
"Ternyata kau disini!kenapa tidak pulang ke markas dan malah memilih menginap di apartemen pemberian pria bajingan itu."
Tadi pagi Brayan diberitahu tau kalau semalaman Irene tidak kembali ke markas dari anak buahnya.Langsung Brayan mendatangi apartemen pemberian Ghana untuk Irene dan ternyata benar gadis itu ada di sana.Brayan langsung masuk kedalam karena memang ia tau kode apartemen,mendapati Irene tengah duduk di sofa.Sepertinya gadis itu baru bangun tidur.
"Aku kelelahan semalam jadi aku putuskan untuk istirahat disini saja."
"Kau sakit?."Tanya Brayan duduk di samping Irene,memegang dagunya lalu memutar ke kiri dan ke kanan,Terlihat jelas muka gadis itu pucat."Cepat kita ke dokter sekarang."
"Tidak,aku hanya lelah."Jawabnya dengan suara lemah.Bagaimana tidak lemah jika ia terbangun hanya karna perutnya bergejolak tadi pagi,begitu sampai di toilet ia kembali muntah-muntah.Ditambah selera makanya jauh berkurang akhir-akhir ini.
"Kalau tidak sanggup keluar saja,bekerja dengan ku atau dengan Hyung Namjoo itu bisa kau putuskan sendiri."
"Brayan...harus berapakali aku bilang_____."
"Kau telah banyak menyusahkan ku,dan kau juga ingin mandiri.Itu kan selalu kau ucapkan."Brayan mengulangi kalimat yang selalu diucapkan Irene bila ia menawarkan pekerjaan pada irene.
*
__ADS_1
*
*
Sementara J-hope tengah bersama Emily kekasihnya.Tengah bercumbu di sebuah kamar hotel mewah,setelah perjuangan panjang akhirnya ia berhasil menemui kekasihnya itu bahkan sampai ke-hotel.Tentu saja kesempatan itu di pergunakan Emily dengan sangat baik, setelah ia berhasil merayu J-hope agar mau bercinta dengannya.
"Sayang,honey, sweet heart."Ucap Emily,menyebut J-hope dengan panggilan romantis di sela-sela desahannya.
Sungguh Emily merindukan sentuhan pria itu,sudah cukup lama ia bersabar menahan gairah,padahal dulu ia bebas bermain dengan pria manapun tapi begitu J-hope mengultimatum wanita itu mengikuti kemauan J-hope karena untuk sekarang ini karier-nya bergantung pada pria itu.
Berbeda dengan Emily yang sangat menikmati permainan dan sentuhan dari J-hope.Pria itu malah mengingat momen kala bercinta dengan Irene,gadis bertopeng yang selalu mengganggu hari-harinya dulu.
Ia merindukan gadis itu,setiap konsernya sebulan belakangan ini ia selalu berharap gadis itu muncul dan menggodanya.Namun apalah daya,Lian juga gagal melacak keberadaan dan identitas gadis pengganggu itu.
Ia merindukan suara ******* gadis itu saat digagahinya.Bahkan teriakan gadis itu saat menyebut dirinya dengan sebutan "J" sangat dirindukan dan ingin didengar telinganya saat ini.
"Panggil aku J."Seru J-hope bak seperti perintah untuk Emily.
__ADS_1
Seperti biasa Emily seperti kuda yang dicucuk hidung,mengikuti apa kemauan J-hope asalkan gairahnya bisa ia tuntaskan saat ini juga."J."Serunya sambil mendesah.
Sialnya J-hope malah menghentikan kegiatannya dan turun dari tubuh Emily.Sumpah demi apapun Emily sangat terkejut karna gairahnya tiba-tiba terhenti karna ulah J-hope.
"Sayang....why you stop?."Seru Emily bertanya penuh kesal.
"Emily sorry,aku tidak bisa melanjutkannya, tubuhku masih lelah karna latihan dance terlalu lama."J-hope beralasan,padahal bukan itu penyebab ia tidak melanjutkan kegiatan panas mereka.
J-hope di awal sudah sangat bergairah, membayangkan Irene lah berada dibawah kungkungan-nya.Tapi begitu mendengar Emily mendesah menyebut namanya sesuai keinginannya.Entah mengapa suara ******* itu terdengar aneh di telinganya.
"Sayang..kalau kau lelah,biar aku yang aktif di tubuhmu."Pinta Emily penuh harap menyodorkan dirinya seperti jalng.Wanita itu rela bekerja sendirian asalkan hasratnya tersalurkan.
Emily merangkak hendak naik ke atas tubuh J-hope, dengan tubuh polosnya ia berusaha menggoda J-hope dengan bergerak sensual.
"Emily please,tidak sekarang.Aku benar-benar lelah."J-hope menghentikan Emily dan beranjak turun dari ranjang lalu mengenakan kembali kemejanya yang sudah sempat teronggok dilantai."Sebaiknya aku pulang istirahat,kau juga, pulanglah."Ucapnya lalu pergi begitu saja keluar dari kamar hotel.
Meninggalkan Emily penuh kesal setengah mati karna sikap J-hope."Ahk.... sial."Pekik Emily emosi,melemparkan bantal kearah pintu yang sudah tertutup rapat.Selalu saja ia gagal menaklukkan hati pria itu."Boy can you come here?."Emil yang masih kesal dengan sikap J-hope langsung menghubungi seseorang melalu sambungan ponselnya dan memberikan alamat hotel.
__ADS_1