
"Come on Hyung,apa kau pikir aku suka datang kerumah ini?."Balas Brayan tidak mau kalah dan mengukir senyum bengisnya.
"Cih.. dasar,kau dan ibumu sama saja."
Ucapan Namjoo sontak membuat Brayan yang tadinya menatap tajam kini sudah berdiri dan bersiap menghajar Namjoo."Sudah berapa kali kukatakan mom tidak membunuh dan kau tau kalau pengadilan sudah memutuskan hal itu"Brayan sudah mengepalkan tangannya kearah Namjoo, tidak kuasa menahan emosinya bila itu berkaitan dengan momnya.
"Hentikan."Bentak tuan Abram dengan suara tegasnya."Aku menyuruh kalian datang bukan untuk berdebat satu sama lain,kau Brayan turunkan tanganmu.Apa begitu kau bersikap pada Hyung mu sendiri!."Tuan Abram membentak Brayan dengan suara kuatnya, saat melihat Brayan mengepalkan tangannya dan bersiap menghajar kakaknya Namjoo.
"Anda selalu saj membelanya."Balas Brayan dengan suara yang tak kalah kuat dari tuan Abram.
Merasa selalu dibela dan dibenarkan membuat Namjoo tersenyum miring pada Brayan yang kembali duduk disebelahnya dengan muka memerah menahan amarah.
"Dan kau,apa seperti itu cara bicara seorang Hyung pada adik kandung mu sendiri."Kini tangan tuan Abram beralih menunjuk Namjoo dengan suara kerasnya.
Tuan Abram menghela napas melihat kedua putranya yang tidak pernah akur walau itu dalam mimpinya sendiri.
__ADS_1
"Kendalikan diri kalian masing-masing dan dengarkan."Seru tuan Abram penuh penekanan dan tegas
Kali ini kedua putranya itu bisa terkendali dan duduk bersebelahan namun saling memalingkan muka kearah yang berlawanan.
"Sudah waktunya kalian berdua ikut ambil bagian untuk mengurus perusahan KOM ABRAM grup."Tuan Abram menatap kedua putranya bergantian lalu kembali menghela napas panjang.Kesabaran pria tua itu benar-benar diuji dengan sikap kedua putranya yang tidak menanggapi ucapan bahkan terkesan tidak mendengar apa yang ia bicarakan.
"Apa kalian mendengar?."Tuan Abram mengebrak meja dengan kuat.Kedua pria itu tak kunjung memberi respon dengan ucapan tuan Abram.
Brayan dan Namjoo sampai terlonjak kaget dibuat Dedy mereka.Tapi detik berikutnya keduanya nampak diam dengan pikiran masing-masing.
"Baik,kalau kalian masih seperti ini maka dengan terpaksa____."Tuan Abram menjeda ucapannya,ditariknya napas sedalam mungkin lalu membuangnya dengan kasar."Aku akan membuat ibumu kembali kepenjara dan kau,akan aku hapus nama mendiang ibumu dari daftar warisan KOM ABRAM grup."
Brayan mengajukan protesnya yang tidak ingin momnya kembali kepenjara.Brayan tau betul tabiat dedynya yang bisa menggunakan segala cara bahkan cara licik sekalipun hanya untuk mencapai tujuannya.
Begitu juga Namjoo yang tidak mau kalah dan tidak ingin nama momnya dihapus dari daftar warisan.
__ADS_1
"Keputusanku sudah bulat, sekarang keputusan ada ditangan kalian berdua."Dengan tegas tuan Abram berbicara.
"Baiklah." jawab Brayan dan Namjoo bersamaan dengan ketus, terpaksa karena tuan Abram memberikan pilihan yang sulit bagi keduanya.
"Aku hanya bisa memantau beberapa kali dalam sebulan, Dedy tau sendiri perusahan ku juga sedang sibuk." Protes Namjoo,menggambarkan ia sedang mengelak dari perintah dedynya.
"Aku juga tidak bisa selalu datang,anda tau sendiri saya juga punya kesibukan."Timpal Brayan tak mau ketinggalan.
"Tidak masalah yang penting setiap ada rapat kalian harus wajib hadir.Mengerti?."Tanya tuan Abram pada kedua putranya dan mendapat anggukan dari keduanya.
"Dedy rasa pembicaraan kali selesai dan ingat Dedy tidak ingin mendengar ada pertengkaran ."Begitu selesai tuan Abram menyuruh keduanya untuk keluar dari ruangannya."Hanya ini cara agar kalian bisa akur ." Batin tuan Abram dengan nada berat.
Brayan keluar dari ruangan saling bertatapan tajam tanpa mengeluarkan suara.
Namjoo bahkan sengaja menyenggol Brayan menggunakan sikunya saat berjalan mendahului adik tirinya.
__ADS_1
Tuan Abram,ayah kandung dari Namjoo Abram dan Brayan Abram.