
Setelah menyelesaikan aksi panggungnya J-hope kembali ke tenda ruang ganti pribadinya.Pria itu mengambil posisi duduk di sudut luar tenda yang minim pencahayaan, sedang berbincang dengan Lian untuk pertunjukan selanjutnya.
Tanpa di sadari keduanya, sepasang bola mata tajam nan cantik sudah mengintai dari kegelapan.Menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri pria incarannya.
Begitu Lian pergi dari sana, Irene langsung bergerak menuju tempat di mana J-hope duduk sendirian tanpa penjagaan sama sekali.
Hmmm...
Irene berdehem begitu ia berada tepat dibelakang J-hope yang tengah duduk sembari memainkan ponselnya.
"Kau."Ucap J-hope berbisik, begitu berbalik dan melihat sosok gadis bertopeng.J-hope berdiri dari duduknya dan menarik Irene ketempat yang lebih gelap di sudut tenda karena tidak ingin terdengar orang yang berada didalam tenda.
"Kau merindukanku?."Tanya Irene berbisik penuh percaya diri.Selama ini J-hope akan Langsung berteriak memanggil pihak keaman atau bodyguard bila Irene datang mengganggunya.Berbeda dengan malam ini,pria itu malah menariknya ketempat yang lebih gelap dan wajar bila Irene merasa di rindukan.
"Ck.Apa mau mu?."Pertanyaan konyol malah keluar dari mulut J-hope.Bukankah pria itu yang menarik Irene?lalu kenapa malah ia bertanya apa mau Irene.
__ADS_1
"Cih,,,kau menarik ku lalu bertanya apa mau ku?."Tanya Irene penuh sindiran,Yang benar saja pikir Irene "Selain plin-plan kau juga suka pamer ternyata!."Cibir Irene,mencibikkan bibirnya.Mengingat kelakuan J-hope di atas panggung tadi membuat mulut Irene terasa gatal untuk berkomentar.
"Jangan mengalihkan pembicaraan,kau mau apa?setelah tiga bulan belakangan ini kau tidak muncul dihadapan ku?."
"Wahhh...kau benar-benar merindukanku."Tebak Irene senang dan semakin memdekat.Kedua telapak tangannya sudah Irene letak di dada J-hope.Irene menyunggingkan senyumnya kala J-hope tidak menepis tangannya sama sekali.
Dengan mengumpulkan keberanian Irene mendekatkan bibirnya ke bibir milik J-hope, tatapan mata penuh cinta menatap pria itu tanpa berkedip.
Mphh....
Irene langsung melahap bibir bawah J-hope,Melu*m*t-anya penuh kelembutan.Irene senang,walau J-hope tidak membalas ciumannya setidaknya pria itu tidak mendorongnya.Begitu tau kalau J-hope tidak menolaknya, Irene kembali memperdalam ciumannya.
"Aku tidak bisa,aku masih ada konser dua hari kedepannya."
Jawaban J-hope seolah membawa angin segar bagi Irene.Bagaimana tidak,pria itu seolah memberikan lampu hijau padanya.
__ADS_1
"Aku menunggu mu sampai kau ada waktu.Setidaknya berterimakasih lah karena aku sudah menyelamatkan nyawa mu waktu itu."Ucapanya penuh penekanan,Mengusap bibir J-hope yang basah karena ulahnya dengan senyum menggoda."Ini,kau bisa melihat cek medical milikku."Irene menyerahkan selembar kertas ke-tangan J-hope.
"Jadi kau___."
Irene hanya mengangguk sebagai jawaban dan benar saja anggukan Irene sudah mewakili semua pertanyaan di pikiran J-hope
"Kenapa kau memberikan ini padaku?."Tanya J-hope kemudian, bingung sembari membolak-balik kertas ditangannya.Ia merasa tidak pernah meminta hasil cek medical gadis bertopeng itu.
"Agar kau tidak ragu padaku.Sungguh aku ingin memberikan mahkotaku padamu."Suara Irene bergetar,Meski tekadnya sudah bulat ingin menyerahkan kegadisannya pada J-hope tetap saja hati nurani dan pikirannya bertolak belakang.
"Kau sungguh-sungguh?."Tanya J-hope agar gadis itu sadar dengan tindakan bodohnya."Jika aku mengambilnya nanti jangan harap aku akan bertanggung jawab."Jawab J-hope tegas.Ia juga tidak berniat menghancurkan masa depan gadis dihadapannya."Aku juga sudah memiliki kekasih."
"Aku tau dan itu tidak jadi masalah untuk ku."
"Baiklah kalau kau memaksa."Setidaknya J-hope sudah berusaha menghentikan aksi gila gadis itu.
__ADS_1
"Trimakasih."Irene tersenyum lalu kembali ******* bibir J-hope.Kali ini J-hope tidak mau tinggal diam,ia menikmati sembari membalas setiap ciuman panas dari Irene.
Keduanya larut dalam setiap sesapan dan Lum*a*t*n bibir yang saling bertautan satu sama lain.J-hope tanpa sadar mencengkram leher Irene dan memperdalam ciumannya.Deru nafas keduanya semakin tak beraturan bahkan Irene mengeratkan rangkulannya di leher J-hope.