Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 27.


__ADS_3

Hingga sampai dirumah sakit terdekat, Irene dibawa ke ruangan ICU karena kondisinya cukup kritis akibat pendarahannya tidak berhenti.


"Bagaimana keadaannya?."Tanya Ghana pada dokter yang baru keluar dari ruangan ICU.


Ghana di hubungi pihak keaman melalui ponsel Irene yang ada di dalam tas gadis itu.Setelah memeriksa panggilan dari ponselnya dan mendapati nama Ghana yang ada di panggilan terbaru.


Ghana langsung bergegas kerumah sakit meninggalkan para wanita yang menghiburnya di sebuah klub malam di Singapura untuk melihat kondisi Irene.


"Pelurunya sudah dikeluarkan.Kami sedang berusaha menghentikan pendarahannya."


"Peluru?."Tanyanya mengerutkan dahinya kebingungan."Sebenarnya apa yang terjadi?."Tanya Ghana kembali, karena memang pria itu hanya diberitahu kalau Irene sedang berada dirumah sakit tanpa penjelasan yang lebih jelas kenapa gadis itu bisa berada dirumah sakit.Setau Ghana Irene menonton konser artis idolanya karena memang dia juga yang memberikan tiket konser VVIP pada Irene agar gadis itu mau ikut dengannya ke Singapura.


"Untuk mengetahui lebih jelas,tuan tanyakan langsung pada pihak keaman."Jawab dokter lalu pergi.


Ghana yang merasa penasaran kenapa ditubuh Irene ada peluru segera menghampiri pihak keaman yang sedang berjaga di sekitar ruangan ICU.


"Apa anda yang membawa gadis itu?."Tanya Ghana pada kepala pihak keamanan


"Benar,anda keluarga korban?."Jawabnya lalu balik bertanya pada Ghana.


"Saya atasannya tempatnya bekerja."

__ADS_1


"Kalau begitu bisa anda menghubungi keluarga korban?kami ingin menyampaikan hal yang penting."Ucap kepala pihak keaman.


"Bicara saja pada saya,nanti saya yang akan menyampaikannya pada pihak keluarga.gadis itu tanggung jawab saya, karena saya yang membawanya kesini."Jelas Ghana panjang lebar.Sebab Ghana juga tidak mau terlibat langsung dengan Brayan yang sudah sangat dikenalnya.


"Baiklah,tapi tolong beritahu kami bila keluarga dari korban sudah datang."Ucap kepala keaman lalu menceritakan kronologis kejadian yang dialami Irene.


Ghana mengusap wajahnya dengan kasar,sesekali terdengar pria itu menghela napas."Aku tidak mau kau mati sebelum aku bisa memilikimu."Gumamnya dalam hati.


"Tuan...tuan."


"Ya."


Ghana tersentak ketika seorang suster menghampirinya.


"Baik."Jawab Ghana,mencari ponsel Irene didalam tas yang sudah diserahkan pihak keamanan padanya.


Ghana mencari nama Brayan dari kontak ponsel Irene.Terpaksa Ghana menghubungi Brayan karena hanya dialah satu-satunya keluarga Irene atau lebih tepatnya yang menampung Irene selama ini.


*


*

__ADS_1


"Drt...drt..."


Sara mendengar suara ponsel milik putranya berbunyi tapi ia tidak berani mengangkat sekalipun nama yang tertera di layar adalah nama yang sering putranya sebut bahkan diceritakan padanya.


"Brayan."Sara menggoyang tubuh putranya yang tertidur di sofa ruangan perawatan tuan Abram."Panggilan dari Irene."Ucap sara menyerahkan ponsel Brayan begitu putranya sudah duduk bersandar di sofa.


Ya.Brayan setiap malam akan berjaga dirumah sakit menemani momnya.Sedangkan Namjoo Hyung-nya harus mengurus perusahan menggantikan tuan Abram untuk sementara.


"Irene?."Lirih Bryan mengerutkan keningnya.Setau Bryan Irene sedang di Singapura untuk bekerja dan tidak pernah pula Irene mengganggunya malam-malam begini.


"Hallo Irene ada apa?."Tanya Brayan langsung begitu mengangkat panggilan Irene.


"Kau siapa?.kenapa ponsel Irene ada padamu?."Bentak Bryan begitu mendengar suara seorang pria.


"What?."


Pekik Brayan kaget sampai berdiri dari sofa, entah apa yang ia dengar sampai Brayan sampai membuat pria itu terlihat sekaget itu.


"Brayan ada apa?kenapa berteriak?."Sara berlari keluar dari toilet mendengar teriakan Bryan.Sara kira terjadi sesuatu pada tuan Abram namun begitu melihat kearah ranjang sara melihat Abram masih terbaring seperti biasanya.


"Mom Irene masuk rumahsakit."Seru Brayan panik.

__ADS_1


"Irene sakit?."Tanya sara penuh khawatir.Sekalipun belum pernah bertatap muka dengan Irene tapi ia tau kalau putranya Brayan sangat menyayangi Irene layaknya seperti adik sendiri.


"Irene tertembak saat keluar dari gedung konser."Jawab Brayan sibuk mengotak-atik ponselnya.


__ADS_2