Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 15.


__ADS_3

Bau karbol yang sangat menyengat penciuman Irene membuat wanita itu tidak betah berlama-lama dirumah sakit.


Sikapnya yang keras kepala membuat Leo mengikuti kemauannya dengan melakukan perawatan di markas.Susah payah Leo meminta izin pada dokter yang merawat Irene agar diizinkan dirawat dirumah saja dengan segala resiko yang akan dihadapinya nanti.Dokter yang merawat irene akhirnya mengizinkan dengan catatan salah seorang suster harus ikut untuk melakukan perawatan pada Irene yang memang masih sangat membutuhkannya.


Leo dan Irene menyetujui segala persyaratan yang di ajukan dokter.Setelah menyelesaikan urusan administrasi,Leo, Irene dan salah seorang suster yang ikut bersama mereka di izinkan keluar dari rumah sakit.


"Kenapa kau keras kepala sekali."Sentak leo memapah Irene menuju mobil yang terparkir.melihat Irene meringis menahan rasa sakit dibahunya.


"Aku tidak suka bau rumah sakit."Jawab Irene dengan jujur.Benar ia sangat membenci bau rumah sakit.Ada rasa trauma yang masih tertancap didadanya saat membawa ibu panti yang sudah berlumuran darah kerumah sakit dan nyawanya tidak tertolong akibat banyak luka dan peluru yang bersarang.


Sejak kejadian itu Irene sangat benci dengan aroma dari rumah sakit.


"Bagaimana kalau Brayan menyalahkan ku karena sikap keras kepalamu ini?."Leo pusing jika harus ikut bertanggung jawab dengan sikap Irene yang tidak mau dirawat dirumah sakit sampai lukanya dinyatakan sembuh.Sementara Leo juga harus menerima hukuman dari Brayan karena telah membuat wanita itu memimpin penyergapan kali ini.


"Jangan khawatir,aku yang akan menjelaskan sendiri pada Brayan."Ucap Irene merasa kasian melihat Leo yang terdengar menghela napasnya dengan panjang.


Sepanjang perjalanan Leo hanya fokus pada jalanan yang ada dihadapannya.Sementara Irene tertidur pulas bersama suster yang selalu siaga menjaganya di kursi belakang.


Begitu sampai dirumah tepatnya dimarkas, Irene disambut para anak buah Brayan yang sangat khawatir dengan keadaan Irene.Leo dibantu dua orang anak buahnya memapah Irene menuju kamarnya.


"Auhhh...."Lenguh Irene,begitu tubuhnya dibaringkan di atas ranjang miliknya.

__ADS_1


"Apa sangat sakit?."Tanya Zac salah satu anak buah Brayan penuh cemas.


"Sedikit."Jawab Irene sembari tersenyum kecut.Sudah pasti sangat sakit tapi ia tidak boleh lemah didepan semua orang yang semuanya lelaki.


"Sebaiknya nona istirahat."Seru suster sambil memeriksa infus yang menancap ditangan Irene.


Leo memerintahkan semua anak buahnya untuk keluar dari kamar Irene,membiarkan gadis itu istirahat dengan cukup.


Baru Lima langkah Leo sudah dikejutkan dengan suara Brayan yang baru memasuki area markas dengan langkah panjang.


"Bagaimana keadaan Irene?."Tanya Brayan dengan sorot mata tajam menatap Leo.


"Dia sedang istirahat."


"Kau ikut aku."Seru Brayan dengan tajam.


Leo mengikuti langkah kaki Brayan dengan sikap yang siap menerima hukuman dari Brayan.


"Bugkhh...bugkh..."


Brayan memukul Leo dengan membabi-buta tapi Leo tidak mengelak ia hanya diam menerima setiap pukulan dari Brayan.

__ADS_1


"Kau tau kau buat kesalahan besar."


"Aku tau."Jawab Leo dengan jujur,mengusap darah yang mengalir disudut bibirnya."Aku minta maaf."Ucap Leo dengan lirih.


"Kau tau kecerobohan mu itu bisa membuat Irene terbunuh."Bentak Brayan keras."Apa kau sudah tidak waras?."Brayan menjambak rambutnya sendiri.Brayan tidak bisa membayangkan kalau sampai hal itu menimpa Irene.


"Maaf."Lagi-lagi Leo hanya bisa mengatakan hal yang sama.leo benar-benar tidak berpikir untuk membuat Irene celaka.Keinginanya hanya mengajari gadis itu untuk lebih berani menghadapi musuh.


"Huff..."


Dengus Brayan menggelengkan kepalanya."Lalu kenapa kau membawanya pulang?."


"Irene tidak mau dirawat dirumah sakit,gadis itu berkeras ingin pulang."


Brayan mengusap wajahnya dengan kasar lalu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan-nya dengan perlahan.Brayan tau betul sikap keras kepala Irene yang sama persis seperti dirinya."Gadis itu memang gambaran diriku sendiri."Batinnya.


"Apa hasil dari penyergapan kali ini?."Brayan mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Leo dan Brayan duduk saling berhadapan dan memberikan laporan hasil kerja tim mereka hari ini pada Brayan.


__ADS_1


Irene saat dirumah sakit😷😷😷😷😷


__ADS_2