
"Maaf."
Hanya kata itu yang meluncur dari mulut J-hope setelah puas dan berbaring sambil memandang wajah sembab wanita yang terbaring lemah di sebelahnya.
J-hope menarik selimut menutupi tubuh polos Irene sebelum akhirnya ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan setelah itu ia ingin menemui Lian untuk mencaritahu sesuatu.
Pagi harinya.
Irene merasakan getaran ponsel miliknya sayup-sayup,ia memaksakan matanya terbuka walau masih terasa sangat berat.Tubuhnya masih terasa remuk karena ulah J-hope.Tanaganya meraba kesisi ranjang untuk menemukan ponselnya.
"Oh...ya ampun."
Alangkah terkejutnya Irene kala melihat puluhan panggilan tak terjawab dari kakek Paul dan juga Brayan di layar ponselnya.Dengan cepat Irene turun dari ranjang,namun sebuah tangan besar melingkar di perutnya membuatnya susah untuk bergerak.
Irene menyinggkirkan tangan pria itu dari tubuhnya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Tidak mungkin ia pulang dalam keadaan berantakan seperti itu.
Sesegera mungkin ia menyelesaikan ritual mandinya.Pasti saat ini putrinya sedang sarapan dan pasti putri cantiknya itu mencari dirinya yang tidak ada untuk menyiapkan segala kebutuhan putri kecilnya itu pagi ini.
"Sial, bagaimana aku pulang?."Tanyanya setelah sadar kalau pakaiannya sudah tidak bisa digunakan karena ulah pria itu.Irene mondar-mandir di dalam kamar mandi, berpikir keras bagaimana caranya ia keluar dari kamar pria itu sementara baju yang ia gunakan tadi malam Sudak sobek tak berbentuk.
J-hope sudah terbangun sejak tadi,ia bahkan tau Irene menyingkirkan tanganya dengan kasar.J-hope meraih ponselnya menghubungi Lian untuk membelikan pakaian wanita sesuai ukuran tubuh Irene.Tak berselang lama Lian sudah datang dan langsung menyerahkan paper bag pada J-hope.
__ADS_1
"Jangan buat skandal meski ini pulau kecil dan tidak seorang pun mengenali dirimu di pulau ini.Tapi tetep saja kau ini seorang superstar yang selalu menjadi incaran media kemanapun kau pergi."Lian memperingatkan J-hope sebelum pergi.
"Ia,aku tahu "Jawab J-hope singkat dan langsung menutup pintu karena Irene sudah cukup lam didalam kamar mandi dan J-hope tau apa yang membuat wanita itu tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu kamar mandi menghentikan langkahnya.Irene mendekat kearah pintu,memastikan kalau yang mengetuk pintu itu adalah J-hope.
"Cepatlah, Eunsang pasti sedang mencarimu."
Suara pria itu terdengar jelas karena Irene sengaja menempelkan telinganya di pintu, Irene keluar dari kamar mandi menggunakan kimono yang diyakininya milik J-hope.
"Ini,cepat pakai."J-hope menyerahkan sebuah paper bag.
Irene langsung pergi tanpa mau berbicara pada J-hope,pria yang sudah berani menyekap dan menikmati tubuhnya.Namun saat membuka pintu ternyata pintu itu terkunci dan sudah dapat dipastikan kalau J-hope yang melakukanya.
"Aku akan mengantarmu,aku mandi dulu."Ucap J-hope datar dan masuk kedalam kamar mandi.
Dengan wajah ditekuk Irene duduk di sofa,sembari duduk menunggu pria itu ia mengirim pesan kepada kakek Paul kalau dia baik-baik saja dan tidak perlu khawatir.
"Dia itu sedang mandi atau tidur,kenapa lama sekali."Gerutu Irene mulai duduk
__ADS_1
,ia ingin segera pulang untuk bertemu dengan putri kecilnya.Satu malam saja tidak pulang sudah membuatnya sangat merindukan celotehan putrinya Irene menetap photo Eunsang yang ada dilayar ponselnya, Irene tersenyum sembari terus memandang photo Eunsang.
"Ayo."Seru J-hope,mengambil kunci dari saku celananya yang sengaja disembunyikan tadi malam.
"Aku bisa pulang sendiri."Jawab Irene acuh mendahului langkah J-hope begitu pintu terbuka.
"Jangan keras kepala,atau kau ingin ku kurung lagi disini."
Ucapan J-hope menahan tangan Irene, sontak Irene terdiam dengan sorot mata tajam pada J-hope.
"Jangan melihatku seperti itu,aku tau kalau aku ini pria paling tampan."Ucap J-hope datar tanpa mau membalas Irene dengan kata-kata menyakitkan seperti tadi malam.
Ya, J-hope berubah setelah tadi malam memerintahkan Lian untuk menyelidiki semua tentang Irene.Dan sungguh sangat mengejutkan kala J-hope mengetahui kalau Irene dulu selalu menjadi tim pengamanan di setiap konsernya.
Bahkan J-hope juga tau kalau Irene adalah bagia kelompok mafia yang terkenal di Milan.Irene juga tidak pernah berhubungan dengan pria manapun hingga detik ini.
Hal itu muat J-hope merasa bersalah karena ucapannya pada Irene akan tetapi J-hope tidak menyesali perbuatannya yang telah berani menyentuh wanita itu.
"Naiklah."Seru J-hope,menyuruh Irene naik keatas sepeda yang ia naiki setiap pagi untuk berkeliling."Aku hanya punya ini."Ucap J-hope terkekeh, setelah melihat Irene hanya diam mematung.
Ya, seorang superstar sekelas J-hope yang memiliki segalanya tapi hanya menggunakan sepeda di pulau kecil ini.
__ADS_1
Sepanjang jalan Irene ataupun J-hope tidak membuka suara, keduanya hanya diam sembari menikmati dinginnya udara pagi menusuk tubuh mereka.
"Kenapa sikapnya berubah dengan cepat."Pikir Irene memandang punggung J-hope yang tengah fokus mengayuh sepeda.Tadi malam J-hope mengeluarkan kata-kata yang begitu menyakiti hati Irene tapi anehnya pria bicara hanya seperlunya saja.