
"Apa sangat menyenangkan?."Tanya Lian langsung, begitu melihat J-hope memarkirkan sepedanya, J-hope nampak senang.
"Ya."Jawab J-hope."Aku bertemu anak kecil yang sangat cantik,wajahnya mengingatkan ku pada seseorang orang,tapi aku lupa wajah siapa?."J-hope tersenyum kala mengingat wajah imut,cantik dan menggemaskan anak kecil ketika berkeliling tadi.
"Oh,ya!."
"Namanya cha eunsang ."Sahut J-hope, padahal Lian tidak menanyakan gadis yang ia maksudkan.
Entah mengapa ketika menggendong gadis kecil,ia merasakan hal yang aneh.Hal yang membuat J-hope terasa dekat, nyaman dan menginginkan bertemu dengan gadis kecil itu kembali.
"Nama yang bagus."Puji Lian."Apa orangtuanya berasal dari Korea?sama seperti mu?.Tanya Lian penasaran karena nama gadis kecil itu seperti terdengar berbahasa Korea.
"Mungkin,aku juga tidak tau.Aku hanya bertemu dengan neneknya."
J-hope masuk kedalam kamar mandi, mengakhiri ceritanya karna merasa badannya sudah lengket karna keringat.Setelah mandi dan sudah berganti baju santai J-hope masih melihat asistennya itu ada di dalam kamarnya.
"Keluar dari kamar ku,aku mau istirahat."J-hope mengusir lian, Matanya sudah mengantuk, berkeliling dengan menaiki sepeda membuat tubuhnya lelah.
__ADS_1
"Ck, istirahatlah."Lian berdecak kesal saat J-hope menyuruhnya keluar.
"Pesankan aku makan malam yang enak untuk malam ini ya? jangan lupa."
Raut wajah kesal Lian berubah kala J-hope menyebut makanan enak.Sungguh Lian sangat menyukai rasa makanan di pulau ini.
"Beres."Jawab Lian gembira,setidaknya liburan kali ini bisa membuat selera makanya meningkatkan sekalipun tempat ini jauh dari pilihannya.Lian menutup pintu kamar J-hope,tujuannya hanya satu yaitu ke meja resepsionis untuk memesan semua menu makanan lezat untuk mereka berdua malam ini.
*
*
*
Suara ponsel yang berbunyi membuat Irene terbangun dari tidurnya.Irene mengambil ponselnya dari bawah bantalnya.Melirik jam di ponselnya menunjukkan pukul dua pagi.
"Siapa yang menggangu malam-malam begini?."Tanya Irene,tak memperhatikan nama tertera dilayar ponsel miliknya.Irene mengangkat ponsel miliknya dan meletakkan di dekat telinganya,kembali berbaring telungkup karna matanya masih sangat mengantuk.
__ADS_1
"Hallo..Siapa ini?malam begini mengganggu."Tanya Irene dengan suara serak.
"Irene,ini aku Brayan."
"Brayan."Gumam Irene kembali melihat ponselnya,dan benar saja Brayan lah yang mengganggunya."Apa ada masalah?sampai kau harus menghubungiku sepagi ini?."
Irene bangun dari tidurnya lalu duduk bersandar di headboard ranjangnya.Irene khawatir ada sesuatu masalah terjadi pada Brayan karna tidak biasanya Brayan meneleponnya seperti ini.Kalaupun Brayan meneleponnya itupun akan lebih lama mengobrol dengan putrinya Eunsang kalau dengan Irene, Brayan hanya akan menanyakan tentang kabar,habis itu Brayan akan menyuruhnya memberikan ponsel pada Eunsang.
"Tidak ada masalah,justru aku yang khawatir dengan Eunsang,tadi siang nenek mengirimkan ku Vidio Eunsang menangis manggil namaku.Apa putriku baik-baik saja?."
Ya, Brayan khawatir kala melihat Vidio yang dikirimkan nenek Paul,memperlihatkan Eunsang sedang menangis sembari memanggil 'Dedy uncle'.Tapi karna banyak jadwal rapat hari ini sehingga ia baru bisa menghubungi Irene jam segini.
"Oo...itu.Jangan khawatir ada aku, kakek dan nenek disini menjaganya,selesaikan saja pekerjaan mu.Perbaiki juga hubungan mu dengan Hyung Namjoo, bagaimana pun kalian berdua tetaplah saudara kandung."
"Aku tau."Jawab Brayan terdengar malas menanggapi ucapan Irene."Secepatnya aku akan datang kesana,tolong Jangan biarkan my little princess terlalu sering menangis."Pesan Brayan pada Eunsang.
Sungguh Brayan sangat menyayangi Eunsang, Brayan bahkan pernah menawarkan pernikahan pada Irene agar Eunsang memiliki keluarga yang utuh,tapi Irene menolaknya dengan alasan, Irene tidak ingin Brayan terbebani karena keterpaksaan.Bagi Irene pernikahan harus didasarkan cinta dan ketulusan dari kedua pasangan.
__ADS_1
"Ya."Jawab Irene singkat,ia tidak mau Brayan meninggalkan tugasnya dan terpaksa datang ke pulau Belle gio hanya karna Eunsang.
Irene memutuskan sambungan teleponnya dan melanjutkan tidurnya.Pagi ini ia harus bangun lebih awal dari biasanya karna harus menyiapkan sarapan untuk tamu di penginapan.