
J-hope tidak ingin berlama-lama menyimpan rasa penasaran yang begitu besar.Ia langsung menemui nenek Paul.
Semua informasi yang di dapat Lian sama seperti keterangan nenek Paul tentang Irene.Nenek Paul bahkan memberitahunya kalau pria yang bernama Brayan selalu ada mendamping Irene hingga saat ini.Tapi pria itu akhir-akhir jarang datang karena kesibukan pekerjaannya di Itali.
Berkat informasi yang J-hope dapat dari asistennya dan juga nenek Paul.J-hope memberanikan diri untuk menemui Irene ke resto langsung.Ia ingin tau,apa gadis kecil itu hasil dari malam panas yang telah mereka lewati.
Dengan cepat J-hope mengayuh sepedanya kendati napasnya terdengar ngos-ngosan.
Sampai di depan resto J-hope menjatuhkan sepedanya begitu saja dan berlari masuk untuk menemui Irene,tapi pemandangan di depan matanya membuat kedua tangan terkepal kuat.
Kilatan amarah terlihat jelas di wajah J-hope kala melihat Irene sedang bersama dua orang pria sekaligus."Dasar ****** murahan."Umpat J-hope emosi melihat kedua pria itu.
Awalnya ia sangat yakin kalau putri Irene adalah hasil dari malam panas mereka,tapi seketika sirna begitu melihat Irene terlihat akrab bahkan sampai tertawa lepas dengan kedua pria itu.Bahkan berpelukan hangat sebelum kedua pria itu pergi meninggalkannya.
Tersulut emosi J-hope menghampiri Irene, dengan kasar ia menarik dan menyeret Irene hingga membuat wanita itu kaget.
"Anda mau apa?."Pekik Irene kaget begitu tangannya di tarik dan diseret paksa.
J-hope tak menggubris pertanyaan Irene, tujuannya hanya satu yaitu membawa wanita itu kesuatu tempat dan memakinya habis-habisan.
__ADS_1
Hingga sampai di tempatnya menginap lalu mendorong tubuh Irene ke lantai dengan kasar.
"Auh..."Irene meringis,merasakan sakit pada bokongnya karena pria itu mendorongnya hingga terjatuh duduk di lantai.Irene menatap tajam pada J-hope sambil mengusap bokongnya."Kau gila."
"Cih....wanita murahan sepertimu memang pantas mendapat perlakuan seperti itu."Seru J-hope tak kalah sengit dan membalas tatapan tajam Irene.Keduanya nampak saling menghunus tatapan tajam satu sama lain.
"Ya,aku memang wanita murahan.Kau puas?."Suara Irene bergetar,menumpahkan amarahnya.Matanya memerah menahan air mata yang hampir tumpah,ia tidak ingin terlihat lemah di depan pria yang selama ini digilainya itu."Apa kau dirugikan?."Tanyanya dengan lantang sembari berdiri lalu mendekatkan wajahnya pada J-hope.
"Kalau begitu layani aku juga malam ini."Seru J-hope dengan seringai mengerikan dan langsung menarik pinggang Irene merapat ke tubuhnya."Aku ingin tau seberapa jalangnya dirimu di ranjang."
Kobaran amarah Irene semakin terpancar,ia seolah tidak takut meski tubuhnya sudah dalam genggaman J-hope.
Irene melayangkan tamparan ke pipi J-hope dengan kuat.
"Cari saja ****** lain untuk kau tiduri,aku tidak sudi."Ucap Irene penuh penekanan kemudian mendorong tubuh J-hope menjauh dari tubuhnya dan segera pergi dari tempat itu.
J-hope berlari mengejar Irene dan langsung mengangkat tubuh wanita itu di pundaknya seperti sekarung beras.J-hope tidak perduli dengan perlawanan wanita itu yang meronta.
"Lepaskan aku."
__ADS_1
Irene memukul punggung J-hope sekuat tenaga,kakinya berusaha bergerak.Merasa perlawanan tidak berarti untuk J-hope, Irene mengigit bahu pria itu.
"Auh..."Erang J-hope merasakan perih oleh gigitan Irene dibahunya.
J-hope menghempaskan tubuh Irene keatas ranjangnya.
Begitu melihat ada peluang untuk lari Irene dengan cepat bangkit lalu berlari menuju pintu yang masih terbuka.Tapi sialnya J-hope lebih dulu menangkapnya lalu mengunci pintu dan menarik Irene kembali keranjang.
"Lepas."Sentak Irene saat tubuhnya sudah berada dalam kungkungan J-hope.Bahkan ketika J-hope menyusupkan wajahnya keleher , Irene semakin memberontak sembari melontarkan kata umpatan untuk pria itu.
"Brengsek,lepaskan aku sialan,kau bisa mencari wanita lain untuk memuaskan mu.___"
Umpatan Irene terhenti karena kini bibirnya sudah di Raup dan di bungkam pria itu dengan rakus.Tangan J-hope mengunci tangan Irene di atas kepala,membuat Irene kesusahan membuat perlawanan.
Suara sesapan dari bibir J-hope terdengar memenuhi kamar.Tangan J-hope bergerak turun kebawah lalu menyelusup kedalam pakaian Irene dan berhenti tepat di dada wanita itu.
J-hope meremas dada Irene kasar hingga membuat wanita dibawah kungkungannya meringis dan melenguh bersamaan,membuat J-hope tersenyum miring.
"Cih...dasar."Seru J-hope mengukir senyum sinis, melihat Irene awalnya berontak tapi akhirnya melenguh dibawah himpitannya.
__ADS_1