tidak tuan."Sahut Irene dengan melambaikan tangan sambil tertawa hambar.Tidak etis kalau Irene mengatakan ia.


Benar saja Irene memeriksakan diri di salah satu rumah sakit di Milan sendirian tanpa sepengetahuan Brayan dan Leo.


Begitu memasuki salah satu ruangan dokter spesialis bagian dalam, Irene sudah disambut seorang dokter.Lalu menyuruhnya naik atas brankar memulai pemeriksaan Setelah dokter menanyakan bagian mana di tubuh Irene yang sakit.


"Apa disini?."Tanya dokter,menekan pelan bagian perut."Apa bulan ini kamu sudah datang bulan?."Tanya dokter kembali setelah pertanyaan pertama mendapat anggukan dari wanita itu.

__ADS_1


"Belum dok."


"Kalau begitu saya sarankan kamu ke dokter Obgyn untuk mengetahui lebih lanjut tentang keluhan kamu ini."


"Apa sakit saya parah dokter?."Tanya Irene khawatir.


"Kalau saya lihat, tidak ada yang perlu kamu cemaskan.Jangan takut ."Ucap dokter meyakinkan Irene agar tidak panik."Suster antarkan pasien ke ruangan dokter Obgyn."


Suster kemudian membawa Irene keruangan dokter Obgyn.Dalam beberapa menit saja setelah pemeriksaan Irene dibuat panik setelah dokter mengatakan kalau ia positif hamil dan kandungan kini berkisar tiga Minggu.


"Ap___a dok saya positif hamil?."Tanya Irene tak percaya.Tidak mungkin ia bisa hamil padahal baru sekali melakukan dengan pria itu pikirnya.


"Benar anda positif hamil,seharusnya anda datang bersama suami anda,bukanya sendirian."Ucap dokter kandungan itu.


Irene diam,tak mampu memberi jawaban karna memang ia dan J-hope tidak ada ikatan apapun.Hanya hubungan satu malam dan malah dapat masalah baru lagi dengan dirinya yang tengah mengandung benih dari pria itu.


Setelah dokter memberikan resep vitamin untuk perkembangan janinnya.Irene keluar dari rumah sakit dengan hati campur aduk.Entah apa yang harus ia lakukan dengan kandungannya,rasanya tidak mungkin ia mempertahankannya tapi untuk menggugurkannya juga ia tidak ada keberanian.

__ADS_1


Sungguh Irene dilema,hingga ia tidak tau harus pulang kemana.Kalau ia pulang ke apartemen maka Ghana akan menanyakan hasil pemeriksaannya,dan kalau ia pulang kemarkas maka Brayan akan bertanya ini itu tentang dirinya.


Irene berhenti di trotoar rumah sakit sambil memegangi perutnya yang masih rata,tanpa ia sadar Leo yang kebetulan lewat melihatnya.


"Irene."Gumamnya melihat dari kaca spion mobil."Sedang apa dia dirumah sakit?."Tanya leo,menepikan mobilnya dan memperhatikan Irene masuk kedalam sebuah taksi dengan wajah sedih.


Didalam taksi Irene hanya diam sembari menatap keluar jendela.Ia tidak tau harus bercerita dengan siapa,menangis juga tidak akan bisa mengubah apapun.Hingga akhirnya ia sampai di markas setelah berbagai pertimbangan.


"Darimana saja kau?."Sentak Brayan bernada tinggi,sudah berdiri menatap tajam pada Irene.


"Aku dari kantor."


"Apa semua ini?." Bentak Brayan melemparkan kertas kearah Irene.


Irene mengambilnya lalu membacanya,seketika mata Irene melotot dengan tangan gemetar membaca isinya.


Deg...

__ADS_1


__ADS_2