Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 28.


__ADS_3

"Lalu bagaimana keadaannya?."Tanya sara penuh khawatir.


"Pelurunya sudah dikeluarkan,tapi pendarahannya belum berhenti."Jawab Brayan mengusap wajahnya dengan kasar."Mom apa tidak masalah kalau Brayan pergi ke Singapura?."Tanya Brayan lagi pada sara.Brayan juga ingin segera melihat keadaan Irene tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Momnya sendirian menjaga Dad-nya yang masih koma.


"Pergilah."Sara juga sangat menghawatirkan keadaan Irene,secara tidak langsung gadis itulah yang membuat hubungannya dan putranya membaik.


Semenjak ada Irene bersamanya,Brayan lebih bisa mengontrol emosi dan sikapnya yang dulunya suka meledak-ledak berlahan menjadi lebih tenang dan lebih dewasa dalam bertindak.


"Tapi Mom___."


"Ada Hyung-mu,penjaga dan juga suster disini, jangan khawatir."Potong sara meyakinkan Brayan.


"Benar Mom bisa?."


"Is ok."Sara mengangguk,menggenggam tangan putranya."Pergilah, Irene membutuhkanmu."Ucap sara.Menatap putranya dengan tersenyum meyakinkan.


"Mom kalau ada apa-apa cepat hubungi Brayan."Brayan mengeratkan genggaman tangannya pada sara Mom -nya.Brayan keluar dari ruangan Dad-nya lalu menghubungi Leo untuk ikut dengannya.


*


*

__ADS_1


*


Sampai di bandara Singapura Brayan bersama Leo langsung menuju rumah sakit.


Alangkah terkejutnya Brayan begitu mengetahui kejadian sebenarnya dari kepala keaman.Lebih parahnya Brayan harus mencari golongan darah B+ untuk irene karena golongan darahnya tidak sama dengan Irene.


"Leo,hubungi siapa saja kolega kita di negara ini yang bisa mendonorkan darah untuk Irene."


"Baik."Jawab leo, segera mengambil ponselnya dan menghubungi satu persatu dari rekan bisnis Brayan.


Brayan menuju ruangan ICU tempat Irene dirawat.Sejak sampai Brayan belum melihat keadaan Irene secara langsung.


Brayan hanya bisa melihat Irene dari kaca pintu.Brayan atau siapapun tidak di ijinkan masuk kecuali para medis karena keadaan Irene masih kritis.


"Brayan."Suara seorang pria dari arah belakangnya membuatnya buru-buru mengusap air matanya dan berbalik.


"Kau."Brayan menarik kerah kemeja Ghana."Kalau sampai terjadi sesuatu padanya aku bunuh kau."Sentak Brayan dengan mata yang sudah merah menatap tajam pada Ghana.


Kebencian Brayan pada Ghana bermula semenjak pria itu hadir sebagai atasan Irene.Bukan cemburu tapi Brayan lebih tidak suka dengan sikap Ghana terkesan berlebihan memperlakukan karyawan baru.Brayan juga curiga,ada rencana terselubung di balik semua kebaikan ya pada Irene.


"Calm down bro."Ghana menaikan sudut bibirnya sembari menahan dada Brayan ,Seakan tau betul sifat Brayan."Justru aku ingin menyelamatkan Irene."Ucap Ghana mengibaskan tangan Brayan dari kerah kemejanya.

__ADS_1


"Ck,dasar."Cibir Brayan memalingkan wajahnya."Memang apa yang bisa kau lakukan?."


"Aku akan mendonorkan darah ku untuk Irene."


"Aku tidak membutuhkanmu pergilah menjauh dari Irene."Brayan mendorong tubuh Ghana dengan kasar.Tapi Ghana tidak takut sedikitpun pada Brayan,pria itu malah tertawa kecil seolah mengejek Brayan.


"Tapi kau harus menerima bantuan ku,pihak rumah sakit sudah berusaha dan mungkin sebentar lagi anak buah mu juga akan mengabarkan hal sama.So,jalan satu-satunya hanyalah menerima tawaranku."Ungkap Ghana panjang lebar.


Sudah pasti dia tau hasil pencarian dari anak buah Brayan tidak akan membuahkan hasil karena memang Ghana ada dibalik ini semua.


Benar saja, anak buah Brayan tiba dan mengabarkan sesuai tebakan Ghana.


"Apa kau serius."Sentak Brayan mengusap wajahnya dengan kasar.


Kesal bercampur cemas dirasakan Brayan menghadapi situasi saat ini seolah mendapati jalan buntu.Brayan menatap intens pada Ghana yang sedang duduk bersila sembari melipat tangannya dan jangan lupakan tatapan dan senyum tipis pria itu membuat emosi Brayan semakin naik ke ubun-ubun.


"Brengsek."Umpat Brayan menjambak rambutnya sendiri.Benar-benar Brayan harus menerima bantuan pria yang sangat mengesalkan itu.


Brayan menarik napasnya sedalam mungkin dan menghembuskan-nya kasar."Kau boleh mendonorkan darahnya pada Irene dengan catatan,kau tidak bisa memberitahukan pada Irene tentang hal ini.Mengerti."Ucap Brayan penuh penekanan.


"Deal."Jawab Brayan mengulurkan tangannya pada Brayan tanpa banyak pertanyaan.

__ADS_1


Brayan terpaksa menerima uluran tangan Ghana.Ia harus mengutamakan nyawa Irene ketimbang Egonya dan rasa bencinya pada Ghana, sekalipun ia tidak tahu penyebabnya karena ini kali pertama Brayan dan Ghana bertemu.


__ADS_2