
"Kau sudah mendapatkan informasi tentang
wanita itu?."tanya J-Hope menyeruput teh
hangat menikmati pagi hari di pinggiran
kolam renang di Mension mewahnya.
"Belum."jawab Lian tanpa beban karena
sekarang tumpuannya berfokus untuk
konser tour J-Hope yang akan dilaksanakan
bulan depan.
"Kau ini."kesal J-Hope menghembuskan nafas
dengan kasar.Sudah setahun lebih sejak
malam panas itu J-Hope selalu memikirkan
gadis yang dia sendiri tidak tau namanya.
"Fokus saja pada konser tour-mu,masalah
gadis itu akan aku urus setelah konser-mu
selesai."jawab Lian memperlihatkan
beberapa kostum yang akan dikenakan
J-Hope di konser tour-nya kali ini melalui
layar iPad.
☘️☘️☘️☘️
"Kau membuatnya menangis lagi?."kesal
nenek Paul yang baru datang keresto.Nenek
Paul memukul pundak Brayan melihat mata
Irene basah seperti habis menangis.
"Nenek...".ucap keduanya bersamaan seperti
merasa tertangkap basah.Sedangkan Irene
menghapus jejak air matanya sembari tersenyum.
"Aduh..cucuku."Seru nenek Paul mendekati
suaminya yang terlebih dulu berdiri didekat
stroller ensang tidur."Apa pengunjung
mengganggu cucuku lagi?."tanya nenek Paul
memandangi tidur damai gadis kecil itu lalu
beralih menatap Brayan penuh selidik.
"Nenek cucumu itu memang sudah memiliki
aura bintang sejak dalam kandungan."Bela
Brayan, tidak ingin dirinya selalu disalahkan
nenek Paul jika itu berkaitan dengan
__ADS_1
chaensang.
ya, sesayang itulah nenek dan kakek Paul
pada gadis kecil itu.Bagi nenek dan kakek
Paul kehadiran Irene dan chaensang
membuat hidup mereka menjadi lebih
berwarna.
"Honey pelankan Suara-mu."bisik kakek Paul,
menempelkan ibu jari kebibirnya lalu
menunjuk pada ensang yang tengah tertidur.
"Sorry."nenek Paul ikut menutup mulut
menggunakan ibu jarinya.lalu ikut bergabung
bersama kakek Paul menjaga ensang.
☘️☘️☘️☘️
J-hope memasuki kamarnya setelah puas
berjemur di pinggiran kolam renang
pribadinya.J-hope ingin melanjutkan tidurnya
sebentar sebelum pergi ketempat latihan
dance.
"Haaahh."Helaan nafas lega dikeluarkannya
begitu merebahkan tubuhnya diatas ranjang
untuk menemukannya."Lirih J-Hope
meletakkan sebelah tangannya dibawah
kepala seraya menatap langit-langit kamar
mewahnya.
Sampai detik ini J-Hope merasa ada sesuatu
yang hilang dari dirinya sejak malam panas
yang dilewatinya dengan seorang gadis yang
juga termasuk fans fanatiknya.
"Dulu dunia ini begitu sempit."ucap J-Hope
berbicara pada dirinya sendiri, yang dulunya
dia sangat jengkel dan marah setiap kali
gadis nakal itu menemuinya walaupun
J-Hope selalu dijaga dengan ketat, tetap saja
gadis itu bisa menerobos dengan aman.
Tapi sekarang J-Hope malah merindukan
gadis nakal itu untuk mengganggu dan
__ADS_1
merayunya seperti dulu.
☘️☘️☘️☘️
"Nenek dan kakek sebaiknya bawa ensang
pulang,aku dan Irene yang akan memantau
resto."Pinta Brayan yang masih ingin
melanjutkan cerita masa lalunya bersama
Irene.
"Baiklah,tapi awas kalau kau membuat Irene
menangis lagi."Balik memberi peringatan
pada Brayan, walau sebenarnya nenek dan
kakek Paul tau kalau Brayan-lah yang selalu
setia menjaga Irene dan chaensang selama ini.
Nenek dan kakek Paul mendorong stroller
ensang dan membawa gadis kecil itu pulang
kerumah.Tidak nyaman juga bagi gadis kecil
seusianya berada ditempat itu ditambah lagi
para pengunjung yang selalu ingin
berfoto-ria dengan-nya.
"Tidak akan nenek."Jerit Brayan sambil
tersenyum."Setidaknya aku punya kalian
untuk membantu-ku menjaga kedua mahluk
ini."Gumam Brayan dengan melirik Irene yang
tengah memicingkan matanya menatap
Brayan.
"Brayan."Panggil Irene penuh penekanan."aku
tidak tuli."Sambung Irene yang mengikuti
Brayan sampai ketempat duduknya lalu
duduk berhadapan.
"Ck.. sampai mana pembicaraan kita tadi."Elak
Brayan seolah menghindar dari tatapan tajam
Irene."Ahhh..ya..aku ingat, pertemuan
pertama kita."Kilah Brayan yang sudah
gelisah dengan tatapan tajam yang masih
tertuju padanya.
Benar saja begitu Brayan memutar kembali
memory pertemuan keduanya membuat
Irene beralih dari tatapan tajam menjadi
__ADS_1
tatapan sendu pada Brayan.