Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 03.


__ADS_3

"Kau sudah mendapatkan informasi tentang


wanita itu?."tanya J-Hope menyeruput teh


hangat menikmati pagi hari di pinggiran


kolam renang di Mension mewahnya.


"Belum."jawab Lian tanpa beban karena


sekarang tumpuannya berfokus untuk


konser tour J-Hope yang akan dilaksanakan


bulan depan.


"Kau ini."kesal J-Hope menghembuskan nafas


dengan kasar.Sudah setahun lebih sejak


malam panas itu J-Hope selalu memikirkan


gadis yang dia sendiri tidak tau namanya.


"Fokus saja pada konser tour-mu,masalah


gadis itu akan aku urus setelah konser-mu


selesai."jawab Lian memperlihatkan


beberapa kostum yang akan dikenakan


J-Hope di konser tour-nya kali ini melalui


layar iPad.



☘️☘️☘️☘️


"Kau membuatnya menangis lagi?."kesal


nenek Paul yang baru datang keresto.Nenek


Paul memukul pundak Brayan melihat mata


Irene basah seperti habis menangis.


"Nenek...".ucap keduanya bersamaan seperti


merasa tertangkap basah.Sedangkan Irene


menghapus jejak air matanya sembari tersenyum.


"Aduh..cucuku."Seru nenek Paul mendekati


suaminya yang terlebih dulu berdiri didekat


stroller ensang tidur."Apa pengunjung


mengganggu cucuku lagi?."tanya nenek Paul


memandangi tidur damai gadis kecil itu lalu


beralih menatap Brayan penuh selidik.


"Nenek cucumu itu memang sudah memiliki


aura bintang sejak dalam kandungan."Bela


Brayan, tidak ingin dirinya selalu disalahkan


nenek Paul jika itu berkaitan dengan

__ADS_1


chaensang.


ya, sesayang itulah nenek dan kakek Paul


pada gadis kecil itu.Bagi nenek dan kakek


Paul kehadiran Irene dan chaensang


membuat hidup mereka menjadi lebih


berwarna.


"Honey pelankan Suara-mu."bisik kakek Paul,


menempelkan ibu jari kebibirnya lalu


menunjuk pada ensang yang tengah tertidur.


"Sorry."nenek Paul ikut menutup mulut


menggunakan ibu jarinya.lalu ikut bergabung


bersama kakek Paul menjaga ensang.


☘️☘️☘️☘️


J-hope memasuki kamarnya setelah puas


berjemur di pinggiran kolam renang


pribadinya.J-hope ingin melanjutkan tidurnya


sebentar sebelum pergi ketempat latihan


dance.


"Haaahh."Helaan nafas lega dikeluarkannya


begitu merebahkan tubuhnya diatas ranjang


untuk menemukannya."Lirih J-Hope


meletakkan sebelah tangannya dibawah


kepala seraya menatap langit-langit kamar


mewahnya.


Sampai detik ini J-Hope merasa ada sesuatu


yang hilang dari dirinya sejak malam panas


yang dilewatinya dengan seorang gadis yang


juga termasuk fans fanatiknya.



"Dulu dunia ini begitu sempit."ucap J-Hope


berbicara pada dirinya sendiri, yang dulunya


dia sangat jengkel dan marah setiap kali


gadis nakal itu menemuinya walaupun


J-Hope selalu dijaga dengan ketat, tetap saja


gadis itu bisa menerobos dengan aman.


Tapi sekarang J-Hope malah merindukan


gadis nakal itu untuk mengganggu dan

__ADS_1


merayunya seperti dulu.


☘️☘️☘️☘️


"Nenek dan kakek sebaiknya bawa ensang


pulang,aku dan Irene yang akan memantau


resto."Pinta Brayan yang masih ingin


melanjutkan cerita masa lalunya bersama


Irene.


"Baiklah,tapi awas kalau kau membuat Irene


menangis lagi."Balik memberi peringatan


pada Brayan, walau sebenarnya nenek dan


kakek Paul tau kalau Brayan-lah yang selalu


setia menjaga Irene dan chaensang selama ini.


Nenek dan kakek Paul mendorong stroller


ensang dan membawa gadis kecil itu pulang


kerumah.Tidak nyaman juga bagi gadis kecil


seusianya berada ditempat itu ditambah lagi


para pengunjung yang selalu ingin


berfoto-ria dengan-nya.


"Tidak akan nenek."Jerit Brayan sambil


tersenyum."Setidaknya aku punya kalian


untuk membantu-ku menjaga kedua mahluk


ini."Gumam Brayan dengan melirik Irene yang


tengah memicingkan matanya menatap


Brayan.


"Brayan."Panggil Irene penuh penekanan."aku


tidak tuli."Sambung Irene yang mengikuti


Brayan sampai ketempat duduknya lalu


duduk berhadapan.


"Ck.. sampai mana pembicaraan kita tadi."Elak


Brayan seolah menghindar dari tatapan tajam


Irene."Ahhh..ya..aku ingat, pertemuan


pertama kita."Kilah Brayan yang sudah


gelisah dengan tatapan tajam yang masih


tertuju padanya.


Benar saja begitu Brayan memutar kembali


memory pertemuan keduanya membuat


Irene beralih dari tatapan tajam menjadi

__ADS_1


tatapan sendu pada Brayan.


__ADS_2