Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 47.


__ADS_3

J-hope dan lian dipersilahkan menikmati makan yang sudah terhidang di meja.


"Makanan disini cukup mengenakkan."Seru Lian yang tengah menikmati makanan dan menurutnya itu sangat enak."Benarkan?."Tanya Lian karena J-hope tidak menanggapi ucapannya dan terlihat menikmati makanannya dengan tenang.


"Hmmm."J-hope hanya berdehem sebagai jawaban,mulutnya juga tengah sibuk mengunyah makanan.


Baik Lian dan J-hope mengakui kalau makanan dipulau kecil itu tidak kalah lezat dengan masakan hotel bintang lima,terbukti piring mereka dan makanan lainnya ludes tak bersisa.


"Ah.kenyang."Seru Lian memegangi perutnya."Berat badan ku pasti naik selama disini."


"Aku ingin berkeliling di desa pulai ini."Ucap J-hope pada salah satu pelayan yang tengah membereskan meja mereka.


"Apa kau tidak lelah?sebaiknya istirahat dulu, besok baru kita keliling desa."Potong Lian sebelum pelayan itu menjawab.


"Kau istirahat saja,aku tidak lelah."J-hope tidak sabar ingin memulai kehidupannya seperti manusia biasa lainya,bebas melakukan apapun yang ingin dilakukannya."Tolong sediakan sepeda untukku."Pinta J-hope pada pelayanan dan pelayan itupun mengangguk.


Begitu sepeda tersedia J-hope langsung menaikinya untuk berkeliling desa.


Sepanjang jalan ia mengayuh sepedanya dengan lambat sembari bernyanyi dan bersiul,menikmati udara pantai yang masih segar jauh dari polusi seperti di LA sambil melihat pemandangan dan rumah-rumah pedesaan.


J-hope senang karna sepanjang jalan tidak ada yang meneriaki namanya,semua orang yang berpapasan dengannya tampak biasa saja seolah tidak mengenal dirinya.Tidak seperti di LA atau kota-kota besar negara lainya,semua akan orang mengenalnya dan selalu meneriaki namanya.Bahkan ke supermarket atau kemanapun J-hope harus memakai topi dan masker agar tidak ada kehebohan dari penggemarnya.

__ADS_1


Hingga persimpangan jalan J-hope hampir menabrak bola yang berguling tepat di depannya, beruntung ia mengayuh dengan lambat jadi tidak menabrak bola tersebut.


J-hope turun dari sepedanya kala melihat anak kecil berlari kearahnya.


"Sir,can you give."Serunya dengan suara cadelnya sambil menunjuk bola yang tangan J-hope.


"This is yours?."Tanya J-hope tersenyum gemas,berjongkok mensejajarkan postur tubuhnya dengan tubuh mungil itu.


"Take it."Memberikan bola pada gadis kecil itu.


"Thank you sir."Ucap gadis itu sopan.


"I'm with grand ma."Jawab gadis kecil itu menunjukkan jarinya kearah taman.


Tapi J-hope tidak melihat siapapun di taman."Where your grand ma?."Tanya J-hope karena khawatir, J-hope menggendong gadis kecil itu kearah taman,memastikan apakah benar ada seseorang bersama gadis kecil itu.


"Grand ma going to toilet."Jawabnya memandangi wajah J-hope heran tapi malah lucu dan menggemaskan Dimata J-hope,membuat J-hope mencium pipi cabinya.


"What is your name princess?."Tanya J-hope sambil tersenyum lalu mentoel pipi tembemnya.


"Eunsang."

__ADS_1


"Eunsang,Wahh...That's very good name little princess."Ucap J-hope.


"Thank you."Jawab Eunsang.


J-hope mendudukkan Eunsang di bangku taman.


"Eunsang, sorry princess grand ma lama di toiletnya."Nenek Paul berjalan tergopoh-gopoh menuju tempat Eunsang dengan seseorang yang tidak ia kenali.


"Siapa kau?."Tanya nenek Paul mengerut keningnya.Ia tidak mengenali pria yang ada dihadapannya,kalau mereka sedang berada di pantai mungkin nenek Paul tidak akan bertanya secara intens seperti itu karna Eunsang memang sering disapa para pengunjung.Tapi mereka tidak lagi di pantai melainkan taman yang berjarak sepuluh langka dari rumah mereka.Jadi bisa di pastikan kalau orang-orang sekitar pemukiman mereka pastilah nenek Paul kenali.


Nenek Paul menarik Eunsang dari samping J-hope, lalu menggendongnya.Seakan berjaga kalau pria yang tengah bersama cucu kesayangannya itu berbuat hal jahat pada Eunsang.


"Maaf,tadi cucu mu berlari diseberang jalan mengejar bola.Aku hanya menolongnya."Jelas J-hope tak ingin di kira penculik anak oleh nenek di depannya.


"Oh, kalau begitu maaf,kukira kau ini penculik tampan."Seru nenek Paul menyelipkan kata tampan dan itu membuat J-hope menggaruk kepalanya,salah tingkah.


"Kalau begitu saya permisi nek."J-hope membungkuk hormat pada nenek Paul."Bay..bay... beautiful princess."J-hope mencubit gemas pipi Eunsang.Eunsang membalasnya dengan melambaikan tangannya yang kecil dan mungil itu.


"Kau baik-baik saja sayang."Tanya nenek setelah pria yang bersama cucunya itu pergi dengan menaiki sepeda.


"No, grand ma."Jawab Eunsang gemas,menaikkan hidungnya dan itu membuat nenek Paul langsung menghujaninya dengan ciuman dan membuat Eunsang tertawa geli.

__ADS_1


__ADS_2