Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 22.


__ADS_3

"Apa kau menemukan sesuatu?."


"Tidak."Jawab Leo dengan lesu.Baru kali ini pencarian mereka mengalami kegagalan.


"Sebenarnya siapa pria itu?."Brayan sangat penasaran dengan jati diri seorang pria sekaligus pengusaha sukses yang bernama Ghana kenett.Pria yang jadi bos sekaligus pemilik perusahaan mobil sport mewah di Milan tempat Irene bekerja.


Bukan tanpa alasan Brayan dan Leo mencari identitas pria itu.Mulanya Brayan tidak tertarik sama sekali dengan pribadinya, tapi begitu Irene bekerja di perusahaan miliknya dan mendapatkan segala fasilitas yang diluar nalar, Brayan akhirnya meminta Leo untuk menyelidiki siapa pria itu sebenarnya.


Tapi sampai detik ini baik Brayan ataupun Leo tidak bisa mengungkapnya.


"Pasti pria itu sudah merencanakan ini dari awal,tidak mungkin ia menutup rapat jati dirinya."


"Drt...drt...drt...."Saat keduanya sibuk memikirkan cara untuk mengungkap identitas Ghana kenett,ponsel Bryan tiba-tiba saja berbunyi.


"Ck.."Decak Brayan kesal melihat nama yang tertera dilayar ponselnya."Ada apa menghubungiku?aku sedang sibuk."Ucap Brayan tanpa basa-basi.Walau sangat kesal dengan orang yang menghubunginya tapi Brayan tetap saja tidak tega mematikan ponselnya.


"Mom...pria tua Bangka itu sudah sering keluar masuk rumah sakit."Jawab Brayan santai.

__ADS_1


Ya, yang menghubungi Brayan adalah momnya sendri dan mengabarkan dedynya masuk rumah sakit.


"Ya...ya..aku akan segera kesana."Balas Brayan sebelum mematikan panggilan."Kita ke Roma Sekarang." langsung beranjak menuju rumah sakit di ikuti Leo yang berjalan di belakangnya.


"Apa tuan Abram masuk rumah sakit lagi?."Tanya Leo sembari mengikuti langkah lebar Brayan.


"Hmmm...."Jawab Brayan singkat dan langsung masuk kedalam mobil.


Tanpa banyak bertanya lagi Leo menginjak pedal gas menuju rumah sakit yang ada di Roma.


*


*


"Wahhh..cepat sekali,kau memang yang terbaik."Ucap Ghana tersenyum puas, diiringi pujian atas hasil kerja Irene yang cepat dan tepat.


.

__ADS_1


"Trimakasih buat pujianya tuan."


"Minggu depan kau harus menemaniku ke singapura."Seru Ghana seolah tak terbantahkan.Pria itu kini fokus memeriksa berkas yang baru diserahkan Irene padanya.


"Baik tuan."Sahut Irene dengan suara lemah.Jelas saja Irene tidak ingin pergi ke Singapura karena jadwalnya Minggu depan ia gunakan untuk mengunjungi Brayan dan yang lainya di markas.


Sudah lama Irene tidak menemui Bryan karena kesibukannya bekerja ditambah dengan waktu yang habis digunakannya untuk menonton konser dan mengganggu j-hope.


"Jangan kesal seperti itu,aku akan memberikan tiket konser VVIP j-hope padamu sebagai hadiah."


"Tiket konser VVIP j-hope?."Seru Irene seakan tak percaya dengan hadiah yang didapatkannya kali ini benar-benar mampu membuatnya bersemangat kembali,begitu mendengar nama pria yang disukainya di sebut.


Irene bahkan melompat kegirangan,tak perduli dengan tatapan serta seringai misterius dari bibir Ghana yang ditujukan untuknya.Sekarang ini fokusnya hanya j-hope saja bahkan Brayan saja bisa di lupakanya bila sudah berhadapan dengan nama J-hope.


"Terimakasih banyak tuan ,saya akan bekerja lebih giat lagi."Ucap Irene sembari membungkuk lalu keluar dari ruangan Ghana dengan penuh semangat.


"Sekarang kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.Jangan harap kau bisa lari lagi dariku setelah sekian lama aku menunggu mu."Ucap Ghana dalam hati,memerhatikan tubuh Irene dari belakang dengan penuh nafsu.

__ADS_1


"Perlahan tapi pasti,kau akan semakin masuk dalam jebakan-ku."Gumam Ghana,menampilkan wajah liciknya yang merencanakan sesuatu yang tidak baik untuk irene.


Ghana bukanlah pria sebaik yang ada dalam pikirin Irene.Ghana memanjakan Irene dengan semua kemewahan dan memberikan kebebasan pada gadis itu untuk suatu tujuan dan Irene tidak tau sama sekali.


__ADS_2