Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 44.


__ADS_3

Irene masuk ke kamarnya,membereskan semua baju dan lainya ke dalam koper.Ia pasrah dengan jalan hidupnya kedepannya nanti.


Tok...tok..tok..


"Masuk."Jawab Irene dengan suara lemah begitu mendengar ketukan pintu kamarnya.


"Kenapa kau tidak menemui artis pujaan mu itu untuk memberitahu tentang kehamilan mu?Bukankah ia ayah dari bayi itu?."Ucap Brayan begitu ia masuk kekamar Irene.


"Kami tidak punya ikatan apapun."Lirih Irene sembari terus menyusun baju-bajunya kedalam koper.


"Ck... menyedihkan sekali.kau meyerahkan semua milikmu pada seorang pria yang tidak memiliki hubungan apapun dengan mu?Beruntung sekali dia."Kekeh Brayan miris sekaligus menahan emosi karna kebodohan Irene.


"Aku memang bodoh."Irene tertunduk lesu.


"Apa semua orang akan menjadi bodoh dalam cinta?sama seperti kau dan momku lakukan?Ck,aku muak mendengar kata cinta,apalagi setelah melihat kebodohan kalian."Ungkap Brayan.

__ADS_1


Ya, Irene dan Mom Brayan adalah gambaran nyata, betapa bodohnya seseorang bila sudah jatuh cinta.Seperti momnya sara yang begitu mencintai si tua Bangka tuan Abram,sekalipun Momnya harus masuk penjara karena perintah tuan abram,atas tuduhan yang tidak pernah dilakukannya.Hingga sampai detik ini, Mom Brayan masih setia pada Abram pada hal pria tua itu tengah terbaring koma di Mension.


Lalu sekarang,hal bodoh yang dilakukan Irene juga atas nama cinta.Irene memberikan mahkotanya pada pria yang tidak memiliki ikatan apapun dengannya.Sebodoh itukah orang-orang yang sedang jatuh cinta?pikir Brayan."Aku muak dengan cinta."Rutuk Brayan .


Brayan bertekad tidak akan mau masuk dalam perangkap cinta, baginya cinta hanya akan membuat seseorang tampak bodoh dan hilang akal.Maka dari itu, sampai hari ini ia tidak mau menjalin hubungan atau sekedar berkencan dengan seorang wanita.


"Apa kau tau tempat untuk kau tuju?."


Ya, karena emosi yang membuncah membuat Brayan tidak berpikir jernih.Namun kini ia sudah merasa agak lebih tenang setelah Leo berbicara dengannya secara empat mata.


Brayan menghembus napas dengan kasar."aku akan mengantarmu ke pulau Belle gio Utara,aku rasa di sana cukup aman meski tempat itu banyak di kunjungi para wisatawan dan selebriti."Jelas Brayan,pada akhirnya hati kerasnya selalu luluh,hati kecilnya selalu kalah dari logikanya.Sekeras apapun dan semarah apapun Brayan pada Irene tapi ujung-ujungnya ia juga tidak tega kalau harus membiarkan Irene sendirian menghadapi kerasnya hidup.


"Maaf karna selalu menyusahkan mu Brayan."Ucap Irene tulus dari lubuk hati yang paling dalam.


*

__ADS_1


*


*


Brayan dan Irene sibuk mengemasi barang-barang mereka dan secepat mungkin meninggalkan Milan.Namun di kantor,Ghana mulai meluapkan emosinya pada asisten pribadinya karna tidak berhasil melacak keberadaan Irene saat ini.


"Dasar payah."Bentak Ghana,memukul wajah asistennya itu hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


Ghana sudah mencari Irene ke apartemen yang diberikan,tapi rumah itu kosong.Sepertinya Irene sudah tiga hari tidak datang ke sana.Hingga akhirnya Ghana memerintahkan anak buahnya,mencari keberadaan Irene dan hasilnya nihil.


"Ini pasti ulah Brayan."Gumam Ghana ,bukan tanpa alasan ia menebak Brayan adalah pelakunya,secara pria itu begitu anti padanya."Cari ke markas death blood,kalau perlu hancurkan markas itu sampai tak tersisa dan bawa Irene kehadapan ku tanpa lecet sedikitpun."Sentak Ghana memerintahkan anak buahnya.


Sekarang ia sudah tidak perduli apapun, meski berhadapan dengan Brayan sekalipun pria itu tidak akan mundur.Sudah cukup baginya penantian panjang selama ini,dan kini waktunya untuk mendapatkan Irene dan membuat wanita itu selalu didekatnya.


"Baik tuan."Jawab anak buah Ghana, lalu pergi untuk mempersiapkan penyerangan ke markas death blood malam ini.

__ADS_1


"Irene aku tidak akan melepaskan mu kali ini.Aku akan membuatmu selalu disisi ku,suka atau tidak suka."Ucap Ghana dengan seringai mengerikan terukir jelas di bibir ketua mafia the Tiger itu.


__ADS_2